Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Jejak Kaki


__ADS_3

Tatkala semua orang sedang fokus melacak tempat itu, dan Nyonya Sarah terlihat tertidur dengan bersandar pada sebuah batang pohon, Alexa menyelinap dari tempat itu. Abhimana digendong di bagian depan perempuan itu, kemudian dengan mengendap Alexa meninggalkan dan membebaskan diri dari pengamatan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Perempuan muda itu berpikir, akan terasa sangat sulit, dirinya akan pergi dari tempat itu, jika mereka bergerombol dan membawa banyak orang bersamanya.


"Hmmm... seperti batu-batuan tebing yang menonjol keluar itu bisa menjadi jalan untukku menuju ke bawah." Alexa mengamati keadaan di pinggiran jurang tersebut. Perempuan muda itu tersenyum melihat medan di bawah tempatnya berjongkok sambil menggendong ABhimana.


Tempat seperti itu merupakan tempat yang sudah biasa dijelajahinya tatkala Alexa masih muda. Hobby menyendiri dan berinteraksi dengan alam luas, sering membawa Alexa melakukan penjelajahan di goa, bukit maupun gunung. Hobby itu terkadang di jalaninya dengan beberapa teman yang memiliki kesenangan yang sama, namun tidak jarang juga dilakukannya secara sendirian.


"Abhimana.. kamu putra mama ALexa dan papa Ravendra.. Buktikan jika kamu memang layak menjadi putra kami, jaga dirimu, dan jangan patahkan semangat mama dengan rengekan tangismu.." Alexa menatap bayi yang ada di depan dadanya. Mata Abhimana bertatapan dengan mata mama Alexa secara langsung, dan sebenarnya jujur hati perempuan muda itu terasa teriris..


Tiba-tiba tidak diduga, Abhimana mengangkat satu tangannya ke atas. perlahan tangan bayi kecil yang belum genap berusia dua bulan itu, mengusap lembut pipi dan dagu Alexa. Seperti mengisyaratkan jika bayi kecil itu akan menjaga dan melindunginya. Tanpa sadar air mata menetes dari sudut mata Alexa, melihat tingkah yang ditunjukkan oleh anak laki-lakinya itu., Setelah beberapa saat, ALexa tenggelam dalam perasaan haru melihat wajah Abhimana, perempuan muda itu mencium lembut kening dan kedua pipi Abhimana.


"Kita akan berangkat Abhi.. jaga mama sayang..." sambil tersenyum, Alexa mengucap beberapa kata pada Abhimana.


Kemudian perempuan muda itu, mengikat tali dengan mengikatkan pada pasak besi yang sengaja disiapkannya dari pulau Batam. Setelah merasa pasak besi itu kuat, perempuan muda itu kemudian melemparkan tali panjang ke bawah. Beberapa saat kemudian, setelah mengucapkan doa dalam hati, Alexa melompat turun ke bawah tebing dengan cekatan. Betul-betul dapat dilihat dengan mata telanjang, seperti seorang climber profesional, dengan menggendong bayi di dadanya, Alexa meloncat dan dengan hati-hati serta penuh perhitungan, gadis itu terus merambat di sisi tebing.


********


Beberapa Saat Kemudian


Nyonya Sarah tersentak, perempuan itu dengan cepat mengerjapkan matanya dan mengedarkan pandangannya. Sesaat sebelum perempuan paruh baya itu tertidur, Nyonya Sarah masih ditunggui oleh Alexa dan Abhimana. Tetapi saat ini, keduanya sudah tidak ada lagi di sekitar tempatnya berada.

__ADS_1


"Kemana Lexa dan Abhi..." Nyonya Sarah perlahan berdiri.


Melihat tidak ada putri dan cucunya di sekitar tempatnya berdiri, perempuan itu berjalan mendatangi keberadaan suami dan beberapa anak buahnya berada.


"Kenapa kak Thomas hanya ditemani tiga orang anak buah bersamanya. Kemana Alexa dan Abhimana.." tidak melihat keberadaan Thomas di sekitar suaminya, muncul perasaan tidak enak di hati perempuan paruh baya itu.


Nyonya Sarah bergegas mendekati suaminya, untuk menanyakan keberadaan putri dan cucu mereka. Tetapi baru beberapa langkah, terlihat salah satu anak buah mereka datang dan lewat di depannya. Perempuan paruh baya itu tidak membiarkannya, dan langsung bertanya tentang keberadaan putri dan cucunya.


"APakah kamu melihat keberadaan nona muda dan tuan muda kecil.." dengan cepat, Nyonya Sarah langsung bertanya.


"Tidak Nyonya... kami baru saja memasang router baru untuk menyalurkan signal. Karena koneksi kita terhambat di hutan ini, sehingga harus mengambil langsung tanpa ijin dari satelit. Kami sejak tadi tidak melihat keberadaan nona muda dan tuan kecil.." laki-laki itu menjawab pertanyaan Nyonya Sarah, kemudian ijin untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Ada apa mam.. kenapa wajahmu pucat." Thomas yang sedang menengok ke arahnya, bertanya pada perempuan itu.


"Lexa pa .. dan Abhi. Apakah papa tahu ada dimana keduanya. Sejak tadi mama berkeliling mencoba untuk mencarinya, tetapi tidak ada pa.." dengan suara gemetar. Sarah menceritakan apa yang sedang terjadi.


Thomas tersentak, laki-laki itu tanpa sadar langsung terbang, dan mencari ke sekeliling. Beberapa pengawal yang belum mengetahui identitas sebenarnya dari laki-laki itu merasa kaget, mereka seperti berhenti menahan nafas, dan menatap Nyonya Sarah dengan penuh tanya.


"Jangan takut.. suamiku memang manusia vampire, tetapi dia tidak akan mengganggu kalian. Sifat vampirenya hanya akan datang, ketika suamiku tidak mampu lagi menguasai emosinya." melihat ketakutan orang-orang yang datang bersamanya, Nyonya Sarah segera memberikan penjelasan. Orang-orang itu terlihat sedikit kehilangan rasa takut, dan Nyonya Sarah menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Bantu saya untuk menemukan nona muda dan tuan kecil.." ucap Nyonya Sarah lirih.


Orang-orang itu saling berpandangan, tetapi melihat sinar mata Nyonya Sarah yang tampak memohon kepada mereka, akhirnya orang-orang itu segera membubarkan diri. Nyonya Sarah juga berkeliling sekali lagi berusaha untuk menemukan keberadaan putri dan cucunya.


Di tempat lain, mata Thomas terlihat pucat. Matanya melihat pasak besi yang dikaitkan dengan seutas tali tampak menuruni jurang ke bawah. Laki-laki itu memegang tali, dan mencoba menariknya ke atas.


"****.. mana Lexa dan Abhi.. Tali ini kosong, apakah Lexa sudah berada di bawah." melihat tali yang ditariknya ringan dan tidak ada beban di bawah, Thomas seketika menjadi panik.


Laki-laki itu tanpa bicara, segera meluncur ke bawah sambil mengamati setiap ada lekukan batu yang bisa digunakan untuk bersembunyi. Namun sampai di dasar jurang, Thomas tidak melihat siapapun.


"Tempat ini sepi.. apakah mungkin gudang tempat penyekapan Ravendra ada disini." melihat sepi dan gelapnya tempatnya menginjakkan kaki di tanah, Thomas bertanya pada dirinya sendiri,


Tiba-tiba laki-laki itu melihat jejak kaki di bawah sepatunya, dan laki-laki itu tersenyum melihat ukuran telapak kakinya.


"Hmm.. syukurlah.. Lexa berhasil melewati tebing ini dengan selamat. Aku lupakan saja Sarah dan beberapa anak buahku di atas, aku akan menyuruh mereka untuk kembali ke Frankfurt. Hanya itu satu-satunya cara untuk menjaga istriku.." Thomas bergumam. Laki-laki itu segera mengambil ponsel dari dalam saku jaket yang dikenakannya, Melihat ada signal, Thomas tersenyum dan dengan cepat mengirimkan pesan untuk memberi tahu keberadaannya pada istrinya itu. Selain itu, Thomas juga meminta istri dan anak buahnya untuk segera kembali ke kota.


"Aku akan mengikuti jejak kaki ini.." bisik Thomas.


*********

__ADS_1


__ADS_2