
Alberto menatap Edward dengan perasaan malu, karena adiknya sudah terbang menuju Natuna tetapi Alexa sudah tidak ada di kamarnya. Beberapa anak buah sudah dikerahkan untuk mencari gadis itu, tetapi belum ada satupun yang bisa menemukan gadis itu. Mereka hanya menemukan baju pengantin yang sudah sobek dan ditinggalkan Alexa di kamar, dan gordyn sudah terjalin menjuntai keluar dari jendela kamar.
"Kakak tidak hati-hati menjaga gadis itu. Selain Ravendra, aku mengenal gadis itu memiliki sejuta akal untuk mengelabui orang lain. Alexa juga memiliki kemampuan bela diri taek wondo dan memegang tingkatan DAN tertinggi dengan sabuk hitam yang berhasil dia peroleh. Jika hanya individu, aku yakin anak buah kakak akan mudah bertekuk lutut di depan gadis itu." Edward memprotes tindakan Alberto.
"Aku tidak berpikir sejauh itu Edward, dan tidak menyangka dengan keberaniannya. Kita ada di tebing, pinggir bangunan ini sudah hamparan laut yang luas. Aku juga tidak habis pikir, ALexa berani menuruni tebing setinggi ini di waktu malam hari." Alberto membela diri. Tiba-tiba Edward berdiri,..
"Mau kemana kamu?" tanya Alberto.
"Kita akan pergi menyusuri pinggir pantai, aku yakin gadis itu tidak akan jauh-jauh dari pantai di bawah sana. Jika perlu, kita lakukan sweeping di rumah penduduk. Alexa gadis yang sopan dan pintar, bisa jadi gadis itu bisa mempengaruhi warga sekitar, dan membuatnya untuk memberikan tawaran perlindungan kepadanya." Edward melangkahkan kaki keluar rumah, dan Alberto mengikuti di belakangnya. Melihat kedua Tuannya berjalan keluar rumah, dua orang pengawal berlari mendatangi ALberto dan Edward.
"Selamat pagi Tuan.., apa yang bisa kami bantu?" pengawal langsung menanyakan keperluan kedua orang itu.
"Antar kami ke pantai di bawah tebing, kita akan susuri pinggiran pantai untuk mencari Miss Alexa!" dengan tegas, Alberto memberi perintah kepada dua pengawal itu,
"Siap Tuan.., tetapi orang-orang kita sudah berada disana. Tetapi sampai sekarang, kita belum bisa mendapatkan gadis itu. Atau bisa jadi Miss Alexa sudah menjadi korban jatuh dari tebing, sehingga kita belum berhasil menemukan tubuh gadis itu." pengawal memberikan masukan kepada mereka.
"Plak..., jaga bicaramu bodoh!" sebuah tamparan dilayangkan Edward ke pipi laki-laki itu.
"Baik Tuan..., mari ikuti kami!"
__ADS_1
********
Untuk menjaga keamanan dirinya, Alexa minta ijin pada kakek dan nenek untuk tidak bisa menemani menjemur ikan kering di pinggiran pantai. Gadis itu beralasan ingin mengurangi rasa capainya, dan memutuskan untuk beristirahat tidur siang di rumah. Melihat kondisi kelelahan yang terlihat dari wajah dan mata Alexa, kakek dan nenek akhirnya mengijinkannya untuk istirahat dan menunggu rumah.
"Syukurlah.., kedua orang tua itu sangat baik kepadaku. Aku akan mencari cara, agar dapat meminjam ponsel pada orang lain, secepatnya aku harus menghubungi mama atau kak Ravend. Tidak mungkin selamanya aku akan berada di tempat ini, tanpa identitas, tanpa uang, dan tanpa pakaian." Alexa berbicara pada dirinya sendiri.
Tatapan Alexa beredar ke sekeliling ruangan, melihat beberapa tempat berantakan, gadis itu tergugah untuk membersihkan dan memberikan penataan pada tempat itu. Mengesampingkan keinginan untuk bisa mendapatkan pinjaman ponsel untuk berkomunikasi, Alexa mencari sapu dan lap untuk menata tempat itu. Tangannya yang sejak kecil terbiasa dengan pekerjaan seperti itu, tanpa kesulitan Alexa berhasil membersihkan dan menata tempat itu menjadi lebih rapi dan teratur.
Merasa capai, Alexa mencuci tangannya kemudian berjalan menuju ke dalam kamar yang disediakan untuknya beristirahat. Gadis itu segera membaringkan tubuhnya ke single bed yang sudah disiapkan oleh nenek dengan rapi. Tidak lama kemudian, Alexa tertidur dengan lelap.
********
Siang Hari
"Jangan sembarangan kamu masuk ke rumah saya..," dengan nada keras, kakek melarang seseorang memasuki rumahnya.
"Kami tidak akan mengambil apapun dari rumahmu kek.. Kami hanya ingin memastikan jika kalian tidak menyembunyikan seseorang yang sedang kami cari." orang-orang itu menjawab perkataan kakek dengan nada kasar.
"Jaga mulutmu anak muda.., tidakkah kamu memiliki rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Mau main masuk ke rumahku.., cucuku sedang tidur, kamu akan bisa membangunkannya. Pergi.., cari di tempat lain!" suara nenek terdengar nyaring. Perempuan tua itu juga melarang orang-orang itu untuk masuk menggeledah rumah kakek dan nenek,
__ADS_1
"Kalian orang tua sudah bau tanah, berani-beraninya melawan kami. Brakk.." terdengar suara orang terjatuh menimpa tumpukan material di teras rumah kakek.
Alexa menutup mulutnya, gadis itu tidak berani bersuara. Dari lubang kayu dekat jendela, Alexa melihat ada tiga orang tampak berdiri di samping kakek dan nenek. Seketika Alexa panik, gadis itu berjaga dengan memasang kuda-kuda untuk mempertahankan diri, jika memang kedua orang itu memiliki niat buruk kepadanya.
"Abah.., panggil tenaga keamanan pantai kesini. Kita bisa melaporkan sikap tidak sopan mereka kepada kita." nenek berteriak memberi peringatan. Tetapi tiga orang pengawal itu tetap tidak peduli, mereka tetap merangsek masuk ke rumah kakek dan nenek.
Alexa berdiri di belakang pintu, dengan memegang sebuah penggaris besi yang dia temukan di kamar tersebut. Tanpa bicara, Alexa bersiap-siap akan menghajar orang-orang itu jika berani untuk mengganggunya.
"Brak..." seperti yang diduga Alexa, tidak lama kemudian pintu kamarnya didorong paksa dari luar kamar. Seseorang masuk ke dalam kamar, dan ketika bertatapan dengan mata Alexa, sepertinya orang itu belum tahu wajah gadis yang sedang dicarinya.
"Kamu siapa..?" orang itu langsung bertanya pada Alexa. Merasa orang itu tidak tahu siapa dirinya, Alexa memikirkan cara..
"Icha.., cucu kakek. Kenapa kamu sembarangan masuk ke kamar cewek seperti ini, tidak ada sopan-sopannya. Keluar..!" hardik Alexa pada laki-laki itu.
"Maaf.., maaf..., aku sedang mencari seorang gadis bernama Alexa. Jika kamu tahu, beri tahu aku ya!" ucap laki-laki itu sambil berbicara keluar. Mendengar perkataan laki-laki itu, tiba-tiba muncul ide di benak gadis itu.
"Om.., gimana aku bisa beri tahu kamu. AKu harus mencarimu begitu...?" dengan muka polos, Alexa bertanya pada laki-laki itu.
"Oh ya..., aku kasih nomor ponselku ya. Kamu bisa hubungi aku, jika kamu bertemu dengan gadis bernama Alexa." ucap laki-laki itu. Laki-laki itu kemudian mengeluarkan ponselnya, bersiap untuk mengirim nomor ponselnya pada Alexa.
__ADS_1
"Masalahnya Om.., ponselku masih dibawa temanku. Jika boleh, aku pinjam ponsel Om sebentar, aku mau hubungi temanku untuk mengantarkan ponselku kesini." tanpa pikir panjang, laki-laki itu memberikan ponselnya pada Akexa. Dengan cepat gadis itu memasukkan nomor Ravendra, kemudian mengirim message pada laki-laki itu. Secepatnya Alexa menghapus kembali chat yang dia kirimkan pada laki-laki itu.
*************