Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Bereskan Semua


__ADS_3

Semua orang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh gadis itu. Mereka sama sekali tidak mengira, bukannya takut dan menghindarkan diri dari tembakan itu, tetapi Alexa malah semakin memprovokasi laki-laki itu. Dengan muka merah menahan marah, Alberto dan Edward lebih berjalan mendekati posisi Alexa. Tangan laki-laki itu diarahkan ke tubuh Alexa.., tiba-tiba..


"Dorr...., aaawww....." tiba-tiba Edward menjerit ketakutan. Laki-laki itu terkena tembakan di lengan kanannya, dan darah mengucur deras dari lengan laki-laki itu.


"Kurang ajar.., siapa yang berani menembak adikku..?" Alberto semakin marah melihat adiknya berteriak kesakitan, laki-laki itu menolehkan wajahnya ke belakang. Terlihat Johan sedang mengarahkan senjata ke arahnya. Di samping laki-laki itu terlihat Ravendra menatapnya dengan mata ingin membunuhnya.


"Plak..., dukk..." tiba-tiba Ravendra melompat, dan sebuah tamparan dan tendangan bersarang di tubuh Alberto. Belum sempat mencerna apa yang terjadi padanya, tubuh Alberto terjungkal ke belakang, dan jatuh di tanah.


"Kak Ravend...," melihat kedatangan laki-laki itu di depannya, Alexa langsung menghambur ke pelukan laki-laki itu. Ravendra langsung menangkap tubuh kekasihnya, kemudian melompat dan membawanya pergi dari situ. Mata semua orang yang ada di sekitar pesawat, menatap dengan tatap takjub dan heran melihat dengan lincahnya Ravendra melompat dan membawa Alexa pergi. Mereka tidak tahu, jika laki-laki itu merupakan manusia vampire.


Johan segera menangkap Alberto dan Edward.., kemudian memberi isyarat pada security untuk mengamankan kedua orang itu, Tanpa bicara, security bandara segera menangkap orang-orang yang datang bersama kedua orang itu.


"Alberto..., apakah peringatan yang disampaikan Tuan Muda Ravendra belum terdengar jelas di telingamu?" Johan berteriak pada Alberto.


"Cuih..., apa urusanmu?" Alberto malah membuang ludah di hadapan laki-laki itu.


"Dukk..." sebuah tendangan kembali dilayangkan Johan ke tubuh Alberto, dan laki-laki itu sampai terhuyung ke belakang. Belum sampai laki-laki itu berdiri tegak, kembali pukulan di rahang laki-laki itu sudah bersarang.


"Hentikan Tuan.., biar yang berwajib yang akan menyelesaikan urusan ini.." security mencoba mengajak Johan untuk berbicara, mereka sendiri tidak berani menatap mata Johan.


"Dukk..., bruk..., apa kamu pikir polisi mampu menyelesaikan masalah ini?? Lihat saja, tidak akan sampai dua jam, pecundang ini akan bebas dari pengawalan polisi. Setelah kembali menyarangkan pukulan pada Alberto, kemudian berpindah ke arah Edward yang tidak mampu berkata-kata, Johan melangkahkan kaki meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, security yang sudah menangkap juga orang-orang yang datang bersama dengan Alberto dan Edward, segera membawa mereka pergi dari landasan pacu. Penumpang yang ada di pesawat bersorak gembira melihat kejadian yang menegangkan itu sudah berakhir. Setelah semua dibersihkan, tidak lama kemudian pesawat tujuan Batam segera mengudara.


********


Di roof top Intercontinental Hotel, Ravendra menurunkan kakinya, kemudian tetap menggendong Alexa dengan bridal style langsung berjalan masuk ke Presidential Suites di hotel tersebut. Tanpa banyak pertanyaan, Alexa menyandarkan kepalanya ke dada bidang laki-laki itu, dengan kedua tangan dikalungkan di leher Ravendra. Seorang petugas hotel menyambut kedatangan mereka di pintu masuk ke arah kamar, dan begitu melihat Ravendra, petugas itu menganggukkan kepala.


"Selamat sore Tuan Muda..., saya Sasa siap untuk memberikan pelayanan." sambil menganggukkan kepala, petugas hotel menyapa Ravendra.


"Hubungi butik yang memiliki reputasi terbaik di kota ini, minta mereka untuk mengirimkan koleksi terbaru mereka untuk fashion wanita ke kamarku segera!" tanpa melihat pada petugas itu, Ravendra memberi perintah kepada perempuan itu. Laki-laki itu tidak menoleh ke belakang langsung masuk ke kamar yang sebelumnya sudah dibuka oleh petugas tersebut.


"Baik Tuan Muda.., secepatnya akan saya laksanakan." melihat Ravendra sudah masuk kamar, dan menutup pintu kamar tersebut, petugas itu segera meninggalkan tempatnya berdiri untuk melaksanakan perintah yang diucapkan Ravendra.


***********


Berbagai menu makanan terhidang lengkap di atas meja, dari makanan pembuka. dessert, main menu, dan beraneka jenis minuman berpindah ke meja makan yang ada di kamar tersebut. Tidak bosan laki-laki itu menatap Alexa yang tengah menikmati makanan.


"Sudah kenyang.." ucap ALexa sambil mengakhiri makannya.


"Mandilah dulu.., ganti pakaian dengan pakaian yang diantar oleh butik barusan. Baru kita akan bercerita, jangan takut lagi.., aku akan selalu menjagamu." dengan lirih, Ravendra meminta Alexa untuk membersihkan tubuhnya,


"Bagaimana mama kak..., apakah kak Ravend mengetahui kondisi mama setelah kepergianku?" sebelum menuju kamar mandi, tiba-tiba Alexa teringat dengan Nyonya Sarah. Gadis itu ingin mengetahui bagaimana respon mamanya setelah mengetahui jika Thomas tahu jila Alexa adalah putrinya.

__ADS_1


"Aku tidak sempat memperhatikan yang lain honey.. Fokusku hanya kepadamu, tanyakan semua pada Johan. Anak itu sedang memberi pelajaran pada Alberto dan Edward. Robin dan Tami juga sudah diberikan pelajaran sama anak itu.. Trust me .. honey... kita akan bersatu, apapun yang terjadi. Tidak peduli siapa yang akan menghalangi kita, semua akan aku musnahkan." ucap Ravendra sambil menatap mata gadis itu.


"Bisakah kakak mencarikanku sebuah ponsel, Lexa ingin menghubungi mama!" dengan puppy eyes, Alexa mengajukan permintaan pada laki-laki itu,.


"Of course..., mandilah dulu! Semua akan tersedia setelah kamu menyelesaikan mandimu." merasa risih melihat pakaian yang dikenakan gadis itu, Ravendra segera menyuruh gadis itu untuk membersihkan dirinya. Alexa memang masih mengenakan pakaian yang dipinjamkan oleh nenek yang memberinya pertolongan. Gadis itu berjanji, akan memberikan orang-orang yang telah membantunya sebuah imbalan.


Tanpa bersuara lagi, Alexa bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Begitu gadis itu sudah tidak terlihat lagi, Ravendra melakukan panggilan pada Johan melalui ponsel.


"Berikan hadiah yang memuaskan untuk pasangan kakek nenek yang tinggal di pesisir pantai. Bangunan rumah terbuat dari kayu, dan dari depan rumahnya bisa memandang pantai dan laut." Ravendra memerintah Johan untuk mengirimkan hadiah ke pasangan suami istri.


"Siap Tuan Muda.., saya ditemani Arwan akan segera menuju ke lokasi." Johan menanggapi perintah yang disampaikan Ravendra.


"Juga petugas laki-laki di bagian ticketing yang ada di pelabuhan. Jemput laki-laki itu, dan manjakan dia serta penuhi apa yang dia butuhkan saat ini." kembali Ravendra memberi perintah lain.


"Siap laksanakan Tuan Muda.."


"By the way..., pantau terus Alberto dan Edward. Aku yakin, kedua laki-laki itu akan memberi uang suap pada petugas disini, awasi dia!! Jika perlu catat, dan kita akan membuat masalah untuk orang-orang biadab itu." tanpa ragu, Ravendra menyampaikan hukuman yang diberikan kepada orang-orang yang bertanggung jawab atas kejadian itu.


"Baik Tuan Muda..., semua sudah diidentifikasi sama Arwan. Kerja anak itu cepat.."


***********

__ADS_1


__ADS_2