Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Sarkasme


__ADS_3

Abhi tersenyum melihat kedatangan Alexa ke arahnya. Laki-laki itu terlihat merapikan rambutnya, kemudian membalikkan badan menghadap pada Alexa. Kedua pengawal yang berjalan tidak jauh dari Alexa, saling berpandangan dan semakin menajamkan penglihatan mereka, melihap sikap yang ditunjukkan oleh Abhi.


"Hai Abhi..., mau berangkat ke kantor juga..?" Alexa memberi sapaan terlebih dulu pada laki-laki yang berdiri di depannya itu. Laki-laki itu tersenyum dan menatap wajah Alexa dengan penuh minat.


"Iya Lexa.., kamu juga ya? Kita berangkat bareng yukk..., aku bisa mengantarmu ke perusahaan terlebih dulu. Lihatlah.., papa sudah membelikan mobil baru untukku. Aku ingin, kamu sebagai gadis yang pertama merasakan untuk naik ke mobil baruku. Mau kan Alexa..?" Abhi menawarkan untuk mengantarkan Alexa.


Alexa sejenak mengalihkan pandangannya ke samping, dan gadis itu melihat sebuah mobil mewah yang terparkir di depan mobil yang ditunjukkan oleh laki-laki tersebut. Terlihat seorang sopir sudah membuka pintu mobil, dan membungkukkan badan memberi senyum padanya.


"Mmmm... gimana ya Abhi. Bukannya aku menolak Abhi.., tetapi aku sudah dijemput oleh sopir perusahaan. Kebetulan saat ini aku mendapatkan fasilitas antar jemput dari perusahaan, sehingga aku tidak menyusahkan orang-orang jika aku datang terlambat ke perusahaan." tidak mau memberi harapan pada Abhi, Alexa menolakdengan tegas tawaran dari laki-laki tersebut. Mendengar jawaban Alexa, tampak kekecewaan membayang di raut wajah laki-laki itu. Tetapi Alexa tidak mempedulikannya, karena dia memang tidak mau memberi harapan pada laki-laki itu.


"Begitu ya Alexa... Kamu kan bisa membuat sebuah pengaturan. Mobil yang menjemputmu bisa memberikan kita pengawalan. Mobilku jalan di depan, mobil perusahaanmu mengawal kita dari belakang. Menarik kan apa yang aku usulkan." dengan tidak tahu malu, Abhi menginginkan mobil Roll Royce itu mengawal mobil HRV yang dia kendarai.


"Maaf Abhi.., tidak semudah yang kita katakan. Aku harus menghargai dan menghormati pegawai di perusahaanku, mereka sudah meluangkan waktu dan menjemputku lebih awal agar aku tidak terlambat sampai di perusahaan. Kemudian jika aku meninggalkannya seperti itu, sama saja aku tidak dapat menghargai mereka. " dengan tegas, Alexa menanggapi perkataan Abhi.


Tiba-tiba dua pengawal yang mendengar jawaban penolakan ALexa, tiba-tiba mendatangi mereka. kemudian..,

__ADS_1


"Miss Alexa.., kami mohon kerja samanya. Miss Alexa silakan segera masuk ke dalam mobil, agar tidak terlambat sampai di perusahaan." satu dari pengawal memberanikan diri meminta Alexa untuk segera masuk mobil.


"Yap tunggu sebentar. Sorry ya Abhi.., aku harus segera jalan. Next time deh.., jika aku ada waktu, kapan-kapan aku akan menemani jalan menggunakan mobilmu." untuk menghindari kekecewaan laki-laki itu yang bisa berimbas pada hubungan antar orang tua mereka, Alexa membuat sebuah alasan.


"Okay deh jika begitu. Aku pegang janjimu Lexa.., aku harap kamu selalu mengingat perkataan dan janjimu padaku." akhirnya dengan berat hati, Abhi mengijinkan Alexa berangkat ke kantor dengan mengendarai mobil perusahaan. Laki-laki itu segera menggeser tubuhnya, dan memberi jalan untuk Alexa agar mudah melewatinya. Tanpa banyak bicara, Alexa segera berjalan meninggalkan Abhi yang berdiri menatapnya dengan kesal.


Sesampainya di depan mobil, gadis itu langsung masuk ke dalam mobil. Sopir segera menjalankan mobil meninggalkan tempat itu. Kedua pengawal segera naik ke atas sepeda motor yang diparkir tidak jauh dari situ, dan dengan geram Abhi melihat mobil itu meninggalkannya sendiri.


************


Begitu mobil berhenti di depan pintu lobby, dengan santai Alexa langsung turun dari mobil tersebut. Gadis muda itu mengabaikan tatapan iri yang ditujukan kepadanya, dengan langkah gontai Alexa memasuki kantor dengan tidak menganggap tatapan di sekelilingnya. Pengalaman yang sudah-sudah membuat Alexa lebih kuat dalam menghadapi cibiran dari orang-orang tersebut. Penjelasan apapun yang akan dia katakan, tidak akan membuat mereka berhenti untuk membicarakannya.


"Morning Miss Alexa.., mobil baru ya?? Belum genap satu tahun kerja di perusahaan ini, Miss Alexa sudah mampu mendapatkan mobil mewah tersebut ya, bagaimana caranya?" dengan nada sarkasme, Sisi petugas jaga di receptionis membuat sindiran padanya.


"Hmmm..., iya syukurlah Sisi. Makanya Sisi harus lebih rajin bekerja, dan mengurangi membicarakan gosip-gosip yang tidak ada manfaatnya. Apalagi dengar-dengar Undang-undang ITE itu tidak pandang bulu lho, siapapun yang merasa dijustifikasi tanpa bukti jelas, bisa mengajukan tuntutan pada pembuatnya." dengan santai, Alexa menanggapi sindiran tersebut dengan kejam. Mendengar jawaban yang disampaikan Alexa, wajah Sisi menjadi merah padam. Gadis itu baru kali ini ketemu batunya, biasanya pada karyawan di lantai atas hanya mendiamkan jika gadis ini membuat sindiran padanya. Tetapi kali ini, dengan berani Alexa melontarkan balik sindiran dengan jawaban mematikan.

__ADS_1


"Hi.., hi.., hi... kena juga kamu Sisi.." celetuk petugas security yang juga berjaga di meja lobby. Sisi memelototi laki-laki itu, yang malah langsung menutup mulut sambul tertawa.


Alexa mengabaikan mereka, dengan santai gadis itu melangkah menuju pintu lift di depannya. Setelah menekan anak panah menuju ke atas, tidak beberapa lama pintu lift terbuka. Tiba-tiba tidak diduga, Johnny menyelonong masuk ke dalam pintu lift mendahuluinya.


"Ini anak.., main serobot saja. Sejak kapan kamu berada di perusahaan John..., kenapa aku tadi tidak melihatmu datang?" Alexa bertanya pada laki-laki itu, sambil berjalan masuk ke dalam lift. Johnny menekan lantai tujuh, tempat dimana ruang kerja Alexa berada.


"Sudah sejak tadi aku duduk di waiting room, sengaja menunggu kedatanganmu. Aku juga mendengar mulut pedasmu menghabisi Sisi sampai gadis itu KO, he.." Johnny menjawab pertanyaan yang diajukan Alexa. Gadis itu memandang Johnny sambil tersenyum.


"Suka sebel juga John.., sekali-sekali sih tidak apa-apa jika mereka membuat sindiran padaku. Tetapi itu orang, hampir setiap menit, jika ketemu denganku selalu berbicara pedas. Aku kasih pelajaran saja tadi..he.., he.." Alexa tertawa kecil menjawab pertanyaan Johnny. Laki-laki muda itu geleng-geleng kepala mendengar jawaban itu.


"He.., he..., he.., aku cocok denganmu kak... Besok jika ada yang menindasku di perusahaan ini, sepertinya aku harus banyak belajar darimu. Atau jika perlu, aku akan mengundangmu untuk membuat pembelaan padaku." ujar Johnny meledek Alexa. Gadis itu diam tidak menjawab, karena pintu lift sudah terbuka. Dengan sigap Alexa keluar, sambil mengacak-acak rambut Johnny.


"Awas kamu kak..." teriak Johnny. ALexa tertawa mendengarnya, dan gadis itu segera menuju ruang kerjanya.


************

__ADS_1


__ADS_2