Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Perbedaan Perlakuan


__ADS_3

Beberapa saat mereka terdiam, dan tiba-tiba Alexa teringat tentang bagaimana mendapatkan data kependudukan jika dokumen kependudukan seseorang mengalami kehilangan. Berdasarkan sosialisasi dari pihak terkait, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, telah mempermudah pelayanan dokumen administrasi kependudukan dengan inovasi cetak mandiri dari rumah. Alexa berpikir untuk menggunakan situs itu untuk mendapatkan data kependudukannya.


"Mas bisa bantu saya untuk mendapatkan data kependudukan?" Alexa langsung meminta tolong pada laki-laki itu. Petugas itu mengerutkan keningnya..


"Mohon maaf mbak.., saya tidak bisa melakukan tindakan ilegal. Usia saya masih muda, akan sangat beresiko jika saya memalsukan identitas kependudukan mbak Alexa." laki-laki itu langsung menolak permohonan gadis itu. ALexa tersenyum,..


"Saya tidak meminta mas Zakaria untuk memalsukan identitas kependudukan saya. Maksud saya, apakah mas Zakaria bisa membantu saya untuk mencari perangkat komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet. Saya akan masuk ke website Ditjen Dukcapil untuk searching identitas saya, kemudian saya akan melakukan print lengkap dengan Kartu keluarga saya." Alexa menjelaskan maksud pertanyaannya. Begitu mendengar jawaban yang meyakinkan tentangnya, menandakan jika gadis di depannya itu tidak melakukan kebohongan. Akhirnya dengan tersenyum, Zakaria mengajak Alexa untuk mengikutinya.


"Oh untuk itu. Ikuti saya mbak Alexa.., kebetulan tadi saya sedang beristirahat, kamu bisa menggunakan komputer saya sebentar." Zakaria segera mengajak Alexa masuk ke dalam ruang kerjanya melewati pintu belakang.


"Mau kemana Jack.., siapa yang sedang bersamamu?" terlihat beberapa karyawan yang berpapasan dengan Zakaria mengajukan pertanyaan.


"Ini Alexa saudara sepupuku dari Batam, datang kemarin sore. Dia penasaran tentang tempat kerjaku.., makanya dia menyusulku kesini." tidak diduga, Zakaria membohongi rekan kerjanya. Alexa menganggukkan kepala, kemudian mengikuti laki-laki itu. Di ruangan yang paling sudut, Zakaria memasuki ruangan tersebut dan segera meminta ALexa untuk duduk.

__ADS_1


"Mbak ALexa..., silakan gunakan komputer saya. Tetapi waktu mbak Alexa hanya maksimal 30 menit, karena saya harus sudah kembali bertugas." ucap Zakaria. Tidak mau membuang waktu, tanpa menjawab Alexa langsung berselancar dan masuk ke Ditjen Dukcapil. Zakaria tersenyum melihat kecepatan gadis itu dalam menggunakan perangkat komputernya, dan laki-laki itu hanya melihatnya dari belakang punggung Alexa.


Tidak menunggu lama, dokumen kependudukan atas nama Alexa Emilton sudah berhasil dicetak oleh gadis itu, dan tanpa sepengetahuan Zakaria, Alexa mengirimkan email untuk mengabarkan posisi dan keadaanya pada Nyonya Sarah, dan juga pada Ravendra. Selain itu, Alexa juga berhasil mendapatkan tiket penerbangan menuju ke Batam pada penerbangan pukul 15. 45 menit.


"Mas Zakaria..., saya betul-betul berhutang budi pada mas Zakaria. Saya dan keluarga akan selalu mengingat kebaikan dan pertolongan yang mas Zakaria lakukan. Untuk saat ini, hanya ucapan terima kasih yang bisa saya sampaikan, tetapi ke depan jika saya sudah berhasil kembali menemukan keluarga saya, maka kami akan membalas kebaikan mas Zakaria." dengan berlinang air mata karena rasa haru, Alexa kembali mengucapkan terima kasih pada laki-laki itu.


"Tidak masalah mbak ALexa.., kita memang harus saling membantu. Dengan dokumen kependudukan yang sudah lengkap, saya rasa mbak Alexa bisa memilih untuk menuju Batam dengan menggunakan flight. Hanya dibutuhkan waktu 1 jam 45 menit untuk dapat sampai di bandara Batam. Selamat jalan, dan semoga selamat sampai di tujuan, Karena tugas, mohon maaf saya tidak bisa mengantarkan mbak Alexa untuk menuju bandara. Dan mohon ini diterima, untuk tambahan jika mbak Alexa masih kekurangan sedikit uang." tidak diduga, Zakaria menyerahkan sebuah amplop panjang, dan rupanya amplop itu berisi uang. Merasa membutuhkan uang untuk berjaga-jaga, Alexa tanpa ragu menerima uang tersebut dengan senang,


**************


"Agak dipercepat ya pak..., karena saya khawatir ketinggalan pesawat." ucap Alexa pada pengendara ojol.


"Iya mbak.., tidak akan lama lagi kita sudah akan sampai di tempat kok. Saya jamin, tidak akan sampai lima menut." pengendara itu menjawab pertanyaan Alexa.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, ojol yang dikendarai ALexa sudah memasuki wilayah bandara Natuna. Dan untungnya, pengendara itu bisa menghentikan Alexa langsung di depan pintu keberangkatan penumpang. Dengan cepat, Alexa langsung menyelinap pada sekumpulan penumpang yang memasuki area dalam untuk melakukan check in.


Petugas check in memindai tiket penerbangan dan identitas kependudukan Alexa tanpa ada kesulitan. Tanpa bagasi sama sekali mempercepat langkah Alexa melakukan check in. Setelah selesai, petugas menyarankan ALexa untuk langsung melakukan boarding..., karena dijadwalkan pesawat dapat terbang secara on time. Tanpa pertanyaan, ALexa langsung masuk ke waiting room untuk mendapatkan antrian untuk boarding. Tetapi ketika gadis itu melakukan verifikasi data dan dipindai semua identitas di pintu masuk waiting room, tiba-tiba salah satu petugas menahan gadis itu.


"Untuk Non Alexa..., bisa ikut kami sebentar ke ruangan sana. Jangan khawatir.., tidak akan mengganggu jadwal penerbangan Nona, Kami sudah melakukan koordinasi dengan pilot dan pihak maskapai untuk melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang akan terbang ke Batam." ucap petugas tersebut dengan sopan. ALexa mengerutkan kening merasa curiga, tetapi dengan cepat gadis itu menenangkan sendiri pikirannya,


Tanpa bicara, Alexa mengikuti petugas itu masuk ke dalam sebuah ruangan. Tetapi tidak ada seorangpun yang ada di dalam ruangan tersebut. Merasa curiga, Alexa langsung menghentikan petugas yang menahannya untuk dilakukan pemeriksaan sekali lagi.


"Sebentar pak..., saya keberatan jika hanya ditinggal sendiri di ruangan ini. Bisa-bisa saja ini hanya akal-akalan saja untuk menahan saya, kemudian saya ketinggalan pesawat, dan anda akan melakukan pressure kepada saya." dengan tegas, Alexa menolak untuk masuk ke ruangan tersebut.


"Nona berani untuk mencurigai saya sebagai petugas bandara. Apakah Nona tidak takut untuk diminta penjelasan." dengan nada keras, petugas itu bertanya pada Alexa. Kecurigaan Alexa pada petugas itu semakin bertambah.


"Huh..., ingat mas. Saya ini memiliki tingkat pendidikan dan tidak mudah untuk dibodohi. Berbagai negara sudah saya datangi, dan ternyata di pulau kecil di negara saya sendiri, saya merasa diperlakukan dengan tidak adil dan tidak manusiawi. Saya akan mengajukan tindakan ilegal ini.., gabung dan antarkan saya pada penumpang yang lain. Jika tidak.., maka saya tidak akan segan-segan untuk menghabisi  Saudara." merasa ada yang janggal dan tidak beres dengan perlakuan yang diterimanya, Alexa mendekat dan mencengkeram leher laki-laki itu.

__ADS_1


***********


__ADS_2