Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Kembali


__ADS_3

Dari restaurant, sopir yang di hire Thomas mengantarkan Alexa dan Fernando langsung menuju Harbour Front SIngapore. Situasi pelabuhan terlihat sangat ramai, karena pelabuhan ini bukan hanya merupakan tempat untu menyeberang dengan menggunakan kapal dan ferry, tetapi juga menjadi sebuah tempat di mana warga Singapura dan pengunjung berbaur untuk makan, berbelanja, bekerja, dan bermain. Bahkan mall Vivocity, mal terbesar di Singapura, juga berada di dekat Harbour Front Centre. Terlihat gemerlap lampu menambah suasana keindahan di malam itu.


"Adakah barang yang masih akan kamu cari Lexa..?" sebelum mereka masuk ke ruang transit, Fernando bertanya pada Alexa. Laki-laki itu masih memberi waktu untuk gadis itu, agar semua batang yang diinginkan bisa terbeli.


"TIdak kak.., kebetulan tadi Om Thomas juga menitip beberapa barang untuk diberikan pada mama Sarah. Laki-laki itu sangat baik, padahal kita belum lama saling mengenal." ucap Alexa, tanpa sadar gadis itu memuji kebaikan Thomas. Mendengar perkataan Alexa, kening Fernando menjadi berkerut.


"Aku juga sedikit heran Lexa..., kalian terlihat begitu dekat. Sejak kapan kalian saling mengenal, aku menjadi curiga deh. Jangan-jangan dengan mudah Tuan Thomas menawarkan bekerja sama dengan perusahaan kita, karena upayamu. " tiba-tiba Fernando mengatakan kecurigaannya pada laki-laki paruh baya itu. Alexa memang tidak menceritakan tentang keadaannya sangat bersinggungan dengan Tami dan Alberto. Gadis itu masih merahasiakan jika dia pernah bertemu dengan vampire.


"Kak Nando terlalu banyak berpikir... Sudah aku mau duduk di pojok sana, view terlihat indah dari tempat itu." ucap Alexa yang langsung berjalan meninggalkan Fernando sendiri. Laki-laki itu tersenyum menatap punggung Alexa yang pergi berjalan di depannya. Tidak lama kemudian, laki-laki itu berjalan mengikuti Alexa, dan duduk di depan gadis itu. Mereka duduk dalam diam untuk beberapa saat, sambil menunggu ferry yang akan membawa mereka kembali ke Sekupang.


"Lexa..., jangan potong pembicaraanku!! Jujur aku hanya merasa aneh saja, masa Tuan Thomas menitipkan barang untuk oleh-oleh buat Tante Sarah. Apakah beliau pernah mengenal tante Sarah..., dan apakah laki-alki itu jika Tante Sarah akan menyukai barang yang dikirmkan untuknya." tiba-tiba Fernando mengajak bicara Alexa kembali. Mendengar perkataan itu, Alexa menjadi tercengang. Perempuan itu bisa menerima maksud perkataan Fernando. Gadis itu kemudian berpikir, bagaimana Tuan Thomas merasa akrab berbincang dengannya, dan bahkan tanpa canggung menitipkan bingkisan untuk mamanya.


'Iya juga sih kak... Ah sudahlah.., kita tidak perlu berpikir terlalu jauh. Besok saat aku memberikan bingkisan ini pada mama, aku bisa bertanya langsung pada mama Sarah. Tapi jika memang laki-laki itu mengenal mama, dan tertarik untuk mendekati mama, aku akan mendukungnya. Kasihan.., sudah lama mama hidup sendiri tanpa ada laki-laki yang mendampinginya." mengejutkan, tiba-tiba Alexa membuka hati untuk Thomas.


"Ehmmm..., benar juga ya Lexa. Ada juga manfaat lainnya, kamu tiba-tiba mendapatkan seorang papa yang kaya, dan perusahaanku ikut terkena imbasnya. Dapat memperpanjang otomatis kerjasama kita dengan perusahaannya, karena putri cantiknya bekerja pada perusahaanku. Apalagi.. jika putrinya bisa menjadi istriku.., wah seru... seru.." ucap Fernando menanggapi perkataan ALexa dengan bercanda.

__ADS_1


"Bukkk.." tiba-tiba bantal sofa terlempar ke wajah Fernando.


"Ha..., ha..., ha..., jangan bermain anarkhis Lexa... Ingat.. ini bukan property kita." Fernando tertawa terbahak-bahak melihat sikap Alexa.


*********


Setelah sampai di pelabuhan internasional Sekupang, terlihat Anjar datang menyambut kedatangan Fernando dan Alexa. Lkai-laki itu memang memutuskan kembali lebih awal ke Sekupang, karena ada urusan perusahaan yang harus segera diselesaikan. Alexa tersenyum menyambut kedatangan Anjar, dan tanpa diminta laki-laki itu mengambil barang bawaan Alexa dan Fernando.


"Kita langsung menuju ke depan kedatangan penumpang saja Tuan.. Saya memarkirkan mobil langsung di depan bangunan itu." Anjar mencarikan jalan keluar untuk mereka berdua. Meskipun malam hari, suasana di pelabuhan internasional Sekupang, Batam juga masih terlihat ramai. Untung saja mereka memtuskan untuk turun di pelabuhan itu, bukan di Front Harbour Centre Batam. Di pelabuhan itu, lebih banyak orang yang akan menuju dan datang dari SIngapura, juga dengan kota tujuan ke pulau-pulau kecil sekitar Batam seperti pulau Kondur, dan pulau Karimun.


"Kak..., bolehkah besok aku Off dulu. Aku ingin istirahat dulu.., badanku terasa capai setelah menempuh perjalanan. Tadi malam aku tidak memiliki istirahat yang cukup.." di dalam perjalanan menuju rumah, Alexa meminta ijin pada Fernando...


Laki-laki itu melirik ke samping ke arah Alexa. Melihat Alexa yang tampak kelelahan menyandarkan kepala di atas sandaran kursi, laki-laki itu tersenyum.


"Okay.., tapi hanya untuk satu hari saja. Tapi bukan libur full.., kamu harus tetap bekerja. Hanya saja kita berkomunikasi secara online, jadi Work from home.. okay.." Alexa terkejut mendengar jawaban Fernando. Gadis itu menggerutu..

__ADS_1


"Hadeh sama saja itu kak... di office pun, setiap hari Alexa juga bekerjanya selalu online. Bolehlah kak... please.." dengan tatapan mata puppy eyes, Alexa melihat ke awah Fernando. Sebenarnya laki-laki itu pingin tertawa melihat penampilan gadis di sampingnya itu, tetapi melihat keberhasilan perjalanan mereka ke SIngapore, sedikit banyak karena peran Alexa.., akhirnya...


"Ya sudah.., besok aku beri ijin kamu, dengan catatan tidak ada kejadian yang mendesak yang membutuhkan pemikiranmu." akhirnya Fernando menyetujui permohonan ijin yang diajukan Alexa.


"Wowww..., matur tenkyuuuu kak Nando. Pokoknya kak Nando Boss yang paling T O P B G T, apresiasi untuk kak Nando.." tidak diduga, reaksi heboh ditunjukkan Alexa pada Fernando. Laki-laki yang ada di sampingnya itu sampai terheran-heran dengan reaksi tersebut.


"Permisi Tuan.., saya mengantar Tuan Nando dulu ke mansion, atau mengantar Miss Alexa terlebih dahulu?" tiba-tiba Anjar bertanya pada Fernando.


"Miss Alexa saja lebih dahulu, karena ini sudah malam. Apakah kita sudah akan sampai..?" Fernando menjawab pertanyaan Anjar.


"Sudah dekat Tuan.., satu belokan lagi kita sudah akan sampai di rumah Miss Alexa. Jadi Miss Alexa bisa bersiap-siap dari sekarang." Anjar menanggapi perkataan Fernando sambil mengemudi.


Mendengar perkataan itu, mata Alexa terlihat bersinar. Gadis itu sudah tidak sabar lagi ingin segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dia berpikir akan membalas kekurangan tidurnya saat masih berada di hotel, untuk tidur sampai siang.


*************

__ADS_1


__ADS_2