Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Gundah ketika Tidak Ada


__ADS_3

Johan tersentak, samar-samar laki-laki itu merasa mendengar suara Raveena berbicara dengan pengawal di teras rumah. Namun laki-laki itu tidak mendengar apa yang mereka bicarakan., dan Johan kembali memejamkan matanya untuk beberapa saat. Beberapa saat laki-laki itu tidak bisa kembali tidur, dan tiba-tiba saja Johan terbangun. Laki-laki itu tersentak, kemudian melemparkan selimut yang menutup tubuhnya ke lantai kamar.


"Akan pergi kemana Raveena pagi-pagi begini.." Johan segera masuk ke kamar mandi. Setelah melakukan sikat gigi, dan mencuci wajahnya, laki-laki itu kemudian berjalan keluar untuk membuka pintu kamar.


Melihat para pengawal masih tertidur kecapaian, Johan membiarkan mereka melanjutkan istirahat mereka. Laki-laki itu kemudian berjalan keluar, dan melihat kedatangannya, para pengawal segera berdiri dan memberi sapaan kepada Johan.


"Selamat pagi tuan Johan.. Apakah ada yang harus kami lakukan dini hari begini?" dengan sikap siap, pengawal itu bertanya pada Johan.


"Tidak ada masalah. Siapa yang keluar dari pintu gerbang saat dini hari tadi, apakah nona muda Raveena?" tanpa berbasa-basi, Johan langsung bertanya pada pengawal tadi.


"Iya tuan Johan.. maafkan jika kami Tuan anggap melakukan kesalahan. Kami sudah menawarkan untuk memberikan pengawalan pada nona muda.. tetapi nona muda tidak berkenan. Ketika kami tanya, nona muda hanya bermaksud untuk berjalan-jalan saja menikmati angin laut di tepi pantai." pengawal itu menjawab dengan ekspresi ketakutan.


Johan berpikir sebentar, tetapi kemudian memutuskan untuk memberikan pengawalan sendiri pada gadis itu.


"No problem.. lanjutkan saja istirahatmu. AKu akan memberikan pengawalan sendiri pada nona muda Raveena." Johan berjalan meninggalkan pengawal yang masih menatapnya dengan ekspresi ketakutan. Perlahan Johan berjalan menuju ke arah pintu gerbang. Penjaga rumah segera membukakan pintu gerbang, dan melihat tuan Johan berjalan keluar dari dalam gerbang tersebut.


Di luar gerbang, pandangan Johan menembus ke arah pantai, namun tidak ada yang dapat dia cari dan temukan. Hanya beberapa pasangan anak muda yang terlihat kedinginan, dimana mereka berpelukan di pinggir pantai dengan duduk di fasilitas umum yang tersedia di tempat itu. Namun.. keberadaan Raveena sama sekali tidak dapat laki-laki itu temukan.

__ADS_1


"Ada dimana nona muda Raveena.. kenapa gadis itu sudah tidak terlihat lagi di pantai ini. Ataukah nona muda hanya berbohong pada pengawal tadi, mengatakan jika dia akan menghirup udara pantai, padahal hanya ingin pergi melarikan diri dari tempat ini." muncul kecurigaan di wajah tampan laki-laki itu.


Seketika detak jantung Johan terasa bergetar, laki-laki itu seketika merasa cemas dan khawatir. Kembali Johan mengedarkan pandangannya ke tempat tersebut, namun lagi-lagi dia tidak dapat menemukan tanda-tanda keberadaan Raveena.


"**** it..., kenapa aku melupakan jika gadis itu sedang kecewa denganku. Ditambah juga dengan sikap kakak kandungnya, yang sedikitpun tidak memikirkan gadis itu." Johan merasa tersentak. Laki-laki itu teringat sikap dan perilakunya, yang akhir-akhir ini menyakiti perasaan Raveena.


"Veena.. where are you now baby... I love you..." Johan berbisik pelan. Ketidak adaan gadis itu di sisinya, menimbulkan rasa rindu yang membuncah dalam dadanya. Laki-laki itu memejamkan matanya sejenak, dan wajah Raveena tampak berlinang air mata tersenyum kecut padanya.


"Aku harus menemukanmu Veena.. aku tidak akan bisa kehilangan dirimu lagi." begitu selesai mengucap kata-kata itu dengan lirih, Johan langsung melompat dan melesat meninggalkan tempat itu.


Ternyata kepergian seseorang dari sisi kita, terkadang baru menyadarkan pada kita, betapa sebenarnya kita butuh dan selalu merindukan orang tersebut.


******


Raveena yang sedang tertidur tiba-tiba gadis itu terbangun, Telinganya samar-samar mendengar ada deru suara mesin mobil menuju ke arah puncak bukit tersebut. Tidak mau menimbulkan salah komunikasi, jika ada orang yang melihatnya sedang tertidur di bawah sebuah pohon, gadis itu kemudian duduk dan membuka matanya. Namun.. semilir angin pagi yang menghempas wajahnya, kembali menidurkan gadis itu lagi dengan masih bersandar pada sebatang pohon.


"Brum.. brum.. brum..." ternyata dua buah mobil sport naik ke puncak bukit Dangas.

__ADS_1


Tidak jauh dari tempat Raveena tertidur, dua buah mobil itu sedang menghentikan mesinnya di tempat itu. Tampak dua laki-laki muda keturunan Chinesse membuka pintu mobil, kemudian turun. Beberapa saat, kedua laki berkulit putih, dengan mata sipit itu mengerutkan kening mereka, ketika tatapan matanya melihat penampakan Raveena yang sedang tertidur di bawah sebatang pohon.


"David.. look it that.., ada gadis cantik sedang bersandar pada sebatang pohon, Tapi mata gadis itu sedang terpejam.. kira-kira itu betul-betul manusia atau hanya sebuah penampakan saja ya.." salah satu laki-laki itu bertanya pada laki-laki yang berdiri di sampingnya.


"Benar apa katamu Steven.. kita tidak akan tahu jika tidak mencari tahu sendiri. Ayo kita dekati gadis itu.. jangan khawatir. Tidak akan ada hantu di pagi cerah seperti ini akan terlihat jelas. Yang aku khawatirkan malah.. gadis itu mayat, atau korban kejahatan. Tidak mungkin kan, jika seorang gadis secantik itu berani berada di lingkungan liar, sendirian lagi. Aku saja harus mengajakmu kesini, untuk dapat mengambil gambar pemandangan lat dari atas sini." laki-laki bernama David itu memberi tanggapan pada Steven.


"Okay.. aku ikut denganmu. Mari kita datangi gadis cantik itu bersama-sama.. sangat cantik sekali David.." gumam Steven mengagumi kecantikan Raveena.


Kedua laki-laki muda itu segera berjalan mendekati dimana Raveena berada. Keduanya berdiri terpaku melihat kecantikan gadis yang tampak terlelap tidur di depan mereka itu. Tidak ada cela yang bisa mereka temukan di wajah Raveena. Kulit putih bersih, hidung mancung khas keturunan Amerika yang jelas mempercantik wajah itu. Dan yang membuat kedua laki-laki itu terheran, Raveena sedikitpun tidak merasa terganggu dengan kedatangan dua laki-laki muda itu.


"Steven.. aku terpanah kali ini.. Hanya melihat gadis itu tertidur, hatiku sudah berdebar tidak karuan. Siapakah gadis ini guys.." David berbisik pada Steven. Tidak pernah muncul rasa bosan saat matanya kembali memandangi Raveena. Tiba-tiba saja, mata Raveena mengerjap.. dan ketika melihat ada dua laki-laki muda berdiri di depannya, gadis itu kaget kemudian meluruskan duduknya.


"Who are you... apakah ada yang menarik bagimu. Hingga kalian membuatku terkejut?" suara renyah Raveena mengagetkan kedua laki-laki muda itu. Kedua laki-laki itu tergagap, kini keduanya terkejut mendengar pertanyaan gadis cantik di depannya itu.


"I,m sorry girl.. kenalkan namaku David.. dan ini saudara sepupuku namanya Steven. Kami biasa naik ke bukit Dangas ini ketika kami berada di kota ini. Namun kami terkejut.. ketika melihatmu tertidur dengan bersandar pada batang pohon. AKhirnya kami menghampirimu..." David mengulurkan tangannya mengajak gadis cantik itu berkenalan.


"Mmmm... okay. Namaku Raveena.. kalian bisa memanggilku Veena." akhirnya, tanpa berpikir, Raveena menerima jabat tangan kedua laki-laki di depannya itu.

__ADS_1


Akhirnya ketiga anak muda itu duduk berdampingan di atas batu datar. Mereka berbicara tentang banyak hal, petualangan perjalanan mereka masing-masing.


*******


__ADS_2