Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Euforia


__ADS_3

Robin dan Tami sedang menikmati anggur tua di dalam kastil Santorini. Di sekitar mereka, banyak terdapat orang-orang yang saat ini mendukungnya. Mereka mentertawakan kekonyolan Ravendra, yang dengan mudah tertipu dengan undangan yang sudah mereka manipulasi. Para Rahib yang sebenarnya dalam Santorini, saat ini sudah mereka tahan di dalam penjara bawah tanah. Para Rahib yang menanyai Ravendra, merupakan orang-orangnya yang mereka bayar untuk mengelabui para pemimpin vampiri original di seluruh dunia.


"Tuan Robin..., saya dengar jika Tuan Johan sudah landing di Thira tadi pagi. Dan menurut laporan orang-orang kita yang kita tugaskan untuk mengamankan kastil yang ditempati Tuan Ravendra, mereka sudah bergerak menuju kesini," seorang pengawal melaporkan tentang kedatangan Johan di kota ini.


"Ha.., ha..., ha..., tenanglah!! Tidak akan ada yang dapat dilakukan oleh laki-laki itu sendirian, Apakah kamu menyangsikan berapa orang yang berdiri di belakang kita, yang sudah berjanji untuk mendukung kita, Dalam perjalanan mereka untuk menuju kesini, aku yakin mereka sudah akan menjadi daging panggang oleh orang-orang kita." dengan tertawa terbahak-bahak, Robin menanggapi kekhawatiran orang-orang itu.


"Tapi Tuan Robin..., saya mendengar kabar jika laki-laki itu seorang petarung yang sangat cerdik. Banyak pertarungan dengan Tuan Ravendra dimenangkan hanya dalam beberapa hitungan jam saja." pengawal itu terlihat sangat was-was dengan tanggapan yang ditunjukkan oleh Robin. Jika saja laki-laki itu tidak membayar banyak kepadanya, maka dia sudah akan meninggalkannya.


"Apakah kamu menyangsikan sepak terjang kakakku pengawal..?? Para Rahib asli saja bisa dikelabui, dan dengan mudahnya dijebloskan ke dalam penjara bawah tanah, apalagi hanya seorang Johan. Jangan remehkan kekuatan yang dimiliki kakakku." Tami turut berbicara meyakinkan para pengawal itu.


Para pengawal saling berpandangan, mereka akan memberikan informasi tambahan yang baru saja mereka terima. Tetapi melihat keoptimisan orang yang membayarnya saat ini, mereka hanya terdiam dan tidak mampu lagi mengeluarkan kata-kata. Tami menuangkan Screaming Eagle Cabernet Sauvignon 1992, sebuah merek wine yang menduduki posisi puncak sebagai wine termahal di dunia ke dalam sloki. Wine ini berasal dari Oakville, California. Dengan sekali tegukan, wine itu masuk ke dalam tenggorokan gadis itu.


"Miss Tami..., bisakah kamu membantuku. Tuangkan juga anggur itu untukku!" dengan senyum manis menggoda, seorang manusia vampire laki-laki dari Swedia meminta Tami untuk menuangkan anggur untuknya.

__ADS_1


"Okay Mr. Slovaki..., aku akan menyiapkannya untukmu." menghargai bantuan laki-laki itu untuk kakak laki-lakinya, dengan ramah Tami melayani laki-laki itu. Satu buah sloki terisi penuh dengan anggur termahal di dunia itu. Memang jika berniat untuk memanfaatkan fasilitas temahal di dunia, mereka akan bisa mendapatkannya dengan mudah di Santorini.


Mr Slovaki tersenyum melihat kegesitan Tami menuangkan wine untukknya, Harapan untuk menghabiskan malah di ranjang dengan gadis yang duduk di depannya itu, menjadi keinginan terbesarnya malam ini. Duduk di sampingnya terlihat Robin sudah sedikit merasa mabuk karena banyaknya wine yang sudah masuk ke dalam tubuhnya.


"Terima kasih untuk sikap baikmu Miss Tami.." Mr. Slovaki memuji Tami, ketika mengulungkan sloki kepadanya. Dengan sekali tegukan, Mr. Slovaki menenggak wine tersebut dengan matanya menatap ke tubuh Tami dengan penuh minat. Karena gadis itu memang memiliki kelemahan sebagai hyper ***.., matanya bersinar melihat tatapan laki-laki itu padanya.


"Bisakah aku mengundangmu kali ini ke atas ranjangku Miss Tami..?" bisik Mr. Slovaki ke telinga Tami.


"With pleasure Mr. Slovaki." dengan tatapan penuh minat, Tami menjawab ajakan itu dengan kerlingan mata.


Tidak memperhatikan situasi kacau di luaran, Tami dan Mr. Slovaki bergandengan tangan menuju ke kamar yang ditempati oleh laki-laki itu. Tatapan matanya dari tadi menghujam tajam ke tubuh Tami, seakan menelanjangi dan melihat isi yang ada di dalamnya. Begitu juga dengan Tami, gadis itu seperti memancing laki-laki itu dengan *** appeal  yang dimilikinya sepanjang perjalanan. Sebelum mereka keluar menuju kamar Mr. SLovaki, Tami sudah meminta pengawal untuk mengantarkan Robin yang tengah mabuk parah ke dalam kamarnya.


"Tami.. you really are very hot." sesampainya di dalam kamar, begitu pintu tertutup, Mr. Slovaky menghujani tubuh Tami dengan ciuman penuh gai**rah. Leher Tami menjadi tempat landasan pacu awal bagi laki-laki itu untuk menuntaskan keinginan manusia purbanya saat ini.

__ADS_1


"Ugh..., you are also very sexy man... I need you, to fulfill my desire." dengan lenguhan karena hisapan Mr. Slovaski di lehernya, dan jilatan lembut di tulang selangkanya, Tami merasa terbuai. Tangan perempuan itu meraba tubuh bagian atas laki-laki itu, tangan mungilnya dengan trampil melepas kancing baju atasan tersebut. Melihat dada six pack, dengan roti kotak di atasnya, gai**rah Tami semakin meledak. Tidak hanya Mr. SLovaski, dengan gesit Tami juga memberi jilatan di setiap kotakan-kotakan yang ada di sepanjang dada dan perut laki-laki itu,


"You are so naughty and wild Tami... I really like it." mendapat perlakuan itu, Mr. Slovasky merasa melayang. Ceracauan tidak jelas keluar dari bibirnya, menahan dan menikmati setiap hisapan serta jilatan yang diberikan oleh gadis itu.


Dengan sekali hentak, tubuh Tami sudah berada di atas kedua tangan Mr. Slovasky. Dengan kedua tangan kokohnya, laki-laki itu mengangkat Tami dengan bridal style.. kemudian membawanya ke atas meja. Dengan mendudukkan Tami di atas meja, dengan posisi menghadapnya memberi keleluasaan bagi laki-laki itu untuk menjamah tubuh ranum Tami. Kedua bongkahan padat di atas dada perempuan itu, menjadi permainan yang memabukkan bagi laki-laki itu. Dengan lihai dan trampil, laki-laki itu menghisap dan memberi jilatan pada titik-titik sensitif perempuan. Gelinjang sangat memabukkan dialami oleh Tami, tangan gadis itu mencoba menggapai apa yang bisa gadis itu gapai.


"Akkhh..., hmmm... teruskan.. Mr. I like it..." ceracauan tidak jelas keluar dari mulut Tami, Laki-laki itu tersenyum smirk.., tangannya dengan lembut menekan leher belakang gadis itu, kemudian mengarahkan bibir Tami untuk menjilati tubuhnya.


"Come on... Tami... I like it.. girl.., aakhh..." dengan lincah, bibir Tami mempermainkan setiap lekukan yang ada di tubuh laki-laki itu,


"Tami... ehmmm... ugh..." kembali lenguhan meluncur dari bibir Mr. Slovasky ketika tanpa peringatan, mulut Tami sudah mengulum bagian intinya, dan mempermainkannya dengan gemas, Kedua mata laki-laki itu merem melek, merasakan sesuatu yang seakan meledak dari dalam perutnya.


Melihat reaksi yang ditunjukkan oleh laki-laki itu, Tami tersenyum genit. Tanpa bicara, gadis itu melompat turun dari atas meja, dan berada di gendongan laki-laki itu,

__ADS_1


"Aaakhh..." kembali Mr. Slovasky menjerit keras, ketika tanpa disadari, bagian intinya sudah masuk ke dalam bagian inti perempuan di depannya.


*********


__ADS_2