
Tanpa memperhatikan sekeliling, driver terus menginjak pedal gas. Beberapa kali mobil terasa menabrak batu besar atau batang pohon, tetapi hal itu tidak menyurutkan driver untuk meninggalkan tempat itu. Semua penumpang yang berada di dalam mobil terdiam, mereka berpegangan erat agar tubuh mereka tidak terantuk badan mobil.
"Pengawal.., bagaimana dengan keadaan para pengawal yang lain jika meninggalkan mereka dalam keadaan itu?" terdengar suara Alexa menanyakan para pengawal yang mengendarai motor di tengah hutan.
"Kita harus menyelamatkan diri kita terlebih dahulu nona muda. Nona muda harus yakin, jika semua akan baik-baik saja. Percayalah dengan keandalan tim yang dipimpin langsung oleh Tuan Johan, mereka sudah menangani banyak masalah terkait manusia vampire. Tugas saya yang harus segera saya selesaikan, adalah harus membawa nona muda ke kastil secepatnya." sambil mengemudi, driver menjawab pertanyaan Alexa.
"Sampai begitu apatisnya kak Ravendra membentuk kalian semua. Kalian mengabaikan keselamatan teman kalian yang lain, dimana kita tidak tahu apakah mereka akan selamat atau tidak." Alexa melakukan protes,
"Nona muda.., pahamilah pekerjaan kamu Tugas utama kami dibayar oleh tuan muda adalah untuk menjaga keamanan dan keselamatan nona muda. Bahkan nyawa kami yang harus menjadi taruhannya. Mereka yang masih tertinggal di dalam hutan juga sudah memahami akan tugas-tugas penting ini. Untuk saat ini, kami hanya minta nona muda untuk bekerja sama. Kami akan membawa nona muda selamat kembali sampai ke dalam rumah. Dan yang perlu nona muda ingat, kita bisa berada dalam bahaya seperti ini, semua karena keegoisan nona muda yang tidak mau mendengarkan perkataan kami." tidak diduga, dengan berani pengawal yang sekaligus bertindak sebagai driver membukakan mata Alexa.
Alexa terdiam, perlahan gadis itu mengingat kembali sampai mereka bisa berada di tengah hutan ini. Semua memang karena keegoisannya, sama persis dengan perkataan yang diucapkan oleh driver. melihat Alexa terdiam, para maid menjadi merasa serba salah..
"Nona muda.., mohon jangan diambil hati perkataan pengawal itu, Semua dikeluarkannya, karena untuk saat ini kita semua dalam keadaan panik, sehingga terkadang kita tidak dapat mengontrol kata-kata kita." maid yang duduk di kursi depan, mencoba menenangkan Alexa.
Alexa tetap terdiam, gadis itu hanya mengangkat tangannya. Dia memberi isyarat agar semua yang ada di dalam mobil ikut terdiam.
"Apakah kalian ada yang membawa minuman?" tiba-tiba mereka disadarkan dengan keadaan pengawal yang baru saja mereka selamatkan. Pengawal yang masih kesakitan itu hanya mendengarkan perdebatan yang terjadi di antara mereka.
Maid segera mengambil botol air mineral, setelah melepaskan penutup botol kemudian menyerahkan pada laki-laki itu. Tanpa bicara, laki-laki itu mengambil botol kemudian meneguknya beberapa kali sampai tidak ada satu tetes airpun dari dalam botol. Alexa membuka lemari kecil tempat disimpannya kotak PPPK.
__ADS_1
"Kamu bersihkan darah yang ada di tubuh pengawal itu dengan cairan antiseptik ini, kemudian taruh obat di atasnya." Alexa menyerahkan botol cairan antiseptik, dan beberapa obat oles pada maid yang duduk disampingnya.
"Baik nona muda.." maid itu dengan cekatan segera mengerjakan apa yang diperintahkan oleh nona mudanya. Berkali-kali terdengar suara pengawal itu menahan sakit, dan terlepit jeritan jika maid menekan lukanya terlalu keras. Dari kaca depan, driver melirik ke belakang, dan tidak lama kemudian mobil sudah berada di jalanan yang halus.
******
Johan Off
Merasa jika pertemuan bisa berlangsung lama, Ravendra meminta Johan untuk segera kembali ke kastil. Laki-laki itu merasa sesuatu yang tidak nyaman dalam hatinya, sehingga dalam hatinya mengkhawatirkan keadaan Alexa. Dari Barn Castle, Johan melarikan mobilnya menuju kastil Ravendra. Begitu sampai di halaman, laki-laki itu sedikit curiga, karena hanya ada beberapa pengawal yang membukakan pintu.
"Humph.. sepertinya ada sedikit yang janggal. Biasanya ada lebih dari lima orang yang berada di halaman, kenapa malam ini hanya terlihat ada dua orang." Johan berpikir sendiri. Tetapi dengan cepat, laki-laki itu menepis pikiran buruknya.
Terlihat hanya ada dua maid yang menyambutnya, dan laki-laki itu langsung bertanya pada keduanya.
"Apakah nona muda baik-baik saja, dan saat ini masih berada di kamarnya?" Johan langsung menanyakan keberadaan Alexa pada kedua maid itu.
"Nona..., nona.., nona muda.. sedang..." terlihat dua maid itu ragu-ragu untuk menjawab.
"Kenapa nona muda.., sedang apa sekarang nona muda. Jawab yang jelas, jangan hanya bicara untuk kamu dengar sendiri." merasa jengkel dengan perkataan dua maid itu, Johan bertanya dengan suara keras,
__ADS_1
"Nona muda sedang keluar tuan Johan.., kami dan beberapa pengawal sudah melarangnya, tetapi nona muda tetap bersikeras. Tadi ada seorang nenek-nenek berteriak memanggil nona muda dengan panggil cucuku, dan kebetulan nona muda mendatangi nenek tersebut. Kemudian nenek tersebut diminta dimandikan, dan diminta sekalian makan malam di tempat ini." maid dengan jujur dan penuh ketakutan menjawab pertanyaan Johan.
"Kemudian kenapa sampai nona muda pergi?" dengan suara keras, Johan menanyakan kelanjutan ceritanya,
"Nenek itu menghendaki untuk menginap di tempat ini, tetapi dilarang oleh nona muda. Kemudian nona muda ditemani beberapa maid dan pengawal, pergi mengantar nenek itu pulang. Maafkan kami tuan.., yang tidak mampu menjaga nona muda.." Johan langsung berlari melesat keluar halaman,
"ikuti aku.., sekarang juga kita berpatroli di tengah hutan. Nona muda diperkirakan saat ini sedang dalam bahaya, karena sudah terpancing untuk keluar dari kastil ini." dengan berteriak, Johan memanggil semua pengawal yang dibawanya dari barn Castle.
"Siap Tuan muda.." beberapa pengawal segera berlari dan melompat ke dalam mobil. Tidak lama kemudian tiga buah mobil jeep berangkat keluar meninggalkan castle. Mereka menuju ke dalam hutan..
Di dalam mobil, Johan mengeluarkan alat pelacak. Untungnya tanpa sepengetahuan ALexa, Johan atas ijin dari Ravendra sudah memasang pelacak di tubuh gadis itu. Butuh waktu beberapa saat, untuk dapat menangkap signal keberadaan istri dari Tuan mudanya.
"Arahkan mobil sedikit ke arah barat daya, signal ini menunjuk ke arah sana." setelah mendapatkan posisi yang tepat, Johan meminta driver untuk mengarahkan mobil ke tempat yang dia tunjuk.
Dengan cepat, mobil yang sudah dilengkapi dengan peralatan halang rintang itu menembus kegelapan hutan. Lampu pancar menerangi wilayah hutan, dan terlihat beberapa binatang melarikan diri menghindari mobil itu.
"Bip.., bip.., bip.." signal penanda keberadaan ALexa berdetak cepat.
"Kalian terus ikuti penunjuk arah yang sudah aku pasang di map mobil. Aku akan berangkat lebih dulu, beberapa mengikutiku.." merasa jika nona mudanya dalam keadaan terdesak, Johan melesat keluar dari dalam mobil. Dengan beberapa pengawal yang juga manusia vampire mereka terbang menuju ke arah posisi Alexa.
__ADS_1
***********