Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Kesempatan Kerja


__ADS_3

Hari-hari  Alexa selama berada di Sekupang, Batam banyak diisi dengan bermain bersama Tommy. Meskipun terkadang rasa rindu dengan seabrek aktivitasnya menghampiri Alexa. Untuk melepaskan diri dari circle pertemanannya di pulau sebelumnya, Alexa memutuskan sambungan telpon dengan mengganti nomor ponselnya. Bahkan, Alexa mencoba untuk melupakan kehadiran Ravendra dalam hatinya, mengingat bagaimana percintaan antara mama dan papanya yang akhirnya kandas.


"Lexa..., Senin depan Tommy sudah harus mulai masuk sekolah. Apakah kamu akan tetap berada disini, atau mau mencari kesibukan dengan membantuku berkerja di perusahaanku..?" tiba-tiba Fernando memberi informasi pada Alexa. Sore ini, mereka sedang duduk sambil memandang hamparan laut di depan mereka, sambil mengawasi Tommy yang sedang bermain di pasir putih.


"Really kak..., kak Nando bersedia memberiku kesibukan. Alexa tidak akan mempedulikan berapa income yang akan didapat kak.., karena yang aku butuhkan adalah bagaimana aku mengisi hari-hariku di tempat ini." mendengar perkataan Fernando, Alexa menanggapinya dengan penuh antusias.


"Dengan senang hati Lexa.. Senin pagi.., pergilah langsung ke perusahaanku. Atau kita bisa berangkat ke perusahaan bersama-sama, sekalian mengantarkan Tommy ke International Elementary School. Kebetulan Tommy bersekolah tidak jauh dari perusahaanku, untuk mempermudahku melakukan antar jemput pada putraku." ucap Fernando menjawab perkataan Alexa. Laki-laki itu tersenyum melihat bagaimana Alexa begitu bersemangat untuk menerima tawaran kerja yang diberikannya.


"Okay.. terima kasih kak Nando.. Nanti akan aku persiapkan perlengkapan, surat lamaran, port folio tentang akumulasi kemampuan yang aku miliki. Juga pengalaman kerja yang sudah aku dapatkan." sahut Alexa bersemangat.


"Aunty Lexa..., papa..., Tommy mau kue kungfu..?" tiba-tiba terdengar teriakan Tommy. Anak laki-laki itu menunjuk penjual bakpao yang sedang menjajakan makanan di pinggir pantai tersebut.


Fernando langsung bertepuk tangan memanggil penjual bakpao, dan untungnya penjual itu sudah seelsai melayani pembeli sebelumnya. Dengan mendorong gerobaknya, penjual itu mendatangi tempat dimana Fernando dan Alexa berada.


"Bakpao kumbu hitam lima buah bang..! Sekalian teh kotaknya ya sekalian.." Alexa langsung memesan makanan dan minuman yang dijajakan penjual itu.


"Siap Non.." dengan cekatan, penjual itu segera mempersiapkan pesanan Alexa. Tidak lama kemudian, penjual menyerahkan pesanan, kemudian Fernando  memberikan satu lembar uang ratusan ribu rupiah.


"Ini Tuan uang kembaliannya, hanya terpakai 50 ribu." penjual memberikan uang kembalian pada Fernando.

__ADS_1


"Ambil saja.." sahut Fernandi cepat. Dengan muka cerah dan gembira, penjual menguncapkan terima kasih pada Fernando, kemudian mendorong gerobaknya menjauh pergi dari mereka.


"Tommy..., bakpaonya masih panas. Aunty suapi saja ya.." dengan sabar, Alexa mencuil bakpao dengan tangan kanannya kemudian meniupnya sebentar. Setelah dirasa bisa untuk dimakan, perlahan Alexa menyuapkan cuilan bakpao tersebuk ke mulut mungil Tommy. Melihat kedekatan Alexa dan putranya Tommy, Fernando tersenyum-senyum sendiri. Ada rasa hangat terasa mengalir di dada laki-laki itu. Tanpa bicara, Fernando ikut memasukkan potongan bakpao ke mulutnya sendiri.


***********


Malam hari


Nyonya Sarah menghampiri Alexa yang sedang berbaring di atas sofa sambil membaca majalah. Perempuan paruh baya itu kemudian duduk di samping kepala gadis itu. Dengan penuh kasih sayang, tangan Nyonya Sarah mengusap lembut kepala putrinya sambil tersenyum.


"Bagaimana kabar Tommy Lexa.., sudah tiga hari mama belum bertemu dengan anak kecil itu?" tiba-tiba Nyonya Sarah menanyakan kabarnya tentang tommy.


"Tommy baik mam..., tadi sore kami bermain di pinggir pantai sambil menikmati bakpao. Tumben mama menanyakan kabar Tommy.., tidak ada udang di balik bakwan kan?" Alexa menanggapi pertanyaan yang diajukan mamanya dengan jawaban sarkasme.


"Putri mama ini bisa saja. Mama senang melihat kedekatanmu dengan nak Fernando, sepertinya dia laki-laki baik. Meskipun sudah memiliki anak, tetapi wajahnya masih terkesan baby face, seperti masih seumuran denganmu." ucap Nyonya Sarah yang tanpa sadar memberi pujian pada papa Tommy atau Fernando.


Mendengar ucapan Nyonya Sarah, Alexa menoleh ke wajah mamanya. Bahkan Alexa menaik turunkan telapak tangannya di depan wajah perempuan paruh baya itu.


"Kamu kenapa Lexa..?? Sama orang tua sukanya usil." protes Nyonya Sarah.

__ADS_1


"Naga-naganya seperti mama itu mau menjodohkan Alexa dengan kak Fernando nih... Nyebut mam.., nyebut... Kami itu pure hanya berteman, lumayan ada teman bicara di kota ini. Tidak mungkin kan, Alexa hanya sendiri selalu di tempat ini, tanpa teman satupun. Kebetulan kak Nando hanya tinggal bersama dengan Tommy, ditemani tiga Asisten rumah tangga. Ya sudahlah.., kami sering suka ngobrol bareng." ucap Alexa mencoba menghapus kecurigaan Nyonya Sarah. Perempuan itu tersenyum..,


"Bukan menjodohkan Lexa sayang.., tetapi senang saja lambar laun, putri mama bisa terlepas dari circle pertemanan di masa lalu. Sudah mendapatkan teman baru disini, dan kalaupun akhirnya kalian bisa menjalin hubungan lebih dekat, sepertinya mama juga tidak keberatan." Nyonya Sarah semakin menjadi menanggapi pergaulan Alexa dengan Fernando.


"Terserahlah apa yang mama pikirkan. Oh ya mam... by the way mulai besok pagi, Alexa sudah akan bekerja lho mam. Tadi sore kak Nando menawarkan pada Lexa untuk bekerja di perusahaannya. Dan tanpa pikir panjang, Lexa langsung menerima tawaran itu. Yah.. lumayanlah untuk mengisi waktu dan kesibukan." Alexa akhirnya menceritakan tentang rencananya bekerja di perusahaan Fernando.


"Iyakah..., bagus sekali kalau begitu Lexa.. Kalian bisa berangkat dan pulang kerja bareng-bareng, kerja juga bareng-bareng. Siapa tahu.. akhirnya bisa bareng beneran selamanya.." tanpa sadar, Nyonya Sarah semakin menggoda putrinya.


"Hmmm..., terus mam.., terus.. Masih kalah tampan dan kalah ganteng kak Nando dengan kak Ravend mam.." tiba-tiba tanpa diduga Alexa membandingkan Fernando dengan Ravendra. Meskipun bibir gadis itu tersenyum kecut mengingat Ravendra yang sudah menjadi kekasihnya, tetapi keberadaannya sekarang di kota ini menjadikan hubungan mereka menjadi jauh.


"Iya juga sih.. Tapi Fernando terlihat lebih dewasa, lebih kebapakan jika dibandingkan dengan nak Ravend.. Mama lebih tertarik dengan Fernando daripada dengan temanmu Ravendra.." Nyonya Sarah terpengaruh ikut membandingkan antara Fernando dan Ravendra.


"Pasti kebapakanlah.., memang sudah menjadi bapaknya Tommy. Kalau mama tertarik sama kak Nando.., Alelxa tidak keberatan kok jika mama melakukan approach pada kak Nando.. Berondong mam.., berondong..." Alexa menggoda mamanya, dan Nyonya Sarah melempar bantal kursi ke arah gadis itu.


"Ha.., ha..., ha... mama kenapa jadi anarkhis sih..?? Alexa bicara sebenarnya lho mam.., tulus dari lubuk hati yang paling dalam. Swear..." Alexa mengangkat dua jarinya ke atas.


"Mama tidak ikhlas memberikan semua harta mama pada laki-laki itu, karena pasti Fernando hanya mengincar harta mama kan, jika tertarik untuk menikah dengan mama..." tidak diduga, Nyonya Sarah terpengaruh dengan perkataan putrinya.


"Ha..., ha..., ha..." kedua perempuan itu tertawa ngakak di ruang tengah. Andy dan Susan yang melihat kemeriahan tertawa mereka, hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


**************


__ADS_2