Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Plan B


__ADS_3

Para Rahib akhirnya diungsikan sementara oleh Ravendra di hotel berbintang yang ada di kota Santorini. Johan mengurus semuanya, dan mengantar ketiga Rahib ke hotel untuk menginap. Atas permintaan Alexa, akhirnya Thomas memutuskan untuk menginap di kastil Ravendra. Dan laki-laki itu juga menugaskan pengawal untuk menjemput Nyonya Sarah di Yunani dengan menggunakan private jet.


"Bagaimana Uncle tahu jika kita sedang dalam masalah. hingga akhirnya Uncle Thomas bisa sampai di kota ini dengan tepat waktu?" sambil menikmati wine di beranda, Ravendra bertanya pada papa Alexa. Laki-laki paruh baya itu tersenyum, kemudian..


"Aku tidak sengaja mendengar obrolan orang-orang yang diberdayakan oleh Robin dan Tami. Tetapi kebetulan orang-orang itu menolak diajak kerja sama oleh kedua orang itu. Mereka terlalu takut dan siap dengan resiko yang akan mereka hadapi jika berhadapan denganmu. Dan aku sudah membeli informasi dari mereka." Thomas mengawali ceritanya. Laki-laki itu berhenti sejenak, kemudian mengambil sloki dan menuang wine ke dalamnya. Setelah meneguk dengan sekali tegukan, Thomas kembali meletakkan gelas sloki di meja.


"Sebelum kesini, aku dan mama Alexa kembali mengikatkan pernikahan kami untuk memberi kepastian pada wanita itu. Rencana Uncle akan meninggalkan mama Alexa di Batam, tetapi merasa trauma dengan masa lalunya, ternyata Sarah tidak mau ditinggal. Akhirnya dengan tanpa menyampaikan tujuan utama Uncle ke kota ini, Sarah bersedia aku tinggalkan sementara di Yunani. Tetapi ternyata kedatangan Uncle sudah terlambat, karena kamu sudah dibawa pergi oleh Robin dan SLovasky. Untungnya Uncle memiliki firasat, dengan orang-orang bayaran, akhirnya kami menggeledah kastil, dan menemukan ketiga Rahib sedang ditahan di penjara bawah tanah." Thomas melanjutkan ceritanya.


Ravendra terdiam, laki-laki itu teringat bagaimana dengan tanpa memiliki prasangka buruk, dia datang ke kastil. Tetapi akhirnya dia dijebak dengan Rahib palsu suruhan Robin dan Slovasky, yang akhirnya terjadilah peristiwa buruk tersebut.


"Terima kasih Uncle.. jika tidak ada kehadiran Uncle di kota ini, mungkin Ravendra sudah tidak akan dapat bertemu dengan Alexa lagi." ucap Ravendra tulus. Thomas diam tidak menjawab, tetapi kemudian...


"Ravendra sudah malam. Kembalilah ke kamar, temani Alexa istirahat. Uncle akan menunggu Sarah sampai ke kastil ini." tiba-tiba Thomas menyuruh Ravendra untuk kembali ke kamar menemani Alexa.


Ravendra menatap Thomas, dan laki-laki paruh baya itu tersenyum dan menganggukkan kepala. Tanpa bicara, akhirnya Ravendra meninggalkan Thomas di tempat tersebut,


*********

__ADS_1


Di bekas reruntuhan bangunan karena tertimpa helikopter, dua orang terlihat membebaskan dirinya dari puing-puing bangunan. Ternyata Robin dan Slovasky masih selamat, keduanya masih bisa bersembunyi untuk menyelamatkan diri dari orang-orang yang berniat untuk menyelamatkannya.


"Bagaimana Tuan Robin, apa rencanamu untuk saat ini?" Tuan Slovasky bertanya pada kakak dari perempuan yang pernah melakukan one night stand dengannya itu.


"Kita tidak mungkin tetap berada di kota ini Tuan Slovasky. Aku yakin, Ravendra dan orang-orangnya akan segera menemukan kita, jika mereka tahu kita masih hidup. Untuk itu, kita harus secepatnya meninggalkan kota Thira, dan mencari kota terdekat untuk beristirahat." Robin menjawab pertanyaan Slovasky sambil tersenyum kecut. Laki-laki itu menatap ke depan dengan pandangan kosong.


"Tapi bagaimana kita akan pergi dari kota ini, semua identitas kita terbakar oleh ledakan helikopter itu." Slovasky kembali bertanya pada laki-laki itu..


"Kita tunggu saat malam tiba. Aku memiliki speed boat yang diparkir di pinggir pantai oleh orang-orangku. Kita akan menggunakannya untuk pergi melarikan diri dari kota ini. Aku yakin sepanjang bandara, anak buah Johan sudah melakukan sweeping dan pemeriksaan pada setiap penumpang, begitu juga dengan pelabuhan. Maka kita akan pergi dari kota ini dengan diam-diam, dan tidak melewati pelabuhan resmi." kembali Robin menjelaskan rencananya pada Slovasky.


"Lalu bagaimana dengan Tami?" tiba-tiba Slovasky teringat dengan Tami.


**************


Alexa terkejut ketika terbangun di pagi hari. Perempuan itu menatap wajah Ravendra yang berada di atas wajahnya, seperti tengah memandanginya saat gadis itu tertidur. Dengan tersenyum malu, Alexa mendorong dada Ravendra dengan menggunakan kedua telapak tangannya.


"Kak Ravend mengejutkanku..." ucap Alexa. Tetapi melihat kantung mata yang tebal di mata suaminya, dahi Alexa menjadi berkerut.

__ADS_1


"Apakah kak Ravend tidak tidur semalaman?? Apa yang kakak lakukan." dengan pandangan menyelidik, Alexa kembali bertanya pada laki-laki itu.


"AKu memang tidak tidur honey.. Aku khawatir begitu aku ikut tidur, honey akan pergi meninggalkanku sendiri, akhirnya semalaman aku tidur sambil menatap wajahmu." ucap Ravendra sambil tersenyum. Mendengar jawaban itu, Alexa menjadi terkejut. Gadis itu menatap tajam ke wajah laki-laki yang ada di depannya itu.


"Jangan ulangi hal gila ini lagi kak.. Alexa tidak suka..," ucap Alexa sambil merajut. Ravendra tersenyum kemudian jarinya memegang dagu gadis itu, kemudian mendekatkan wajahnya. Tidak lama kemudian, terjadi ciuman antara Ravendra dan Alexa. Mereka seperti sudah lama berpisah, sehingga kedua bibir itu tertaut dengan erat, dan tidak ada yang mau melepaskan tautan itu terlebih dahulu.


"Mandilah dulu honey.., kita akan segera keluar untuk menikmati sarapan pagi." setelah melepaskan ciuman untuk mengambil nafas, Ravendra meminta Alexa untuk membersihkan tubuhnya,


"Masih malas kak..., boleh ya pagi ini mandinya belakangan. Kita sarapan dulu, baru agak siangan kita mandi." Alexa merayu Ravendra untuk diijinkan menunda mandinya.


"Ya sudah jika honey malas, aku yang akan memandikanmu gimana. Mau ya..." dengan tatapan penuh keinginan, Ravendra tersenyum smirk.


"Ogah..., ALexa ga mau. Nanti jadinya kita ga mandi, malah ALexa harus mandi besar. Ga mau..., Alexa masih capai dan lelah, ingin istirahat dulu." melihat muka mesum Ravendra, Alexa langsung berteriak menolak ajakan itu.


"Makanya segeralah mandi honey.., apakah kamu tidak malu bertemu dengan mama Sarah dalam keadaan bau?" tiba-tiba Ravendra mengingatkan Alexa tentang mamanya.


"Apa kak.., mama Sarah ada di kastil ini. Really..., kak Ravend tidak membohongi Alexa..?" dengan mata berbinar, Alexa mengejar Ravendra dengan bertanya tentang mamanya. Laki-laki itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tidak diduga, Alexa memberi kecupan pada laki-laki itu, kemudian berlari masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Ravendra tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya yang seperti anak-anak. Laki-laki itu kemudian berdiri, dan masuk ke walk in closed untuk menyiapkan baju guna dipakai istrinya.


*************


__ADS_2