Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Kamu adalah Mangsaku


__ADS_3

Fernando mengajak Alexa duduk di round table bagian depan. Tanpa membantah, Alexa mengikuti keinginan laki-laki itu. Apalagi dia tidak memiliki agenda lain di negara ini, kecuali untuk mengikuti konferensi internasional, dan menjadi pendamping bagi bossnya. Tugasnya saat ini memberi pelayanan pada Fernando. Rangkaian acara dipandu oleh sebuah host dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi, mengingat hampir semua peserta berasal dari negara lain.


Dari arah jarum jam di angka tiga, terlihat Tami yang merasa tidak percaya menatap Alexa dari tempatnya duduk. Mata perempuan muda itu langsung berbinar, mengenali Alexa, dan sama sekali gadis itu tidak mengira jika akan bertemu dengan Alexa di forum seperti ini. Tami juga mendengar cerita bagaimana Ravendra seperti orang gila karena kehilangan akses dan informasi tentang keberadaan kekasihnya itu. Seperti mendapat durian runtuh., Tami malah menemukan gadis itu di forum internasional ini.


"Hmm.., berarti aku bisa melenyapkan gadis itu disini, tanpa diketahui oleh Ravendra.. Kamu adalah mangsaku..." Tami berpikir sendiri sambil tersenyum. Pikirannya memikirkan cara, bagaimana dapat menghabisi Alexa tanpa diketahui oleh orang lain.


"Aku akan mengamati gerak-gerik gadis itu. Jika gadis itu keluar aku akan membuntutinya, dan akan membuat perhitungan dengannya. Enak saja.., aku yang sudah lama mengincar Ravendra.., dengan santainya dia yang baru saja muncul malah akan mendapatkan madunya." sambil tersenyum licik, Tami kembali berpikir.


"Tami.. apa yang kamu pikirkan. Sejak tadi, aku amati pikiranmu tidak berada di acara forum ini, tetapi malah jelaltan kemana-mana.." tiba-tiba Tami tersentak, laki-laki yang duduk di sampingnya mengajak bicara. Tami menoleh dan melihat ke wajah laki-laki itu.


"Alberto..., lihatlah gadis yang duduk di round table bagian depan itu. Gadis itu telah merebut perhatian Ravendra terhadapku.., aku akan menghabisinya jika ada kesempatan. Toh.., sampai saat ini, aku dengar Ravendra seperti orang gila, karena ditinggalkan olehnya. Jadi, jika aku mengahbisinya saat ini, Ravendra sama saja.. akan tetap gila." sambil tersenyum smirk.., Tami menjawab perkataan Alberto.


Mendengar perkataan yang diucap Tami, Alberto mengikuti arah pandangan yang ditunjukkan oleh Tami. Laki-laki itu juga terkejut melihat  keberadaan Alexa, perempuan Ravendra di tempat ini. Senyuman sinis muncul di bibir laki-laki itu.

__ADS_1


"Lakukan Tami.., mumpung Ravendra tidak mengirim perwakilan di forum ini. Ada Tuan Thomas sih.., yang masih merupakan kerabat dekat dengan Ravendra, tetapi Thomas sendiri tidak pernah dikenalkan secara khusus pada gadis itu. Jadi.., aku yakin. Thomas pun juga tidak dapat mengenali  Alexa." Alberto yang pernah bersitegang dengan Ravendra gara-gara Alexa, merasa turut bersemangat mendengar rencana yang dikatakan Tami.


"Okay.. thank.s for your support guys.." ucap Tami sambil mengacungkan ibu jari pada Alberto.


****************


Alicia menghampiri Thomas yang duduk di bar hotel tersebut. Gadis itu terlihat sudah mendapatkan informasi yang diinginkan oleh laki-laki itu. Tetapi melihat perhatian Thomas tanpa berkedip melihat penampilan band yang sedang membawakan sebuah lagu, Alicia tidak berani mengganggu kesenangan laki-laki itu. Tidak berapa lama kemudian..


"Maaf Tuan Thomas.., bukannya saya mengganggu kesenangan yang Tuan lakukan. Tetapi ada informasi yang harus segera saya sampaikan pada Tuan secepatnya." dengan ekspresi takut, Alicia segera menjawab perkataan Thomas. Laki-laki itu mengangkat tangannya, memberi isyarat agar Alicia segera mengatakan keperluannya.


"Benar yang Tuan Thomas perkirakan tadi siang. Dalam acara International Conference, terdaftar seorang gadis bernama Miss Alexa.., dia datang mendampingi Tuan Fernando dari perusahaan Cal-Tex dari cabang Batam. Saat ini gadis itu sedang mengikuti sesi rangkaian acara di ball room, dan mendapatkan kamar sendiri di lantai lima dengan nomor kamar 505." dengan cepat, Alicia memberikan informasi tentang keberadaan Alexa di hotel itu. Mendengar perkataan yang disampaikan sekretarisnya itu, senyuman terbit di bibir laki-laki itu.  Sebuah senyuman yang memporak porandakan hari Alicia, dan gadis itu hanya tersenyum kecut.


"Apakah kamu menjamin jika informasi yang kamu dapatkan benar adanya, Besok pagi pukul 10, aku ada schedull menyampaikan tentang peta potensi kerjasama di wilayah negara Rumania. Berarti aku akan dapat bertemu dengan Alexa..." gumam laki-laki itu lirih. Thomas sudah membayangkan, bagaimana dia kan dapat menemukan keberadaan Sarah Emilton. Laki-laki itu yakin, jika Sarah melarikan diri dengan membawa putrinya untuk tinggal di Batam.

__ADS_1


"Begitu bahagianya Tuan Thomas dengan informasi yang Alicia berikan barusan. Apakah harus dengan ekspresi seperti itu, Tuan Thomas menunjukkannya pada ALicia.." dengan suara lirih, Alicia bertanya pada Thomas.     Mendengar perkataan Alicia, Thomas memandang wajah gadis itu. Thomas tidak dapat memaknai apa yang diucapkan oleh ALicia.


"Aku tidak dapat memahami maksud perkataanmu Alicia.. Jika kamu bertanya apakah aku bahagia.., kebahagiaanku sampai kapanpun hanya ada di tangan Sarah Emilton. Tanpa perempuan itu, aku hanya seorang manusia yang tidak memilki tujuan untuk hidup. Kamu harusnya tahu itu ALicia.., dan kamu juga harus mengerti tentang batasanmu kepadaku." dengan ekspresi menghakimi, Thomas membuat Alicia mengerti akan sikapnya. Laki-laki itu seolah-olah menunjukkan jika sampai kapanpun dia tidak akan dapat menyukai Alicia sebagai seorang pasangan.


"Baik Tuan.., maafkan kelancangan saya! Saya kan kembali ke kamar, dan ijin mengingatkan  malam ini, Tuan Thomas harus lebih awal untuk beristirahat. Agar besok bisa menyampaikan presentasi dalam keadaan prima." sambil membungkukkan badannya, Alicia berpesan pada Thomas. Kemudian tanpa menoleh lagi, perempuan itu meninggalkan Thomas di dalam bar.


Sepeninggalan Alicia, Thomas tersenyum. Laki-laki itu seperti sudah tidak sabar untuk menunggu hari esok, hari yang akan mempertemukannya kembali dengan Alexa. Entah apa yang terjadi, dalam hati Thomas merasa ada kedekatan emosional dengan gadis yang bernama Alexa Emilton itu.  Berkali-kali bayangan Alexa dan Sarah tampak menari-nari di pelupuk mata laki-laki itu.


"Aku akan mencoba mencari di kamarnya.., siapa tahu gadis itu belum kembali ke kamar malam ini." gumam Thomas sambil tersenyum.


Perlahan laki-laki itu berdiri, dan perlahan berjalan keluar meninggalkan bar. Beberapa lembar uang ratusan dalam dollar Singapore, ditinggalkan laki-laki itu di meja tempatnya duduk. Sebagai pelanggan yang tinggal di Presidential Suites dalam hotel tersebut, Thomas memang memilki hak privilege di hotel tersebut. Hotel yang digunakan untuk acara ini sebenarnya milik Ravendra.., tetapi laki-laki yang saat ini sedang mengalami tingkat emosi tinggi ini, tidak dapat datang menghadiri acara conference.


************************

__ADS_1


__ADS_2