Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Rasa Hati


__ADS_3

Alexa tersenyum melihat ke arah suaminya, perempuan muda itu bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh ravendra. Perempuan muda itu juga sering merindukan saat-saat dimana dia berada dalam pelukan dan dekapan suaminya, kemudian mereka terbang di atas awan. Dengan pandangan mata, Ravendra memberi isyarat agar Alexa mengencangkan gendongan Abhimana dalam dekapannya. Tanpa banyak bicara, Alexa mengencangkan ikatan gendongan bayi mungilnya, dan tiba-tiba tanpa disadari tubuhnya sudah berada dalam bopongan suaminya. Ravendra tersenyum, dan laki-laki itu menundukkan wajahnya ke bawah. Tautan kedua bibir pasangan suami istri itu di bawah kegelapan kabut terjadi, dan dari spion mobil para pengawal menyaksikan mereka.


"Bawa Lexa dan Abhi ke atas kak.. Alexa merindukan saat-saat kita seperti ini.." bibir ALexa berbisik meminta suaminya segera membawanya terbang.


:"Baiklah ratuku.. apapun akan aku lakukan untuk kebahagaianmu honey.. Bersiaplah.." sambil terus memberikan ciuman dan pagutan, Ravendra mulai mengangkat kedua kakinya ke atas. Tidak lama kemudian, terlihat laki-laki itu sudah melayang dengan tetap dalam posisi berdiri, dan ALexa serta serta Abhimana dalam rengkuhan kedua tangan dan lengannya yang kuat.


Kegelapan di atas tanah semakin pekat, bahkan Alexa merasa tidak bisa melihat dan menyaksikan apapun. Namun untungnya mata vampire Ravendra sangat tajam dan jelas menembus kegelapan. Tanpa ada halangan, laki-laki itu terus terbang ke atas sampai melampaui tingginya pohon-pohon pinus yang banyak tumbuh di hutan yang mereka lewati. ternyata semakin mereka berada di atas, kabut gelap sudah mulai menipis. Namun meskipun demikian, pandangan mereka ketika melihat ke bawah masih terhalang oleh gelapnya kabut.


"Apakah kamu senang honey.. berada dalam dekapanku seperti ini.." melihat tatapan dan sinar kebahagiaan terpancar jelas dari mata perempuan muda yang ada dalam pelukannya itu, Ravendra bertanya untuk memastikan.


"Of course kak.. Terkadang Alexa merindukan hal-hal kecil seperti ini, bagaimana kedua tangan kokoh kak Ravendr terasa hangat memelukku, mengamankanku.. Apalagi untuk saat ini, sudah ada Abhimana kak.. Alexa merasa lengkap kehidupan kira saat ini.." ucap lirih Alexa sambil kedua matanya menatap laki-laki yang sangat dicintainya itu. Kembali ciuman di bibir menyergap perempuan muda itu.


"Demi apapun honey.. semua akan aku lakukan untuk kalian berdua. Keberadaanmu di sampingku, ditambah dengan kehadiran Abhimana, melengkapi kehidupanku yang sudah lama kosong, lama hilang, dan bahkan pernah ingin mengakhiri hidup abadiku ini. Namun kehadiran kalian saat ini.. membuatku ingin terus menikmati hidup selama-lamanya." Ravendra terus mengumbar apa yang dirasakannya dalam hati.


Alexa tersenyum sambil terus mengarahkan tatapan matanya pada mata laki-laki itu. Tangannya dengan lembut mengusap rahang Ravendra, kemudian turun ke leher laki-laki yang sudah menjadi papa bagi anak yang saat ini sedang dalam gendongannya itu. Tiba-tiba Ravendra menjadi seperti merasakan ketegangan, tangan lembut istrinya dengan lembut membelai leher dan masuk ke dalam baju atasannya, seperti sebuah setroom yang membuat laki-laki itu hampir menahan nafasnya.

__ADS_1


"Honey.. kamu memancingku sayang.. Kakak jadi ingin melakukannya sambil kita berada di atas seperti ini.." tiba-tiba bisikan me**sum Ravendra memenuhi telinga Alexa.


Alexa tersentak, kemudian perempuan muda itu segera kembali menarik tangannya keluar dari dalam baju atasan suaminya. Sebenarnya niat pertama kali kenapa dia melakukannya, adalah untuk memberikan kehangatan pada tubuh suaminya. Namun ternyata Ravendra menerjemahkannya lain.


"Lakukan terus honey.. jangan lepaskan. Semua seperti menjadi penyemangat untuk kakak.. tidak mungkin suamimu ini akan kehilangan akal sehat, ada Abhimana disini honey.." dengan senyum smirk, Ravendra berbisik di telinga Alexa.


Sebuah cubitan kecil kembali dilakukan oleh perempuan muda itu, dan suara tawa Ravendra menggema dari atas pohon-pohon.


**********


"Jangan kamu berpikir.. jika honey akan lepas dari makanku malam ini sayang.." bisik lirih Ravendra di telinga Alexa. Namun gadis itu tetap tertidur tidak terusik oleh bisikan-bisikan mesum yang dilakukan oleh suaminya.


Ravendra perlahan membuka akses pintu masuk dari roof top, kemudian tanpa ada yang mengetahui laki-laki itu segera membawa istri dan putranya untuk masuk ke dalam kamar. Baru saja laki-laki itu melangkah beberapa langkah memasuki ruang utama, terlihat Sonya terkejut melihatnya mereka datang. Namun karena perempuan yang sudah sangat lama tinggal bersamanya itu mengetahui identitasnya, perempuan itu segera bisa menetralisir rasa keterkejutannya.


"Tuan muda dan nona muda serta tuan kecil sudah datang.." dengan senyum tulus, perempuan paruh baya itu menyapa tuan mudanya.

__ADS_1


"Ambil Abhimana.. tidurkan di kamarnya. Kasihan Lexa istriku.. dia pasti kecapaian karena sejak tadi menggendong putraku.." dengan cepat, Ravendra memerintah SOnya untuk segera mengambil alih ABhimana.


Tanpa menunggu pengulangan perintah, dengan cepat Sonya mengambil alih Abhimana dari gendongan Alexa. Merasa ada yang hilang dari dekapannya, mata ALexa perlahan terbuka dan melihat senyum suaminya sedang takjub memandangnya.


"Kita ada dimana kak.. apakah kita sudah kembali ke kastil.." masih dengan suara serak, ALexa bertanya pada suaminya.


"Iya honey.. Bibi SOnya mengambil alih Abhimana agar ditidurkan dalam kamar. Saat ini tinggal kita berdua, sesuai yang tadi aku katakan sayang, malam ini aku akan memakan honey. Beri suamimu ini makan honey.." dengan tatapan me**sum dan senyuman smirk, Ravendra berbisik lirih di telinga istrinya.


"Tapi kak.. bukankah tadi sudah di kapal pesiar.. Masak kita akan melakukannya lagi.." dengan mata melotot mendengar kata-kata intim suaminya, ALexa memprotes perkataan itu.


"Mmmm.. apakah perlu aku mencari tempat untuk menuntaskan hasratku honey.. jika honey menolak untuk memberikan pelayanan padaku.."; dengan muka memelas, Ravendra pura-pura merajuk.


Melihat hal itu, muncul rasa kasihan dari dalam hati ALexa,. ternyata tangan Ravendra yang sudah mulai bergerilya dengan meraba kulit bagian dalam perempuan muda itu, menimbulkan desiran-desiran halus. Tanpa disadari, bahasa tubuh ALexa terlihat seperti menginnginkan aksi lebih lanjut dari suaminya. Dengan nafas yang mulai tidak beraturan, Alexa memeluk erat tubuh suaminya,


"Kita akan menuntaskannya sayang, jangan khawatir.." dengan nada suara yang serak, Ravendra segera membawa Alexa masuk ke dalam kamar. menggunakan satu kaki kanannya, Ravendra membuka pintu kamar, kemudian kembali menutupnya perlahan. Tidak sabar menunggu di atas sofa, Ravendra membaringkan tubuh ALexa. Keduanya saling memeluk dan saling memberikan kehangatan kembali. Ciuman demi ciuman terus membanjir dan saling memenuhi rasa hausĀ  akan belaian dari pasangan suami istri itu.

__ADS_1


********


__ADS_2