
Dari butik penyedia pakaian bayi dan perlengkapannya, Alexa bergegas menuju ke Marugame Udon. Merasa tidak mungkin akan bisa mengajak suaminya menemaninya makan disitu, Alexa merasa santai ingin mencicipi sendiri menu Niku Udon kesukaannya. Kebiasaan mandiri sejak kecil, tidak menghalangi keinginan Alexa jika menginginkan sesuatu yang disukainya. Jadi tidak akan pernah menjadi masalah baginya, jika Ravendra tidak bisa menemaninya untuk mendapatkan sesuatu.
"Nikku Udon, Ocha dingin satu, tempura dan Nori Sweed. Masing-masing satu saja ya.." Alexa segera memesan makanan dan minuman yang ingin dipesannya.
"Baik Nyonya.. semuanya 168.000..." sahut cashier yang sudah siap memberikan pelayanan kepadanya.
Alexa mengambil ponselnya, kemudian perempuan itu menyalakan QRIS, dan langsung melakukan scanning pada barcode yang ada disamping cashier.
"Sudah masuk Nyonya.. terima kasih.." cashier menyatakan, jika dana yang dibayarkan Alexa sudah masuk ke rekening merchant mereka.
Sambil mengangkat nampan tempat makannya sendiri, Alexa mencari tempat yang terletak di sudut. Di tempat itu jauh dari keramaian dan hiruk pikuk pengunjung, sehingga Alexa dapat menikmati makanannya dengan suasana tenang. Perlahan perempuan hamil itu mulai menikmati makanan dan minumannya. Sesekali tangannya, melihat ke arah ponsel, dan menjawab chat yang dikirimkan oleh suaminya Ravendra,
"Sedang dimana.. dan sama siapa..?" bunyi chat yang dikirim Ravendra kepadanya.
"Mmmm.. sedang menikmati Nikku Udon. Tadi ditemani beberapa pengawal yang ditigaskan oleh kak Johan.." dengan cepat, Alexa menjawab chat itu, sambil tetap makan dan mengunyah makanannya.
__ADS_1
"Hati-hati.. langsung pulang jika sudah selesai. Maaf.. kakak dipaksa Johan untuk menemui tamu dari Jepang, terkait dengan impor barang yang sudah di approve oleh mereka. Kami sedang melakukan meeting.. dan calon rekanan sedang melakukan presentasi." Ravendra melaporkan posisinya,
"Ya kak.. lanjutkan. Lexa berhenti dulu ya, chat nya. Mau menghabiskan makanan dulu.." Alexa minta ijin untuk mematikan chat pada suaminya. Setelah mendapatkan ijin, perempuan itu kemudian meletakkan ponsel di atas meja, dan melanjutkan lagi makannya yang tertunda.
Beberapa saat waktu dihabiskan Alexa untuk menghabiskan makanan dan minuman yang dipesannya. Tidak ada sedikitpun makanan atau minuman yang tersisa, bahkan ALexa meminta bantuan waiters untuk mengambilkan refill Ocha, karena minumannya sudah habis. Setelah selesai, Alexa chat para pengawal untuk meminta mereka makan bergabung dengannya. Namun.. ternyata mereka sudah makan sendiri di food court.
"Aku langsung pulang saja deh.. sepertinya sudah tidak ada lagi urusan di mall ini, Aku khawatir, semakin lama berada disini, kak Ravend akan semakin khawatir. Bisa-bisa malah mengirimkan orang untuk datang kesini, bisa semakin berabe nantinya..." merasa sudah tidak ada urusan, Alexa segera berdiri dan membereskan tas selempangnya.
Setelah merasa tidak ada yang tertinggal, perlahan Alexa bergegas keluar meninggalkan outlet makanan Jepang itu. Ketika mata Alexa menatap kedai yang menawarkan croffle.. tiba-tiba muncul keinginan untuk menikmati makanan itu. Perempuan itu segera bergegas menuju ke kedai tersebut, tetapi karena ada beberapa orang yang terlihat masih antri di depannya, ALexa sabar menunggu.
"Nona muda... bagaimana kalau nona muda menunggu sambil duduk di kursi panjang itu saja, Biar kami yang melakukan antrian.." melihat istri majikannya sedang berdiri menunggu giliran, salah satu pengawal mendatangi Alexa, dan laki-laki itu menawarkan untuk mengambil antrian.
"Baik nona muda.. jika apa-apa panggil kami.." pengawal itu akhirnya berjalan meninggalkan Alexa.
*********
__ADS_1
Di depan merchant sepatu, terlihat Nancy mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Sepertinya perempuan itu sedang mencari sesuatu, tetapi belum menemukannya. Rupanya, perempuan paruh baya itu sedang berjalan-jalan sendiri, tanpa didampingi Tuan Besar Abraham ataupun pengawal di sampingnya. Memang kadang terlihat seperti ada hal yang aneh, dimana ada beberapa orang yang sering menyerobot fasilitas umum seperti membayar polisi dinas untuk memberinya pengawalan. Namun.. bagi Nancy ataupun juga Alexa.. hal itu merupakan hal yang dirasa tidak mengenakkan bagi mereka.
"Sepertinya di depan sana ada yang buat dan juga jual makanan khas kota ini. Apakah aku kesana saja ya, sepertinya aku tertarik untuk mencicipinya.." bau harum kue khas Batam, menyeruak masuk ke hidung Nyonya Besar Nancy. Hal itu membuat ketertarikan perempuan itu untuk mencicipi kue khas Batam tersebut.
Tanpa berpikir panjang, Nancy dengan tidak memperhatikan sekeliling secara antusias akan berjalan menuju outlet penjual makanan khas kota Batam. Tiba-tiba tanpa disadari, ada dua orang laki-laki yang mendekat dan merapatkan badan mereka ke tubuh perempuan itu.
"Hei... siapa kalian, kenapa kalian merapat ke tempatku. Pergi.. pergi.. aku tidak suka diperlakukan seperti ini.. Tolong..., tolong..." Nancy berteriak minta tolong. Perempuan itu merasa kaget, dan sampai lepas kendali. Tas yang dipegang di tangan perempuan itu, tiba-tina sudah terlepas dari tangannya. Kedua orang laki-laki yang tadi merapat ke badannya, berlari sambil membawa tas tangan Nancy.
Nancy jatuh terduduk di depan outlet sepatu mall yang dia datangi, Beberapa tenaga keamanan berlari mengejar laki-laki yang menjambret tasnya, dan para pegawai perempuan di mall segera menghampir dan bermaksud menolong Nancy. Tetapi Nancy yang memang kurang menyukai bergaul dengan orang-orang kebanyakan, menolak bantuan dari orang-orang tersebut. Merasa isi di dalam tasnya tidak berharga menurutnya, Nancy akhirnya mengabaikan, dan perempuan itu segera berjalan kembali menjauh dari tempat itu,
Melihat penampilan dan pembawaan sombong Nancy, orang-orang segera ikut menjauh dan menggerundel dengan sikapnya. Mereka bermaksud menolong, tetapi tanggapan Nancy malah seolah-olah jijik dengan keberadaan mereka.
Beberapa langkah Nancy berjalan meninggalkan tempat itu, tiba-tiba ada yang memegang bahunya dari belakang. Perlahan Nancy terkejut kemudian menghentikan langkahnya. Perempuan itu menoleh ke belakang, dan melihat keberadaan perempuan hamil yang sangat cantik sedang membawa tasnya.
"Maaf Nyonya.. ini tas Nyonya bukan.. Meskipun bagi Nyonya.. mungkin isi dalam tas ini kurang berharga, namun bagi orang kebanyakan merupakan sesuatu yang sangat berharga. Jadi hargailah.. agar setiap langkah Nyonya selalu diliputi keberkahan.." tidak disangka, perempuan hamil yang ternyata adalah ALexa, menyerahkan tas jinjing Nancy. Selain menyerahkan tas itu, banyak saran dan nasehat yang termaktub dalam kata-katanya.
__ADS_1
Nancy terkejut dan terhenyak dengan ucapan perempuan itu. Melihat perempuan yang sedang hamil, namun cantik dan berkulit bersih itu, muncul ketertarikan untuk mengenalnya lebih jauh. Kata-kata yang diucap Alexa.. ternyata jauh menembus perasaan dan hatinya. Nancy segera menerima tas yang diulurkan Alexa, dan ketika perempuan itu akan mengucapkan terima kasih, ternyata perempuan itu sudah berjalan meninggalkannya.
**********