Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Identitas Hebat


__ADS_3

Semua yang ada di dalam ruangan tetua terkejut mendengar penuturan dari Alexa. Ravendra tersenyum dan menoleh pada perempuan itu, kemudian meraih tangan Alexa dan menciumnya dengan lembut. Orang-orang yang berada di tempat itu, tersipu malu melihat bagaimana sikap BUCIN ravendra pada istrinya. Tetapi sedikitpun tidak terlihat rasa malu, pada pasangan suami istri itu.


"Semua sudah selesai kan, juru bicaraku sudah memutuskan. Tapi aku ingin bertanya pada kalian bertiga, Johan, Jack dan Johan, Bagaimana penyelidikan kalian pada jet yang akan aku gunakan untuk menuju ke Indonesia. Berapa milliar aku gelontorkan untuk maintainance cost setiap periodik, kenapa masih bisa juga terjadi kecelakaan tersebut..?" tidak melupakan kejadian yang membawa mereka ke tengah hutan, ravendra bertanya pada Johan dan kedua anak buahnya yang lain.


Johan tersenyum malu, kemudian melihat pada Jack dan John. Kedua laki-laki itu yang mendapatkan hasil salinan dari petugas airport, sebelum pesawat itu berangkat. Tetapi begitu pesawat itu sudah take off, ditemukan benda mencurigakan di sekitar pesawat itu diparkirkan.


"Mohon ampun Tuan muda.., sebelum tuan muda bertanya, kami sudah mempersiapkan tim investigasi untuk melakukan pengecekan kondisi pesawat. Kebetulan kami bertiga juga sudah ke lokasi, untuk mencocokkan sendiri kecurigaan itu, dengan kondisi akhir dari private jet tersebut. Karena ternyata jet itu terjatuh di balik bukit sebelah sana, tidak jauh dari lokasi kami ditempatkan untuk melakukan penambangan,"  John menanggapi pertanyaan yang diajukan Ravendra.


"Tutup dari bahan peledak silence, kami temukan berada di garbage bin yang ada di sisi lapangan terbang. Hanya saja kami terlambat untuk menyadarinya Tuan muda.., sehingga terjadilah kecelakaan itu. Mohon ampun dan maaf atas keteledoran kami." Jack turut menambahkan keterangan,


"Hmm.. begitu mudahnya ya.., nyawa istriku Alexa hampir melayang, hanya digantikan dengan permintaan maaf. Apakah menurut kalian, itu semua sudah cukup untuk menjadi pengganti?" ucap Ravendra dengan nada sinis.


Ketiga laki-laki itu terdiam, dan menundukkan kepala mereka. Orang-orang yang juga berada disitu, tidak berani untuk mengeluarkan suara. Mereka memilih untuk diam, mendengarkan pembicaraan Tuan muda Ravendra dan ketiga anak buahnya.

__ADS_1


"Sudahlah kak.. tidak perlu diperpanjang lagi, Semua yang sudah terjadi biar sudahlah.., aku yakin ada hikmah di balik kejadian ini. Lihatlah.., karena kecelakaan pesawat yang kita tumpangi, akhirnya kita bisa bertemu dengan mereka semua kan. Dan ternyata mereka membutuhkan pertolongan, dan kakak belum menjawab dengan tegas untuk melawan kekuatan RObin di Transylvania, aku yakin mereka pasti menunggu jawaban dari kakak." melihat situasi yang terkesan dingin, dengan kelembutannya, Alexa memegang tangan Ravendra, dan memberikan kecupan di pipi laki-laki itu,


Semua yang berada disitu mengintip interaksi dari pasangan suami istri itu. Tidak mereka duga sama sekali, ternyata setitik senyuman terbit dan muncul dari bibir tuan muda Ravendra.


"Iya honey..., aku juga tidak terlalu serius menghadapi hal ini. Tetapi penting juga untuk memberi tahu pada mereka semua. Di masa depan, jika terjadi sesuatu denganmu, yang disebabkan karena sikap neglect dari mereka, maka aku tidak akan segan-segan untuk memenggal kepala mereka sendiri," ucap Ravendra sambil menatap mata Alexa.,


"Kami berjanji tuan muda.., kejadian buruk ini pasti tidak akan pernah terjadi lagi di masa depan.." Johan menyahut perkataan yang disampaikan Ravendra tersebut. Suasana di tempat itu menjadi mencair.


*********


Di kastil tempat Ravendra, Nyonya Sarah tiba-tiba mendapatkan informasi tentang private jet yang membawa Ravendra dan menantunya terjatuh. Juga dari yang terdengar, keberadaan mereka berdua belum ditemukan. Thomas yang sudah menutup informasi tersebut, dan juga sudah bekerja sama dengan Johan, ternyata kurang rapat dalam menyembunyikannya. Tanpa sengaja, setelah selesai berenang, dan akan kembali ke kamar untuk membilas tubuhnya, Nyonya Sarah melewati maid yang sedang berbincang dengan para pengawal yang ditugaskan Johan, untuk mengamankan tempat tersebut.


"Apa yang akan kamu jelaskan padaku Thomas.., sampai kapan kalian akan menyembunyikan informasi ini padaku." dengan berderai air mata, Nyonya Sarah bertanya pada Thomas di dalam kamar mereka.

__ADS_1


"Jangan terlalu banyak berpikir Mom.. Para maid dan pengawal, mereka tidak tahu bagaimana kisah yang sebenarnya, mereka hanya menduga-duga saja. Abaikan itu, tidak perlulah untuk diambil hati.." Thomas berusaha menenangkan Nyonya Sarah. Laki-laki itu meraih sisi bahu perenpuan itu, kemudian menyandarkan di dadanya. Thomas menundukkan kepalanya, kemudian memberikan ciuman di pucuk kepala perempuan yang sudah terpisah sangat lama dengannya. Belum lama, Thomas merasa menikmati kebersamaan itu, kali ini mereka sudah dihantam oleh masalah baru.


"Bagaimana daddy bisa berpikir setenang itu? Apakah karena, sejak kecil bahkan dari bayi, daddy tidak mengenal dan membersamai putriku, sehingga mengetahui pesawat putrinya terjatuh, daddy masih bisa bertindak santai. Bahkan.., sama sekali tidak memberikan informasi ini kepadaku.." Nyonya Sarah terus mengamuk.


"Betapa kecilnya pemikiranmu kepadaku mom... Ingatlah.. seminggu yang lalu, John, Johan, dan Jack pergi keluar dari kastil ini. Kami sudah membuat pengaturan, tunggulah sebentar lagi informasi dari anak itu. Dan yang perlu kamu ingat, Ravendra adalah seorang vampire, Dengan kekuatannya, dengan mudah laki-laki itu akan dapat menjaga dan melindungi Alexa dari apapun. Dan Alexa juga putriku, ada darah vampire mengalir dari diriku ke tubuh gadis itu." Thomas menambahkan,


Nyonya Sarah terdiam, mencoba memikirkan dan menelaah kata demi kata yang diucapkan oleh laki-laki itu. Setelah menyadari jika apa yang diucapkan oleh Thomas merupakan sebuah kebenaran, perempuan itu baru merasakan ketenangan. Thomas memegang belakang kepala perempuan itu, kemudian memberikan kecupan dalam di kening istrinya,


"Kita akan menunggu kabar dari Johan.., jika sudah ada kabar kepastian, kita akan segera menyusul keberadaan mereka. Ingat.. mereka berdua masih termasuk pengantin baru, sehingga dimanapun, masih sah untuk mereka melakukan honeymoon.." ucap Thomas sambil menggoda istrinya,


"Iya ..., tapi hati kecilku masih menolak untuk tidak mengkhawatirkan mereka. Hanya harapanku, mereka akan selamat dan dapat berkumpul lagi bersama-sama kita kembali." akhirnya Nyonya Sarag dapat menerima kejadian itu, meskipun masih ada sedikit rasa khawatir di hatinya,


"Belum makan pagi kan..., ayo temani daddy untuk menikmati makan pagi sebentar. Sambil kita menunggu, siapa tahu ada panggilan telpon dari Johan, atau bahkan dari putri kita Alexa." melihat istrinya sudah mulai stabil perasaannya, Thomas berdiri kemudian membawa istrinya untuk menuju ke arah meja makan,

__ADS_1


Melihat pasangan suami istri berjalan menuju ke arah meja makan, beberapa maid menyingkir dan menghindar untuk berpapasan dengan Alexa. Mereka tadi melihat bagaimana reaksi yang ditunjukkan oleh perempuan itu, ketika mereka membicarakan kemungkinan hilangnya pesawat yang membawa pergi tuan muda dan nona muda mereka.


**************


__ADS_2