Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Kesalahan Fatal


__ADS_3

Di lantai satu depan lobby


Sisi, Anita, dan Mira meminta staf baru yang sedang melakukan trainee, untuk membantu memperlancar rencana mereka. Sebagai seorang karyawan baru, gadis muda itu tidak berani untuk menolak permintaan para seniornya. Dengan tidak tahu apa yang ketiga gadis itu rencanakan, Renny membawa lem dengan merek UHU ke sofa yang ada di waiting room. Biasanya Alexa akan menunggu jemputan di sofa tersebut, jika sudah berjanji akan pulang bersama Ravendra. Di acces menuju ruangan tersebut, juga sudah dipasang jebakan berisi tinta cair yang tidak hilang jika hanya menggunakan air.


Sisi melihat rekaman CCTV di lantai tujuh, dan melihat Alexa sudah berjalan bersama dengan teman-temannya yang lain. Hanya saja gadis itu tidak tahu, jika orang-orang itu memiliki tujuan lantai yang sama dengan Alexa. Bahkan dia tidak memperhatikan, jika Miss Kathleen dan Boss Ridwan ikut bergabung bersama dengan Alexa dan teman-temannya. Sisi memberi kode pada rekan kerjanya untuk bersiap-siap...


"Bersiaplah kalian..., tidak sampai lima menit Alexa sudah akan sampai di ruang lobby." bisik Sisi memberi kode teman-temannya, dan melambaikan tangan pada Renny. Karyawan trainee itu segera menghampiri Sisi..


"Ada apa kak..?" dengan polos, Renny bertanya pada Sisi.


"Bantu aku untuk menarik benang di samping pintu. Begitu kamu mendengar suara langkah kaki ke arah sini, langsung saja kamu tarik. Jangan khawatir, kamu tidak akan terlihat karena tertutup oleh daun pintu. Sesudahnya, aku dan senior lain yang akan mengkondisikan. Are you ready Renny?" tanpa banyak bertanya, Renny menganggukkan kepala, dan gadis itu langsung melangkak ke belakang pintu. Sisi dan teman-temannya sudah merasa yakin, jika perbuatan mereka akan aman. Apalagi mereka sudah meminta Tejo untuk berjaga-jaga di depan pintu lobby.


Tiba-tiba terdengar beberapa langkah kaki berjalan mendekati pintu, Sisi terkejut melihat Miss Kathleen melangkah menuju lobby. Gadis itu menoleh pada Renny untuk memberi isyarat agar menahan aktivitasnya, tetapi..


"Byurrr..., *aaawwww. What the fu*ck...?" dengan histeris, Miss Kathleen berteriak dengan marah. Cairan tinta warna biru, mengalir dan meresap di pakaian yang dia kenakan. Bahkan limited edition bag branded, ternoda oleh tinta tersebut. Alexa dan Aniss langsung mencari tissue dan berusaha membersihkan tinta di pakaian dan tas Miss Kathleen.

__ADS_1


Muka Sisi dan rekan-rekannya langsung pucat melihat kesalahan yang terjadi di depan mereka. Renny bingung dengan apa yang terjadi di depannya, tetapi melihat tatapan menyeramkan Sisi dan teman-temannya terhadapnya, gadis yang sedang trainee itu langsung berlari mundur ke belakang.


"Ulah siapa ini..?? Tejo.., Sisi.., kemari kalian semua. Jelaskan apa yang terjadi di ruang lobby," seperti orang kesetanan, dengan muka merah, Boss Ridwan memanggil Sisi dan Tejo untuk berjalan ke arahnya. Dari luar lobby, Tejo berlari masuk ke dalam lobby, dan menatap orang-orang di lantai tujuh yang melihatnya dengan pandnagan tajam dan penuh kecurigaan. Tanpa berprasangka, Boss Ridwan berjalan menuju sofa.


"Tuan Ridwan..., jangan duduk di sofa..!" teriak Sisi dengan suara tercekat, tetapi Boss Ridwan sudah terlanjur mendudukkan pantatnya di sofa tersebut. Ridwan seperti menyadari sesuatu, dan ketika mengangkat pantatnya ke atas, matanya terbelalak melihat celana panjang yang dikenakannya menempel erat di sofa tersebut. Melihat pemandangan tersebut, muka Sisi dan karyawan lantai satu semakin pucat.


"Jelaskan semua apa yang terjadi di lobby sore ini!! Jika tidak, semua akan aku pecat tanpa pesangon." dengan mata merah, Ridwan berteriak pada mereka yang ada di situ.


***********


Dengan muka merah menahan marah, Miss Kathleen dengan ditemani Boss Ridwan serta karyawan IT Design, mengundang para karyawan lantai satu. Bu Magda sebagai supervisor yang bertanggung jawab atas pengembangan mereka, dengan muka merah menahan malu turut dihadirkan di tempat tersebut. Tejo selaku security yang ditugaskan di lobby bagian dalam, juga turut dihadirkan.


"Siapa yang akan menjelaskan kali ini?? Jika kalian mau dengar, aku sudah menjumlah kerugian yang aku alami kemarin sore. Limited edition bag, pakaian, dan sepatu, serta uang penutup rasa malu, semuanya sudah aku jumlah sebanyak 250 juta. Aku ingin, karyawan lantai satu bertanggung jawab untuk itu semua. Jika tidak, surat pemecatan kalian akan aku proses hari ini." dengan suara lantang, Miss Kathleen membuka pembicaraan. Mendengar perkataan tersebut, semua karyawan lantai satu terlihat pias dan menundukkan kepala.


"Maaf Miss.., apakah tidak bisa dibicarakan baik-baik? Sepertinya semua terjadi karena kesalah pahaman saja." Bu Magda menyela perkataan Miss Kathleen, perempuan itu merasa turut bertanggung jawab atas kelakuan kurang ajar anak buahnya tersebut.

__ADS_1


"Apa katamu Bu Magda.., apakah kamu akan lari dari tanggung jawabmu selaku supervisor mereka?? Sebagai seorang perempuan yang memiliki pergaulan, kamu tahu berapa harga tas LV?? Pakaian Gucci yang aku pakai, sepatu... Apakah angka itu masih terlalu kecil, jika jawabanmu iya, segera tambahkan angkanya?" dengan garang, Miss Kathleen menyergap perkataan yang disampaikan Bu Magda.


"Untung kemarin sore Miss Kathleen menyaksikan sendiri, dan bahkan menjadi korban perilaku barbar karyawan yang ada di lantai satu. Jika kemarin itu yang menjadi sasaran dan korban adalah karyawanku di lantai tujuh, pasti hanya akan dianggap sebagai permainan saja. Kita harus usut tuntas kejadian ini. Alexa.., ceritakan apa yang kamu ketahui?" Boss Ridwan menimbrung pembicaraan.


Alexa mengambil nafas panjang, kemudian menceritakan tentang pesan yang dia terima, yang intinya mengingatkan jika hari itu dia menjadi target yang dikorbankan oleh para karyawan tersebut. Tejo yang mendengar namanya disebut, menundukkan kepala.


"Apakah benar yang dikatakan Miss Alexa .. Tejo? Dari mana kamu mendapatkan informasi tersebut?" setelah Alexa menjelaskan permasalahan yang terjadi, Ridwan meminta Tejo untuk mengonfirmasi. Tanpa menunggu pengulangan perintah, Tejo langsung menjelaskan apa yang dia dengar dari Sisi dan rekan-rekan kerja mereka,Tejo juga mengatakan jika dia mendapat perintah langsung dari Wakil CEO untuk memastikan keamanan Miss Alexa, sehingga dia berani memberi informasi pada gadis itu.


Mendengar jawaban tersebut, Bu Magda tidak mampu lagi bicara untuk mewakili mereka. Matanya merah menatap dengan penuh kemarahan pada anak buahnya.


"Memang betul yang dikatakan Miss Kathleen, silakan kamu Sisi, Anita, Mira... kamu siapkan uang 250 juta untuk mengganti kerugian yang kalian timbulkan. Jika tidak, aku juga akan memberhentikan kalian dengan tidak hormat." perempuan itu berteriak dengan penuh kemarahan.


"Ampuni kami Miss Kathleen, Bu Magda.., semua karena ketidak sengajaan kami..!" Sisi dan kedua rekannya bersimpuh di kaki Miss Kathleen sambil menangis tersedu.


"Ketidak sengajaan..?? Kalian memang tidak pernah belajar dari kesalahan. Apakah menurut kalian, jika yang kamu kerjain adalah Miss Alexa.., itu juga bukan merupakan sebuah kesalahan?" mendengar perkataan Sisi, Bu Magda bertambah marah.

__ADS_1


*************


__ADS_2