
Setelah Abhimana selesai dimandikan, gantian Alexa yang membersihkan tubuhnya di kamar mandi pesawat. Karena keterbatasan waktu, ALexa tidak memperlama waktu berada di dalam bathroom, tidak lama kemudian sudah menggantikan suaminya memegangi Abhimana. Ravendra segera memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
"Terima kasih ABhi sayang.. kamu memang malaikat mama sayang..." Alexa mengucapkan terima kasih pada putranya. Selama pencarian papa anak itu, tidak pernah sekalipun Abhimana membuat masalah dalam perjalanan. Bahkan ketika berhadapan dengan para pengawal Robert, maupun Robert, dan juga laki-laki bertopeng yang mereka katakan sebagai Robin.
Abhimana tersenyum, dan bayi kecil itu mengangkat tangannya dan digunakan untuk menyentuh wajah mamanya. Alexa seperti tidak percaya dengan interaksi kecil itu, perempuan muda itu menurunkan wajahnya ke bawah dan memberikan ciuman beberapa kali di pipi Abhimana. Setelah beberapa saat mereka saling berinteraksi, Alexa segera memberikan ASI untuk putra pertamanya itu. Tidak lama kemudian bayi kecil itu mulai tertidur, dan berbarengan dengan suaminya keluar dari bath room,
"Abhimana tidur honey.. biar tidak capai tangannya, jika Abhi tertidur, dipindahkan saja ke bed ya." dengan hati-hati, Ravendra mengangkat Abhimana dari tangan istrinya kemudian menidurkannya di bed yang memang disediakan di dalam private jet tersebut.
Seperti yang dikatakan oleh Ravendra, semua perlengkapan Alexa dan Abhimana juga Ravendra tersedia lengkap di dalam pesawat. Dari baju, sepatu, tas, sandal sampai semua perlengkapan Abhimana disediakan oleh suaminya tidak ada satupun yang ketinggalan.
"Abhi sudah tertidur.. sekarang saatnya kita mulai menikmati makanan honey.. Aku yakin, sudah satu minggu an lebih, kamu tidak menikmati makanan dengan sebenar-benarnya bukan.." Ravendra segera mengajak Alexa untuk mulai menikmati hidangan yang sudah disediakan pramugari di depan mereka.
"Lexa mau steak salmon saja kak.. sama vegetable salad..." melihat salmon steak kesukaanya disediakan disitu, Alexa meminta suaminya untuk mengambilkan untuknya.
Tanpa menjawab Ravendra mengambilkan apa yang diinginkan istrinya, dan juga menambahkan vegetable salad. Lemon Squash dengan sedikit es batu ikut disiapkan Ravendra untuk istrinya. AKhirnya keduanya mulai menikmati makan dalam diam.
"Honey.. kita akan menempuh perjalanan tidak lama, tidak akan sampai satu jam.. Kita akan ke negara Swiss dulu untuk beristirahat, Kebetulan kita memiliki asset disana, dan sudah sangat lama sekali aku belum pernah menyambanginya. Kita akan ke pegunungan Alpen Bernese, sebenarnya tidak jauh dari pegunungan tempat Robery menyekapku." setelah mereka menyelesaikan makan malam mereka, Ravendra menjelaskan tempat yang akan mereka tuju.
"Kemanapun Lexa akan ikut kak.. asalkan disitu ada kak Ravendra juga.." ucap ALexa pelan. Tidak lama pramugari masuk ke dalam kabin, dan memberi tahu jika pesawat sudah siap untuk diterbangkan.
__ADS_1
"Okay no problem.. kami juga sudah selesai melakukan makan malam. Bersihkan tempat seperti semula.." dengan cekatan, pramugari segera membersihkan meja, dan kembali mendorong meja kembali ke dalam.
Alexa segera berdiri dan memberikan ciuman di pipi dan kening Abhimana, kemudian menyelimuti bayi mungil itu. Setelah beberapa saat, Ravendra menarik tangannya perlahan kemudian mendudukkan istrinya di kursi, dan memasangkan seat belt untuknya.
"Duduklah dulu.. honey harus segera memasang seat belt.. karena pesawat mau take off. Akan riskan jika honey sambil berdiri.." ucap Ravendra lembut. Sebelum berpindah ke tempat duduknya sendiri, Ravendra memberikan ciuman di kening dan bibir gadis itu.
"Tidurlah dulu honey.. pejamkan matamu. Tidak akan sampai satu jam, peswat sudah akan landing kembali.." setelah melihat pramugari kembali datang untuk memberi tahu pada mereka, Ravendra kembali ke tempat duduknya.
Setelah melihat laki-laki itu memasang seat belt untuk dirinya sendiri, akhirnya pramugari kembali ke depan. Tidak lama kemudian, peswat sudah kembali melakukan take off.
******
DIni Hari
"Ada dimana aku.. apakah aku sedang bermimpi.." Alexa mengerjapkan matanya. Ketika gadis itu menengadahkan kepala ke atas, terlihat wajah suaminya yang penuh dengan tanda-tanda kelelahan sedang tertidur lelah.
Dengan hati-hati, ALexa menyibakkan selimut, dan menyingkirkan tangan suaminya yang membelit pinggangnya. Kemudian gadis itu turun dari atas tempat tidur. Angin dingin berhembus kencang menerpa tubuh ALexa, dan secara reflek gadis itu mengangkat kedua tangannya dan bersedekap.
"Hmm rupanya kita sudah sampai di Swiss. AKu yakin, kak Ravend sengaja tidak membangunkanku, langsung mengangkatku dan Abhimana untuk masuk ke dalam kamar." sesaat kemudian ALexa baru menyadari apa yang terjadi.
__ADS_1
Alexa mengedarkan pandangan ke sekeliling, kemudian berjalan menuju ke arah jendela. Karena masih tengah malam, Alexa tidak dapat melihat pemandangan apapun di luar. Hanya terlihat pohon-pohon yang rimbun tanpa ada sinar lampu terang yang menyinarinya. Gugusan salju terlihat di depan matanya..
"Jika siang hari, aku yakin tempat ini memiliki pemandangan yang sangat indah pastinya. Hanya saja, aku dan ABhimana harus menyesuaikan diri, karena sepertinya di tempat ini sekarang memasuki musim dingin." Alexa bergumam sendiri.
"Tidur dimana Abhimana.. kenapa tidak terlihat di kamar ini..?" Alexa mengerutkan keningnya. Sebagai perempuan dewasa saja, kali ini Alexa merasakan kedinginan, bagaimana dengan putranya.
Merasa bingung, dan tidak tahu dimana putranya, ALexa melangkah keluar dari dalam kamar. Untungnya masih ada orang yang sedang melihat televisi, dan ketika melihat pintu kamar Ravendra terbuka, orang itu langsung terkejut.
"Selamat malam nona muda.. apa yang bisa saya bantu..?" seorang laki-laki setengah tua menyapa Alexa dengan ramah,
"Aku mencari putraku ABhimana, apakah paman melihatnya.." tidak mau berputar-putar, Alexa langsung menanyakan dimana putranya.
"Tuan kecil sedang ditemani Bibi Sonya nona muda.. ada di sebelah sana tempatnya beristirahat.." laki-laki itu menunjuk sebuah kamar yang tidak jauh dari tempatnya berada.
Tanpa mengucapkan terima kasih, karena terlalu mengkhawatirkan Abhimana, Alexa segera mendatangi kamar yang ditunjukkan oleh laki-laki itu. Tidak ada pintu diketuk, Alexa langsung mendorong daun pintu, dan terlihat di depannya ABhimana sedang tertidur pulas di atas box baby dengan selimut tebal berada di sekelilingnya. Di samping box bed itu, terlihat seorang perempuan paruh paya sedang bersandar di kursi terlihat menunggui putranya.
"Nona muda.. apakah ada yang bisa saya bantu.." melihat kedatangan Alexa di kamar itu, Sonya terkaget dan langsung duduk bersiap.
"Tidak Bibi.. luruskan kaki dan punggung jika Bibi sedang istirahat. AKu hanya ingin menengok putraku Abhimana.." menghargai jerih payah perempuan itu, Alexa memintanya beristirahat.
__ADS_1
"Baik nona muda.. tuan muda kecil tidak membuat masalah. Sama ketika tuan muda Ravendra masih bayi.. kala itu persis seperti dengan tuan muda kecil, kebetulan saya sendiri yang sudah mengasuhnya kala itu.." sahut perempuan bernama Sonya itu, ALexa terkejeut, namun ketika mengingat seorang manusia vampire akan memiliki kelebihan bisa bertahan dalam usia tertentu, gadis itu akhirnya terdiam.
********