Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Mengantarnya Pulang


__ADS_3

Alexa menemui nenek yang sudah terlihatĀ  segar di teras kastil. Beberapa pengawal tampak siaga memberikan pengawalan pada perempuan itu. para maid juga tampak duduk mengelilingi nenek yang sedang menikmati makanan yang disuguhkan para maid. Alexa berhenti dan duduk di kursi yang terletak di depan perempuan paruh baya itu. Dengan pakaian baru, dan tubuh dalam keadaan bersih, nenek itu terlihat lebih jauh berbeda. Wajahnya terlihat bersih dan cerah.


"Bagaimana nek, sudah merasa lebih baik dari pada tadi?" Alexa tersenyum dan bertanya pada nenek.


"Sudah cucuku.., nenek menjadi lebih segar dan bertenaga. Mimpi apa tadi malam, hingga hari ini Tuhan mempertemukanku dengan cucuku yang sudah lama hilang dan terpisah." dengan mata berkaca-kaca, nenek itu tetap menganggap Alexa itu cucunya,


"Sebenarnya nek.., aku ini bukan cucu nenek. Tetapi jika nenek merasa nyaman, dan menganggap Alexa ini sebagai cucu nenek, lakukanlah. Aku tidak akan keberatan nek, yang penting nenek terlihat bahagia." Alexa memberi tanggapan perkataan nenek tersebut,


"Nona muda.., tolong nona muda jangan bertindak sembarangan. Kita nanti akan kena teguran dari tuan muda, jika nona muda berperilaku seperti ini. Pertimbangkan lagi nona muda..., jangan semudah itu memberi tanggapan pada orang yang baru kita temui. Akan sangat berbahaya nona muda.." dengan penuh rasa khawatir, salah satu pengawal berusaha untuk mengingatkan Alexa.


Alexa berhenti dan mengangkat wajahnya. Perempuan itu melihat ke arah pengawal yang baru saja memberikan peringatan untuknya.


"Kita tidak boleh bersikap seperti itu. Yakinlah pada karma, dan balasan dari yang Maha Kuasa. Apa yang akan kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Jika kebetulan tuai kita berakhir kurang baik, berarti Yang Maha Kuasa sedang menunda masa panen kita. Jangan memandang remeh siapapun, bahkan kepada anak kecil yang terlihat lemah." pengawal itu terperanjat, dan tidak mampu lagi mengeluarkan kata-kata.


Para maid dan pengawal yang lain hanya diam, mereka tidak berani lagi untuk mengingatkan nona muda mereka. Beberapa dari mereka terlihat bersiap dan bersiaga, untuk menjaga nona muda mereka dari kemungkinan terburuk. Tetapi sebaliknya dengan Alexa, perempuan itu malah bertindak sangat ramah dan sangat sopan pada perempuan tua itu.


"Oh iya nek.., jika Alexa boleh tahu. Saat ini nenek tinggal dimana, jika nenek ingin pulang, aku bisa pergi bersamamu. Aku akan mengantarkan nenek sampai ke tempat tinggal nenek." setelah beberapa saat, karena senja memang terlihat sudah mulai turun, ALexa menawarkan untuk mengantarkan nenek itu pulang.


"Nenek masih merasa betah disini sebenarnya. Nenek belum mau pulang, karena nenek juga tidak tahu, apakah kakek akan pulang hari ini, ataukah masih nanti pulangnya." nenek itu merasa keberatan untuk meninggalkan kastil Ravendra.

__ADS_1


Alexa tersenyum, kemudian memegang kedua tangan nenek dan memberikan pijatan lembut dan di kedua telapak tangan perempuan paruh baya itu.


"Nenek.., jika nenek ada waktu. Bolehlah besok lagi nenek berkunjung kesini, untuk saat ini nenek bisa pulang terlebih dahulu. Agar keluarga nenek tidak mencarinya, dan aku juga akan memberi tahu dan meminta ijin pada suamiku. Karena tidak mudah, hanya karena nenek ingin berada disini, kemudian aku mengijinkan nenek untuk berada disini juga," Alexa mencoba memberikan pengertian pada nenek itu.


Perempuan paruh baya itu mengangkat wajahnya, kemudian melihat pada Alexa. Gadis itu tersenyum dan menganggukkan kepala. Setelah beberapa saat..


"Apakah benar, kamu akan mengantar nenek pulang kembali ke rumah..?" dengan suara lirih, nenek bertanya pada Alexa. Tidak diduga, sambil tersenyum Alexa menganggukkan kepala.,


Para maid dan para pengawal kembali saling berpandangan. Apa yang mereka khawatirkan akhirnya terjadi juga,


"Mari nek.., kita berangkat sekarang karena hari sudah akan menjelang malam.." Alexa segera mengajak nenek itu berangkat untuk menuju rumahnya.


*********


Mobil itu melesak memasuki hutan, dan suara beberapa binatang hutan sudah terdengar di sekeliling mereka. Para maid merasakan bulu kuduk sudah meremang di tubuh mereka, tetapi mereka tetap bersikap wajar. Di kursi tengah, terlihat Alexa memegang tangan nenek yang terkantuk-kantuk dalam perjalanannya,


"Apakah masih jauh rumah nenek?" merasa sejak tadi hanya berputar-putar saja, Alexa bertanya dengan suara pelan pada nenek.


"Setelah putaran jalan di depan, rumah nenek ada disitu cucuku. Masa kamu sudah melupakan jalan untuk pulang, pantas saja kamu tidak pernah mengunjungiku lagi." nenek menunjukkan arah menuju ke rumahnya. Alexa hanya tersenyum tidak menanggapi perkataan nenek tersebut,

__ADS_1


"Belokan di depan kita ke arah kanan ya nona muda..?" dari belakang pengemudi, pengawal bertanya pada Alexa.


"Sepertinya iya, persis dengan yang ditunjukkan nenek. Kita ikuti saja, jangan khawatir kalau kita tersesat. Bukannya kita terdiri dari banyak orang, nenek saja hanya sendiri." ALexa menjawab perkataan pengawal tersebut.


Suasana kembali diam, tetapi sama dengan yang diomongkan oleh nenek yang duduk di samping Alexa itu. Sedikit jauh di depan, terlihat bangunan tua yang sedikit menyeramkan. Melihat bangunan tersebut, pengemudi memiliki keraguan untuk menghentikan mobil di tempat itu.


"Kita sudah sampai cucuku.. Ayo kamu antarkan nenek masuk ke dalam, kamu juga sudah lama kan tidak berkunjung ke tempat ini." tidak diduga, melihat bangunan menyeramkan itu, nenek terlihat gembira dan mengajak semua untuk masuk ke dalam rumah.


Tetapi ALexa seperti memiliki firasat yang tidak enak, gadis itu berpikir untuk menolak ajakan dari perempuan paruh baya itu. perlahan Alexa mengikuti nenek itu turun, tetapi begitu sampai di depan pintu gerbang Alexa berhenti.


"Nenek.., tidak mengurangi rasa hormat, mohon dimaafkan ya nek. Untuk kali ini ALexa belum bisa masuk ke dalam rumah nenek, tapi Alexa janji.. untuk lain waktu pasti Alexa akan memiliki kesempatan untuk memasuki rumah nenek." sambil tersenyum, Alexa berusaha menolak keinginan nenek yang akan membawanya masuk ke dalam rumah itu,


Perempuan paruh baya itu terlihat berpikir sejenak, tetapi kemudian senyuman muncul di bibirnya.


"Baiklah.., pegang janjimu padaku cucuku. Nenek akan selalu menunggu kedatanganmu kembali di rumah ini, sampaikan pada suamimu jika tadi nenek berkunjung ke kastilnya." tidak diduga, nenek itu dengan senang hati mengabulkan keinginan Alexa.


perempuan paruh baya itu segera berjalan memasuki halaman, dan langsung naik ke teras dan menuju pintu masuk. Terlihat di depan pintu, satu raut wajah pucat tampak menatap Alexa dengan pandangan tajam. Alexa merasa merinding dan ngeri mendapatkan tatapan itu,


**********

__ADS_1


__ADS_2