Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Seperti Mimpi


__ADS_3

Penjaga kastil Ravendra terkejut melihat kedatangan jeep Cherokee milik tuan muda yang sudah lama tidak mereka lihat. Apalagi setelah melihat Johan yang mengemudikan mobil itu sendiri, dengan membawa Tuan Thomas dan Tuan Muda Ravendra, bahkan nona muda Alexa. Tanpa bertanya, mereka segera membuka pintu gerbang dan membiarkan mobil itu masuk ke halaman kastil. Beberapa maid berlarian dari dalam kastil, dan tampak keheranan di wajah mereka.


"Selamat datang kembali Tuan Thomas.. tuan muda Ravendra.. nona muda Alexa dan tuan Johan. Selamat datang.." pengawal membukakan pintu mobil, kemudian mengucapkan kalimat sambutan selamat datang pada ke empat orang itu.


"Siapkan makanan dan minuman hangat. Kami akan segera menuju ke ruang makan.." suara Johan membuyarkan lamunan para pengawal dan maid. Mendengar perkataan Johan, para pengawal dan maid segera membubarkan diri untuk melaksanakan perintah tersebut.


Seperti biasa, dengan perhatiannya Ravendra mengangkat tubuh ALexa kemudian membawanya masuk ke dalam kastil dan mendudukkannya di kursi tengah. Thomas dan Johan mengikuti mereka berdua, kedua laki-laki yang juga masih dalam kebingungan ini duduk mengikuti Ravendra dan Alexa.


"Papa.. kemana Lexa tidak melihat mama di rumah ini. Pada waktu kita pergi ke tengah hutan sebelum tersesat, bukannya mama pulang dengan para pengawal. Harusnya mama sudah ada di kastil ini.." tidak melihat kemunculan Nyonya Sarah, Alexa menanyakan keberadaan perempuan paruh baya itu.


Thomas tersadarkan, demikian pula Johan mendengar perkataan nona muda Alexa. Tanpa bicara, Johan melambaikan tangannya memanggil pengawal untuk datang mendekat pada mereka. Seorang pengawal bernama Johnny segera datang menuruti perintah Johan.


"Johnny kemana Nyonya Sarah.. mama dari nona muda ALexa.. Apakah Nyonya Sarah sedang ada urusan di luar?" Johan segera menanyakan keberadaan Nyonya Sarah.


Laki-laki bernama Johnny itu terlihat seperti kebingungan dan merasa takut untuk menjawab. Tetapi melihat ke empat orang itu menatap padanya dengan pandangan ingin tahu, akhirnya laki-laki itu memberanikan dirinya.


"Nyonya Sarah bertahan menunggu kedatangan tuan muda dan nona muda sampai lima bulan disini sendirian. Berbagai cara sudah ditempuh Nyonya Sarah dengan dibantu Tuan Besar Abraham, namun kabar keberadaan kalian tidak diketahui. Akhirnya baru bulan kemarin, Nyonya Sarah kembali ke negara Indonesia. Hanya itu yang kami ketahui Tuan.." dengan perasaan takut, Johnny menjawab pertanyaan Johan.


"Lima bulan.. bulan lalu,,? Berarti kami sudah meninggalkan kastil ini selama enam bulan." Alexa memekik ketakutan, tanpa sadar gadis itu mengamati perutnya. Barulah Alexa melihat ternyata perutnya sudah membuncit, gadis itu menjadi lemas. Dengan cepat Ravendra mendekap tubuh istrinya.

__ADS_1


"Honey.., jangan terlalu banyak berpikir.. Yang penting kesehatanmu dan bayi kita.. tidak lama lagi kita sudah akan menjadi seorang Mommy dan Daddy.." Ravendra menghibur Alexa istrinya. Tangan laki-laki itu dengan sigap mengusap perut Alexa dengan hati-hati.


"Iya tuan muda.., nona muda.. kalian semua sudah pergi meninggalkan kastil selama enam bulan lamanya. Tuan Besar Abraham juga baru minggu lalu meninggalkan kastil ini untuk kembali menuju negara Perancis. Tuan Besar seperti sudah kehilangan harapan untuk dapat menemukan keberadaan tuan muda dan nona muda.. makanya memutuskan untuk kembali ke negara itu." dengan perasaan cemas, Johnny melanjutkan jawabannya.


Thomas merasa terhenyak, laki-laki itu juga merasa tidak ada satu minggu mereka berada di tengah hutan. Namun ternyata, dalam kehidupan nyata mereka sudah meninggalkan kastil selama enam bulan.


"Kak Ravend.. Alexa ingin membersihkan tubuh dulu." tiba-tiba suara lirih Alexa membuyarkan lamunan semua yang berada disitu.


"Baiklah honey.. tidak perlu kita memikirkan kejadian itu lagi. Yang penting, selamanya kita tidak akan pernah terpisahkan." ucap Ravendra membesarkan hati istrinya. Laki-laki itu kemudian membantu istrinya berdiri, kemudian merangkul dan membawanya menuju ke dalam kamar.


*********


"Johan apa sudah kamu panggil dokter keluarga ke rumah..?" tiba-tiba Ravendra bertanya pada Johan.


"Sudah tuan muda.., dokter langsung dalam perjalanan kemari setelah melakukan tindakan operasi di Life Memorial Hospital. Juga sudah saya ingatkan, agar dokter membersihkan diri dan melakukan sterilisasi sebelum menuju kesini." Johan menjawab pertanyaan Ravendra.


"Bagus.. semua harus dipastikan dalam keadaan steril. karena sudah lama kita menjalani kehidupan di tengah hutan, dimana kita tidak tahu apa yang kita lakukan kemarin sehat atau tidak." Ravendra memberikan tanggapan.


Semua terdiam, dan melanjutkan makan mereka dengan perlahan. Alexa yang sudah kekenyangan, menghentikan suapan yang diberikan Ravendra kepadanya.

__ADS_1


"Lexa.. kemungkinan besok pagi papa sudah akan kembali ke Batam. Papa merindukan mamamu, jadi sudah tidak bisa lagi untuk menahan kerinduan papa." tiba-tiba Thomas mengatakan jika besok sudah akan meninggalkan Rumania.


"Alexa juga mau pa.. " ucap ALexa sambil menatap Thomas dengan tatapan puppy eyes. Gadis itu juga merindukan kehadiran mamanya, perempuan yang sudah melahirkan dan mengasuhnya sejak dirinya dilahirkan.


Mendengar perkataan Alexa, Ravendra memegang kedua pundak gadis itu, kemudian menghadapkan wajahnya ke wajah Ravendra.


"Honey.. ingatlah keadaanmu. Saat ini.. generasi penerus keluarga Ravendra sudah berada di dalam rahimmu, dan baru saja tadi pagi kita terlepas dari mimpi buruk. So.. selama satu minggu, sebelum kesehatanmu benar-benar fit dan prima.., honey belum bisa meninggalkan Rumania. Kita harus pastikan, jika dirimu sudah bisa menempuh perjalanan jauh." merasa khawatir dengan kesehatan Alexa, Ravendra mengingatkan kehamilan pada istrinya.


Alexa tersentak, gadis itu kembali mengusap perutnya yang sudah membuncit. Setelah menyadari akan keadaannya saat ini, ALexa mengambil nafas dalam.


"Titip salam kangen untuk mama ya pa.. Alexa yakin, jika saat ini keadaan Alexa sangat baik. Sehingga tidak lama lagi, Alexa akan kembali bisa menikmati pantai di Kepulauan Batam.." Alexa tersenyum, meskipun rasa kangennya pada Nyonya Sarah sangat besar, tapi gadis itu masih mengingat bayi yang ada dalam kandungannya,


"Pasti sayang.. , mamamu pasti juga merindukan kita semua. Apalagi mama pergi kembali ke Batam, dengan pikiran telah kehilangan kita. Papa tidak membayangkan kesedihan yang dialami mamamu." Thomas tersenyum getir membayangkan istrinya Sarah kembali pulang ke pulau Batam.


"Papa pulang tidak perlu pakai penerbangan komersil saja. Johan nanti akan mengaturnya, papa pulang ke Batam pakai private jet." tiba-tiba Ravendra membuat sebuah usulan.


"Siap tuan muda.. akan saya kondisikan segera private jetnya untuk Tuan Thomas." Johan langsung memberikan tanggapan.


Alexa tersenyum mendengar suaminya Ravendra, yang selama ini memanggil papanya dengan sebutan Uncle, kali ini sudah merubah sebutan menjadi papa. Tiba-tiba Ravendra menoleh, laki-laki itu seperti tahu kebahagiaan yang dirasakan oleh istrinya.

__ADS_1


********


__ADS_2