Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Penyelesaian


__ADS_3

Setelah beberapa waktu menjalani sidang, para karyawan di lantai satu membuat sebuah pernyataan tertulis. Beratnya ancaman yang akan diajukan Miss Kathleen, dengan tidak berdaya para karyawan akhirnya menyanggupi, untuk mengganti secara materiil kerugian yang dialami Miss Kathleen dan Boss Ridwan. Mereka tidak mau mendapatkan ancaman dikeluarkan dari tempat mereka bekerja, karena perusahaan Andromega memberikan pendapatan jauh lebih tinggi dari perusahaan lain. Setelah beberapa saat akhirnya antara karyawan di lantai satu dan di lantai tujuh, melakukan jabat tangan bersama agar mereka saling melupakan kejadian buruk yang mereka alami. Tetapi tidak dengan Sisi, meskipun gadis itu juga berjabat tangan dan dalam perjanjian tertulis tidak akan mengulangi perbuatannya, tetapi tatapan penuh dendam tetap dilayangkan pada Alexa.


"Lihat saja Lexa..., jika di perusahaan aku tidak bisa menindasmu. Apakah kamu masih bisa berkelit dan bertahan di luar perusahaan.." bisik Sisi pada Alexa... Gadis itu dengan tatapan tajam berusaha menindas Alexa.


"Mmmm..., aku siap menerimanya Sisi. Bye.." dengan tersenyum licik, Alexa menjawab perkataan Sisi. Perlahan Alexa berjalan menjauh dari tempat gadis itu. ANita dan Mita juga menatapnya dengan pandangan menyeramkan.


"Ada apa Lexa..., nenek lampir itu menindasmu lagi?" melihat Sisi dengan muka merah berbicara pada Alexa, Aniss mendekati mereka dan bertanya pada Alexa.


"Tenang An..., masih controllable. Kita segera ke ruangan saja yukk.., tugas kita masih banyak. Dua jam waktu kita hari ini terbuang hanya untuk urusan anak kecil. Wasting time.." Alexa segera menarik tangan Aniss untuk segera pergi meninggalkan tempat itu. Rekan  kerjanya yang lain mengikuti gadis itu di belakangnya. Dengan tatapan kebencian, Sisi, Mira dan Anita menatap kepergian mereka dengan geram. Tejo tersenyum-senyum melihat sikap dan kelakuan teman-temannya.


**********


Di ruang kerja Human Resource Department


"Pak Ridwan.., aku harap kamu bisa lebih mendisiplinkan orang-orang di bawah koordinasimu. Sehingga kejadian seperti ini, tidak akan terjadi lagi di masa depan. Cukup aku saja yang megalami kerugian materiil dan in materiil dalam kejadian ini. Jika kejadian ini terulang lagi, aku tidak akan memberi ampun lagi. Baik kepada pelaku maupun kepada korban." dengan nada tegas, Miss Kathleen berbicara pada Boss Ridwan.

__ADS_1


"Wait.., wait..., apakah aku tidak salah dengar Miss... Siapa yang salah, kenapa divisiku jadi yang kamu salahkan disini. Timku jelas tidak tahu apa-apa dalam kejadian kemarin. Murni hal itu terjadi karena kejudesan anak di lantai satu, kenapa jadi kamu memberi nasehat padaku." merasa tidak terima dengan justifikasi yang diberikan Miss Kathleen, Boss Ridwan angkat bicara. Selama ini laki-laki ini hanya diam, saat Miss Kathleen menindas anak buahnya. Tetapi kejadian terakhir, jelas banyak saksi di perusahaan yang ikut melihat keusilan anak-anak di lantai satu. Miss Kathleen tidak bisa secara sepihak menyalahkan tim mereka.


"Tetapi.. kejadian itu tidak akan terjadi pak Ridwan. Jika Alexa tidak keganjenan, dan bersikap tidak menyenangkan pada mereka." Miss Kathleen tetap menyalahkan Alexa..


"Hmmm.., aku harap kamu sebagai penanggung jawab divisi SDM bisa menjaga keadilan di tempat ini Miss. Jangan salah menuduh, selama ini aku hanya diam. Tetapi mulai sekarang, siapapun yang melakukan penindasan pada unit kerjaku, mereka semua harus berurusan denganku. Catat itu..!" dengan nada tinggi, Boss Ridwan menanggapi perkataan Kathleen. Ternyata selama ini, Boss Ridwan juga melakukan pengamatan di tempat kerjanya, sehingga bisa mengetahui bagaimana perilaku tidak menyenangkan dari perempuan itu, Laki-laki itu kemudian berdiri..


"Ingat Kathleen.., jangan sampai kamu mencanpur adukkan urusan pribadimu dengan urusan pekerjaan. Alexa gadis yang baik, dan aku akan mendukungnya." Boss Ridwan meninggalkan Miss Kathleen yang ternganga mendengarkan pembelaannya untuk Alexa.


"Blammm..." pintu ruang kerja Miss Kathleen berdebam, dibanting oleh Boss Ridwan.


**********


Alexa duduk diam di kursi dalam kubiknya. Gadis itu langsung melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena acara klarifikasi dan konfirmasi yang dilakukan di ruang kerja Miss Kathleen. Tiba-tiba ponselnya berdering, terlihat Ravendra melakukan panggilan masuk padanya.


"Yap.., bagaimana kak..?" tanpa mengalihkan pandangan dari layar komputer di depannya, Alexa menjawab panggilan d ari Ravendra,

__ADS_1


"Miss you honey... Bagaimana keadaan dan kabarmu di sana?? Disini kebetulan sedang musim dingin, harusnya aku paksa kamu ikut menemaniku honey.. Salju ada dimana-mana..." Ravendra menceritakan iklim di negara Jepang saat ini.


"Iyakah..., aku baik kak disini. Ini baru ngerjakan tugas, bisa buat design.." tanpa ekspresi, Alexa tetap melanjutkan pekerjaannya.


"Tidak adakah yang ingin kamu ceritakan padaku honey..., aku dapat laporan dari pengawal. Kamu terlibat masalah dengan anak-anak di lantai satu kah?? Sebut namanya, aku akan perintah Johan untuk memecat mereka. Berani-beraninya mereka selalu membuat ulah padamu.." ternyata pengawal sudah melaporkan insiden kemarin sore pada Ravendra.


"Aku ga kenapa-kenapa kak, swear... Anak-anak itu bukan bermasalah samu aku, tapi sama Miss Kathleen dan Boss Ridwan, Mereka juga ketemu batunya, harus gantikan property Miss Kathleen, lengkap seperangkat busana beserta tas, sampai sepatu. 250 juta mereka harus bayar kerugian. Untung saja Boss Ridwan berbaik hati, jika tidak bisa kena puluhan juta juga dari Boss.." Alexa menenangkan Ravendra. Jika tidak ditenangkan, dengan kekuasaannya laki-laki itu akan bisa menghancurkan  perusahaan. Dendam Sisi dan kedua rekannya tidak akan hilang, malah bisa bertambah dengannya,


"Baik.., kali ini aku percaya padamu honey.. Lusa aku sudah dalam perjalanan kembali ke Indonesia. Apakah ada yang akan kamu titip barang-barang dari negara ini?? Merchandise, bag.., atau apapun." Ravendra menawarkan oleh-oleh untuk gadis itu.


"Aku tidak memerlukan itu semua kak..., udahan ya telponnya. Aku mau ganti kerjaan lain nih, deadline semua kerjaanku hari ini. Tadi pagi sudah kepakai waktu dua jam untuk menyelesaikan masalah dengan anak-anak lantai satu, " merasa waktunya kembali terbuang, Alexa meminta Ravendra untuk mengakhiri panggilannya,


"Seperti tidak ikhlas banget sih kamu nerima panggilanku honey.. Jika begitu, segeralah menikah denganku..., kamu yang akan mengatur perusahaan itu." tiba-tiba Ravendra merasa kesal. Tetapi belum selesai dia menyampaikan kekesalannya, Alexa sudah terlanjur menutup panggilan telpon secara sepihak. Untuk menghindari laki-laki itu melakukan panggilan lagi, Alexa memasang mode pesawat pada ponselnya.


Setelah mengakhiri panggilan telpon, Alexa kemudian memasang headphone dan memasang musik dari perangkat komputernya. Tidak menunggu waktu lama, gadis itu sudah kembali terdiam dan tenggelam dalam pekerjaan design-nya.

__ADS_1


**********


__ADS_2