Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Seperti Mimpi


__ADS_3

Sebuah suara ledakan besar terdengar membahana di tempat itu. Beberapa manusia vampire yang berada di atas menundukkan wajahnya, mereka meletakkan kedua tangannya dengan posisi menyembah di depan dahi mereka. Patung laki-laki tua itu hancur berkeping-keping, dan cahaya sinar perlahan menghilang dari tempat tersebut. Ravendra dengan erat memeluk istrinya ALexa yang terkulai lemas di tangannya, sebelum kemudian laki-laki itu kehilangan kesadaran.


"Johan.. menyingkirlah dari tempat itu. Tempat itu akan hancur, aku mengkhawatirkan keselamatanmu.." terdengar suara Thomas memberi peringatan pada Johan, yang masih berdiri di depan patung yang hancur berkeping-keping.


Andrew melompat menangkap gulungan kertas kuno yang terlempar dari tangan Alexa, dan Cathy menyelamatkan ikat kepala yang juga terbawa terbang. Suasana yang semula damai dengan latar belakang pemandangan yang sangat bagus, tiba-tiba semuanya hilang musnah tidak berbekas. Semuanya menjadi hancur, dan seiring musnahnya patung laki-laki tua itu, puluhan vampire yang ada di atas mereka segera pergi menghilang.


"Tidak ada lagi yang tersisa dari tempat ini. Sepertinya nona muda Alexa bisa diselamatkan.." Johan bergumam sambil tersenyum melihat keadaan yang damai berubah menjadi suasana yang kacau.


Laki-laki itu tiba-tiba terkulai lemas, dan akhirnya tubuhnya menjadi ambruk ke tanah. Tidak ada yang masih bisa bertahan di tempat itu, bahkan Andrew juga terlihat lemas sambil mengamankan gulungan kertas kuno yang berhasil didapatkannya. Hanya Cathy yang menatap semuanya dengan air mata mengalir, perempuan itu merasa jika mimpinya sudah hancur tidak berbekas.


Thomas berlari dan melompat melihat tubuh Johan melayang turun. Laki-laki paruh baya itu dengan cepat menangkap tubuh asisten pribadi menantunya Ravendra. Meskipun sebagai asisten pribadi, namun Thomas mengetahui bagaimana upaya dan perjuangan anak muda itu untuk keluarga Ravendra. Bahkan semua aktivitas Alexa putrinya juga selalu menjadi prioritas utama pengawasan laki-laki itu.,


"Kamu pasti lelah Johan.. istirahatllah.." ucap Thomas. Tidak lama kemudian, laki-laki paruh baya itu juga tidak bisa bertahan. Dada sesak.. akhirnya menyebabkan laki-laki itu juga mengalami pingsan.


"Semua ini sudah kutunggu sedemikian lamanya. Kebangkitan Romo Alejandro yang akan membawa kejayaan kaum vampire ternyata tidak terwujud. Harus menunggu beberapa ratus tahun lagi, agar semuanya ini bisa kembali terwujud.." Cathy terus menangis, melihat apa yang diobsesikan dan diinginkannya sudah menjadi hancur berkeping-keping. Tidak ada yang bisa diselamatkan  lagi di tempat itu.


Dengan suara tangisan yang menyayat hati, Cathy mengambil puing-puing patung laki-laki tua yang sudah hancur itu. Namun.. tidak ada bagian dari tubuh patung yang bisa diambilnya. Dengan memegang kain ikat kepala yang tadi berubah menjadi mahkota di kepala Alexa, cathy hanya bisa terus menangis meratapi kesedihannya.

__ADS_1


********


Di tengah Hutan..


Johan membuka matanya perlahan, laki-laki itu memegang kepalanya yang sedikit terasa pusing. Tetapi laki-laki itu tiba-tiba tersentak, karena saat ini dia sedang berada dalam posisi di belakang kemudi mobil. Johan menjadi heran, dan berkali-kali anak muda itu memukul-mukul kepalanya. Tetapi hanya rasa sakit yang dirasakannya.


"Ada dimana aku sekarang.., kenapa tadi terakhir kali aku merasa berada di atas altar ibadah. Kenapa tiba-tiba saja, saat ini aku sudah berada di dalam mobil?" Johan bertanya pada dirinya sendiri.


"Lalu kemana orang-orang yang lain.. Tuan muda Ravendra, nona muda ALexa, dan Tuan Thomas..?" tiba-tiba laki-laki itu teringat dengan orang-orang yang tadi ikut bersamanya di altar ibadah.


"Kenapa kami berempat bisa tiba-tiba berada dalam mobil ini?? Bukannya kami datang ke hutan ini, juga mengendarai mobil sendiri-sendiri. Ataukah kejadian di altar ibadah itu hanya merupakan sebuah mimpi." kembali karena masih dilanda kebingungan, Johan bertanya pada dirinya sendiri. Laki-laki ini belum memiliki niat untuk menjalankan mobilnya.


Untuk meyakinkan apa yang dialaminya, Johan perlahan membangunkan Tuan Thomas yang berada di sampingnya.


"Tuan.., tuan Thomas.. bangunlah.." perlahan Johan membangunkan laki-laki yang duduk di sebelahnya itu., Tetapi sepertinya papa Alexa itu sedang tidur terlelap, sedikitpun Thomas tidak terusik dengan panggilan Johan.


"Tuan.. tuan bangunlah.." Johan mengulang kembali panggilannya, sambil tangannya mengguncang-guncang tubuh laki-laki itu.

__ADS_1


"Mmmm... dimanakah kita sekarang?" akhirnya Thomas terbangun, dan laki-laki itu memegangi kepalanya. Sama halnya dengan Johan, Thomas juga merasa kebingungan. Laki-laki paruh baya itu menatap Johan dengan pandangan penuh tanda tanya.


"Johan apa yang terjadi.. kenapa kita sudah berada di dalam mobil ini. Apakah kamu yang mengangkat kita semua untuk memasuki mobil ini?" dengan perasaan bingung, Thomas mengajukan pertanyaan pada Johan.


"Tenanglah Tuan Thomas.. saya sendiri juga merasa bingung sejak tadi. Kenapa tiba-tiba kita sudah berada di dalam mobil ini, makanya untuk memastikan, saya mencoba membangunkan tuan Thomas." Johan memberikan penjelasan pada Thomas.


Thomas kembali menatap Johan, dan laki-laki muda itu hanya menggelengkan kepala dan tersenyum kecut. Tiba-tiba mereka mendengar gerakan dari kursi tengah, dan terlihat Alexa sudah mulai membuka matanya, kemudian diikuti dengan Ravendra. Terlihat jelas kebingungan di wajah Alexa, dimana gadis itu menatap semua yang ada di mobil dengan perasaan bingung dan penuh tanda tanya.


"Kita tidak akan bisa menguak misteri ini. Cathy .. hanya perempuan tua itu yang tahu jawabannya. Namun.. aku tidak akan mengijinkan lagi putriku Alexa untuk menemui perempuan tua itu." Thomas berbicara sendiri.


"Johan.. putar arah mobil. Kita pulang saat ini juga ke arah kastil. Hutan ini penuh dengan misteri.. secepatnya aku akan membawa kembali istriku pulang ke Indonesia.. Aku tidak mau melihat hal-hal yang tidak bisa diterima dengan akal sehat menghantui hari-hari kita." dengan tegas, dari kursi tengah Ravendra meminta Johan memutar arah mobil.


"Siap tuan muda.. segera saya laksanakan." tanpa membantah, Johan segera membalik arah mobil menuju ke arah kastil.


Tiba-tiba Ravendra mengarahkan pandangan matanya ke bawah, dan laki-laki muda itu terkejut melihat kehamilan istrinya yang sudah mulai terlihat. Perut rata Alexa, saat ini sudah mulai membuncit seperti sudah hamil lima bulan ke atas. tetapi tidak mau membuat istrinya khawatir, Ravendra hanya menelan sendiri rasa herannya itu.


********

__ADS_1


__ADS_2