
Thomas merasakan keakraban berbincang dengan Alexa, meskipun baru kali ini mereka saling berinteraksi dengan intens. Tidak ada kecanggungan ataupun nervous pada gadis itu, meskipun baru pertama kalinya mereka berbincang. Mungkin karena beberapa waktu yang lalu, Thomas dan Alexa pernah berada dalam satu lift berdua, sehingga meskipun belum sempat berkomunikasi, Alexa merasa mendapatkan teman yang cocok untuk berbicara.
"Bagaimana jika besok pagi.. aku antar kamu ke pulau Sentosa?? Kita bisa jalan-jalan dan melihat permainan anak jaman sekarang di wahana-wahana yang banyak tersedia disana." mendengar cerita Alexa yang belum pernah merasakan kasih sayang seorang papa, Thomas menawarkan untuk membawa Alexa ke Universal Studio dan beberapa wahana lain yang ada di pulau Sentosa.
"Tidak Om.., kali ini kedatangan Alexa karena menemani Tuan Fernando untuk melakukan pengenalan produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan kami. Siapa tahu..., ada peminat yang mau berpartner dengan perusahaan, sehingga tidak sia-sia perjalanan kita ke negara ini." dengan alasan kerja, Alexa menolak dengan halus tawaran yang diberikan Thomas.
"Alexa.., Alexa...,kamu mengingatkanku pada seseorang. Dedikasi pada hobby dan pekerjaannya, terkadang tidak dapat diukur dengan akal sehat. " tiba-tiba Thomas mengingat Sarah Emilton. Tetapi sejauh ini, dalam pembicaraannya dengan Alexa, Thomas tidak menyinggung perempuan itu Thomas bermaksud untuk mengenal gadis itu terlebih dahulu, baru pelan-pelan akan bersambang ke Sekupang, Batam. Apalagi sebelum bertemu dengan Alexa di tempat ini, Thomas sudah menawarkan pada Fernando untuk bekerja sama dengan perusahaannya.
"Bukan begitu juga Om..., hanya saja kali ini Alexa belum tertarik untuk berjalan-jalan. Mungkin besok sebelum sore kita balik ke Sekupang Batam, kita akan mampir sebentar ke Bugis Street untuk memberikan mama oleh-oleh sekedarnya saja." Alexa membela dirinya. Memang gadis itu berniat untuk mencari cindera mata untuk mamanya, Tommy, dan juga untuk Andy bersama Susan.
"Baiklah.. besok siang jika begitu kita akan lunch bersama ya, aku akan mengajak Alicia sekretarisku. Kamu bisa mengajak Fernando, kita bisa melakukan kemitraan bersama. Perusahaan kami di Rumania akan menjadi distributor untuk produk-produk yang dihasilkan perusahaan tempatmu bekerja." tidak diduga, Thomas mengajak perusahaan tempat Alexa bekerja bermitra dengan perusahaan laki-laki itu.
"Dengan sangat senang sekali Om.., secepatnya Alexa akan memberi tahu informasi ini pada Tuan Fernando. Ternyata malam ini, menjadi sebuah malam yang sangat hoki bagi Alexa, bisa berkenalan dengan Om Thomas di hotel ini. Baik Om.., sepertinya sudah lama saya meninggalkan Tuan Fernando, Alexa khawatir boss saya mencari saya kemana-mana. . Mohon ijin, saya kan kembali ke ball room." Alexa berdiri. Tidak diduga, Thomas juga berdiri mengikuti Alexa. Kedua orang itu berjalan menuju ke ruang ball room.
__ADS_1
****************
Alicia menatap Alexa dengan tatapan sengit, dia berpikir jika gadis itu sudah merebut perhatian Thomas darinya. Tetapi karena tidak mau beradu paham dan berselisih dengan Thomas, ALicia memaksakan diri untuk bersikap ramah pada Alexa. Seperti yang pernah mereka bicarakan, akhirnya siang ini sebelum keberangkatan Alexa dan Fernando untuk kembali ke Sekupang, Batam.., Thomas mengajak mereka untuk makan siang. The Black Swan yang berada di Cecil Street, sebuah pusat bisnis di Singapore yang sudah berdiri sejak tahuan 1930, menjadi tempat mereka untuk makan siang.
Di atas meja sudah tersaji mmenu-menu andalan restaurant ini dengan konsep Western yang tersaji dengan mewah. Vintage Ribeye MBS 3+ yang disajikan dengan saus truffle, tampak menghiasi sebuah piring panjang. Juga ada menu Lobster Thermidor, hingga Hokkaido Scalops yang disajikan dengan popcorn puree. Mata Alexa sejak tadi berbonar menatap hidangan itu, dan dari sudut matanya, Thomas melihat minat gadis itu. Laki-laki itu tersenyum, kemudian meletakkan berkas perjanjian kerja sama yang sudah disiapkan oleh Alicia.
"Ayo.. kita segera nikmati makan siang ini. Sepertinya Alexa sudah terlihat sangta lapar.." ucap Thomas sambil melirik ke arah Alexa. Mendengar perkataan Thomas, Alexa merasa senang, karena dirinya memang sudah tidak sabar ingin mencicipi makanan itu sejak tadi.
"Benar Om.., mata Alexa tidak dapat berbohong. Melihat tulang iganya..,, hmmm sepertinya delicius." sahut Alexa.. sambil menyiapkan piringnya. Melihat tidak ada yang memulai terlebih dulu, Alexa langsung berdiri dan mengambil beberapa potong iga kemudian meletakkan di piringnya. Setelah itu mengambil beberapa dan ditaruhnya di atas piring Thomas. Mata Alicia terbelalak melihat keberanian sikap yang ditunjukkan Alexa.
"Apakah ada yang salah jika saya mengambilkan untuk Tuan Thomas?? Apalagi Tuan Thomas juga sangat baik terhadap saya, bahkan tadi malam kehadiran Tuan Thomas sudah menyelamatkan saya." merasa tidak melakukan kesalahan, Alexa memprotes perkataan Alicia.
"Alicia.., kenapa kamu menakuti Miss Alexa. Kami sudah berteman dekat, dan juga merasa senang Miss Alexa bisa memilihkan makanan buatku." ucap Thomas, dan tidak diduga laki-laki itu mengambil daging lobster kemudian meletakkan di atas piring Alexa.
__ADS_1
"Baik Tuan.." ucap Alicia lirih.
Mereka kemudian melanjutkan makan siang dalam diam. Setelah beberapa saat waktu dihabiskan untuk menikmati makanan, Fernando mengajak Thomas kembali untuk membicarakan masalah bisnis.
"Untuk teknis pelaksanaan pengiriman barang nanti bagaimana Tuan Thomas.., dan kapan perusahaan Tuan di Rumani bisa menerima delivery produk-produk kami?" Fernando membuka pembicaraan kembali.
"Nanti setelah aku berkunjung ke perusahaan kalian yang ada di Sekupang Batam Tuan Nando.. Untuk teknis, manajer operasional perusahaan kami yang akan membicarakannya dengan tim teknis kalian. Sebagai CEO, bukan porsi kita untuk berpikir terlalu detail sampai seperti itu. Beri kebebasan pada anak buah kita untuk berkreasi dan berinovasi, tetapi kita juga perlu untuk melakukan control setiap waktu." Thomas menjawab pertanyaan Fernando.
"Syukurlah.., Om Thomas akan datang ke Sekupang. Nanti menjadi kewajiban kita kembali kak Nando.. untuk menjamu Tuan Thomas di kota kita. " Alexa menyahuti pembicaraan mereka berdua.
Thomas tersenyum mendengar perkataan Alexa, laki-laki itu memikirkan sebuah cara bagaimana bisa mencari informasi lebih tentang gadis itu. dari sebelah Thomas, Alicia menatap tidak suka pada Alexa, tetapi sejak tadi Alexa merasa tidak berkepentingan untuk mengajak perempuan itu bicara. Sikap Alicia yang menyebabkan Alexa merasa malas untuk menjalin komunikasi dengannya. Dan sepertinya Thomas juga menyadari, sehingga laki-laki itu mengambil alih pembicaraan jika terkait dengan Alexa.
Acara makan siang yang sekaligus membicarakan bisnis, diakhiri dengan penanda tanganan perjanjian kerja sama antara perusahaan Thomas di Rumania, dengan perusahaan Fernando di Sekupang Batam. Ketika Alexa berjalan keluar meninggalkan restaurant di samping Fernando, tanpa sadar jam tangan Thomas menyangkut di rambut Alexa, ketika laki-laki itu mengangkat tangannya.
__ADS_1
"Maaf Lexa.., tidak sengaja.." ucap Thomas cepat, dan dengan penuh perhatian laki-laki paruh baya itu melepaskan rambut Alexa yang menyangkut pada jam tangan yang sedang dikenankannya.
********************