
Tanpa menikmati kota Frankfurt, setelah merasa Abhimana sudah cukup istirahatnya ALexa segera mengajak keluarganya untuk menempuh perjalanan. Senyuman seakan hilang dari bibir gadis itu, hanya keberadaan Abhimana yang masih menjaga perasaan Alexa. Sepanjang perjalanan, Abhimana hanya menatap mama dan Omanya, dan jarang membuar rewel. Anak itu seperti tahu dan memahami tujuan dari perjalanan mereka itu.
"Tuan Thomas, Nyonya Sarah, dan nona muda Alexa.. tidak lama lagi kita akan mulai masuk ke wilayah pegunungan. Jalan bergelombang akan kita lewatu, jadi saya harap kalian semua bisa menyeseuaikannya. Pasang sabuk pengaman, agar tubuh lebih tahan terhadap guncangan." driver yang membawa mereka mengingatkan.
Sebenarnya Tuan Thomas sudah mengusulkan untuk menempuh perjalanan menggunakan helikopter, namun dengan alasan untuk menyisir tempat-tempat yang tidak terjangkau dari udara, Alexa meminta mereka masuk dengan menggunakan mobil. Helikopter sebagian mengangkut bahan logistic dan juga beberapa pengawal. Jadilah mereka mengendali sebuah mobil jeep yang sudah dimodifikasi, masuk menyibak hutan.
"Okay.. apakah sudah kamu pastikan jika kondisi mobil, dan perlengkapan kita cukup memadai untuk menempuh perjalanan via hutan. Kita tidak akan dapat memastikan dengan pasti, keadaan yang akan kita lewati, musuh yang kita temui di perjalanan nanti." Thomas meminta driver meyakinkan peralatan transportasi yang membawa mereka.
"Jangan khawatir Tuan Thomas.. semua sudah kita persiapkan dengan baik. Untuk persediaan bahan bakar minyak, mobil van di belakang kita juga sudah berjaga-jaga. Selain itu pasokan dari udara akan membantu kita untuk kebutuhan tersebut." driver menjawab dengan yakin.
Suasana dalam mobil kembali hening, mereka sudah mulai memasuki hutan. Di pinggiran hutan di pegunungan, pemandangan dan jalan yang mereka lalui masih bisa terjangkau oleh transportasi. Pemandangan kota Frankfurt sangat menakjubkan terlihat dari atas. Gedung-gedung pencakar langit hampir semua memenuhi kota tersebut. Namun kali ini.. bukan saat mereka untuk melakukan vacation dengan travelling di pegunungan.
Beberapa saat kemudian, jalanan mulai terlihat susah untuk dilalui. Namun karena mobil yang membawa mereka bukan sembarang mobil, jalanan tersebut tidak begitu berarti untuk mereka. Semak belukar dengan batang besar-besar mulai menutup jalan mereka. Beberapa pengawal tampak melompat turun, untuk membersihkan semak belukar terlebih dahulu, barulah mobil mereka bisa melewatinya kembali.
"Lexa.. bagaimana Abhimana, apakah anak ini tidak terguncang.." Nyonya Sarah terlihat mengkhawatirkan keadaan cucunya.
"Tidak apa mam.. lihatlah Abhimana sangat menikmati perjalanan. Sejak tadi Abhi tidak tidur, matanya terus mengerjap melihat pemandangan hijau di luar mobil." datar tanpa intonasi, Alexa menjawab pertanyaan dari mamanya,
__ADS_1
"Baguslah.. sepertinya ABhimana memiliki keistimewaan dan kepekaan. Anak itu ikut mengetahui tentang perntingnya perjalanan ini, sehingga sedikitpun tidak memberikan gangguan sepanjang perjalanan." sahut Nyonya Sarah. Perempuan paruh baya itu memberikan ciuman di pipi ABhimana, dan bayi yang masih terlihat merah itu hanya menatap mata omanya.
"Berhentilah Tomm.. aku merasakan arah maps semakin lama semakin hilang dan tidak terdeteksi. Sepertinya ada sesuatu yang mencoba menghambat kita dalam perjalanan ini." tiba-tiba dari depan Thomas mengingatkan driver untuk menghentikan mobil yang dibawanya.
Laki-laki yang dipanggil dengan sebutan Tomm mengikuti arahan Thomas, tidak berapa lama mobil berhenti tepat di pinggiran jurang. Tampak jurang yang dalam terlihat jelas dari atas, ketika Thomas keluar dari dalam mobil dan melakukan pengamatan. Beberapa pengawal ikut melompat turun dan melihat ke bawah.
"Tidak ada yang salah pa.. maps masih berkedip. Bisa jadi, posisi keberadaan gudang memang ada di sekitar tempat ini, dan Lexa yakin karena apa yang diproduksi oleh mereka, pabrik pengolahan memang sengaja dipakai tempat yang tidak mudah terjangkau oleh transportasi. Satu-satunya sarana melewati udara.." Thomas terkejut, laki-laki itu menoleh ke belakang. Alexa ternyata sudah berdiri di belakangnya.
"Maksudmu Lexa.." tanya Thomas.
Thomas menganggukkan kepalanya, laki-laki itu memahami perkataan putrinya. Tidak ada pilihan lain baginya, selain hanya menuruti ucapan putrinya. Jika tidak adanya istri atau putrinya disitu, Thomas bisa terbang dan turun ke bawah sendiri untuk menemukan tempat dimaksud. Tetapi keselamatan dan keamanan tiga orang yang berada di dekatnya saat ini, menjadi salah satu pertimbangannya,
********
Di gudang penyekapan
Robert memanggil beberapa anak buahnya untuk masuk dalam ruangan rahasia. Laki-laki itu memanfaatkan ketidak beradaan laki-laki bertopeng itu, sehingga dapat mengadakan meeting kecil dengan anak buahnya.
__ADS_1
"Apakah kalian bisa mencari tahu, dimana istri serta anak-anakku berada?" dengan wajah cemas, Robert bertanya pada anak buahnya.
"Ampun Tuan Robert.. sedikitpun belum ada petunjuk. Hanya ada rekaman CCTV dari basement yang belum sempat diambil. Ada sebuah mobil Van yang meninggalkan kastil dimana, istri dan anak-anak Tuan Robert berada, dan beberapa orang sedang berusaha menemukan keberadaan mobil itu." anak buah Robert menjawab.
Laki-laki itu sangat terpuruk, mengingat hubungan baik yang telah dijalin perusahaannya dengan perusahaan Ravendra selama ini, tidak akan mungkin, Robert akan berani mengkhianati laki-laki itu. Namun.. upaya licik laki-laki bertopeng itu dengan menahan istri serta dua anaknya, menjadikan laki-laki itu tidak bisa berkutik.
"Dan juga Tuan Robert.. kami sebagian khawatir jika tempat ini akan terendus oleh keluarga Tuan muda Ravendra. Karena ada anak buah Tuan Robert yang mengkhianati Tuan, dan berhasil mengirimkan maps keberadaan ntempat ini pada nona muda Alexa, istri dari tuan muda Ravendra. Hanya saja yang dapat membuat kita sedikit lega, nona muda Alexa memiliki seorang bayi dan belum genap berusia dua bulan. Tidak akan mungkin, perempuan muda itu akan menuju kesini untuk membebaskan suaminya." sambil menundukkan wajah, laki-laki itu melapor.
Robert terlihat terkejut, dan menatap laki-laki di depannya itu dengan mata tajam. Tetapi mendengar keadaan Alexa saat ini, Robert akhirnya tidak begitu memikirkan hal itu..
"Siapkan tempat saja dengan fasilitas keamanan sama persis dengan keadaan sekarang. Secepatnya kita akan memindahkan tuan muda Ravendra. Hal penting yang perlu kalian ingat semuanya, keamanan dan keselamatan keluargaku merupakan hal yang tidak bisa kalian tawar lagi. Terus lakukan penyelidikan, dimana sebenarnya mereka menahan istri dan anak-anakku.." sahut Robert sambil menahan mafas.
"Baik Tuan.. semua akan segera kami kondisikan. Kami mendengar ada suara helikopter yang barusan landing di halaman tempat ini. Kami ijin untuk melihatnya tuan.." mendengar ada suara helikopter berhenti, beberapa anak buah di ruangan itu segera memisahkan diri...
Dengan cepat, Robert menyelinap keluar dari ruangan itu, melalui ruang rahasia yang sudah disiapkan sebelumnya. Siapapun yang datang, Robert harus berpura-pura untuk menyambut dengan sikap biasa,
*********
__ADS_1