Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Cucuku Ini Nenek


__ADS_3

Dengan tatapan marah, Alexa melihat ke semua maid yang berusaha menghalangi dirinya, Para maid itu menundukkan wajahnya tidak berani melihat ke arah Alexa yang sedang marah. Akhirnya mereka tidak berani melakukan gerakan apapun, mereka membiarkan Alexa berjalan menuju ke arah pintu gerbang. Merasa takut jika nanti dikatakan sebagai pihak yang disalahkan oleh tuan muda mereka, para maid itu mengikuti Alexa dari belakang.


"Apa yang sedang kalian lakukan..?? Apakah kalian tidak memiliki rasa malu, ramai-ramai memegangi perempuan tua yang tidak berdaya itu?" suara Alexa dengan nada tinggi mengagetkan para pengawal yang masih memegangi perempuan paruh baya itu.  Mereka saling berpandangan, kemudian dengan tetap memegangi perempuan tua itu, mereka memberanikan diri menoleh ke arah Alexa,


Nona muda Alexa berjalan mendekati mereka, dengan para maid yang hanya berani berjalan di belakang istri dari tuan muda mereka itu. Para pengawal dengan tidak berdaya hanya menatap wajah Alexa dengan tertunduk. Beberapa memelototi para maid yang ada di belakang. Namun para maid juga mengalami hal yang sama, mereka juga tidak berdaya menghadapi nona mudanya,


"Lepaskan ibu ini.., kasihan sudah tua bukannya diberikan pertolongan, malah dipegang seperti tahu ini. Apakah kalian tidak merasakan, jika pegangan beberapa tangan laki-laki itu sakit, dan bisa menimbulkan jeram-jeram di tubuh ibu-ibu ini." Alexa terus memarahi para pengawal itu,


Akhirnya tidak tahan dengan omelan Alexa, mereka akhirnya melepaskan pegangan pada perempuan tua itu. Tetapi mereka tidak berani lengah, mereka terus mendekati nona muda untuk menghindarkan jika terjadi kesalahan dari perempuan tua itu.


"Ada apa ibu.., apa yang terjadi dengan ibu. Apakah ada yang sakit?" Alexa langsung mendekati perempuan paruh baya itu, kemudian menanyakan bagaimana keadaanya.


Melihat gadis yang sejak tadi diamatinya saat ini berada di depannya, perempuan tua itu tiba-tiba tidak mampu berbicara. Tatapan matanya dengan air mata menggenang di kelopak matanya, menatap Alexa dengan segenap rasa rindu dan penuh keharuan,


"Cucuku.., cucu perempuanku. Akhirnya aku berhasil menemui cucuku, kita bisa bertemu lagi dalam keadaan ini." suara perempuan tua itu bergetar, dengan keadaan tergugu perempuan tua itu mengajak bicara Alexa,


"Cucu..., oh berarti nenek ini sedang mencari cucu perempuan nenek yang sudah lama menghilang ya. Sekarang nenek istirahat dulu ya, sepertinya nenek saat ini sedang terlihat letih. Ayo nek.., istirahat dulu di dalam.." Alexa merasa jatuh kasihan pada perempuan tua itu. Alexa mengajak nenek untuk beristirahat, dan mengajaknya untuk memasuki gerbang kastil. Para pengawal dan para maid saling berpandangan, mereka tidak  ada yang berani untuk menolak keinginan nona muda mereka.

__ADS_1


"Siapkan minuman dan makanan untuk nenek ini!" Alexa memerintah pada para maid untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk perempuan tua itu.


"Baik nona muda.." tidak ada yang berani membantah apa yang diperintahkan oleh ALexa, Mereka segera berlari masuk lebih dulu ke dalam gerbang, dan langsung menuju ke arah dapur.


Dengan senang hati, perempuan paruh itu mengikuti Alexa, Keduanya berjalan beriringan masuk ke dalam gerbang, dan para pengawal berjejer memberikan pengawalan di belakang mereka. Alexa meminta nenek itu untuk duduk di teras. Kebetulan ada seperangkat meja dan kursi yang diletakkan di teras, sebagai tempat transit bagi para tamu sebelum bertemu dengan tuan rumah.


********


Alexa dengan penuh haru melihat nenek itu menikmati makanan dengan lahap. Sepertinya nenek tua itu belum bertemu dengan minuman dan makanan beberapa hari lamanya, sehingga tidak butuh waktu lama, kudapan yang dibawa oleh para maid sudah habis masuk ke dalam perut perempuan paruh baya itu. Alexa tersenyum, kemudian tatapan matanya mengamati perempuan paruh baya itu dari ujung kaki sampai ujung kepala,


"Siapkan pakaian, dan antar nenek ini ke kamar mandi. Jika perlu mandikan nenek ini, dan setelah bersih baru antarkan dia kembali padaku." Alexa kembali menyuruh para maid untuk membersihkan nenek itu.


"Baik nona muda.., akan segera kami lakukan." tanpa membantah, para maid menyanggupi permintaan Alexa.


Perempuan paruh baya itu menatap Alexa, terlihat sepertinya perempuan itu menolak untuk diminta membersihkan tubuhnya. Tetapi mendengar ketegasan suara Alexa memberi perintah pada para maid, akhirnya perempuan paruh baya itu mengikuti apa yang diperintahkan oleh gadis yang dikira cucunya itu.


"Baik cucuku.., tunggu nenek ya. nenek akan pergi mandi sebentar.." sebelum berjalan mengikuti para maid, nenek tua itu berpamitan pada Alexa.

__ADS_1


"Iya nek.. ikutilah mereka. Aku akan menunggu nenek di tempat ini juga. Jangan khawatir, aku tidak akan meninggalkan nenek." ALexa membalas perkataan perempuan paruh baya itu, untuk memberikan perasaan tenang kepadanya. Setelah mendengarkan jawaban Alexa, nenek itu segera mengikuti kemana para maid membawanya.


Alexa tersenyum melihat kepergian perempuan paruh baya itu. Setelah tempat itu kembali sepi, Alexa melanjutkan kembali aktivitasnya yang sempat tertunda. Beberapa pot lama yang sudah pecah disingkirkannya ke pinggir, kemudian menggeser pot-pot baru setelah menyiraminya dengan air. Tidak berapa lama, Alexa berhasil menyelesaikan pekerjaannya. Perempuan itu bertepuk tangan memberi isyarat pada tukang kebun untuk datang mendekat kepadanya.


"Ada apa nona muda.., apa ada yang perlu saya bantu?" laki-laki itu segera bertanya pada Alexa, setelah mereka berhadapan,


"Bersihkan kembali tempat ini,  dan tata pot-pot ini ke tempat-tempat yang semestinya." ALexa langsung memberi perintah pada laki-laki itu.


"Siap nona muda.., segera akan saya lakukan." dengan sigap, laki-laki itu segera membereskan pekerjaan yang diminta oleh Alexa. Setelah mengawasinya sebentar, ALexa kemudian berjalan meninggalkannya,. Merasa hari sudah menjelang sore, Alexa memutuskan untuk segera membersihkan dirinya.


"Aku akan membersihkan tubuh dulu. Jika maid mencariku, minta mereka untuk menungguku. Dan jangan lupa, jangan sakiti nenek tua itu. AKu akan mengajaknya bicara setelah aku menyelesaikan aktivitas mandiku." ALexa langsung memberi arahan pada tukang kebun itu.


"Akan saya sampaikan pada para maid nona muda," tanpa bicara banyak, tukang kebun menyanggupi apa yang diperintahkan oleh ALexa. Laki-laki itu langsung mengambil sapu, dan mulai membersihkan sisa-sisa media tanam yang tadi digunakan oleh nona mudanya.


Alexa segera berjalan meninggalkan laki-laki itu. Sebelum masuk ke dalam kamarnya, Alexa menuju ke arah bangunan tempat para maid, di belakang bangunan kastil induk. Perempuan itu tersenyum mendengar para maid sedikit ribut memandikan nenek tadi. Perlahan Alexa berjalan meninggalkan bangunan tersebut, kemudian mengarahkan kaki menuju ke kamarnya sendiri.


**********

__ADS_1


__ADS_2