
Setelah mengenali tempat yang digunakan sebagai latar belakang pemandangan dalam gambar Alexa, Johan mendekati Ravendra yang masih merenung tidak bersemangat. Di hadapan Ravendra, Johan langsung menyerahkan ponselnya kepada laki-laki itu, dan dengan malas Ravendra langsung mengambil ponsel kemudian melihat isi pesan yang ada di chat tersebut. Mata Ravendra menjadi berbinar, seketika seperti ada harapan baru yang muncul dan ada di depannya.
"Temukan tempat ini Johan..., aku akan menemukan Alexa..!" dengan cepat, Ravendra menegakkan posisi duduknya, kemudian memberi perintah pada Johan.
"Ya Tuan muda.., saya sudah mencoba mengenali latar belakang pemandangan itu. Laut di belakang itu masih di kawasan Asia Tuan Muda.. dan yang terlihat itu seperti bangunan gedung-gedung bertingkat yang ada di Singapore. Berarti menurut saya, saat ini Miss Alexa berada di sekitar Kepulauan Riau.." dengan yakin, Johan menyampaikan pemikirannya.
"Good job guys..., retas CCTV di beberapa pulau kecil di sekitar Kepulauan Riau. Pulau Karimun, Kondur, Natuna, Batam.. menjadi target penyelidikan kita kali ini. AKu mengandalkanmu Johan.., jika perlu gunakan satelit untuk mengarahkan sinyal pencarian ke beberapa pulau kecil di Indonesia yang mengelilingi negara Singapore." dengan bersemangat, Ravendra memberi tugas tambahan pada Johan. Melihat foto gadis itu.., menumbuhkan semangat baru bagi laki-laki itu.
"Siap Tuan muda.. segera saya akan memberi perintah pada IT team. Ijin untuk meninggalkan ruangan sebentar.." Johan kemudian meninggalkan Ravendra sendiri di ruangan.
Tanpa bicara dan menanggapi perkataan Johan..., Ravendra yang juga memiliki kemampuan untuk menguasai IT, dengan cepat meraih iPad yang ada di atas mejanya. Laki-laki itu tidak lama kemudian, sudah fokus menatap layar monitor yang ada di depannya. Setelah memasukkan kode-kode bahasa pemrograman, laki-laki itu berselancar di sekitar pulau Batam. Tiba-tiba mata Ravendra terbelalak, ternyata tertangkap oleh kamera CCTV pelabuhan ketika Alexa dibantu Fernando sedang keluar dari kapal ferry. Melihat kedekatan dan keintiman mereka berjalan berdua, dada Ravendra terasa panas.
"Damn..., apakah ini yang menjadi alasan kepergianmu meninggalkan aku sendiri disini Lexa...?" dengan geram, Ravendra berbicara sendiri. Laki-laki itu terus menatap wajah Alexa di dalam screen, kemudian memperbesar dan mengusap wajah itu perlahan. Beberapa saat rekaman itu berakhir, ketika Alexa memasuki mobil yang menjemputnya di depan pintu kedatangan penumpang.
Perlahan Ravendra menggulir kursor, kemudian memperbesar tampilan tulisan yang terlihat melatar belakangi pengambilan rekaman itu.
__ADS_1
"International Sekupang Harbour Bay...; hmm... berarti Alexa saat ini ada di pulau kecil di Kepulauan Riau... Hmm.. tunggu aku girl.. aku akan menemukanmu segera." senyuman muncul di bibir laki-laki itu. Sudah lama wajah laki-laki itu terlihat berselimut mendung, dan hari ini tiba-tiba langit seperti terlihat cerah.
Tanpa bicara lagi, Ravendra langsung berdiri dan melangkah keluar dari ruang kerjanya. Tujuan kali ini adalah ruang kerja Johan.., dan begitu sampai di depan pintu ruangan, tanpa mengetuk pintu terlebih dulu, Ravendra langsung mendorongnya dan kemudian masuk ke dalam.
"Ya Tuan muda..., apakah ada yang bisa saya bantu..?" Johan terkejut melihat kedatangan laki-laki itu, tetapi dengan cepat Johan bisa menyesuaikan dirinya.
"Siapkan private jet segera.., antarkan aku ke hanggar di hotel kita yang ada di kepulauan Riau saat ini juga." tanpa basa-basi, Ravendra langsung memberi perintah. Merasa tidak ada manfaat untuk memperjelas perintah itu, Johan langsung menyetujui perintah dari Tuan mudanya.
************
"Apakah Tuan hanya terus menunggu perempuan itu disini.., tidak ada lagi pekerjaan penting yang harus dilakukan?" tiba-tiba anak buah Thomas mengingatkan laki-laki itu.
"Pergilah dariku bas...tard.. aku butuh waktu untuk sendiri!" dengan marah, Thomas membentak anak buahnya itu. Laki-laki itu merasa terganggu dengan kalimat yang mengusik kegiatannya itu,
"Siap Tuan..., saya sudah mengirimkan surat pemberi tahuan pada perusahaan Tuan Fernando.., jika siang ini kita akan meluncur ke perusahaannya. Hanya sekedar mengingatkan saja.." dengan ketakutan, anak buah Thomas kembali mengingatkan agenda yang sudah diaturnya pada laki-laki itu.
__ADS_1
Thomas mengangkat tangannya ke atas, memberi isyarat pada anak buahnya itu untuk pergi menyingkir dari hadapannya. Tanpa banyak bicara, anak buah Thomas segera bergerak dan berjalan meninggalkan laki-laki paruh baya itu. Tetapi laki-laki itu tidak pergi jauh, dia masih berada di sekitar tempat itu untuk memastikan jika Tuannya membutuhkan bantuan darinya.
Tidak lama kemudian, Thomas melihat Nyonya Sarah berdiri dan membereskan perangkat di tangannya. Perempuan itu tanpa menengok kemana-mana, memasukkan perangkat ke dalam tasnya, kemudian melangkah pergi dari cafe tempatnya nongkrong dari tadi. Thomas kaget, dengan cepat laki-laki itu bersembunyi, dia tidak mau jika Nyonya Sarah sampai mengetahui keberadaannya di tempat ini. Hanya melihat dan memandang keberadaannya saja, hati Thomas sudah merasa senang dan puas. Secara perlahan, Thomas berjanji ingin mendekati kembali perempuan itu dan putrinya.
Melihat Thomas berdiri, anak buah berlari kecil mendekati laki-laki itu.
"Bagaimana Tuan Thomas.., kita akan mengikuti perempuan itu, atau kita menuju ke tempat lain?" dengan cepat, anak buah Thomas melakukan konfirmasi pada Tuannya.
"Apakah sudah kamu lakukan apa yang aku perintahkan tadi?" Thomas balik bertanya. dan berjalan keluar dari dalam cafe. Anak buah laki-laki itu segera mengejar dan mengikuti Thomas di belakangnya.
"Sudah Tuan.., siang ini juga. Tuan Fernando dan Miss Alexa akan menemui kita di Wey Wey Live Seafood.., mereka akan menyediakan lobster terbaik yang ada di kota ini." mendengar perkataan anak buahnya itu, Thomas tersenyum. Dia teringat bagaimana Alexa sangat menyukai lobster, dan laki-laki paruh baya itu teringat ketika mereka makan siang bersama di Singapore.
"Okay..., pastikan kita untuk tidak datang terlambat di restaurant itu!" dengan cepat, Thomas memberi perintah baru.
"Siap Tuan..., sekarang juga saya akan membawa Tuan Thomas menuju ke restaurant tersebut. Butuh waktu 30 menit, itupun jika perjalanan kita tidak terhambat macet di dalam." dengan cepat, anak buah Thomas masuk ke dalam mobil di belakang kemudi. Tidak lama kemudian, mobil itu meninggalkan cafe dan menuju ke Wey Wey Live Seafood.
__ADS_1
**************