
Pagi hari Alexa menginjakkan kaki di atas pasir putih pinggiran pantai Sekupang. Terlihat tidak jauh dari lepas pantai, beberapa kapal ferry yang berlabuh di pelabuhan, maupun yang sedang terlihat lalu lalang di lautan lepas terlihat jelas dari tempatnya berdiri. Angin dingin berhembus dan menyibakkan rambut panjang Alexa, tatapan mata Alexa jauh melihat ke hamparan laut yang ada di depannya. Sejenak gadis itu merasa tenang, Alexa menghirup nafas panjang dan memejamkan matanya.
"Aku akan memberi tahu teman-teman di kantor. AKu akan memberi tahu pada mereka, jika mulai hari ini aku tidak akan kembali bekerja." Alexa berpikir sendiri sambil memainkan telapak kakinya di pasir yang basah.
"Berarti aku resign dong jika memberi tahu mereka jika aku berhenti bekerja. Tetapi jika aku tidak resign, bagaimana dengan mama. Aku harus menjaga perasaan mamaku, aku tidak boleh egois." pertentangan pemikiran yang berlawanan terus bermain di otak Alexa. Gadis itu mengacak-acak rambutnya merasa tidak dapat menemukan pilihan tepat yang akan diambilnya.
Tiba-tiba mata Alexa bertemu dengan anak kecil yang sedang mengejar bola yang menggelinding di pinggir pantai. Gadis itu mengedarkan pandangan ke sekitar, tetapi Alexa tidak menemukan ada orang dewasa yang menemani laki-laki kecil itu. Perlahan Alexa membungkukkan tubuhnya, kemudian menghentikan dan mengambil bola dengan kedua tangannya. Anak laki-laki itu berhenti dan menatap Alexa.., perlahan Alexa berjalan menghampirin anak laki-laki kecil itu.
"Hello boy..., dengan siapa kamu berada di pantai ini..?" sambil berjongkok, Alexa memberikan bola pada anak laki-laki kecil itu.
Anak itu menatap Alexa sedikit ketakutan, mungkin sedikit ragu karena bertemu dengan orang asing disini. Alexa tersenyum.., kemudian mengulurkan kembali bola di tangannya, dan anak kecil itu melangkahkan kaki memberanikan diri mendatangi dan menerima bolla dari Alexa.
"Hai.., siapa namamu boy?" tanya Alexa sambil mengusap kepala anak kecil itu. Sekali lagi anak kecil itu melihati Alexa kembali.
"Tommy.." ucap anak laki-laki kecil itu.
"Okay Tommy.., mau bermain denganku. Dengan siapa kamu disini Tommy.., sangat berbahaya bermain di pinggir pantai sendirian, bisa-bisa kam terbawa ombak. Besok lagi.., ajak keluargamu ya jika ingin main kembali ke pantai." anak laki-laki kecil itu menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Alexa mengambil kembali bola yang sudah berada di tangan anak laki-laki itu, kemudian menendangnya perlahan. Tommy berlari mengejar bola tersebut, dan mengarahkan bola ke kaki Alexa. Beberapa saat gadis muda dan seorang anak kecil terlihat sedang bermain bola di pinggir pantai. Orang yang melihat keakraban mereka, seperti melihat seorang mama muda sedang bermain dengan putra laki-lakinya.
Asyik bermain dengan anak laki-laki kecil itu, sedikit menghilangkan keresahan yang ada di hati Alexa. Dari balkon kamar atas, Nyonya Sarah melihat putrinya sambil tersenyum. Rasa hangat mengalir kembali di hati perempuan paruh baya itu, melihat keceriaan Alexa mulai terlihat. Sejak tadi malam, gadis itu sedikitpun belum mengajaknya bicara. Tetapi, Nyonya Sarah memakluminya apa yang sedang dirasakan oleh putrinya.
"Aku harus segera menceritakan semuanya pada putriku Alexa. Sepertinya putriku sudah benar-benar dewasa dan matang, sudah saatnya dia harus tahu tentang masa lalunya." Nyonya Sarah bergumam sendiri sambil menatap putrinya yang sedang bermain bola dengan anak kecil di pantai.
"Alexa sudah melalui banyak cobaan dan ujian dalam hidupnya selama ini. Meskipun kenyataan ini pahit, aku tidak boleh menutupi identitas ayah kandungnya. Bagaimanapun, aku ingin putriku bisa mengetahui siapa laki-laki bejat yang menjadi ayah kandungnya." ucap Nyonya Sarah perlahan. Perempuan paruh baya ini memiliki niat untuk membuka tabir kehidupan yang selama ini dia tutupi pada Alexa.
*******************
"Tommy..., bagaimana bisa kamu berada di pantai sendiriian. Papa mencarimu kemana-mana sayang.." suara laki-laki memanggil Tommy, mengagetkan Alexa.
Papa Tommy terkesima melihat kecantikan natural Alexa. Gadis ini memang sedang bare face, sehingga kecantikan alami dan inner beauty tampak jelas di wajahnya yang putih bersih.
"Terima kasih Miss.., sudah menemani putra saya bermain. Kenalkan nama saya Fernando.., call me Nando.." papa Tommy mengulurkan tangan ke arah Alexa. Tidak memiliki niat apapun, Alexa menerima uluran tangan tersebut.
"Alexa... maaf telah membuat anda mengkhawatirkan Tommy. Tadi tidak sengaja, ketika baru melihat ombak, tiba-tiba ada bola yang mengenai kaki saya. Ternyata ada Tommy yang sedang mencari bolanya." ucap Alexa ramah, yang sekalian mengenalkan diri pada papa Tommy.
__ADS_1
"Oh tidak Miss..., justru saya merasa tenang saat tahu putra saya Tommy berada di tangan yang tepat." Fernando menanggapi ucapan Alexa.
"Okay Tommy..., aunty harus kembali pulang. Jika Tommy masih ingin bermain dengan aunty, di rumah pagar hitam itu, aunty tinggal disitu. Datang ya... mari Tuan Nando.. saya harus segera pulang. Kasihan mama menungguku sarapan kelamaan." sambil memperlihatkan gigi rapi dan putihnya, Alexa bergegas meninggalkan papa dan anak itu sambil melambaikan tangannya.
"Baik Miss..., kemungkinan besar saya.dan Tommy akan menghadiri undangan Miss Alexa. Sekali lagi terima kasih." Fernando menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya.
"Da da aunty...., see you next time.." Tommy yang sudah berada di gendongan papanya, melambaikan tangan pada Alexa." tanpa menoleh lagi, Alexa kembali menyusuri pasir putih, berjalan menuju rumah yang ditempati dengan mamanya saat ini. Dari arah belakang, Fernando dan Tommy melihat gadis itu sampai masuk ke pintu gerbang.
"Selamat pagi Non Alexa..., " dengan sikap ramah dan sopan, Andy menyapa Alexa yang berjalan memasuki gerbang rumah.,
"Pagi Om Andy.., apakah mama sudah bangun?" Alexa membalas sapaan Andy dengan menanyakan keberadaan Nyonya Sarah.
"Sudan Non.., sepertinya sudah menunggu Non Alexa di meja makan." Andy menjawab pertanyaan yang diajukan Alexa.
"Yap.., terima kasih."
Alexa langsung meninggalkan Andy dan bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya dari keringat yang terasa lengket di tubuhnya. Tidak lama kemudian, Alexa sudah membaringkan tubuhnya di bath up yang ada di dalam kamar mandinya. Air hangat sangat menenangkan Alexa, bahkan tanpa sadar gadis itu mulai tertidur sambil berendam beberapa saat.
__ADS_1
*******