Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Rutinitas


__ADS_3

Hari Senin, rutinitas harian di perusahaan kembali harus dijalani Alexa. Pagi berangkat kerja, siang istirahat dan makan siang, kemudian sore harinya kembali pulang ke rumah. Masih dengan perasaan malas, karena merasa capai dengan week end bersama acara perusahaan yang kacau, gadis itu membuka matanya. Dengan senyum mengembang, Nyonya Sarah memasuki kamar Alexa. Perlahan tangan perempuan paruh baya itu menyibakkan selimut yang menutupi tubuh putrinya.


"Alexa..., bangun sayang!! Sudah jam enam pagi, kamu harus segera bersiap-siap untuk berangkat kerja sayang." Nyonya Sarah duduk di pinggir ranjang sambil melipat selimut yang digunakan putrinya itu. Meskipun putrinya


sudah dewasa, perempuan paruh baya itu selalu menganggap putrinya masih seorang anak. Perempuan itu selalu melakukan hal-hal kecil untuk putri gadisnya itu.


"Masih malas mam.., Alexa masih pingin tidur lagi." ucap Alexa manja. Perempuan paruh baya itu tersenyum. Setelah meletakkan selimut yang sudah dilipatnya dan meletakkan di pinggir ranjang dekat kaki gadis itu, Nyonya


Sarah mengusap wajah putrinya yang semakin beranjak dewasa.


"Putri mama sudah bertambah dewasa..., sebentar lagi mungkin akan segera meninggalkan mama untuk menikah. Ayo..., mulai dibiasakan dari sekarang cantik.." ucap Nyonya Sarah. Dengan sabar perempuan itu mendudukkan Alexa, dan gadis itu malah meletakkan kepala di pundak Nyonya Sarah.


"Sebentar lagi lah mam..., badan Alexa masih capek." Alexa masih berusaha meminta kelonggaran dari mamanya. Nyonya Sarah kemudian berdiri, dan kemudian mendirikan tubuh Alexa.


"Ayo mama tuntun ke kamar mandi.. airnya sudah mama siapkan dari tadi sayang. Keburu kembali menjadi dingin, mama malas untuk merebusnya kembali." melihat mamanya sudah kesulitan untuk menyangga tubuhnya, dengan


malas akhirnya Alexa mengangkat tubuhnya sendiri. Gadis itu melakukan peregangan, dengan menggerakkan pinggang ke kiri dan ke kanan. Setelah bisa membuka mata dengan sempurna, dengan malas Alexa memberikan ciuman di kedua pipi perempuan paruh baya itu.


"Mama memang selalu yang paling baik..., mmuach.." setelah memberikan ciuman di pipi kanan dan kiri Nyonya Sarah, Alexa segera menyambar handuk dan masuk ke kamar mandi. Perempuan paruh baya itu menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian merapikan tempat tidur Alexa.


*********


Selesai mandi pagi...


Di meja makan, Alexa menikmati sarapan nasi goreng dengan telur ceplok di atasnya. Satu cangkir teh manis panas, tampak melengkapi sarapannya pagi ini. Dengan sabar, Nyonya Sarah mendampingi Alexa menghabiskan sarapannya. Perempuan paruh baya itu memang selalu membiasakan mendampingi putrinya melakukan

__ADS_1


aktivitas apapun di rumah.


"Bekal apa yang akan kamu bawa ke kantor hari ini Lexa..?" tanya Nyonya Sarah, setelah melihat nasi di piring Alexa sudah bersih. Alexa mengambil cangkir berisi teh panas, kemudian menyeruputnya.


"Air putih saja mam..., nanti Alexa ingin minum kopi di food court. Roti bakarnya juga lumayan nikmat, nanti siang Alexa berencana akan makan disana." Alexa menjawab pertanyaan dari Nyonya Sarah. Mendengar perkataan


Alexa, Nyonya Sarah segera berdiri dan mengisi tumbler dengan air mineral yang diambil dari dispenser.


"Matur thank youuuu mam..." ucap Alexa sambil berdiri, dan kembali mendaratkan ciuman di pipi perempuan paruh baya itu. Gadis itu kemudian kembali masuk ke dalam kamar, dan ketika keluar sudah siap dengan tas selempang kecil dan back pack di punggungnya. Nyonya Sarah tersenyum melihat putri cantiknya itu.


"Kamu sudah siap nak.., akan langsung berangkat?" tanya Nyonya Sarah  melihat penampilan putrinya.


"Iya mam..., mau istirahat dulu di ruangan sambil menyalakan komputer. Lagian berangkat pagi itu lebih asyik, pasti mendapatkan tempat duduk di dalam bisnya nanti." Alexa menjawab dan memasukkan tumbler yang sudah disiapkan Nyonya Sarah ke dalam tasnya.


"Alexa berangkat ya mam..." Alexa kemudian berpamitan dan berjalan meninggalkan perempuan itu. Di depan pintu, Nyonya Sarah melihat punggung putrinya yang berjalan meninggalkannya, sampai tidak terlihat lagi.


************


"Bangun kak..., sudah sampai nih di Cempaka. Masak baru berangkat saja sudah tertidur di dalam bis, untung saja aku melihatnya, coba jika tidak?" Alexa membuka matanya, dan terlihat wajah Dedy di depannya dengan


cengar-cengir.


"Sampai mana ini Ded.., aku mengantuk soalnya." ucap Alexa sambil tersenyum malu. Tadi dia hanya berencana untuk sebentar memejamkan matanya, tidak tahunya sampai di tujuan, dia masih tertidur.


"Sudah sampai kakakku Alexa.., tidak sadar apa jika bisnya sudah berhenti." setelah menjawab pertanyaan gadis itu, Dedy langsung melangkahkan kaki keluar dari dalam bis lebih dulu. Dengan perasaan malas, Alexa mengikuti laki-laki itu turun dari dalam bis.

__ADS_1


Dedy berjalan menjejeri langkah Alexa, tangannya mengambil back pack di punggung gadis itu. Karena merasa berat, Naura membiarkan Dedy membantunya untuk membawakan tas punggungnya itu.


"Kemarin ikut outbound di Star Hills ya kak..? Menurut berita ada hujan badai di hutan itu, kakak tidak terjebak kan?" karena sebagai karyawan yang masih baru, Dedy memang tidak mengikuti outbound. Laki-laki itu


bertanya tentang hal tersebut pada  Alexa.


"Hmmm... iya. Tapi untungnya aku sudah berada di mansion, jadi tidak begitu merasakan datangnya badai. Sempat ngeri juga sih, waktu ada dahan yang patah dan terjatuh di depan kami waktu itu." Alexa menceritakan kejadian


saat bersama dengan Ravendra di dalam mobil yang dikemudikan Johan.


"Disini saja.., hujan juga sangat deras kok. Bahkan di beberapa tempat mengalami banjir dadakan, untung saja tidak ada korban jiwa." Dedy menyahuti cerita Alexa. Kedua orang itu berjalan memasuki lobby perusahaan


Andromega, meskipun masih pagi tetapi petugas keamanan sudah siap berjaga di tempatnya.


"Selamat pagi Miss Alexa..., selalu paling pagi datangnya." dengan ramah petugas keamanan menyapa Alexa dengan sopan, Dedy menatap wajah Alexa, karena merasa kenapa hanya gadis itu yang disapa.


"Iya pak.., biasa agar dapat tempat duduk  di dalam bis pak. Saya masuk ke dalam dulu ya pak, permisi.. selamat pagi." dengan senyum yang menjadi ciri khasnya, Alexa membalas sapaan petugas keamanan tersebut.


Gadis itu segera menuju lift dan menekan tombol untuk menuju ke atas. Dedy mengikuti di belakangnya. Tidak berapa lama, pintu lift segera terbuka, kedua orang itu segera masuk ke dalam.


"Kak.., kok yang disapa petugas keamanan itu hanya kak Alexa. Apakah mereka tidak melihatku?" sambil menekan tujuan ke lantai tujuh, Dedy bertanya pada gadis itu.


"Dedy dodol..., sebelum bertanya itu. Silakan lakukan instropeksi diri dulu. Kamu itu karyawan baru, dan baru satu minggu bekerja di perusahaan ini. Kamulah yang harus menyapa mereka lebih dulu, dan setelah mereka mengenalmu.., baru mereka akan menyapamu seperti tadi mereka menyapaku." Alexa menjelaskan dengan geli pada laki-laki muda itu. Dedy melihat lagi ke wajah gadis itu, akhirnya laki-laki itu hanya mengangguk-angguk.


****************

__ADS_1


__ADS_2