
Mata Alexa terbelalak melihat seorang anak kecil duduk di samping laki-laki yang terlihat punggungnya itu. Anak kecil itu adalah Tommy yang bertemu dan bermain bola dengannya tadi pagi di pinggiran pantai. Rupanya Tommy dan papanya menepati janji mereka untuk berkunjung ke tempat tinggalnya.
"Aunty...," tiba-tiba Tommy berlari dan memeluk Alexa dari depan. Laki-laki yang baru saja ditanyai olehnya, tiba-tiba membalikkan badan dan tersenyum menyambut kedatangan Alexa..
"Tommy..., Tuan Nando.., maaf aku tidak dapat mengenali kalian." Alexa memeluk tubuh Tommy, kemudian mengangkat dan membawanya duduk di depan Fernando. Laki-laki itu tersenyum melihat keakraban putranya dengan Alexa, kemudian menyerahkan paper bag pada gadis itu. Alexa menerimanya dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Hanya kue-kue kecil saja Miss.., jangan salah paham. Ucapan terima kasih, tadi pagi sudah menemani putraku di pinggiran pantai." Fernando langsung menjelaskan maksud pemberian oleh-oleh untuk Alexa.
"Okay.., kalau begitu, bantu aku dong untuk menikmatinya," Alexa langsung mengeluarkan kue dari dalam paper bag, kemudian meletakkannya di atas meja. Melihat kue klappertart dan proll tape kesukaannya, mata Alexa menjadi berbinar.
"Ini semua kue kesukaanku. Terima kasih Tuan Nando..." ucap Alexa mengucapkan terima kasih. Gadis itu langsung mengambil proll tape kemudian menggigitnya di depan Fernando dan Tommy. Fernando tersenyum sambil mengangkat ibu jarinya.
"Tuan Nando mau minum apa.., sepertinya kue ini cocok jika dipadu dengan satu cangkir hot coffee atau hot tea." Alexa menawarkan minuman pada laki-laki itu.
"Hot coffee saja.., tapi Miss. Ga afdol dong jika Miss Lexa memanggilku dengan panggilan Tuan. Panggil langsung namaku saja, no problem." tiba-tiba dengan halus, Fernando meminta Alexa merubah panggilan untuknya.
"Yapz.., tapi pakai kakak saja ya. Sepertinya usia Tuan Nando lebih tua dariku deh.." Alexa langsung menanggapi permintaan laki-laki itu.
"Okay.., terserah Miss Lexa saja deh.." Fernando tersenyum. Alexa langsung meninggalkan Tommy dan Fernando duduk berdua di sofa ruang tamu. Terlihat senyuman di bibir laki-laki itu melihat Alexa yang berjalan meninggalkannya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Alexa sudah kembali ke ruang tamu dengan membawa nampan berisi dua cangkir berisi hot coffee dan satu gelas berisi orange juice. Di belakang Alexa, tampak Susan mengikuti dengan membawakan camilan berupa kue kering yang ditempatkan dalam toples kaca.
"Diminum kak Nando.., mumpung masih panas. Tommy minum orange juice saja ya.., sini aunty bantu untuk meminumnya." ALexa meminta Tommy bergeser duduk di dekatnya. Kemudian tangannya mengambil orange juice, dan menggunakan straw, Alexa membantu Tommy untuk memegang gelas. Fernando tersenyum sambil menyesap kopi.
"Tinggal dengan siapa di tempat ini?? Sepertinya Miss Lexa baru ya disini. Saya sering melihat Om-om yang berada di pintu gerbang tadi, dan sesekali melihat Tante yang barusan mengantar kue kering kesini." Fernando berusaha mencari tahu informasi tentang Alexa.
"Iya kak.., Lexa baru tadi malam sampai sini. Sebelumnya Alexa tinggal di luar pulau, karena ada keperluan, mama mengajakku untuk pindah kesini. Syukurlah tadi pagi aku bisa ketemu Tommy, bisa menjadi teman deh selama Lexa tinggal di tempat ini." ucap Alexa sambil mencium pipi laki-laki kecil itu.
"Terima kasih Miss..., selama ini Tommy juga tidak punya teman bermain. Hanya pengasuh yang selalu menemaninya, ketika saya harus pergi kerja ke perusahaan. Hari ini aku sengaja mengambil Off, karena Tommy terus merengek mengajakku untuk mengantarkan kesini." Fernando menjelaskan alasan kedatangannya kesini.
**********
Begitu sampai di Indonesia, Ravendra langsung menuju ke tempat tinggal Alexa. Tetapi rumah itu sudah kosong, dan tetangga yang tinggal di sebelahnya juga tidak mengetahui keberadaan informasi dimana Nyonya Sarah dan Alexa pergi. Puluhan kali panggilan keluar dilakukan, tetapi Alexa tidak mengangkatnya. Akhirnya laki-laki itu langsung memutuskan untuk berangkat ke perusahaan.,
"Ada dimana Alexa sekarang..? Apakah kalian menyembunyikan informasi tentangnya?" di ruang IT and Design Team, Ravendra langsung menanyakan kekasihnya pada rekan-rekan kerjanya. Ronny beradu pandang dengan Irwan, mereka saling melakukan konfirmasi siapa laki-laki tampan yang berdiri dengan tatapan kemarahan di ruang kerja mereka. Mereka sebenarnya pernah melihat laki-laki itu berada di depan ruang kerja mereka, tetapi sampai sekarang Alexa belum mengkonfirmasi tentang status mereka.
"Siapa anda.., datang-datang tanpa permisi malah langsung marah-marah pada kami. Jika anda tahu, kami juga kehilangan tim terbaik kami, Alexa." dari belakang, Rado memberanikan diri menghadapi Ravendra.
"Cari mati kamu.., berani-beraninya bicara kasar padaku?" dengan mata mendelik, Ravendra mengangkat kepalan tangan dan akan menghantamkan pada Rado...
__ADS_1
"Tuan muda..., tuan muda.., hentikan!! Mereka tidak akan berani menutupi keberadaan Miss Alexa,., saya yakin mereka benar-benar juga tidak tahu." tiba-tiba Johan menghentikan tangan Ravendra yang sudah teracung ke rahang Rado,. Mendengar wakil CEO memanggil Ravendra dengan sebutan Tuan Muda.., karyawan di ruangan itu saling berpandangan tangan.
"Kemana Alexa.. Johan.. Temukan segera, aku bisa meratakan perusahaan ini, jika Alexa tidak segera ditemukan." kedatangan Johan menyelamatkan karyawan di IT and Design team. Laki-laki itu melangkah gontai ditarik tangannya dan dibawa pergi oleh Johan meninggalkan ruangan mereka.
"Guys..., kalian dengar tidak bagaimana Tuan Johan memanggil laki-laki yang mencari keberadaan Alexa tadi?" Rado membalikkan badan dan bertanya pada teman-temannya yang lain.
"Iya.. aku juga dengar. Siapa laki-laki itu.., atau jangan-jangan, laki-laki tadi adalah CEO perusahaan kita, dan Tuan Johan yang selama ini berada di depan untuk mendampingi beliau?" dari kursinya, Alana menjawab pertanyaan Rado.
"Bisa jadi juga sih.. Berarti selama ini, kita berteman dengan kekasih CEO perusahaan kita. Wah.., bisa mati kutu nih anak-anak di lantai satu. Jika laki-laki tadi tahu bagaimana perlakuan anak-anak lantai satu pada kekasihnya, bisa habis mereka." celetuk Aniss yang tiba-tiba mengagumi sahabatnya ALexa.
"Ann.., kenapa fokus pembicaraan berganti sih. Sebenarnya kamu tahu tidak sih, ada dimana Alexa saat ini. Bukankah tadi pagi, kamu sempat komunikasi dengannya?" Irwan tiba-tiba memberondong Aniss dengan pertanyaan tentang keberadaan Alexa.
"Iya.., aku memang sempat komunikasi dengan Alexa tadi pagi. Tapi, ALexa tidak mau kasih tahu ada dimana dirinya sekarang, dia hanya bilang jika berada di luar pulau. Terus kirim foto sedang di pinggir pantai tadi via aplikasi whattsapps." Aniss segera mengambil ponsel, kemudian masuk ke menu gallery dan menunjukkan foto yang dikirimkan Alexa kepadanya.
Semua rekan-rekan Aniss langsung keluar dari kubiknya masing-masing, kemudian mendatangi Aniss dan melihat foto yang dikirimkan Alexa.
"Melihat pantainya pasir putih, dan terlihat bangunan menjulang tinggi di seberang. Sepertinya ini ada di kota Batam deh.." Rado yang pernah pergi ke Singapura via Pearl Harbour langsung mengenali pemandangan yang melatar belakangi pengambilan foto Alexa.
"Tunjukkan saja foto itu pada Tuan Johan Ann..., semoga dengan koneksi mereka, akan dapat meretas dimana keberadaan Alexa saat ini." cetus Ronny.
__ADS_1
************