Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Curcol


__ADS_3

Seperti yang sudah dijanjikannya dengan Ravendra, begitu jam istirahat datang, Alexa segera bergegas meninggalkan ruangannya. Gadis itu sengaja mendahului rekan-rekan kerjanya, karena tidak mau menimbulkan kecurigaan di antara mereka. Di depan ruang kerja divisinya, Naura berpapasan dengan Boss Ridwan. Dengan tatapan sumringah, Boss Ridwan menghadang perjalanan gadis itu. Laki-laki itu mencegatnya.


"Mau kemana Lexa.., makan siang ya. Jika benar, kita sama-sama ya menuju food court?" Boss Ridwan langsung menanyakan tujuan gadis itu,


"Maaf Boss..., saya ada kepentingan di luar, dan sudah ditunggu teman saya di basement. Jadi mohon maaf, tidak bisa menemani Boss Ridwan menuju food court," ucap Alexa tegas, gadis itu memiringkan tubuhnya. Dengan cepat, Alexa meninggalkan Boss Ridwan berdiri. Melihat gadis itu meninggalkannya tanpa berpamitan, Boss Ridwan hanya melihatnya tanpa berkedip. Terselip rasa tidak suka atas penolakan secara terang-terangan gadis itu padanya. Tetapi laki-laki itu sadar, jika dia juga tidak memiliki hak untuk memaksa gadis itu.


Di depan lift saat menunggu pintu terbuka, Alexa melihat Miss Kathleen sedang berdiri disana. Merasa tidak memiliki urusan dengan perempuan itu, Alexa tetap berdiri disamping perempuan itu. Untuk memberi hormat pada senior dan mantan atasannya sebelum dipecah dengan divisi Boss Ridwan, Alexa menganggukkan kepala. Perempuan itu membalas dengan mengangkar kedua sudut bibirnya ke atas. Tidak lama, pintu lift terbuka. Alexa memberi kesempatan pada Miss Kathleen untuk masuk lebih dulu ke dalam lift, kemudian dia mengikuti perempuan itu di belakangnya.


Miss Kathleen menekan tombol lift menuju basement, ternyata mereka berdua berada dalam satu tujuan yang sama. Merasa jika perempuan itu menuju lantai yang sama, Alexa tidak ikut menekan tombol tujuan.


"Mau ke lantai berapa kamu? Jangan bilang, kamu memiliki tujuan ke basement sama denganku." tiba-tiba Miss Kathleen menanyakan tujuan Alexa.


"Maaf Miss.., saya memang memiliki tujuan yang sama dengan Miss Kathleen. Saya juga akan menuju ke basement." jawab Alexa sambil tersenyum pada perempuan itu.


"Untuk apa kamu kesana, bukannya kamu tidak memiliki mobil. Jika kamu tahu, di basement hanya ada parkiran mobil, bahkan parkir motor saja tidak ada di basement. Atau mau menuju halte bis, kamu lewat sana agar orang mengira kamu juga memiliki mobil. Sehingga orang-orang di perusahaan Andromega tidak akan meremehkanmu, mereka akan mengira jika kamu juga satu level di atas mereka." dengan nada sarkasme, Miss Kathleen menyoroti Alexa. Hanya karena Jack Pramudya kekasih gelapnya itu tertarik dengan Alexa, muncul kebencian di hati perempuan itu.


"Terserah apa yang ada di pikiran Miss Kathleen saja, saya mah ngikut Miss. Saya ini siapa to.., orang bilang mungkin saya hanya remahan rengginang. Tidak akan pernah bisa memiliki level setaraf dengan Miss Kathleen, dan juga tidak pernah bermimpi untuk berada satu level dengan Miss juga." dengan nada tegas, Alexa menanggapi perkataan Miss Kathleen. Untungnya tujuan mereka sudah sampai, lift berhenti dan pintu segera terbuka.


Tidak mau berbasa-basi lagi, Alexa keluar lebih dulu dari dalam lift. Tanpa menunggu perempuan itu, Alexa terus berjalan meninggalkan Miss Kathleen sendirian. Apesnya baru berjalan beberapa langkah, terlihat Pram berdiri di

__ADS_1


samping mobil dan melihatnya dengan senyum di bibir laki-laki itu. Malas melihat laki-laki sang lady killer, Alexa sengaja membelokkan langkahnya ke arah lain. Gadis itu mengedarkan pandangannya, tetapi tidak melihat keberadaan Ravendra disitu. Tanpa diduga, Pram mengikuti langkahnya.


"Siapa yang kamu tunggu Lexa..., seperti tadi pagi yang aku katakan. Bagaimana jika kamu menemaniku makan siang ini?" melihat Alexa berdiri seperti menunggu seseorang, Pram, mengajaknya untuk pergi bersamanya saja. Alexa malas menanggapi laki-laki itu, dia mendiamkan Pram dan bibirnya tersenyum melihat dari parkir khusus Direksi, Johan terlihat mulai menjalankan mobilnya.


"Alexa.., sampai kapan kamu mau tebar pesona kemana saja?? Ternyata kamu ke basement hanya untuk menggoda Jack Pramudya ya?" tanpa diduga, tiba-tiba Miss Kathleen langsung menuduh Alexa yang tidak-tidak. Merasa namanya disinggung.., Alexa melihat Miss Kathleen dengan tersenyum miris.


"Honey..., masuk..!" tiba-tiba terdengar suara Ravendra di belakangnya, meminta Alexa untuk segera masuk ke dalam mobil. Tanpa menjawab perkataan Miss Kathleen, Alexa langsung masuk ke dalam pintu mobil yang sudah


terbuka di sampingnya. Dengan tatapan bengong, Miss Kathleen dan Jack melihat gadis itu tanpa berkedip, sampai mobil menghilang dari pandangan mereka.


*******


Ravendra langsung memberi kecupan di kening Alexa, tetapi dengan cepat gadis itu mendorongnya. Gadis itu merasa risi jika Ravendra melakukan hal yang intim dengannya, apalagi ada Johan yang duduk di belakang kemudi mobil.


"Untuk apa kamu ribut dengan dua orang tadi?? Atau benar apa yang disampaikan perempuan itu, jika kamu ada affair dengan Jack Pramudya?" tiba-tiba Ravendra bertanya tentang Jack dan Miss Kathleen.


"Apa aku perlu untuk menambah koleksi laki-laki untuk aku pacari kak.., jika di sampingku saat ini ada laki-laki over protektif seperti kak Ravendx?" tanpa menjawab pertanyaan Ravendra, Alexa malah ganti bertanya balik pada


laki-laki itu. Mendengar pertanyaan itu, Ravendra tersenyum dan mencium jari-jari tangan gadis itu.

__ADS_1


"Tentu saja aku masih melebihi segalanya dari laki-laki itu. Untuk apa aku merasa rendah diri dari laki-laki yang dijuluki lady killer itu. Tetapi siapapun dia, kinerjanya di perusahaan ini sangat bagus. Jadi sisi positif dan negatif yang berimbang, dan masih besar sisi positif manfaatnya untuk perkembangan perusahaan." ucap Ravendra dengan nada kegeeran. Di belakang kemudi, Johan beradu pandang dengan Alexa lewat kaca di depannya. Mereka tersenyum kecut mendengar kesombongan Ravendra.


"Sudah tahu melebihi segalanya, tetapi terkadang masih aneh juga. Cemburu dan posesifnya ampun-ampun, apa memang aku ini seperti selebritis yang layak untuk dicurigai." tanpa sadar, Alexa mengeluarkan curcol pada


laki-laki itu.


"Curcol..?? Istilah apa itu, kosa kata baru?" tidak memahami apa yang dimaksud Alexa, Ravendra langsung bertanya pada gadis itu.


"Curhat colongan Tuan Muda... Kayaknya Tuan Muda perlu memperluas koneksi anak-anak gaul jaman sekarang nih, agar lebih tahu dan paham tentang bahasa alay-alay anak jaman sekarang." dari depan, Johan ikut menimpali


perkataan Tuan Mudanya


"Betul kak Jo..., coba carikan short course kak. Biar agak gaul sedikit, tidak hanya ngumpet di ruang kerja terus. Sampai kulitnya pucat karena jarang terkena sinar matahari secara langsung." ucap Alexa tanpa sadar, sudah mengingatkan pada Ravendra akan perbedaannya dengan gadis muda itu.Ravendra terdiam, dan Johan kembali meliriknya dari kaca mobil.


"Iya Lexa.., kamu harus sering-sering mengajak Tuan Muda jalan-jalan. Biar sifat posesif dan cemburuannya berkurang. Karena jika kumatnya sudah datang, jadinya saya yang repot Lexa.." dengan cepat Johan melanjutkan


perkataan, untuk menghilangkan kecurigaan di hati Alexa.


Setelah beberapa saat di perjalanan, mobil yang dikendarai Johan memasuki sebuah kastil. Baru kali ini Alexa mengunjunginya, sehingga gadis itu belum tahu ada apa isinya dalam bangunan itu.

__ADS_1


*******


__ADS_2