
Pukul sembilan pagi, Fernando sudah menunggu Alexa di teras rumah yang ditinggali gadis itu. Nyonya Sarah sudah mempersilakan laki-laki itu untuk masuk, dan menunggu di ruang tamu. Tetapi dengan alasan tidak akan lama, Fernando menolak tawaran yang diberikan perempuan paruh baya itu. Tidak lama kemudian, Alexa sudah keluar dari pintu utama diikuti Nyonya Sarah di belakangnya. Tanpa disuruh, Fernando mengambil alih tas pakaian dan barang yang dibawa Alexa, dan gadis itu membiarkannya.
"Kami berangkat tante.., ijin membawa Lexa untuk menemani saya." dengan sopan. Fernando meminta ijin untuk membawa Alexa.
"Iya nak Nando.. hati-hati. Tadi malam Alexa juga sudah minta ijin, jangan lupa kasih kabar jika sudah sampai di lokasi. Agar tante tidak kepikiran putri saya." Nyonya Sarah berpesan pada Fernando. Alexa mencium punggung tangan perempuan paruh baya iti, kemudian Fernando juga melakukan hal yang sama.
Alexa berjalan di depan menuju mobil yang akan mengantarkan mereka ke pelabuhan internasional Sekupang untuk menyeberang menuju Harbourfront Singapore. Mereka memilih perjalanan via laut, karena lebih menghemat waktu untuk menuju negara Singapore. Fernando mengikuti di belakangnya sambil membawa tas ALexa.
'Silakan masuk Miss Alexa.., Tuan Nando.." driver membukakan pintu mobil untuk kedua orang itu. Dengan cepat Alexa masuk ke mobil bagian tengah, kemudian bergeser ke samping. Fernando mengikuti ALexa, dan duduk di samping gadis itu.
"Jam berapa penyeberangan kita ke Singapore Rudi..?" Fernando bertanya pada driver yang sudah menjalankan mobilnya.
"Pukul sepuluh Tuan.., jangan khawatir semua urusan sudah di handle oleh orang kita. Passport Tuan dan Miss Alexa juga sudah dibawa oleh Anjar , dan saat ini dia sudah menunggu kita di pelabuhan." sambil menjalankan mobil, Rudi menjawab pertanyaan yang diberikan Fernando.
Tidak sampai sepuluhb menit perjalanan, mobil yang dikemudikan Rudi sudah memasuki halaman pelabuhan. Tanpa memarkir kendaraannya, Rudi menghentikan mobil tepat di pintu masuk kedatangan penumpang. Tampak seorang laki-laki berlari kecil menghampiri mereka.
"Selamat datang Tuan Nando.. Miss Alexa... mari ikuti saya..!" ternyata laki-laki itu adalah Anjar, orang Fernando yang akan menghandle keberangkatan mereka ke negara jiran tersebut.
__ADS_1
Fernando menggandeng tangan Alexa, dan Rudi menyerahkan bawaan kedua orang itu ke tangan Anjar. Tanpa melewati petugas imigrasi, Anjar langsung mengantarkan Alexa dan Fernando melalui jalur khusus. Anak buah Fernando itu sudah memesankan dua tiket VIP untuk penyeberangan kedua orang itu. Tidak lama setelah Fernando dan Alexa duduk di kursi VIP, ferry segera berangkat menuju Frontharbour bay. Sekitar 50 menit menyeberang, kapal ferry segera singgah di Harbour Bay Singapore..,
"Hati-hati Alexa.., jangan jauh-jauh dariku. Anjar akan membawa kita melalui jalur khusus." Fernando menahan tangan Alexa yang akan berbaur dengan para penumpang lainnya. Melihat barang bawaan para penumpang dan dari penampilan mereka, rata-rata penumpang menyeberang ke Singapore untuk berlibur. Tampak kekaguman di mata para penumpang itu melihat kemegahan bangunan gedung-gedung bertingkat yang ada di depan mereka.
"Tuan Nando.. kita langsung ke halaman samping. Driver sudah menjemput kita disana, dan akan langsung mengirim kita ke hotel. Jika tidak salah acara Conference akan dibuka pukul 14.00 sore waktu Singapore. Nanti Tuan Nando dan Miss Alexa bisa mengisi waktu untuk makan siang. Kita sudah menyiapkan makan siang di roof top hotel tempat conference berlangsung." sambil berjalan menuju halaman samping, Anjar mengatur perjalanan mereka.
Tanpa menjawab, Fernando dan Alexa mengikuti di belakang Anjar.
*****
"Permisi.., bolehkah saya join..?' dengan sopan, Alexa meminta ijin pada laki-laki itu.Tanpa menunggu ijin dari laki-laki itu, kaki Alexa sudah melangkah ke dalam lift.
"Silakan, lift ini untuk umum. Kamu dari Indonesia ya.., karena dialek logatmu persis dengan bahasa Melayu yang digunakan untuk aksen orang Indonesia." laki-laki itu tiba-tiba menyoroti aksen gaya bicara Alexa. Gadis itu hanya tersenyum, tidak menanggapi perkataan laki-laki itu. Tangan Allexa dengan cepat menekan tombol lantai satu untuk bertemu dengan Fernando.
Dari samping, laki-laki itu tampak mengamati Alexa dengan tatapan heran dan penasaran. Merasa risih mendapat tatapan dari orang tidak dikenal, Alexa bergeser lebih maju ke depan mendekat ke pintu lift. Laki-laki itu merasa jengah, dia hanya tersenyum melihat tingkah Alexa. Tidak berapa lama, lift sampai dan berhenti di lantai satu. Tanpa mengucapkan permisi, Alexa langsung melesat keluar dan menghampiri Fernando yang sudah menunggunya di sofa depan receptionis.
***********************
__ADS_1
Di Coffee Shop hotel
Laki-laki yang turun ke lantai satu bersama dengan Alexa, tampak berpikir keras sambil mengaduk kopi di gelasnya. Tampak seperti ada beban pikiran yang mencoba untuk dipecahkannya dari tadi. Duduk di depannya, sekretaris pribadinya tampak heran melihat tingkah Bossnya, tetapi tidak memiliki keberanian untuk bertanya padanya.
"Kenapa aku tidak asing dengan wajah gadis itu..? Apakah kami pernah bertemu.." laki-laki itu berpikir sendiri. Sejenak pikirannya melayang ke beberapa waktu yang telah lalu, dan mengingatkannya pada seorang gadis yang pernah meninggalkannya pergi.
"Wajah gadis itu sama persis dengan Sarah Emilton.., hidungnya, wajah polosnya.." kembali laki-laki itu yang ternyata adalah Thomas kembali berpikir keras.
"Tuan.. tuan Thomas.. apakah ada hal penting yang menganggu pikiran Tuan..?" tiba-tiba sekretaris pribadi laki-laki itu membuyarkan lamunannya. Thomas menatap perempuan cantik yang duduk di depannya itu.
"Iya Alicia.., aku seperti melihat seorang gadis yang sama persis dengan perempuan di masa laluku. Apakah memang di dunia ini, bisa ada kasus seperti ini?" mendengar perkataan Thomas, muka Alicia mendadak murung. Gadis itu bersedia mengorbankan diri untuk menjadi sekretaruis dari Thomas, dengan harapan laki-laki itu meilrik padanya. Tetapi hanya Sarah Emilton yang selalu ada di dalam pikirannya.
"Aku ingat Alicia.., nama putri dari perempuan di masa laluku adalah Alexa. Kamu cari informasi di receptionis, atau di semua acara yang diadakan di hotel ini, apakah ada guest yang memiliki nama Alexa Emilton. Jika ada, berarti aku tidak akan salah mengenali orang, aku akan menguntit gadis itu.." tiba-tiba Thomas mengingat nama gadis yang harus diselidikinya dulu. Tetapi rencananya itu gagal, karena pertemuannya dengan Sarah di rumah gadis yang akan diselidikinya.
"Baik Tuan.., dipastikan Alicia tidak akan mengecewakan Tuan Thomas.." sahut gadis itu dengan tatapan sendu.
*****************
__ADS_1