Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Bertemu Keluarga Vampire


__ADS_3

Ravendra menatap mata semua orang yang berada di kastil itu satu persatu, dan dari insting manusia vampirenya, semua orang yang berada disitu memiliki darah keturunan sebagai manusia vampire. Hanya saja, perlu dicari alasannya, kenapa mereka memilih untuk mengasingkan diri, jauh dengan komunitas di tempat itu. Melihat sepertinya mereka tidak berbahaya, akhirnya Ravendra mengendorkan tatapannya pada mereka.


"Siapakah kalian, dan alasan apa yang menjadi penyebab, sehingga kalian memilih untuk mengisolasi diri di tempat ini?" dengan suara tegas, tetapi pelan dan bersahabat, Ravendra bertanya pada orang-orang itu.


"Duduklah dulu Tuan Muda Ravendra.., kita akan berbicara. Jangan khawatir, kami tidak berbahaya, dan akan bekerja sama dengan Tuan Muda.." laki-laki paruh baya itu mendahului meninggalkan Ravendra, kemudian duduk di atas sofa. Tanpa menjawab, Ravendra mengikuti laki-laki tersebut, kemudian duduk di depannya. Dua laki-laki muda yang berdiri dengan mode melindungi tiga perempuan muda dan anak-anak itu, akhirnya ikut duduk di sofa, membersamai mereka.


"Ceritakan..., sebagai sesama manusia vampire, kita akan saling membantu, jika apa yang kamu lakukan adalah benar. Tetapi aku tidak akan segan-segan untuk menyerangmu, jika apa yang kamu lakukan bertentangan dengan norma-norma dan aturan yang berlaku dalam kehidupan ini. Yang perlu kita pahami adalah, bukan hanya norma untuk kaum kita, kaum vampire. Tetapi untuk menjaga keseimbangan ekosistem, norma yang ada di masyarakat manusia murni, juga harus kita hormati." Ravendra mengungkapkan apa yang dipikirkan di otaknya.


Laki-laki paruh baya itu tersenyum, kemudian memberi isyarat pada perempuan yang ada disitu untuk menjamu kedatangan Ravendra. Tidak lama kemudian, satu gelas berisi cairan segar berwarna merah, disuguhkan oleh perempuan itu. Pandangan Ravendra tajam, dengan dahi berkerenyit melihat minuman yang disediakan untuknya.


"Jangan khawatir Tuan Muda.., meskipun apa yang ada di pikiran Tuan muda adalah benar adanya, tetapi darah ini kami membelinya dari yayasan transfusi darah, dan kami membayar mahal untuk mendapatkannya." seperti memahami apa yang dipikirkan oleh Ravendra, laki-laki paruh baya itu menjelaskan pada laki-laki muda itu.


Ravendra mengambil nafas lega, kemudian tanpa diperintah, laki-laki itu langsung memegang gelas, kemudian menenggak habis minuman darah itu. Sudah sejak lama, memang Ravendra belum lagi merasakan segarnya darah manusia asli, sehingga laki-laki itu tidak menyia-nyiakan kesempatan bagus yang ada di depannya kali ini. Tidak lama kemudian, laki-laki itu meletakkan kembali gelas kosong di atas meja. Beberapa saat kemudian..


"Kami sekeluarga memang sengaja menjauhkan diri dari kehidupan yang bising Tuan Muda.., kami berasal dari Rumania Transylvania tepatnya. Perebutan kekuasaan dalam komunitas kita, berimbas pada tekanan-tekanan pada pihak yang tidak mendukung. Sebenarnya keberadaan kami di hutan ini, kami ingin melakukan sambung rasa dengan pihak Santorini. Tetapi ternyata nasib berbicara lain..." laki-laki paruh baya itu akhirnya menceritakan alasan keberadaannya disini.

__ADS_1


"Maksud perkataanmu.., apakah bisa diperjelas..." Ravendra menanggapi perkataan laki-laki itu, sambil menatapnya dengan pandangan ingin tahu.


"Dalam perjalanan menuju ke negara ini, pesawat kami dibajak, manusia vampire yang hendak bertemu dengan pihak Santorini dihabisi oleh vampire-vampire yang haus akan kekuasaan. Beruntung bagi kami.., aku dan keluargaku dapat melarikan diri dan memutuskan untuk menetap disini. Setelah kami berembug, kami memutus asa untuk mengadukan masalah kami kepada pihak Santorini," akhinya laki-laki paruh baya itu mengakhiri ceritanya.


Ravendra terdiam.., laki-laki itu memang pernah mendapatkan berita tentang kecelakaan pesawat yang membawa rombongan vampire, dalam perjalanan menuju Yunani. Berdasarkan cerita kala itu, tidak ditemukan satupun manusia vampire yang selamat. Ternyata cerita itu, akhirnya dia ketahui apa yang terjadi sebenarnya.


"Lalu.., apakah hanya orang-orang ini saja yang selamat..?" tanya Ravendra penuh selidik.


"Kami terpecah tuan Muda.. Anak-anak kecil itu belum lahir dan belum tahu cerita yang kami alami. Sebagian memutuskan bergabung dengan penduduk di desa, untuk mengabdikan hidupnya dengan berbuat baik." laki-laki paruh baya, menjawab pertanyaan Ravendra.,


***********


Setelah bercerita di ruang depan, akhirnya manusia vampire yang mengasingkan diri di tengah hutan itu mengajak Ravendra untuk menuju ke bagian belakang. Mata Ravendra terbelalak, melihat perlengkapan teknologi yang sangat canggih berada di ruangan itu. Jika tidak berada di tengah hutan, orang akan berpikir mereka masuk ke sebuah inkubator yang membuat prothotype alat-alat tersebut.


"Jangan salah sangka Tuan Muda..., dari peralatan-peralatan inilah kami bisa bertahan hidup. Kita hidup di jaman kapitalis seperti ini, tidak akan dapat bertahan dengan tidak memiliki uang. Menggunakan keahlian dan kemampuan anak-anak kami, ternyata bisnis seperti ini yang banyak mendatangkan manfaat untuk kamu.." sambil tersenyum kecut, laki-laki paruh baya itu menjelaskan pada Ravendra.

__ADS_1


Laki-laki muda itu berjalan menuju ke peralatan canggih tersebut. Senyum masamnya muncul, dan akhirnya bisa menyimpulkan jika karena keberadaan peralatan-peralatan ini, semua peralthan teknologi merasa maengalami jamming dan suaranya teredam. Ravendra memegang dan mengambil salah satu peralatan tersebut, kemudian melakukan pengamatan.


"Senjata biologis.., akan sangat berbahaya bagi manusia jika senjata ini dipegang oleh pihak-pihak yang haus akan kekuasaan dan uang..." Ravendra bergumam sambil menimang-nimang senjata itu.


"Kami memang juga sebagai dark seller untuk penjualan dan penyaluran senjata-senjata ini ke negara-negara yang sedang berperang Tuan Muda.. Yah.., saya yakin sebagai seorang pebisnis, Tuan muda pasti juga akan memahami kenapa kami melakukan hal itu. Uang .. Tuan muda.., tidak dapat dipungkiri kami membutuhkannya." kembali laki-laki paruh baya itu memberikan penjelasan.


Ravendra diam saja, melihat bagaimana mereka bisa bertahan hidup di hutan ini, menimbulkan ide gila untuk laki-laki itu. Apalagi keberadaannya di hutan ini, sudah ditemani oleh Alexa istrinya.


"Mmmm..., tapi apakah kalian tidak pernah mendengar atau bertemu dengan kaum asli yang mendiami hutan ini?? Aku yakin, keberadaan kalian akan mudah diendus oleh mereka..?" tiba-tiba Ravendra teringat dengan suku asli yang tinggal di tengah hutan.


"Keturunanku ada yang menikah dengan salah satu putri dari kaum yang menghuni di tengah hutan ini Tuan Muda.. Jadi pada dasarnya, kami memiliki hubungan erat, dan kami juga memiliki kesepakatan untuk tidak saling mengganggu." sambil tersenyum, laki-laki itu menjelaskan pada Ravendra.


"Unik sekali ternyata kehidupan kalian, simple.., slow.. but life must go on.. Aku sangat beruntung dapat mengenal kalian disini." Ravendra kembali bergumam memuji keberadaan mereka.


"Apalagi kami Tuan Muda.., sama sekali tidak pernah ada dalam bayangan kami, ternyata Tuan Muda bisa datang dan berkunjung dengan kami. Mari kita kembali ke ruang depan Tuan Muda..." merasa sudah beberapa saat mereka berada di ruangan itu, laki-laki paruh baya itu mengajak kembali Ravendra ke depan.

__ADS_1


*************


__ADS_2