Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Melepaskan Diri


__ADS_3

Raveena merasa kecewa dengan perlakuan yang diberikan oleh suaminya, padahal perempuan itu ingin mendapatkan perlakuan yang lebih. Apalagi di sekitar mereka, tidak ada seorangpun yang lewat atau sedang berusaha untuk naik ke arah puncak. Namun seakan tidak memahami dan mengetahui kekesalan yang dirasakan oleh istrinya, Johan terus melangkahkan kaki mendaki ke arah puncak. Dengan kesal, Raveena mengikuti suaminya dari belakang. Beberapa saat kemudian..


"Veena sayang.. syukurlah kita berhasil mencapai puncak Pilatus sayang.. Lihatlah.. gugusan bukit-bukit di atas sana.." Johan menarik tangan Raveena, dan gugusan bukit terlihat indah dari atas tempat mereka berada.


Meskipun saat ini Johan dan Raveena berada di puncak yang hanya berada batu-batuan saja, namun ketika mereka mengarahkan pandangan mereka ke bawah, mereka sangat takjub dengan keindahan alam yang tersaji indah di depan mata mereka. Mata Raveena langsung mengerjap melihat suguhan pemandangan itu, dan seperti melupakan rasa kesal pada suaminya. Johan memeluk Raveena dari belakang, dengan meletakkan dagunya di atas pundah istrinya. Sebuah siluet yang sangat mendebarkan, melihat sepasang suami dan istri saling berpelukan di atas puncak sebuah gunung, dengan hamparan pemandangan yang sangat indah.


"Sayang.. Veena ingin.." tiba-tiba Raveena membalikkan badannya, dan jadilah pasangan suami istri itu saling berdiri berhadapan.


Johan tersenyum\, kemudian laki-laki itu mulai menundukkan wajahnya ke bawah dan menatap lekat mata biru istrinya. Keduanya saling berpandangan untuk beberapa saat\, dan hembusan angin dingin yang menerpa tubuh keduanya\, sama sekali tidak mereka rasakan. Johan memiringkan kepalanya perlahan dengan tetap menatap redup mata istrinya\, dan perlahan bibir Johan mema**gut bibir Raveena. Ciuman dalam dan basah antara pasangan suami istri terjadi sangat liar dan panas\, sampai de**sah nafas mereka tidak beraturan.


"Kita akan lakukan di tempat ini sayang.. apakah istriku yang cantik bersedia.." dengan suara lirih, Johan bertanya pada Raveena. Ciuman Johan sudah beralih merambah ke area leher istrinya, dan syal yang menutup leher Raveena sudah jatuh di atas batu. perlahan tanpa menjawab, Raveena menganggukkan kepalanya.


"Tunggulah sebentar sayang.. kita masih harus gunakan akal waras kita." tiba-tiba Johan melepaskan ciuman dan pelukan di tubuh Raveena. Terlihat kekecewaan kembali membayang di wajah gadis itu.


Namun Johan malah meninggalkan Raveena, kemudian laki-laki muda itu berjongkok dan membuka bag carrier yang mereka bawakan. Dengan sekali hentak, dome mini tampak berdiri di depan mereka berdua. Tanpa mau membuang-buang waktu, sebuah matras melapisi dome bagian dalam. Johan kemudian masuk di dalamnya, dan menguji kekuatan bangunan dome yang hanya dalam sekejap mata sudah berdiri itu. Melihat apa yang dilakukan suaminya, sebuah senyuman muncul di bibir Raveena, tanpa menunggu lagi gadis muda itu segera menyusul suaminya masuk ke dalam dome.

__ADS_1


Melihat Raveena yang sudah berada di dalam dome, dengan senyum mengembang Johan segera menarik tangan gadis itu. tidak menunggu lama, Raveena sudah berada di atas dada laki-laki itu. Tidak diduga, raveena segera memanfaatkan moment itu, bibirnya langsung terarah ke bawah, dan melu**mat bibir Johan dari atas dadanya. Aroma panas segera menghangatkan ruangan dalam dome itu, dan keduanya segera memadukan tubuh mereka, saling memberi dan saling menghangatkan.


"Kak Jo.. han.. akh..." de**sahan meluncur keluar dari bibir Raveena ketika tanpa sadar, tangan dan hisapan dilakukan Johan di setiap jengkal kulit yang dilalui oleh bibir laki-laki itu. Suasana dingin di puncak gunung itu, seperti menambah kepaduan menyatunya kedua tubuh pasangan suami istri itu, yang saling mereguk air di padang gersang.


*******


Raveena dan Johan menginap semalam di puncak gunung Pilatus, dan karena merasa tidak nyaman jika Ravendra dan Alexa mengetahui keberadaan mereka di negara Swiss, akhirnya Johan mengajak istrinya untuk mampir ke kastil Ravendra. Raveena sebenarnya menolak, merasa khawatir akan dimarahi oleh kakaknya karena memberitahu tempat tinggal kastil pada Nyonya Sarah dan Tuan Thomas. Tetapi Johan terus memaksanya, karena sekaligus akan berpamitan untuk menjalankan usaha sendiri dengan istrinya Raveena.


"Apakah kak Johan yakin.. berani berbicara untuk melepaskan diri dari perusahaan kak Ravendra.." Raveena menanyakan tentang kemantapan hati suaminya.


Gadis muda itu tersenyum, dalam hati ada rasa haru dan mulai yakin akan perasaan yang dimiliki suaminya kepadanya selama ini. Beberapa waktu ini, sebenarnya Raveena masih meragukan perasaan yang dimiliki Johan terhadapnya, dan langkah inilah yang diambil untuk mengukur kekuatan cinta laki-laki itu kepadanya.


"Apakah istriku meragukanku, jika nanti aku tidak akan bisa menghidupimu sayang.. Percayalah Veena sayang, meskipun asset yang kumiliki tidak sebanding milik Kak ravendra, ataupun milik papa Abraham.. namun tidak akan habis untuk tujuh turunan sayang. Bahkan beberapa perusahaan juga sudah aku miliki, dan aku jalankan bersama-sama dengan perusahaan kak Ravendra.. Apakah istriku masih meragukanku.." sambil menatap mata Raveena, Johan bertanya.


Mendengar kata-kata itu, membuat hati dan perasaan Raveena menjadi sejuk. Perempuan muda itu tidak menanggapi kata-kata yang diucapkan oleh suaminya, malahan Raveena memeluk dan memberikan ciuman di bibir Johan. Keduanya saling bertatapan, dan mata mereka saling bertemu.

__ADS_1


"Veena tidak akan ragu kak Johan.. apakah kakak juga meragukan Veena. Asset warisan dari papa dan mama, sudah Veena kembangkan juga di beberapa negara kak Johan sayang.. Kita masih akan bisa menghidupi anak dan cucu kita, meskipun tanpa bekerja lagi dengan profit dari asset-asset tersebut.." akhirnya Raveena berucap pelan.


Johan tersenyum, kemudian laki-laki itu kembali mendekap dan memeluk istrinya untuk beberapa saat. Kemudian Johan kembali melepaskan pelukan itu, dan menimbulkan tanda tanya dalam pikiran Raveena.


"Kita harus segera bergegas turun sayang.. apakah kamu mau, aku membawamu turun ke bawah dengan terbang layaknya manusia vampire.." untuk menepis pikiran macam-macam di benak Raveena, akhirnya Johan menjelaskan apa yang dilakukannya.


"tidak perlu sayang.. Veena percaya pada kak Johan.." ucap Raveena perlahan,


Gadis itu akhirnya segera bergegas, kemudian membantu suaminya membereskan peralatan dan membongkar dome yang mereka gunakan untuk menginap di puncak Gunung Pilatus. Tidak lama kemudian, semua peralatan dan barang-barang yang mereka bawa sudah tersusun rapi di dalam carrier bag. Johan menolak tawaran Raveena yang akan membantunya membawa barang-barang itu.


"Kita turun sekarang sayang.. agar bisa sampai di bawah sebelum malam datang.." Johan segera mengajak Raveena turun.


Akhirnya pasangan suami istri kembali turun ke bawah dengan berjalan berurutan karena medan batu yang mereka lewati. Beberapa saat mereka sampai agak ke tengah, ternyata banyak pengunjung lain yang ternyata juga melakukan camp di tempat tersebut.


**********

__ADS_1


__ADS_2