
Seperti yang sudah dikatakannya, untuk memastikan jika keamanan Alexa terjaga, Ravendra meminta pada Johan untuk mengirimkan sebuah mobil sport untuknya. Laki-laki itu akan melakukan kegiatan antar jemput pada Alexa, dia tidak mau berspekulasi dengan menitipkan keamanan kekasihnya itu. Setelah pertemuan tersebut, Johan segera mengatur koneksi dan orang-orangnya untuk mendapatakan informasi laki-laki yang sudah menindas Alexa. Pada pukul empat sore, Ravendra tanpa memberi informasi terlebih dulu pada Alexa, sudah turun ke lantai tujuh dan menunggu keluarnya Alexa dari ruang kerjanya.
"Busyet.., di depan ruang kerja, ada laki-laki tampan duduk di depan. Tapi.., wuihh.., tatapan matanya seperti mau membunuh.." tiba-tiba Alana yang masuk ke ruang kerja, membawa sebuah pemberi tahuan pada rekan-rekan kerjanya.
"Hmm..., sama aku masak masih tampanan dia beb..." Rado menyahuti perkataan Alana.
"Huuuuu..., ge er kali kamu Do... Ngaca kali.." dari kubiknya, Aniss mengomentari perkataan Rado. Laki-laki yang disebut namanya itu, hanya tersenyum sambil melingkarkan jari dan jempolnya.
Beberapa saat ruang IT and Design sedikit meriah. Ronny pura-pura berdiri dan melewati area di depan pintu masuk, tetapi kemudian masuk kembali ke ruangan.
"Benar apa yang dikatakan Alana guys..., tampan sih, cuman wajahmu terlalu pucat untuk ukuran laki-laki. Kulitnya terlalu putih seperti tidak ada darah merah di dalamnya.." ucap Ronny, dan mendengar perkataan itu, Alexa mengangkat wajahnya. Tetapi karena pekerjaannya sudah selesai, segera gadis itu melakukan shut down file-file di komputer. Tangannya dengan cekatan membereskan meja, dia harus memastikan jika semua berkas sudah tertata rapi jika dia meninggalkan ruangannya tersebut. Alexa tidak tertarik untuk menanggapi perkataan rekan-rekannya.
"Guys.., aku duluan ya, dah kelar nih pekerjaanku.." setelah semua selesai, Alexa segera berdiri, dan bersiap untuk meninggalkan ruang kerjanya.
"Lexa..., tunggu aku dong. Aku antar kamu pulang ke rumah ya.., aku masih khawatir dengan apa yang terjadi tadi siang. Khawatirnya, mereka akan melakukan sesuatu padamu lagi karena tadi sudah mengalami kegagalan." merasa bertanggung jawab dengan apa yang terjadi tadi siang, Irwan mengatakan jika dia akan mengantar pulang Alexa.
__ADS_1
"Iya Lexa.., kamu kali ini pulang kerja biar diantar Irwan saja. Aku pakai motor sih hari ini, jadi aku tidak menawarkan untuk mengantarmu pulang.." Ronny juga terlihat khawatir.
"Sudahlah.., kalian tidak perlu sampai seposesif itu deh untuk mengkhawatirkanku. Aku masih bisa menjaga diriku, ingat aku ini pemegang Dan XII di taekwondo guys.. Asal lawan tidak menggunakan senjata pistol saja, aku masih yakin akan bisa menghadapi mereka." Alexa menolak tawaran itu, karena gadis itu yakin, jika Ravendra sudah membuat penyiapan untuk memastikan dirinya dalam keadaan aman,
"Lexa..., bisakah sih, sekali saja kamu mau menerima bantuan dari kami..?? Kami itu khawatir akan keamananmu, jangan membuat persepsi yang lain.." dari dalam kubiknya, Aniss berdiri dan ikut memberi nasehat pada Alexa.
Belum sampai ALexa menjawab perkataan Aniss, dari luar pintu ruangan kerja, aura dingin terlihat menyapu ke seluruh ruangan. Dengan tatapan tajam, Ravendra memasuki ruangan dan langsung berjalan menuju ke tempat Alexa berdiri. Melihat ada makhluk asing dan sangat tampan memasuki IT Design, Aniss sampai membiarkan mulutnya ternganga, dan begitu melihat Ravendra meletakkan tangan di punggung Alexa, gadis itu melotot dan menutup mulutnya yang menganga.
"Honey.., sudah selesai kan pekerjaannya? Ayuk kita segera pulang, sudah beberapa saat aku menunggumu di luar ruangan!" tanpa melihat bagaimana reaksi teman-teman Alexa di ruang kerja, Ravendra langsung merangkul Alexa dan membawanya keluar dari ruang kerja.
***********
Beberapa saat kemudian
Begitu Alexa dan Ravendra sudah keluar dari ruang kerja, Aniss dan Alana segera berlari melihat ke arah pintu. Mata mereka tampak berbinar, dan terlihat kekaguman mereka terhadap Ravendra.
__ADS_1
"Gila.., ternyata orang yang tadi aku lihat, ternyata memiliki koneksi dengan Alexa. Siapa laki-laki tampan itu tadi guys.., apakah kalian pernah melihatnya?" Alana langsung heboh, dan bertanya pada teman-temannya. Rado mengangkat kedua bahunya ke atas, sebagai isyarat jika laki-laki itu tidak mengetahuinya.
"Beberapa kali sih, aku pernah bertemu dengan laki-laki itu ketika naik lift menuju roof top. Kala itu, aku naik bareng Alexa juga. Tetapi mereka tidak terlihat terkoneksi, tetapi kenapa saat ini.., jika tadi kita perhatikan aktivitas intim laki-laki itu pada Alexa, sepertinya mereka sedang dalam sebuah hubungan. Kita tahu sendiri kan, bagaimana respon protective ALexa terhadap orang asing. Tapi, sepertinya tadi Alexa menerima perlakuan intim dari laki-laki itu." Irwan dari kubiknya menanggapi kehebohan dua gadis dalam timnya itu.
"Malu aku..., ternyata boy friend Alexa melebihi segalanya dariku. Padahal selama ini kita sering mengolok-olok Alexa karena belum memiliki gandengan disini.." Alana menutup wajahnya. Muka Radi terlihat tidak senang melihat respon yang ditunjukkan kekasihnya itu.
"Do.., mukamu Do...! Ha.., ha.., ha..., telak sekali perkataan Alana, sama sekali tidak menganggap keberadaanmu Rado..." teriak Ronny sambil menunjuk ke wajah Rado yang terlihat jelek. Melihat reaksi kekasihnya, Alana langsung keluar dari kubiknya kemudian memeluk Rado di depan teman-temannya.
"Di luar semuanya, kekasihku Rado selalu the best, pokoknya.. Tindakanku barusan, hanya sikap impulsive saja melihat laki-laki tampan, yang ternyata kekasih sahabatku sendiri, he.. he.. he.." Alana berusaha melunakkan kembali hati Rado.
"Ha.., ha..., ha..., ember Lan.., aku juga mengakui kok. Laki-laki yang bersama Alexa tadi memang tampan, dan merupakan anugerah dan pas deh jika untuk Alexa. Teman kita satu itu, memang tidak terlihat ganjen di depan laki-laki, yah.. wajarlah kalau bisa mendapatkan kekasih yang berkualitas bule seperti itu." Aniss membela Alana, Karena perlakuan Alana, akhirnya Rado bisa mengembalikan suasana hatinya seperti semula. Ronny dan Irwan saling berpandangan, dan menganggukkan kepalanya.
"Kita pulang yukk, besok saja kita intrograsi Alexa, gadis itu harus menceritakan identitas sebenarnya dari kekasihnya. Tapi sepertinya laki-laki itu kerja juga di perusahaan ini, karena tidak mungkin kan security membiarkan orang asing bisa masuk seenaknya ke perusahaan kita. Apalagi jika makan siang, dia masuk di private room, padahal setahuku, ruangan itu kan hanya untuk DIreksi perusahaan ini." Aniss mengajak mereka untuk segera pulang,
"Yupz.. good idea. Aku juga akan prepare, dan langsung pulang." Ronny segera membereskan meja kerjanya, diikuti oleh teman-temannya. Beberapa saat kemudian, mereka sudah beriringan keluar dari dalam ruangan kerja.
__ADS_1
************