Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Ruang Penghakiman


__ADS_3

Ketiga Rahib itu menatap Ravendra dan Robin secara bergantian. Dengan tatapan tajam, seperti tidak merasa memiliki sebuah kesalahan, Ravendra memberikan senyuman kepada para sesepuh manusia vampire original itu., Sedangkan terhadap Robin, Ravendra memberikan senyuman sinis pada laki-laki itu.


"Tuan Ravendra.., apakah kamu tahu dan sadar, untuk apa pemimpin pusat manusia vampire original mengundangmu untuk datang ke Santorini?" salah satu sesepuh vampire bernama Meyer bertanya pada Ravendra dengan suara tegas menggema.


"Kehormatan bagi saya untuk mendapatkan undangan mendatangi bangunan kastil kuno di Santorini Rahib. Apalagi sudah bertahun-tahun, aku juga belum datang untuk berkunjung ke kastilku di tepi pantai Merah. Untuk itu, tanpa perlu untuk menanyakan alasan kenapa aku diminta datang, aku akan tetap mendatangi tempat ini Rahib." tanpa bermaksud sarkasme, dengan tegas Ravendra menjawab pertanyaan yang diberikan Meyer.


"Jangan bertingkah sombong di tempat ini anak muda..., saatnya kamu memberi hormat pada yang lebih tua darimu. Banyak hal yang harus kamu jelaskan darimu..., yang pertama adalah uraikan alasan penolakanmu untuk membawahi kepemimpinan manusia vampire di Rumania. Alasan lainnya, drama percintaanmu dengan manusia murni, apakah itu yang menjadikan kamu membangkang kepada manusia vampire." Rahib Abraham menyahuti perkataan Meyer.


Tatapan ketiga sesepuh vampire itu sangat tajam, seakan ingin menghujam ke dalam hati Ravendra. Dan ketika bola mata ketiga sesepuh itu menatapnya tajam, seperti ada ratusan belati menusuk hati dan jantung laki-laki itu. Ravendra menahan nafas untuk menahan rasa sakit itu, dia berpikir jika harus mulai berhati-hati.


"Untuk kepemimpinan vampire original di Rumania Rahib.., banyak orang yang tertarik untuk duduk di sana. Aku mencoba memberikan peluang dan kesempatan untuk para oppotunis-opportunis tersebut. Tidak ada salahnya kan jika aku menolak posisi itu, aku ingin lebih merasakan menikmati kekayaanku yang hampir tersebar ke seluruh dunia. Sudah saatnya aku merasakannya." Ravendra menjelaskan alasan penolakannya untuk menduduki jabatan dalam posisi sebagai pemimpin vampire dunia.


"Itu bukan pilihan Tuan Ravendra.., tetapi itu adalah sebuah keharusan untuk diterima oleh manusia vampire yang terpilih. Pengabdianmu pada manusia vampire, merupakan sebuah kewajiban, bukan merupakan sebuah pilihan. Jika kamu tetap membangkang, dan tetap menolak keputusan itu, maka kamu bisa dikatakan sebagai seorang pengkhianat." suara Rahib Abraham terasa menusuk di telinga laki-laki itu,

__ADS_1


Robin dari belakang ketiga rahib sesepuh vampire itu, menatapnya dengan senyuman sinis. Ravendra mengabaikan ejekan itu. Laki-laki itu kembali tersenyum.,


"Perkataan yang diucapkan rahib Abraham seperti sebuah ultimatum yang mengancam keberadaanku. He..., tetapi, resiko dan hukuman apapun akan aku terima, tetapi aku akan tetap menolak posisi itu. AKu ingin menikmati kebahagiaanku saat ini Rahib, tolong mengertilah tentang diriku." tidak memiliki rasa takut, Ravendra terus menjawab perkataan Rahib Abraham dengan berani.


"Bagaimana penjelasanmu tentang perempuan bernama Alexa..?" salah satu Rahib mengingatkan Ravendra tentang kedudukan Alexa.


"Wanita itu adalah tujuan hidupku Rahib.., tidak akan ada yang mampu untuk memisahkan kami berdua. Siapapun yang akan berusaha memisahkan kami, maka mereka akan menjadi lawan kami, kapanpun itu. Alexa adalah hidupku." dengan senyuman sinis, Ravendra tersentil hatinya ketika Rahib menyebut nama Alexa yang sudah menjadi istrinya.


"Lancang sekali nada bicaramu anak muda. Apakah kamu tidak tahu, saat ini kamu itu sedang berbicara dengan siapa?? Beraninya kamu menyampaikan perkataan seperti itu kepada kami.." tiba-tiba Rahib Abraham bersuara dengan nada tinggi mengingatkan Ravendra.


"Pemimpin vampire original, tidak dibolehkan untuk menjalin ikatan dengan manusia murni, manusia biasa. Apakah kamu sudah melupakan aturan itu anak muda. Dan saat ini, dalam majelis tertinggi dalam kepemimpinan Vampire, kamu berani merendahkan kami hanya demi perempuan itu. Hukuman apa yang pantas untuk aku berikan kepada kalian berdua." dengan nada tinggi, suara Rahib Meyer kembali terdengar.


"Hukuman apapun siap untuk aku terima rahib, asalkan memang aku benar-benar dinyatakan bersalah. Jangan pernah mengusik perempuanku, maka aku tidak akan tinggal diam. Dan apakah kalian semua disini tahu.., jika ternyata perempuan yang menjadi istriku bukan hanya seorang manusia biasa. Darah manusia vampire Thomas, mengalir dalam darahnya bercampur dengan darah manusia murni Sarah Emilton.." dengan suara yang tidak kalah keras, Ravendra berusaha mempertahankan Alexa di hadapan para rahib itu,

__ADS_1


"Thomas..., Sarah..., kedua orang itu jadinya bersatu, dan menghasilkan keturunan seorang putri?" dengan nada keras karena terkejut, ketiga Rahib saling berpandangan.


"Kalian harus berpisah, hentikan kegilaan ini. Kamu akan menjadi bibit-bibit kemusnahan vampire original di seluruh dunia. Siapkan orang untuk menangkap gadis itu, aku ingin menginterogasinya. Ada tujuan apa, sampai gadis itu berani menjalin ikatan denganmu Ravendra." suara Rahib Meyer kembali menggelegar di dalam ruangan. Setiap perkataan yang keluar dari mulutnya, seperti sebuah perintah bagi manusia vampire yang ada disitu,


"Berani kalian menangkap istriku.., maka aku tidak akan menghentikan kegilaan ini semua. Ingat itu..." dengan nada setengah berteriak, Ravendra terpancing emosinya.


"Ha.., ha.., ha.., apa yang bisa kamu lakukan di dalam ruangan ini anak muda. Jangan sombongkan kekayaan, kemampuanmu, semua menjadi tidak berdaya dan tidak berharga begitu masuk di ruang pengadilan yang ada di bangunan kuno ini." suara tawa ketiga Rahib terasa menggelitik di telinga Ravendra. Laki-laki itu memberontak, tetapi tiba-tiba...


"Clap..\, clap...\, lepaskan aku ba***jingan...!" teriakan marah keluar dari mulut Ravendra\, ketika sebuah lengkungan besi\, tiba-tiba mengurung kedua pergelangan tangannya\, Laki-laki itu tidak dapat lagi menggerakkan kedua tangannya dengan bebas.


"Itu adalah hukumanmu laki-laki sombong. Segera, siapkan penangkapan untuk gadis bernama Alexa.., kita akan musnahkan gadis itu segera." sebuah perintah meluncur deras dari mulut para rahib itu.


"Lepaskan aku..., jangan berani kalian untuk menangkap istriku, perempuanku. Aku akan menghabisi kalian semua.., lepaskan aku.." Ravendra kembali berteriak dan mencoba untuk melepaskan kungkungan besi yang melingkar pada pergelangan tangan tersebut. Tetapi gerakan laki-laki itu seperti tersedot, kekuatannya terasa menjadi netral. Ruang untuk penghakiman ini memang terbuat dari batu meteor yang jatuh ke bumi, yang dapat menjadi netralisir kekuatan manusia vampire jika tersentuh olehnya,

__ADS_1


"Jangan dengarkan ocehan anak muda itu. Cepat lakukan...!" ketiga rahib itu diikuti Robin berjalan keluar dari dalam ruangan itu. Tatapan penuh ejekan dilajukan oleh Robin terhadap Ravendra.


*********


__ADS_2