Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Istirahatlah


__ADS_3

Masuk ke dalam kamar yang tertutup dari luar, Alexa menghentikan langkahnya. Dia tidak melihat ada kamar mandi disitu, melainkan wardrobe yang sangat luas sekali. Deretan lemari baju yang berisi koleksi jas Ravendra dari berbagai merek internasional karya para desain ternama terlihat di samping kiri. Sebelah kanan, deretan kemeja dan dasi juga tersusun dengan rapi. Gadis itu terdiam, bingung ke arah mana akan mencari kamar mandi. Tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan Ravendra masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Kenapa berhenti disini honey.., kamar mandinya di ujung ruangan ini. Bukalah pintu sampingnya, dan sebelum kamu salah paham. Koleksi busana perempuan di dekat pintu masuk kamar mandi, semuanya aku persiapkan untukmu. Semuanya masih baru, tetapi sudah dicuci dalam keadaan bersih. Pakailah untuk mengganti pakaianmu.." dengan suara pelan, Ravendra menjelaskan koleksi yang tersimpan di wardrobe tersebut. Laki-laki itu menjelaskan keberadaan koleksi pakaian wanita, dan semua ternyata sudah dia persiapkan untuk Alexa. Tanpa menjawab, Alexa meninggalkan Ravendra sendiri. Gadis itu langsung menuju ke arah kamar mandi.


Begitu masuk ke kamar mandi, kembali kekaguman menghampiri gadis itu. Sebuah kamar mandi yang sangat luas, bahkan lebih luas dari kamar tidurnya di rumah. Koleksi parfum, deodorant terpajang rapi di samping almari kecil tempat koleksi handuk dan bathrobe.


"Siapa sebenarnya Ravendra.., apakah laki-laki ini sebenarnya owner dari perusahaan Andromega. Karena Johan yang seorang Wakil CEO saja memanggilnya dengan sebutan Tuan Muda.." Alexa berpikir sendiri tentang Ravendra. Dia ingin menamakan identitas sebenarnya dari laki-laki yang saat ini sudah menjadi kekasihnya itu, tetapi dia masih merasa gengsi untuk meminta penjelasan.


Tidak mau terlalu lama mengagumi kamar mandi itu, perlahan Alexa menyalakan shower dan menyetel air hangat. Karena waktu sudah terlalu malam, Alexa membatalkan keinginannya untuk mandi berendam. Dengan menutup kepalanya menggunakan shower cap yang sudah disediakan di kamar mandi tersebut, Alexa mulai mengguyur tubuhnya. Air hangat yang mengalir, seperti memberi pijatan lembut di pundak dan punggung gadis itu.


Tangannya menekan tempat sabun mandi yang ada di dinding kamar mandi. Merek Re-Charge Black Pepper Body Wash terlihat jelas, sesuai dengan kelas dari laki-laki yang menggunakannya. Karena aroma dari sabun mandi itu memang didesain untuk pengguna pria dan wanita, Alexa tidak terlalu mempermasalahkannya.  Tidak lama kemudian Alexa mengakhiri mandi malamnya, dan dengan menggunakan handuk untuk melingkari tubuhnya, Alexa berjalan keluar dari kamar mandi. Di depan wardrobe yang sudah disiapkan Alexander untuknya, Alexa mengamati berbagai desain pakaian yang sudah disediakan.


Gadis itu menengok ke arah pintu, dan untuk memastikan keamanannya, Alexa segera bergerak dan mengunci ruangan tersebut dari arah dalam. Setelah memastikan pintu terkunci, Alexa segera kembali ke rak pakaian. Melihat koleksi pakaian dalam wanita dari merek terkenal juga, pipi Alexa memerah menahan malu. Tanpa ragu Naura mengambil sepasang pakaian dalam dan kemudian mengenakannya.

__ADS_1


"Kenapa pakaian dalam ini bisa pas dengan ukuranku. Bagaimana kak Ravend bisa dengan pas mengetahuinya..?" gumam Alexa perlahan. Tidak mau menghabiskan waktu berlama-lama di ruangan itu, Alexa segera memilih satu baju terusan. Baju berwarna peach dengan motif bunga-bunga kecil itu tampak serasi dengan kulit dan bentuk tubuh Alexa. Kesegaran dari warna yang dipilihnya seakan menyatu dengan kesegaran kulit dan wajah gadis itu.


Setelah menyisir rambut, dan merias tipis wajahnya, Alexa segera membuka pintu dan berjalan keluar. Terlihat Ravendra menatapnya tanpa berkedip, melihat Alexa yang tampak terlihat lain malam ini.


***********


Tanpa bicara Alexa mengunyah makanan yang ada di piringnya. Di sampingnya terlihat Ravendra juga melakukan hal yang sama, di depan mereka Johan juga sedang menikmati makan malamnya. Tiba-tiba dari arah pintu dapur, pelayan rumah bergegas masuk ke dalam.


"Tuan Muda..., ada Tuan Roberto dan Tuan Angelo menunggu di ruang tamu." pelayan itu memberi tahu jika ada tamu yang mencarinya.


"Baik Tuan Muda..., akan saya sampaikan.." pelayan itu segera meninggalkan ruang makan. Mereka bertiga kembali melanjutkan makan malamnya. Setelah beberapa saat mereka menikmati makan malam, Alexa memandang pada Johan yang duduk di depannya.


"Kak Johan.., setelah makan malam antar Alexa pulang ya kak!! Naura khawatir meninggalkan mama Sarah di rumah sendiri." tiba-tiba Alexa mengajak Johan bicara. Mendengar hal itu, Ravendra langsung menghentikan makannya. Laki-laki itu langsung memandang pada Alexa. Sedangkan Johan hanya melihati mereka dengan pandangan khawatir.

__ADS_1


"Sudah malam... kamu tidur disini. Aku akan mengirimkan orang untuk mengawasi rumah mamamu." dengan suara tegas mendominasi, Ravendra langsung menjawab perkataan Alexa yang ditujukan untuk Johan. Alexa mengalihkan pandangannya menuju ke wajah Alexander. Melihat ekspresi laki-laki itu malam ini, membuat Alexa menjadi bertanya-tanya. Wajah pucat Ravendra malam ini terlihat sedikit kemerahan, apa karena marah atau karena faktor lain, Alexa tidak dapat mengetahui penyebabnya.


"Benar Alexa.., aku yakin Nyonya Sarah juga akan lebih senang jika malam ini kamu tidak keluar. Ini sudah pukul 10.00 malam, hindari gunjingan dari tetangga Alexa, masak perempuan kok jam 11.00 malam baru sampai rumah." berusaha menetralisir suasana, Johan ikut menanggapi perkataan Ravendra. Alexa terdiam, dia berpikir dan membenarkan apa yang disampaikan oleh Johan. Memang karena waktu sudah hampir menuju ke tengah malam, lebih baik dia membatalkan keinginannya untuk meninggalkan mansion ini.


"Baiklah.., terima kasih masukanmu kak Johan. Semoga mama baik-baik saja, dan tidak terlalu memikirkan Alexa." akhirnya Alexa mengambil keputusan. Terlihat wajah Ravendra yang tegang sudah mulai melunak mendengar perkataan gadis itu.


Beberapa saat setelah mereka menyelesaikan makan malam, Ravendra memegang kedua bahu Alexa dengan gemetar. Alexa sedikit mengerenyitkan keningnya.., hal yang sama juga terjadi pada fisik Johan.


"Alexa.., aku akan mengantarmu kembali ke kamar. Jangan tinggalkan kamar untuk malam ini..., karena kamarku merupakan tempat yang paling aman buatmu malam ini!" tiba-tiba Ravendra berpesan agar Alexa tidak meninggalkan kamar malam ini. Laki-laki itu seperti merahasiakan sesuatu. Tetapi karena Alexa masih memendam rasa jengkel pada laki-laki itu..., dia tidak menanyakan apa-apa pada Ravendra.


Melihat Alexa tidak bereaksi apa-apa, Ravendra segera mendirikan Alexa kemudian merangkul bahunya. Laki-laki itu terlihat seperti memapah Alexa, dan membawanya untuk kembali ke kamar.


"Wowww.., ternyata malam ini Tuan Muda Ravendra sedang berpesta dengan seorang gadis Angelo.." tiba-tiba terdengar suara berat laki-laki yang cukup mengagetkan Alexa. Perlahan Alexa bergeser dan menyembunyikan wajahnya di belakang punggung laki-laki itu.

__ADS_1


"Jangan takut honey..., mereka hanya bercanda. Mereka berdua adalah teman-temanku, Roberto dan Angelo." untuk mengurangi rasa takut Alexa, Ravendra mengenalkan kedua temannya itu.


***********


__ADS_2