Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Perasaan Khawatir


__ADS_3

Mata kedua orang yang dilihat Alexa ketika mereka masuk ke kedai makanan itu, terus melihati Ravendra dan Alexa. Gadis itu sampai risih melihatnya, dan ketika mereka sudah selesai mengisi perut dengan makanan yang dipesan Ravendra, Alexa mengajak Ravendra meninggalkan tempat tersebut.


"Kak..., sudah yok... Katanya mau menuju ke Santorini siang ini. Nanti setelah selesai urusan kita di Santorini, kita bisa segera kembali ke kota ini. Kita bisa mengunjungi beberapa tempat dan situs-situs kuno yang banyak terdapat disini." ucap Alexa. Gadis itu langsung berdiri, dan menarik tangan Ravendra.


Laki-laki itu mengerutkan dahi, tidak biasanya gadis itu begitu tergesa-gesa meninggalkan tempat yang sedang mereka kunjungi. Tetapi karena Ravendra juga sudah merasa kenyang, akhirnya laki-laki itu segera berdiri dan mengikuti Alexa yang sudah berjalan keluar dari dalam kedai makanan. Melihat kedua orang yang mereka lihat dari tadi sudah keluar meninggalkan ruangan, dua orang yang dilihat Alexa tadi mengikuti mereka dengan mengendap-endap di belakangnya.


Ravendra dan Alexa kembali menyusuri jalan di sepanjang Ermou Street. Ternyata tidak hanya barang-barang kuno yang diperjual belikan di pusat perbelanjaan itu, juga banyak terdapat barang-barang dalam kehidupan modern. Ternyata sekitar 1 km dari tempat mereka berjalan saat ini, bangunan National and Kapodistrian University of Athens terlihat megah berdiri. National and Kapodistrian University of Athens, didirikan pada tahun 1837 dan merupakan salah satu universitas publik terbesar di Eropa. Universitas memiliki delapan fakultas dan dihadiri oleh sekitar 125,000 mahasiswa.


Tatapan Alexa dengan penuh kekaguman melihat ke arah bangunan itu, dan Ravendra tersenyum membiarkannya. Laki-laki itu sengaja tidak mau mengganggu pandangan ALexa, dan dengan setia mendamping ke tempat yang ingin dikunjungi oleh perempuan muda itu.


"Apakah kita akan mengunjungi kampus terbesar di Yunani ini dulu.. honey..?" melihat istrinya seperti tidak berkedip menatap bangunan itu, Ravendra menawarkan untuk mengantar istrinya berkeliling di kampus tersebut.


"Tidak perlu kak..., nanti kaki Lexa sakit pegal lagi. Kita langsung terbang menuju Santorini saja siang ini, masih banyak waktu yang akan kita habiskan untuk dapat mengunjunginya nanti." dengan dalih ingin segera pergi ke Santorini, Alexa menolak ajakan suaminya tersebut.

__ADS_1


"Pegall..., kan suamimu tersayang ini siap untuk menyembuhkannya honey... Semalaman bisa kita habiskan untuk memberi pijatan untukmu, dan kita menunda kepergian kita untuk menuju Santorini." sambil tersenyum smirk, Ravendra menggoda Alexa.


Mengingat apa yang terjadi dengan Ravendra di private jet tadi malam, pipi gadis itu berubah merah. Alexa merasa malu mengingat apa yang terjadi pada dirinya tadi malam. Setelah merasakan sentuhan yang diberikan oleh laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu, dirinya tidak melakukan penolakan, tetapi malah berharap untuk dapat terus menikmatinya.


"No.., no.., no... kita back to hotel..." tidak mau memperpanjang perdebatan, Alexa langsung meminta Ravendra untuk kembali mengantarkannya ke hotel.


"Okaylah ratuku.., setiap ucapan yang keluar dari bibirmu merupakan titah bagiku." sambil tersenyum lebar, Ravendra menyetujui usulan yang disampaikan oleh istrinya. Laki-laki itu mengajak Alexa menuju ke pinggir jalan besar, dan tidak lama kemudian sebuah limousine berhenti di depan mereka. Rupanya tanpa Alexa ketahui, orang-orang Ravendra selalu memberi mereka pengawalan dan selalu siap siaga untuk mengantarkan kemana tujuan mereka.


*********


"Honey..., pesawat sudah landing. Kita harus segera keluar dan segera menuju tempat untuk transit. Baru nanti malam, pengurus besar bersedia untuk menemui kita." Ravendra segera mengajak Alexa untuk keluar dari dalam pesawat. Laki-laki itu sudah berhenti lebih dulu, dan tangannya terulur untuk membantu ALexa berdiri.


Tanpa banyak kata, Alexa segera berdiri dan mengikuti Ravendra keluar dari dalam pesawat. Sebuah mobil mewah sudah menunggu mereka di luar pesawat, dan seperti biasa Ravendra langsung membawa Alexa untuk masuk ke dalam mobil tersebut. Teringat dengan perkataan yang diucapkan oleh Ravendra, dan juga ditambah dengan beban pikirannya sendiri, Alexa bertindak lebih calm. Gadis itu tidak menjawab sapaan dari driver untuknya.

__ADS_1


"Ada yang kamu pikirkan honey..., kenapa dari tadi kamu diam saja?" melihat perbedaan sikap Alexa yang berubah tiba-tiba, Ravendra menanyakannya pada gadis itu.


"Bukan sesuatu yang penting kak..., hanya jujur.., Alexa merasa deg-degan. Muncul perasaan tidak enak di hati Alexa saat ini." tidak mau membohongi suaminya, akhirnya Alexa bercerita dengan jujur. Ravendra tersenyum, kemudian meraih kepala gadis itu, dan memberikan kecupan di atasnya.


"Trust me honey..., everything will be fine." Alexander menenangkan hati gadis itu. Menatap wajah Ravendra yang terlihat rasa optimisnya, Alexa menjadi sedikit lebih tenang. Gadis itu menyandarkan kepalanya di sisi bahu suaminya, dan dengan perlahan Ravendra mengusap rambut gadis itu.


Tidak lama perjalanan dari bandara Udara Nasional Santorini (Thira), mereka memasuki sebuah jalanan berbukit. Tetapi bukan bukit yang memiliki banyak tanaman yang seperti ada di Indonesia, tetapi bukit-bukit di daerah ini terlihat tandus dan gersang. Bukit-bukit yang terbentuk dari kaldera, seperti batuan kapur berwarna putih mendominasi lingkungan sepanjang perjalanan menuju kastil tempat tinggal Ravendra di kota Thira.


"Kota ini akan terasa panas di siang hari, tetapi akan terasa dingin di malam hari honey. Kamu harus menyesuaikan diri dengan iklim disini.." ucap Ravendra.


"Iya kak..., beberapa kali Lexa juga sudah mempelajari kota ini dari internet. Sepertinya tidak masalah, Alexa yakin akan cepat menyesuaikan dengan kondisi alam disini." Alexa menanggapi perkataan yang diucapkan Ravendra.


Beberapa saat.., mobil memasuki sebuah gerbang dengan halaman yang sangat luas. Tidak banyak tanaman yang tumbuh di halaman itu, hanya ada beberapa tanaman anggur yang sedang berbuah tampak menghiasi halaman tersebut. Beberapa pengawal berlari menghampiri mobil yang berhenti tepat di sebuah bangunan. Mata Alexa terbelalak melihat bangunan kastil dengan warna bangunan didominasi oleh warna putih tulang. Bangunan itu menyajikan keindahan sebuah bangunan kuno yang memiliki nilai sejarah tinggi,

__ADS_1


"Kita akan segera turun honey..., kita akan transit di salah satu kastil yang dibangun atas namaku. Mari kita masuk, kamu harus menganggap kastil ini sebagai milikmu  sendiri. Jika kamu bersedia, aku akan mengalihkan kepemilikan asset ini menjadi atas namamu." Ravendra segera mengajak Alexa untuk turun dari dalam mobil. Tanpa banyak bicara, Alexa menuruti keinginan laki-laki itu.


***********


__ADS_2