
Johan meyakini apa yang sudah disampaikan oleh anak buahnya. Tidak mau membuang waktu, laki-laki muda itu mulai menerobos masuk hutan dengan mengendarai jeep Cherokee. Anak buah yang lain ikut berada di belakangnya, dan beberapa orang naik helikopter untuk melakukan penyusuran di Elatias Forest. Beberapa saat, Johan meminta driver untuk menghentikan mobilnya, mata laki-laki itu menatap sebuah perkampungan di balik bukit kecil, di wilayah tersebut.
"Jack..., apakah kamu melihat di sudut barat daya..? Aku seperti melihat ada sebuah perkampungan dengan tempat berlindung memanfaatkan kayu-kayu dari hutan ini..?" Johan bertanya pada pengawal yang duduk di samping driver.
"Sebentar Tuan Johan.., saya belum melihatnya. Saya akan melihatnya dengan lebih jelas.." Jack mencoba mencari tahu, informasi yang dikatakan oleh Johan. Tetapi laki-laki itu belum juga menemukannya.
Johan tersadar, tatapan mata manusia biasa memang memiliki sedikit keterbatasan, Tidak akan bisa dibandingkan dengan tatapannya sebagai manusia vampire.
"Bawa mobil lebih mendekat ke arah barat daya John..., aku mencurigai tempat tersebut. Siapa tahu ternyata Tuan Muda dan Nona muda berada di perkampungan itu." tidak mau memperjelas perkataannya, Johan meminta driver untuk mengarahkan mobil menuju ke tempat tersebut.
"Siap Tuan Johan.." John langsung memutar mobil menuju ke arah yang ditunjukkan oleh Johan. Mereka berkendara dalam diam, dengan mata mereka dengan tajam mengamati tempat-tempat yang mereka lewati. Tidak beberapa lama kemudian...,
"Benar Tuan Johan..., kita harus berhenti dulu beberapa saat di tempat ini. Aku melihat ada sebuah perkampungan disana, mungkin itu merupakan suku asli yang masih tinggal di tengah hutan ini. Sebenarnya mereka baik dan tidak akan mengganggu pendatang, hanya saja sering muncul persepsi yang berbeda tentang mereka. Kita harus mengamati dulu untuk beberapa saat dari tempat ini, biar tidak ada kesalah pahaman." ucap Jack yang akhirnya melihat tempat yang tadi ditanyakan Johan.
"Ups.., tap.." Johan segera melompat turun dari atas mobil, diikuti oleh Jack. John segera memarkirkan mobil, kemudian bergabung dengan orang-orang itu.
Mereka melakukan pengamatan perkampungan itu untuk beberapa saat, tetapi mereka tidak dapat menemukan siapapun melintas disitu. Padahal hari itu masih terlihat terang, seharusnya banyak aktivitas lalu lalang dari penduduk yang bermukim di tempat itu untuk beraktivitas. Mereka tidak melihat satu orangpun melintas di tempat itu. Jika dilihat, perkampungan itu seperti kampung mati, yang tidak berpenghuni.
__ADS_1
"Apakah Tuan Johan bisa melihat aktivitas di perkampungan itu Tuan..? Sepertinya aku tidak dapat melihatnya.." dengan suara pelan, Jack bertanya pada Johan.
"Sama Jack.., akupun juga demikian. Tetapi aku memiliki kecurigaan, jangan-jangan mereka sudah mengetahui keberadaan kita di tempat ini. Sehingga mereka sengaja berlindung, dan mengakhiri aktivitas mereka untuk menjebak kita.." ucap Johan.
"Bisa jadi Tuan.." sahut John.
"Clap..., clap..., clap... aaawww." baru saja mereka selesai berbicara, ketiga orang itu menjerit kesakitan. Tiga buah anak panah melesat, dan melukai tubuh ketiga orang itu.
"Kurang ajar..., mereka telah mengintai kita rupanya.. Keluar...kan.. sen.. ja.. ta..." baru saja Johan akan mulai berteriak, tiba-tiba laki-laki itu merasa pening, dan kepala Johan jatuh terkulai. Hal yang sama juga dialami oleh Jack dan John. Ketiga laki-laki itu ternyata tidak berdaya dengan terkena anak panah, yang menancap di punggung mereka.
*******
Sayup-sayup telinga Johan menangkap hingar bingar suara alunan musik tradisional, di tempatnya saat ini berada. Laki-laki itu memegang dahinya yang terasa pusing, tetapi perlahan rasa pusing itu mulai memudar. Perlahan Johan mencoba membuka matanya, dan ternyata hari sudah masuk di malam hari. Beberapa meter dari tempatnya terbaring, laki-laki itu melihat beberapa orang sedang menari mengikuti alunan musik tradisional tersebut. Sebuah api unggung menyala dengan terang di tengah orang-orang tersebut.
"Siapa mereka..., dan ada dimanakah aku sekarang..?" sesaat kesadaran Johan mulai kembali, Tetapi ketika laki-laki itu mencoba untuk menggerakkan tangannya, ternyata Johan baru menyadari jika kedua tangan dan kedua kakinya dalam keadaan terikat.
Laki-laki itu kemudian mengedarkan pandangan ke sekeliling, dan terlihat di sampingnya, Jack dan John juga mengalami hal yang sama dengannya. Mata kedua teman laki-lakinya itu masih terpejam.
__ADS_1
"Mmmm..., aku yakin, orang-orang yang sedang menari itu yang sudah menangkap kami. Tetapi sepertinya mereka tidak memiliki niat untuk membunuh, karena tidak lama kemudian kami sudah bisa membuka mata dan sadar kembali." Johan bergumam sendiri. Laki-laki itu menggunakan kekuatan vampirenya, tangannya meregang, dan tidak lama kemudian, tali yang mengikat tubuhnya, mulai mengendor dan perlahan putus.
Dengan hati-hati, Johan melangkah mendekati John dan Jack, laki-laki itu mengguncang tubuh keduanya untuk membangunkannya.
"Jack.., John..., bangunlah..!" Johan mengucap lirih di telinga kedua laki-laki itu. Tidak lama kemudian, kedua laki-laki anak buahnya itu tiba-tiba membuka mata dan terbangun,
"Tenanglah.., jangan banyak bergerak. Aku akan melepaskan tali yang mengikat tangan dan kakimu.." Johan meminta kedua orang itu untuk diam, tanpa bicara dengan cepat Johan membantu kedua laki-laki itu untuk melepaskan ikatan yang membelit kaki dan tangannya,
"Terima kasih Tuan.., by the way.. saat ini kita ada dimana Tuan..?" Jack bertanya pada laki-laki itu.
"Entahlah.., aku juga belum merasa yakin sepenuhnya. Tetapi kemungkinan besar, saat ini kita berada di perkampungan penduduk asli yang berdiam di tengah hutan ini. Kita akan menyelidikinya pelan-pelan.., pura-puralah kembali pingsan. Kita akan melihat, sebenarnya apa yang diinginkan oleh orang-orang itu kepada kita." Johan meminta kedua anak buahnya, untuk pura-pura kembali pingsan. Mereka kembali pura-pura tertidur, dan menempatkan tali di kaki dan tangan mereka.
Beberapa saat berlalu, tiba-tiba terdengar langkah kaki mendekat, dan akhirnya masuk ke tempat itu. Terlihat ada dua orang laki-laki muda, dan satu orang laki-laki yang sudah berumur. Mereka bertiga berhenti dan berdiri di dekat Johan, Jack dan John,
"Apakah kalian sudah menyelidiki siapa mereka bertiga,?" terdengar laki-laki paruh baya bertanya pada dua orang yang lebih muda.
"Belum sempat bertanya dengan mereka Kepala. Kita tunggu, sampai mereka bertiga tersadar kembali. Tetapi melihat isi mobilnya, dan juga beberapa kali melihat ada helikopter yang melintas di atas hutan ini, sepertinya mereka memiliki niat yang tidak baik. Teknologi modern, dan beberapa peralatan peledak ada di dalam mobil mereka." anak muda itu melaporkan apa yang mereka temukan di mobil yang dibawa oleh Johan dan kawan-kawan.
__ADS_1
"Hmmm baiklah.., kita tinggalkan dulu mereka. Besok pagi, aku yakin mereka sudah tersadarkan.." mereka kemudian berjalan meninggalkan Johan.
**********