Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Kekuatan Magic


__ADS_3

Beberapa saat Johan menemani Ravendra menunggu di teras rumah Alexa, karena sudah lewat lima menit mereka mengetuk pintu belum ada yang memberi mereka jawaban. Padahal terlihat jelas jika pintu rumah tidak dikunci, karena pintu masih terbuka sedikit. Johan kembali berjalan menuju pintu, laki-laki itu kembali mengetuk pintu dengan perlahan.


"Tok.., tok.., tok.." tidak lama kemudian, terdengar langkah kaki dari dalam rumah menuju ke arah pintu.


"Ya Tuhan.., ada tamu ternyata. Maaf nak Johan.., nak Ravend.., tante tidak mendengar. Barusan bersih-bersih kamar mandi.., apa ada yang bisa tante bantu?" Nyonya Sarah menyapa kedatangan Johan dan Ravendra dengan ramah.


"Maaf Tant.. sudah mengganggu aktivitas. Kami ingin menjenguk Alexa Tant.., apakah diperbolehkan?" dengan sopan, Ravendra meminta ijin untuk bertemu Alexa.


"Waduh gimana ya nak Ravend.., Tante bingung untuk menyampaikannya." dengan tatapan bingung, Nyonya Sarah menanggapi perkataan Ravendra.


"Bingung.., maksud tante?" Ravendra mempertegas kebingungan Nyonya Sarah. Perempuan paruh baya itu mengambil nafas sebentar, kemudian..


"Begini nak.., Alexa baru saja masuk kamar untuk melanjutkan istirahatnya. Tadi sebelum berangkat tidur, Alexa berpesan sama tante untuk tidak mengijinkan siapapun untuk menemuinya. Hari ini, dia fokus untuk istirahat. Tante juga kasihan melihat keadaannya nak, tadi pagi Alexa baru datang. Dan menurut informasi dari tetangga, putri tante pulang dengan naik mobil pick up.. bareng dengan penjual sayur yang akan mengantar barang ke pasar induk." dengan muka sedih, Nyonya Sarah bercerita apa yang dialami putrinya. Alexa memang belum bercerita, jika kepulangannya pagi ini karena ada hubungannya dengan Ravendra.


Johan merasa prihatin mendengar cerita perempuan paruh baya itu, laki-laki itu melirik reaksi yang ditunjukkan Tuan Muda-nya. Terlihat Ravendra mengambil nafas dengan sikap tak berdaya.


"Jadi.., beneran ini tante? Sebentar saja, Ravendra tidak diperbolehkan untuk menemui Alexa." dengan suara lirih, Ravendra bertanya sekali lagi.

__ADS_1


"Mohon maaf nak Ravend.., baru saja atasan Alexa juga berkunjung kesini. Setelah pulang, Alexa mengungkapkan keberatannya pada Tante. Tadi tante hanya berpikir, masa atasan menjenguk bawahan, tante tidak ijinkan. Tetapi ternyata pikiran Tante tidak sama dengan pikiran Alexa." Nyonya Sarah tetap bersikukuh tidak mengijinkan Ravendra dan Johan menemui gadis itu.


"Baiklah Tant.., jika begitu kami mohon pamit. Minta tolong sampaikan pada Alexa jika saya dan Tuan Muda datang kesini untuk mengunjunginya." tidak mau berlama-lama di teras, Johan memotong pembicaraan mereka. Ravendra menatapnya dengan tajam, tetapi Johan sudah memegang lengan laki-laki itu, dan membawanya pergi dari situ,


"Iya nak Johan.., nanti Tante sampaikan pada Alexa." dengan senyum rikuh, Nyonya Sarah melihat punggung kedua laki-laki itu yang berjalan meninggalkannya. Setelah kedua laki-laki itu sudah tidak tampak dalam pandangannya, Nyonya Sarah menutup pintu depan kemudian kembali masuk ke dalam rumah.


*********


Di dalam mobil


Johan masih duduk di kursi mobil tanpa menjalankan mobilnya. Di kursi tengah, Ravendra masih diam belum memberinya aba-aba, kemana arah yang akan mereka tuju. Laki-laki itu masih memikirkan keadaan Alexa.., karena gadis itu sudah meninggalkan rumahnya tanpa berpamitan pada mereka. Apalagi mendengar cerita dari Nyonya Sarah, jika gadis itu pulang dengan naik pick up.., dalam hati Ravendra terasa nyeri.


"Bagaimana caranya Tuan Muda.., bukankah tadi Nyonya Sarah sudah menolak kita dengan halus?" Johan mengingatkan kembali jika mama Naura tidak berkenan.


"Huh.. aku punya cara sendiri untuk melihat keadaan gadis itu. Aku tidak bisa hanya berdiam diri saja, menunggu sampai akhirnya gadis itu pergi meninggalkanku selamanya." Ravendra tersenyum smirk, kemudian tanpa bicara laki-laki itu membuka pintu mobil. Hanya dengan kelebatan, Ravendra sudah menghilang dari tempat berdirinya terakhir.


"Tuan Muda.., Tuan Muda..., ternyata tanpa sadar Tuan Muda sudah mengingkari janjinya sendiri." Johan geleng-geleng kepala, karena Ravendra pernah menyampaikan padanya jika tidak akan menggunakan kekuatannya untuk hal apapun. Tetapi hanya karena ingin melihat keadaan Alexa, Ravendrar menggunakan kecepatan magicnya untuk menghilang dari tempatnya.

__ADS_1


Tidak mau dipusingkan dengan urusan cinta Ravendra, Johan segera menekan pedal gas. Laki-laki itu memutuskan untuk meninggalkan Tuan Muda-nya di tempat itu.


*********


Di kamar Alexa


Setelah menggunakan kekuatannya, Ravendra berdiri dan menatap kamar sederhana yang digunakan Alexa untuk beristirahat. Tetapi.., meskipun kamar itu sederhana, semua barang tertata rapi dan dalam keadaan bersih. Barang-barang yang digunakan secara rutin, barang yang jarang digunakan diklasifikasikan menjadi satu. Perlahan Ravendra berjalan mendekati ranjang yang digunakan untuk tidur gadis itu. Sebuah ranjang minimalis ukuran 120 x 2 meter digunakan sebagai tempat tidur Alexa.


Tanpa berkedip, Ravendra menatap wajah Alexa. Laki-laki itu duduk di pinggir ranjang yang digunakan gadis itu tidur. Tangan kanannya mengusap lembut wajah gadis itu, dan tiba-tiba..


"Ehm...." Alexa menggeliat, tangannya menyingkirkan tangan Ravendra yang berada di atas wajahnya. Gadis itu kemudian memiringkan tubuhnya ke kanan membelakangi laki-laki itu. Ravendra tersenyum melihat reaksi bawah sadar gadis itu. Hati laki-laki itu terasa lega, melihat Alexa hanya kecapaian saja, dan mungkin sedikit pikiran yang mengganggunya. Gadis manapun pasti juga akan merasa tidak nyaman, jika tidak sengaja mengetahui jika dia sudah menjadi kekasih dari manusia vampir.


"Lexa..., aku disini honey.." bisik lembut Ravendra, dia mencoba membangunkan gadis itu. Tetapi Alexa hanya membuka matanya sebentar, kemudian kembali memejamkan matanya. Ravendra tersenyum.., kemudian laki-laki itu menundukkan wajahnya ke bawah. Sebenarnya, Ravendra ingin memeluk tubuh Alexa, tetapi ukuran ranjang yang ada tidak memungkinkan untuk melakukan hal itu. Kecupan dalam dilakukan Ravendra di kening Alexa, tangannya mencoba membalikkan tubuh gadis itu.


Tiba-tiba mata Alexa bergerak-gerak, gadis itu membuka matanya perlahan. Sejenak Alexa merasa kebingungan, gadis itu mengucek-ucek matanya. Sepertinya Alexa tidak mempercayai pandangannya, di atas tubuhnya terlihat Ravendra menatapnya dengan senyuman yang menghiasi bibir laki-laki itu. Tidak memberi kesempatan Alexa untuk berbicara, Ravendra meraup bibir Alexa. Dalam waktu singkat, ciuman pasangan kekasih itu terjadi secara dalam dan untuk waktu beberapa saat. Alexa yang sudah bertekad untuk menjauhi Ravendra untuk sementara, tidak dapat berkutik setelah bersentuhan dengan laki-laki itu. Ciuman kedua orang itu seperti tidak dapat terpisahkan, dan ketika melihat gadis di bawahnya merasa sesak kehilangan nafas, Ravendra baru melepaskan tautan itu.


"Maafkan aku honey...!" dengan suara lirih, Ravendra kembali meminta maaf pada gadis itu Matanya tidak berkedip dan beradu pandang dengan tatapan Alexa. Kedua tangan Alexa terulur ke depan mendorong dada Ravendra untuk menyingkir dari atas tubuhnya. Perlahan gadis itu memundurkan tubuhnya dan duduk bersandar di sandaran ranjang. Keduanya terdiam, dan Ravendra terus mengarahkan pandangannya pada gadis yang dicintainya itu.

__ADS_1


**********


__ADS_2