
Pagi Harinya
Alexa terbangun terlebih dahulu, dan gadis itu segera meninggalkan Ravendra untuk membersihkan tubuhnya, dalam mata air yang ada di dalam goa tersebut. Gadis itu tersenyum malu melihat bekas ******-****** yang banyak ditinggalkan oleh Ravendra. Tanpa berlama-lama, Alexa segera menyelesaikan ritual mandinya, dan ingin segera meminta pada suaminya untuk membersihkan tubuhnya juga,
"Uhukk... indahnya pagi ini. Terlihat tubuh mulus, putih bersih di depan mataku.., menjadikan hasrat liar dalam perutku kembali bergolak.." tiba-tiba Alexa terkejut, gadis itu melihat Ravendra menatapnya tanpa berkedip. Gadis itu menutup bagian depan dadanya dengan kedua tangannya, namun terlambat. Laki-laki itu sudah turun dan masuk ke dalam air tempat Alexa berendam.
Tanpa bicara Ravendra mengangkat tangan Alexa yang menutupi kedua bukit kembar di dadanya itu. Alexa tersenyum malu. Laki-laki itu memiringkan kepalanya, dan tidak menunggu waktu lama, lidah laki-laki itu sudah bermain-main di dada gadis itu. Mata Alexa merem melek, menikmati rasa nyaman dan nafasnya sudah memburu.
"Kakak... ugh.. kak stop it... aaakh.. sssh..." lenguhan dan de**sahan kembali keluar dari bibir Alexa, dan laki-laki itu tidak mempedulikannya. Lidahnya dengan lincahnya memainkan sesuatu yang kecil dan berwarna ungu kehitaman di dada Alexa.
"Mmm.., slurp..., nikmat sekali honey.. bercinta denganmu di alam liar. Ada sensasi luar biasa yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.." ceracauan juga keluar dari mulut Ravendra, ketika kedua tangan Alexa sudah memegang dan memijat batang kenyal di antara kedua paha laki-laki itu. Aroma mesum dan percintaan kembali tercium di dalam goa itu. Untungnya Johan dan Thomas masih tertidur di depan goa, sehingga mereka tidak mendengarkan ceracauan dan bau aroma percintaan sepasang manusia itu.
Tanpa bosan, kedua anak manusia itu saling memberi, saling menyentuh, dan saling memberikan remasan. Bahkan Ravendra seperti terlupa, jika saat ini istrinya sedang dalam keadaan mengandung janinnya. Kerinduan akan sentuhan seperti terluapkan saat itu juga. Demikian juga dengan ALexa.. seperti tuntutan dari janin yang dikandungnya, gadis itu merasa jika naf**su bercintanya seakan melonjak tajam.
"Aku ingin kita bersatu seperti ini selamanya honey..." bisik lembut Ravendra di telinga gadis itu, sambil memberikan jilatan di belakang telinga ALexa.
__ADS_1
Tubuh Alexa semakin menggelinjang, nafasnya semakin memburu mendapatkan perlakuan tanpa henti dari suaminya. Titik-titik sensitif di tubuh ALexa, kembali dijelajah oleh bibir laki-laki itu, dan gadis itu hanya melenguh dan mende**sah, tanpa mampu mengeluarkan kata-kata.
"Kak Ravend.. aaakh.. sssh..." tidak diduga, begitu gadis itu kembali mendesah, dengan gerakan cepat, Alexa melepaskan diri dari rengkuhan Ravendra. Gadis itu bangun, kemudian menyandarkan tubuh Ravendra di dinding batu mata air, Alexa menaikkan tubuhnya di atas pinggang bagian depan Ravendra, dan laki-laki itu tersenyum penuh arti. Dengan gerakan berirama, tanpa merasa capai, Alexa menaik turunkan tubuhnya di atas tubuh Ravendra, dan laki-laki itu tanpa bosan memainkan dua bukit yang mencuat di depan wajahnya. .
"Nikmat honey.. I like it..." bisik Ravendra di telinga Alexa, melihat gadis itu yang tampak bersemangat terus memuaskan dirinya. Beberapa saat kemudian, laki-laki itu memejamkan matanya dengan ceracauan yang keluar dari bibirnya, ketika merasakan jepitan yang luar biasa pada senjatanya. Pasangan suami istri tersenyum, dan kembali ciuman kedua bibir yang berpagut mesra terjadi untuk waktu yang lama.
**********
Beberapa Saat Kemudian
"Dukk..." sebuah pisang ditimpukkan Thomas dan mengenai pundak Ravendra.
"Tahu dirilah kamu Ravendra.. lihat ada siapa di depan kalian. Mentang-mentang sedang bersama dengan istri, main ciuman di depan laki-laki lajang seperti Johan." terdengar suara Thomas memberi teguran pada Ravendra dan Alexa.
"Ha.. ha.. ha... siapa yang salah Uncle.. Johan yang memilih untuk hidup lajang, kenapa kesalahan ditimpakan ke kami yang sudah menikah. Iya tidak honey.. salah Johan sendiri ya, yang sampai sekarang belum mau menikah." Ravendra meminta pembelaan dari istrinya. Namun Alexa tidak menanggapi perkataanya, gadis itu masih merasa malu, dan juga tidak enak dengan apa yang barusan dilakukannya dengan Ravendra.
__ADS_1
"Sudah.. sudah.. sarapan dulu kalian. Kami hanya menemukan umbi ini untuk sarapan. Segeralah isi perut kalian dengan ubi bakar ini, baru kita lakukan lagi pencarian di dalam goa." Thomas memberikan dua umbi bakar yang sudah matang pada Ravendra dan Alexa. Pasangan suami istri kemudian duduk bergabung dengan Thomas dan Johan. Mereka duduk di depan perapian, yang sudah mereka buat sejak semalam. Khawatir mengganggu pasangan suami istri itu, kedua laki-laki itu akhirnya memutuskan untuk tidur di luar goa. Bahkan sebelum pasangan suami istri itu keluar goa, mereka juga tidak mau mengganggunya.
"Cobalah honey.. sudah aku kupas dan sudah dingin.." Ravendra memberikan kupasan ubi yang sudah dia potong ke depan bibir Alexa. Gadis itu dengan cepat membuka mulutnya, dan umbi cengan cepat masuk ke dalam mulutnya.
"Apa rencana kita hari ini Uncle.. apakah Uncle sudah menemukan jalan keluar dari dalam hutan ini." sambil makan umbi, laki-laki muda itu bertanya pada Thomas.
"Kita akan mencoba membuka dinding batu dengan anak kunci, seperti yang disampaikan laki-laki tua pada mimpi ALexa." Thomas menjawab pertanyaan Ravendra, dan anak muda itu malah terkejut mendengar jawaban itu. Laki-laki itu menoleh ke arah Alexa, dan gadis itu dengan cepat menganggukkan kepala.
"Mimpi.. ada laki-laki datang ke mimpimu honey. Apakah dia laki-laki yang ganteng, muda.." mendengar ada laki-laki yang datang dalam mimpi Alexa, Ravendra tidak fokus pada apa yang disampaikannya. Namun lebih berfokus pada kata laki-laki..
"Tua kak... laki-laki yang datang ke mimpi Lexa sudah tua.." Alexa kemudian menceritakan apa yang diinginkan laki-laki tua itu dari dirinya. Ravendra mengangguk perlahan, kemudian kembali merengkuh gadis itu dan memberikan ciuman di bibir gadis itu.
"Hadeh.. Johan. ayo kita gantian mandi. Bisa gila kita melihat pasangan suami istri ini." melihat sikap Ravendra yang tanpa henti menunjukkan kemesraan di depannya., Thomas segera berdiri meninggalkan pasangan suami istri itu. Melihat hal tersebut, dengan cepat Johan mengikuti langkah laki-laki itu masuk ke dalam goa.
"Ha.. ha.. ha.. pergilah kalian.." Ravendra tertawa terbahak-bahak. laki-laki itu malah kesenangan ditinggalkan oleh kedua orang itu. Ravendra semakin mendekatkan ALexa ke tubuhnya, dan kembali kedua orang itu berciuman tanpa ada yang mengganggu.
__ADS_1
*********