Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Turuti Keinginan Kakak


__ADS_3

Akhirnya ke empat orang memutuskan untuk berangkat ke Indonesia bersama-sama. Tetapi Ravendra sudah menegaskan pada Raveena.. jika selama di negara tujuan, gadis itu harus tinggal sendiri di Pent house atau apartemen, tidak boleh meminta untuk tinggal bersama dengan keluarga Ravendra dan Alexa. Merasa sudah mendapatkan ijin, gadis itu terlihat sangat gembira dan bersemangat. Namun.. Alexa melihat sesuatu hal yang berbeda pada diri Johan.. asisten pribadi suaminya. Laki-laki itu terlihat bermurung diri, dan sedikitpun tidak menanggapi hal tersebut.


"Ingat perkataan kakak.. Veena. Begitu kakak melihatmu membuat kesalahan sekecil apapun, kakak tidak akan segan-segan mengirimmu kembali ke Canada. Ingat juga.. tidak berkata apa-apa pada mama, atau kakak akan meminta pihak imigrasi untuk melakukan deportasi terhadapmu." dalam perjalanan menuju airport, di helipad.. Ravendra menekan adiknya Raveena.


Tidak mengetahui latar belakang alasan suaminya bertindak seperti itu terhadap adik kandungnya, Alexa memutuskan untuk diam tidak ikut dalam pembicaraan. Demikian halnya dengan Johan, laki-laki yang duduk di samping pilot menerbangkan helikopter, juga sedikitpun tidak ambil bicara. Melihat keanehan pada Johan, Alexa mengerutkan keningnya ingin menyelidiki ada hal apa yang disembunyikan antara Johan dengan Raveena.


"Iya kak.. sudah berapa kali kak Ravend mengulang-ulang perkataan itu. Telinga Veena sampai panas kak.., janji deh.. veena akan menjaga diri dengan baik. Tidak akan ada kesalahan sekecil apapun.. kaka Ravend cukup menjaga kak Lexa dan calon keponakan Veena saja dengan baik." Raveena mengucap janji pada kakaknya.


"Jangan lupa, patuhi semua perkataan Johan. Jangan sekali-kali kamu berani membantah perkataan Johan, atau kamu sendiri yang akan kakak buang ke laut.." kembali Ravendra menegaskan.


"Uhuk.. uhuk.." dari kursi depan samping driver, Johan terbatuk-batuk. Laki-laki itu sama sekali tidak mengira, jika akan terseret pada pembicaraan kakak beradik itu. Sejak tadi, laki-laki itu memutuskan untuk diam, tidak mau ikut campur dalam urusan keluarga.


Alexa mengambil air mineral untuk diulurkan ke depan pada Johan, tetapi Ravendra suaminya langsung menyerobot air itu, kemudian meminumnya beberapa teguk secara langsung. Alexa melotot pada sikap Ravendra, tetapi laki-laki itu hanya tersenyum dan mengalihkan pandangan ke lain tempat. Akhirnya dengan sikap dongkol, Alexa menyandarkan punggung dan kepala pada sandaran kursi. Untungnya Raveena pengertian, gadis itu menggantikan peran Alexa mengambil air mineral dan memberikan pada Johan.


"Minumlah kak.. sepertinya kak Johan tersedak.." ucap Raveena pelan.

__ADS_1


Johan menoleh ke belakang, tetapi melihat gadis itu menyodorkan botol air mineral kepadanya, laki-laki itu menolak dengan mengangkat tangannya tanpa bicara. Raveena kembali memundurkan posisi duduknya, gadis itu terlihat kecewa dengan penolakan itu. Raveena membanting botol air mineral ke jok belakang, kemudian gadis itu memejamkan mata dan bersandar pada sandaran kursi mobil. Suasana kembali hening di dalam mobil itu.


Merasa bingung dengan apa yang terjadi, Alexa menyenggol lengan suaminya berusaha untuk mencari tahu. Namun.. Ravendra hanya mengangkat kedua bahunya ke atas, dan memberi isyarat pada istrinya untuk diam. Merasa jengkel denganĀ  respon suaminya, mulut Alexa menjadi cemberut dan gadis itu memalingkan wajahnya ke kanan. Ravendra tersenyum melihat sikap ngambek istrinya, laki-laki itu bergeser merapatkan tubuhnya pada gadis itu. Tanpa permisi, Ravendra memeluk erat tubuh gadis itu, kemudian tanpa memiliki rasa malu mencium istrinya di dalam mobil.


********


Di Airport


Salsa dan Steven tersenyum menyambut kedatangan Ravendra dan ketiga orang yang bersamanya. Alexa terkejut, dia tidak menyangka jika mereka akan bertemu dan diterbangkan, oleh pasangan pilot dan pramugari yang sudah cukup sering mendampingi mereka terbang, Alexa merentangkan kedua tangannya ke kanan dan ke kiri, dan Salsa langsung menghambur ke pelukan perempuan itu. Di samping Alexa, Ravendra menatap tajam seakan memberi peringatan pada perempuan itu, sehingga gadis itu akhirnya menahan diri.


"Kenapa Salsa.. kamu ingin mengusap perutku. lakukanlah.. dan semoga saja kamu dan Steven segera melakukan ikatan, dan bisa mengikuti jejak kami untuk segera mendapatkan momongan." memahami keinginan gadis itu, dengan sikap baiknya, Alexa menawarkan pada gadis itu.


Mendengar perkataan perempuan itu, Salsa dan Steven saling berpandangan. Pasangan itu memang merasa saling membutuhkan, bahkan tidak jarang mereka juga saling melengkapi dalam kebutuhan hasrat seksual mereka. Namun keduanya tidak terikat resmi dalam sebuah hubungan..dalam sebuah komitmen, mereka hanya merasa saling membutuhkan satu dengan lainnya.


Perlahan Salsa berjalan ke depan, kemudian gadis itu memberanikan diri mengusap perut Alexa dengan penuh perasaan. Gadis itu memejamkan matanya, sifat dasar dan asal perempuan seperti merasuk dalam diri perempuan itu, dan tanpa sadar air mata menggenang di kelopak mata Salsa.

__ADS_1


"Steven.. bersikaplah gentle sebagai seorang laki-laki. Jika kamu dan Salsa memang saling membutuhkan, kenapa kalian tidak sekalian meresmikan saja hubungan kalian. Jangan saling menggantung, dan akhirnya hanya akan saling menyalahkan. Pada akhirnya, hanya akan ada rasa penyesalan dalam hubungan kalian." melihat reaksi yang ditunjukkan Salsa, Alexa menasehati Steven. Laki-laki itu hanya tersenyum masam, dan menundukkan kepalanya ke bawah. Johan juga ikut terkesima melihat kejadian itu., tetapi sejak tadi anak muda itu memang hanya lebih banyak bersikap diam.


"Sudah.., sudah.. ayo masuk ke pesawat.. agar kita segera bisa meluruskan badan kita." Ravendra segera memberi peringatan agar mereka segera masuk ke dalam pesawat.


Alexa tersenyum, dan belum sempat berbicara lagi, Ravendra sudah mengangkat tubuhnya dan membawa perempuan itu masuk ke dalam pesawat. Setelah kedua orang itu masuk, Raveena berjalan mengikuti pasangan itu, dan Johan berjalan paling akhir. Dengan sigap, Steven dan Salsa melaksanakan tugas mereka sebagai aktor utama yang akan menerbangkan pesawat.


"Veena.. hendak kemana kamu. Ruangan depan merupakan private room untuk kakak dan kakak iparmu. Cari ruang lainnya, jangan ganggu kami." melihat Raveena akan berjalan mengikuti Alexa, Ravendra memberi teguran pada adik kandungnya itu.


"Tapi kak.." Raveena merasa keberatan.


"Tidak ada tapi-tapian, jika ingin ikut ke Indonesia, kamu harus menurut dengan apa yang kakak katakan. Tidak boleh membantah, lakukan perintah kakak.." dengan suara tegas, Ravendra kembali melarang Raveena. Alexa hanya menatap adik iparnya dengan tatapan prihatin, tetapi diapun tidak akan bisa melakukan apa- apa jika suaminya sudah membuat keputusan.


Melihat Johan yang berjalan ke ruang di samping ruang tempat Ravendra dan Alexa masuk, akhirnya Raveena mengikuti laki-laki itu. Johan hanya menatap gadis itu sekilas, tapi rupanya Raveena sudah terbiasa diperlakukan demikian oleh anak muda itu. Tanpa bicara, Raveena duduk di depan Johan.. dan laki-laki itu hanya melihatnya sekilas.


*******

__ADS_1


__ADS_2