
Sinar matahari tepat berada di mata Alexa, dan membuat gadis itu terbangun. Gadis itu berusaha menstabilkan pikirannya terlebih dahulu, sebelum memikirkan cara bagaimana dia akan pergi dari situ. Tatapan Alexa hanya melihat air laut, dan beberapa kapal-kapal terbesar terlihat berlayar di tengah lautan yang terlihat luas. Di sebelah tenggara, gadis itu melihat ada pembangunan pangkalan laut. Tatapan mata Alexa terfokus pada tulisanĀ Alif Stone Park, Bunguran Timur Natuna.
"Rupanya aku masih ada di Kepulauan Riau, hanya saja kali ini berada di pulau Natuna. Bagaimana caraku untuk bisa kembali ke Batam.." Alexa berbicara pada dirinya sendiri. Tanpa uang, tanpa ponsel, Alexa merasa seperti orang hilang di pulau kecil itu.
Melihat ada kran di bangunan kecil yang ada di pinggir pantai, Alexa berjalan menuju tempat tersebut. Gadis itu mencuci mukanya, dan mengedarkan pandangan ke sekitar. Setelah memastikan tidak ada orang di sekitar tempatnya berada, Alexa berusaha mencari makanan untuk mengganjal perutnya.
"Aku harus mencari bantuan pada penduduk asli, semoga saja di pulau kecil ini, penduduknya masih memiliki keramahan dan suka untuk menolong." ucap Alexa. Gadis itu dengan hati-hati berjalan dengan mengendap-endap, merasa khawatir jika orang-orang Alberto akan menemukannya kembali.
Sekian lama berjalan kaki, di ujung jalan Alexa melihat ada seorang perempuan tua yang sedang memetik sayuran dan buah pepaya dari kebunnya. Muncul niatan untuk meminta bantuan dari perempuan tua tersebut, dan Alexa bergegas mendatanginya.
"Permisi Bu..., selamat pagi.." Alexa memanggil perempuan tua tersebut. Perempuan itu menghentikan aktivitasnya, kemudian melihat ke arah Alexa.
"Selamat pagi, tumben sekali di pagi hari yang cerah, ada gadis cantik yang menyapa nenek yang sudah tua ini." dengan ramah, perempuan tua itu membalas sapaan yang diberikan Alexa.
Alexa tersipu malu, gadis itu memberanikan diri untuk lebih mendekati perempuan tersebut untuk menyatakan maksud dan tujuannya.
"Maaf Bu.., saya bisa minta tolong. Kenalkan nama saya Alexa.., kebetulan saya tersesat di pulau ini. Ketika kapal bersandar di pelabuhan, saya keluar berjalan-jalan di pinggir pantai. Tidak tahunya kapal sudah berjalan kembali, sedangkan saya tertinggal bu. Padahal pakaian, ponsel dan tas saya semuanya ada di dalam kapal. Tinggallah saya di pantai ini tanpa apapun.." ucap Alexa lirih sambil menundukkan wajahnya.
__ADS_1
Perempuan tua itu mengerenyitkan dahinya, matanya seperti memindai Alexa dari ujung kaki sampai ujung rambut. Melihat banyak luka-luka kecil dengan darah yang terlihat kering, hanya mengenakan sandal jepit, Alexa persis seperti orang yang tersesat.
"Begitu malangnya nasibmu nak.., ayo mampir ke rumah nenek. Kamu pasti kelaparan, kebetulan nenek sudah memasak tadi pagi untuk sarapan. Ayolah nak.., ikut dengan nenek." di luar dugaan, ternyata perempuan itu sangat ramah. Dengan wajah gembira, perempuan tua itu menggandeng tangan Alexa untuk mengikutinya, Tanpa menjawab, Alexa mengikuti perempuan tua itu berjalan meninggalkan kebun. Melihat perempuan itu membawa sayuran dan buah pepaya yang baru dipetiknya, Alexa tanpa diminta membantu membawakan buah tersebut.
Seperti menemukan anak yang hilang, perempuan itu menggandeng tangan Alexa untuk mengikutinya. Setiap berpapasan dengan orang-orang, Alexa sengaja menundukkan wajahnya, untuk menghindari orang-orang tersebut mengenalinya. Di sebuah rumah kayu dengan halaman yang luas, perempuan itu memasuki halaman. Tampak seorang laki-laki yang juga sudah tua menatap mereka dengan perasaan ingin tahu.
"Mak.., siapa yang kamu bawa ini??" tanya laki-laki tua itu pada perempuan yang ternyata adalah istri dari laki-laki tersebut.
"Kasihan bah..., aku menemukannya di dekat kebun kita. Ternyata gadis ini adalah penumpang kapal, yang tersesat waktu berjalan-jalan di pantai. Saat dia kembali, ternyata kapal sudah meninggalkannya." perempuan itu menyampaikan apa yang dikatakan Alexa pada laki-laki tua itu.
********
Dengan tubuh dan pakaian bersih, Alexa segera mendatangi kakek dan nenek yang sudah menunggunya di meja makan. Pasangan suami istri itu terkejut melihat kecantikan Alexa setelah dalam keadaan bersih. Kulit putihnya terlihat bersih, dan karena papa gadis itu ternyata Thomas yang berasal dari negara Rumania, hidung mancung laki-laki itu menurun padanya.
"Kamu sudah mandi nak.., ayolah duduk disini. Kita akan makan pagi bersama-sama.., kebetulan kakek tadi pulang membawa ikan segar, dan tadi sebelum ke kebun, nenek sudah sempat memasaknya." perempuan tua itu menawari gadis itu untuk menikmati sarapan pagi.
Merasa kelaparan, mengabaikan rasa sungkan, Alexa bergegas menuju ke meja makan. Gadis itu duduk di samping perempuan tua itu. Baru saja Alexa duduk, perempuan tua itu sudah mengambilkan piring yang berisi nasi, kemudian menuangkan sayur dan ikan di atas piringnya.
__ADS_1
"Kamu pasti lapar.., ayo cepat makanlah!" ucap perempuan tua itu.
"Tetapi ini porsinya terlalu banyak nek.. Kakek dan nenek sendiri, hanya sedikit saja porsi makannya, hanya separo dari tempat Alexa." gadis itu melihat ke arah piringnya, kemudian ke piring kakek dan nenek.
"Cobalah dulu nak..., kamu belum tahu rasa masakan nenek. Jika kamu mencobanya, kakek yakin kamu akan menghabiskannya. Percayalah..!" kakek menanggapi protes halus yang diutarakan Alexa.
"Baik kek.., nek.." ALexa kemudian meneguk teh panas manis yang sudah disediakan oleh pasangan tua itu, Rasa hangat membasahi kerongkongannya. Setelah meletakkan kembali gelas ke atas meja, tanpa menunggu lagi Alexa langsung menikmati makanan yang sudah disiapkan oleh perempuan tua itu.
"Benar apa kata kakek, ternyata masakan nenek sangat nikmat dan lezat.." tanpa basa-basi, ALexa mengiyakan jika masakan nenek memang lezat. Gadis itu terus mengunyah tanpa henti, bahkan duri ikan bisa dengan mudah ditarik keluar dari daging ikannya.
"Kakek tidak akan pernah berbohong nak Alexa. Memang masakan istri kakek sangat lezat, cucu dan putraku juga mengakui kepiawaian nenek kalau memasak." kakek menanggapi perkataan Alexa.
"Sudah.., sudah.., nanti baju yang dikenakan nenak jadi tidak muat. Segera dihabiskan makannya, kita harus menjemur ikan untuk dibuat ikan asin." nenek memotong perkataan mereka. Alexa tersenyum kemudian melanjutkan makan paginya. Tanpa bicara, seperti yang sudah diperkirakan oleh nenek, makanan di piring Alexa ternyata habis tandas. Melihat kakek dan nenek juga sudah selesai makan paginya, Alexa langsung membereskan piring kotor kedua orang tersebut.
"Di taruh di dapur saja nak.., nanti biar nenek saja yang mencucinya.." nenek berpesan pada Alexa. Tetapi sesampainya di dapur, tanpa disuruh Alexa membersihkan seluruh cucian piring dan panci yang kotor.
**********
__ADS_1