
Johan melarikan mobilnya menuju Harbour Bay Seafood Restaurant, dimana laki-laki itu ingin mengajak dan merasakan kencan pertama untuk makan seafood dengan Raveena. Sepeninggalan gadis yang tadi dikenalnya di bukit Dangas bersama dengan pacarnya, David segera mengajak Steven untuk meninggalkan hotel tersebut. Tersirat kekecewaan nampak terbias di wajah kedua anak muda itu, tetapi tidak ada yang bisa mereka lakukan. Melihat penampilan Johan, terlihat jika laki-laki itu memiliki semuanya, kekuasaan, dan kemampuan. Kedua anak muda itu segera meninggalkan hotel tersebut, dan kembali ke apartemen mereka,
Mobil Johan memasuki kawasan Harbour Bay Downtown Jl. Duyung Sei Jodoh, Sungai Jodoh. Di tepi pantai, rumah makan itu berada, yang merupakan restaurant pecinta seafood di kota Batam. Berbagai ikan maupun kelompok seafood lainnya, tersaji dalam keadaan segar. Konsumen bisa memilihnya dengan suka cita, tinggal tunjuk, timbang dan bayar. Setelah menghentikan mobil, laki-laki itu menggandeng tangan Raveena dan segera membawa gadis itu ke dalam.
"Ternyata sangat menyenangkan bisa masuk ke restaurant dengan didampingi pacar.." Johan tersenyum sendiri, laki-laki ini berpikir sendiri.
Raveena merasa bingung melihat laki-laki di sampingnya itu tersenyum sendiri. Gadis itu mengedarkan pandangan ke sekeliling, namun dia tidak menemukan ada orang lain disitu kecuali waiters yang mengantarkan mereka menuju ruang yang dipesan Johan. Merasa penasaran, Raveena mencubit pinggang laki-laki itu.,
"Ada apa sayang.. kenapa mencubit pinggangku." Johan merasa kebingungan, sehingga anak muda itu langsung bertanya pada gadis itu.
"Kakak senyum sama siapa, memang ada yang lucu. Sepertinya tidak ada deh.." dengan penuh selidik, Raveena malah balik bertanya.
Johan tersenyum kemudian menundukkan wajahnya ke bawah. Tanpa permisi, sebuah kecupan bertengger di dahi gadis itu. Raveena melotot, dan menunjuk waiters perempuan yang berjalan di depan mereka. Tapi seperti tidak memiliki rasa malu sedikitpun, Johan malah semakin mengeratkan rangkulannya pada gadis itu.
"Tuan muda... nona muda.. silakan masuk. Ini ruangan yang tadi dipesan oleh tuan muda, dengan view langsung terarah ke laut dan gundukan bukit karang di sebelah sana." dengan ramah waiters mempersilakan mereka masuk ke dalam.
Melihat pemandangan indah tersaji di depan matanya, Raveena melepaskan pelukan laki-laki itu. Gadis muda itu berlari, dan berlari menuju ke arah jendela kaca besar untuk melihat lebih dekat pemandangan itu. Setelah beberapa saat menikmati pemandangan, Raveena menoleh ke belakang melihat ke arah Johan kekasihnya.
"Kak Jo.. ambilin foto donk, sangat sayang jika keindahan ini tidak diabadikan.." gadis itu memanggil Johan dengan maksud untuk mengambilkan gambarnya dengan menggunakan kamera ponsel.
__ADS_1
"Mbak sini.." Johan malah memanggil waiters untuk mendekat ke arahnya. Setelah waiters datang, laki-laki itu menjelaskan bagaimana perempuan itu harus mengambil gambar mereka berdua.
"Oh My God... ternyata kak Johan mau difoto juga.. Huh.. bilang dong.." Raveena memprotes sikap kekasihnya.
"Sudah memiliki pasangan, tidak diperbolehkan untuk melakukan foto sendiri, apalagi selfie. Ntar dipikir orang masih jomblo lagi.. Makanya kita harus tunjukkan pada dunia, kita harus foto berdua, berpasangan." dengan cepat, Johan menanggapi perkataan Raveena. Laki-laki itu segera mendekat ke arah Raveena, dan dengan mesra merangkul bahkan mencium gadis itu. Dengan gemetar karena grogi, waiters mengambil beberapa gambar pasangan kekasih itu. Setelah menyerahkan kembali ponsel pada Johan, waiters segera berpamitan untuk meninggalkan mereka berdua, untuk menyiapkan menu pesanan mereka.
Johan mengajak Raveena untuk berjalan keluar menggunakan pintu penghubung yang ada di dalam ruangan itu. Sambil memeluk tubuh Raveena dari belakang, Johan meletakkan dagunya di bahu gadis itu.
***********
Alexa kebingungan mencari keberadaan Raveena dan Johan. Berkali-kali perempuan itu memasuki Pent House yang ditempati mereka berdua, namun berkali-kali pula, ALexa tidak menemukan mereka berdua. Alexa bermaksud mengajak dua orang itu untuk menikmati makan siang bersama. Bekal makanan yang disiapkan Lili dan dibawakan kepadanya sangat banyak, dan mustahil dihabiskan berdua hanya dengan Ravendra.
"Dari Pent House yang ditempat Johan dan Raveena kak. Mau mengajak mereka untuk menghabiskan makanan yang disiapkan Lili, soalnya sangat banyak. Kan sayang jika tidak dimakan.." ALexa menjawab pertanyaan suaminya. perempuan itu duduk di samping suaminya.
Dengan penuh kasih sayang, Ravendra mengusap perut perempuan itu, kemudian memberikan ciuman di perut istrinya.
"Jagoan daddy... jangan tidur mulu ya.. Ini mamamu tidak ada kerjaan, tahu your aunty and your uncle pergi berdua, dicariin saja sejak tadi. Daddy sampai ditinggal sendiri terus.." terdengar Ravendra mengadu pada janin di rahim istrinya. Alexa tersenyum melihat tingkah suaminya, perempuan itu mengusap rambut Ravendra yang menempe di pangkuannya.
"Woww... betul-betul jagoan daddy..." tiba-tiba terdengar teriakan Ravendra, sampai mengejutkan ALexa.
__ADS_1
"Ada apa sih kak.. bikin jantungan saja." ALexa memprotes teriakan suaminya.
"Ha.. ha.. ha.. jagoan daddy ternyata jago main bola honey. Masak daddy memberinya ciuman, malah daddy dibalas dengan tendangan olehnya." Ravendra dengan wajah cerah penuh kebahagiaan, mengadukan tingkah janin di rahim istrinya.
"Owalah.. sudah biasa itu kak.. Tiap hari, apalagi kalau Lexa mandi berendam air hangat, dengan aroma therapy oil di dalamnya, sepertinya baby kita sangat menikmatinya. Gerak terus. tetapi gerakannya lembut tidak mengganggu Lexa.." perempuan itu memberi tanggapan pada aduan suaminya.
Ravendra tersenyum, dan berkali-kali memberikan ciuman di perut istrinya. Merasa geli dan berat dengan kepala Ravendra yang menempel di pangkuannya, Alexa mengangkat kepala Ravendra ke atas. Untung saja laki-laki itu menyadari jika kepalanya membebani perut istrinya. Ravendra mengangkat wajahnya kembali, dan memberikan ciuman di dahi istrinya. Dari dahi, bibir Ravendra bergerak turun dan akhirnya, di atas bibir ALexa keduanya melakukan ciuman yang dalam dan lama.
"Kak stop it.. perut Alexa masih begah.. Kan tadi pagi sudah janji.." dengan nafas terengah-engah, ALexa menahan kepala suaminya yang semakin merangsek ke bawah.
Mendengar keberatan istrinya, Ravendra menurut meskipun laki-laki itu terlihat tersiksa. Laki-laki itu menatap wajah istrinya dengan mata yang redup.
"Honey..., nanti malam lagi ya.." dengan penuh harap, laki-laki itu meminta pada istrinya.
Merasa sudah mencegah keinginan suaminya saat ini, akhirnya Alexa menganggukkan kepalanya.
"Tapi jika baby kita anteng ya kak, tidak buat ulah.." bisik Alexa menggoda suaminya.
"Hi jagoan.. kerja sama donk. Kasihan daddy ya.. nanti malam mommy hanya untuk daddy.." Ravendra kembali mencium perut ALexa, dan membisikkan kata-kata kepadanya.
__ADS_1
*********