Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Hari Pertama Kerja


__ADS_3

Keesokan Harinya


Sejak pagi, Alexa bersiap untuk mulai berangkat kerja. Dengan telaten, Nyonya Sarah mempersiapkan sarapan nasi goreng untuk mengisi perut putri tercintanya. Di atas meja makan, perempuan paruh baya itu menemani Alexa menikmati sarapan paginya.


"Nanti sore mama sudah mengundang orang dari dealer mobil untuk datang kesini Lexa. Kamu bisa memilih mobil apa yang akan kamu gunakan untuk transportasi berangkat dan pulang dari tempatmu bekerja. Tidak mungkin kan, setiap hari kamu akan nebeng nak Fernando atau meminta Andy melakukan antar jemput." sambil mengaduk teh panas di depannya, Nyonya Sarah membuka pembicaraan dengan Alexa.


"Tidak perlu mam.., Alexa bisa cari ojek online atau bus untuk berangkat dan pulang kerja. Tidak perlu mama mengeluarkan uang banyak untuk membelikan mobil Alexa." sambil memasukkan sendok nasi ke mulutnya, Alexa menolak tawaran Nyonya Sarah.


"Lexa.., mama tidak menerima penolakan kali ini. Kamu sudah terlalu lama menahan diri, untuk menyembunyikan statusmu di pulau Jawa. Kali ini.., kamu harus menunjukkan siapa dirimu sebenarnya.. mama masih memiliki banyak tabungan untuk mencukupi kebutuhanmu. Jangan bantah mama kali ini..!" dengan nada tegas, Nyonya Sarah mengabaikan penolakan Alexa.


Gadis itu terdiam, dia tetap santai tidak menanggapi ucapan yang disampaikan mamanya. Alexa malah segera menghabiskan nasi goreng di atas piringnya,


"Tet.., tet..., tet.." tiba-tiba terdengar suara bel pintu berbunyi. Susan segera bergegas berlari menuju ke arah pintu. Tidak lama kemudian, terdengar suara pintu dibuka dari dalam.


"Oh Tuan Fernando.. Miss Alexa sedang sarapan Tuan.. Apakah Tuan Nando akan bergabung untuk sarapan bersama, ataukah menunggu sebentar di ruang tamu..?" Susan bertanya pada Fernando.


"Kebetulan saya sudah sarapan di rumah tadi. Saya menunggu saja disini, sampaikan pada Lexa jika Nando sudah menunggunya." dengan sopan, Fernando menjawab pertanyaan Susan.


"Siap Tuan.., mohon tunggu sebentar." Susan segera berjalan meninggalkan Fernando, kemudian mendatangi Alexa di meja makan.

__ADS_1


"Non.. Tuan Nando sudah berada di meja tamu." ucap Susan memberi tahu pada Alexa. Nyonya Sarah tersenyum, kemudian Alexa langsung bangkit dari kursi kemudian berjalan masuk ke dalam kamar untuk mengambil tasnya.


********


Dalam perjalanan


"Katanya kita sekalian berangkat bersama Tommy kak.. Kenapa jadinya hanya kita berdua saja.." Alexa bertanya pada Fernando tentang kesepakatan mereka kemarin sore.


"Hari pertama sekolah ternyata Tommy harus masuk lebih pagi Lexa... Aku kemarin lupa jika sekolah Tommy ada di International School sehingga jam masuk sama jam pulangnya berbeda dengan sekolah standar nasional. Tadi Kandar yang mengantarkannya berangkat ke sekolah." sambil memegang setir kemudi, Fernando melihat sekilas pada gadis yang duduk di sampingnya itu. Sebuah senyuman terbit di bibir laki-laki itu.


"Oh ya kak.., mungkin hanya beberapa hari saja kak Nando antar jemput Alexa ya. Tadi barusan mama bicara pada Alexa, katanya akan mencarikan mobil untukku. Dan bahkan nanti sore, orang dealer sudah akan mengantarkan mobil ke rumah, Alexa tinggal memilihnya satu. Kali ini, Alexa tidak mungkin menolak tawaran yang diberikan mama." untuk menghindari kesalah pahaman, Alexa menyampaikan rencana yang dipikirkan Nyonya Sarah. Terlihat ekspresi wajah kurang suka di wajah Fernando, tetapi dengan cepat laki-laki itu kemudian menghilangkannya.


********


Di perusahaan


Manajer Human Resource Department membawa Alexa ke ruang kerjanya. Melihat dari port folio dan jejak digital pekerjaan yang dilakukan Alexa sebelumnya, dengan mudah perusahaan memberikan pekerjaan di tempat yang terkait dengan kegiatan inovatif dan kreatif perusahaan. Sebagai anak baru, Alexa mencoba untuk membawa dirinya dengan baik, dan bersikap santun mengikuti arahan yang diberikan oleh manajernya tersebut.


"Miss Lexa.., ini adalah ruang kerjamu. Mereka semua partner kerjamu... Andien.., Icha.., Hendra, dan Bram.. kesini,. Kenalkan ini rekan kerja kalian yang baru namanya Miss Alexa..:" ucap Barbara mengenalkan Alexa pada rekan-rekan kerjanya. Mendengar suara Barbara, rekan kerja baru Alexa di ruangan itu keluar dari dalam kubik masing-masing.

__ADS_1


"Yess Mom.." tanpa banyak bicara, keempat orang yang namanya dipanggil Barbara, dengan cepat maju ke depan dan menyalami Alexa dengan ramah.


Dengan sikap hormat, Alexa menerima uluran tangan dari keempat rekan kerjanya yang baru. Barbara kemudian menjelaskan pekerjaan apa yang harus dilakukan oleh Alexa, alur koordinasi ke atas dan ke bawah juga dijelaskan oleh perempuan itu. Rekan-rekan kerjanya yang baru dengan ramah, dan hangat menyambut kedatangan Alexa di tempat kerja mereka, dan tanpa diminta ikut membantu aktivitas sosialisasi Alexa di tempat kerja barunya. Di  depan laptop di ruang kerjanya, Fernando tersenyum melihat rekaman CCTV yang ada di ruang kerja Alexa.


"Untung kamu ditempatkan di unit kerja ini Lexa.. aman dan damai.." celetuk Bram dari meja kerjanya.


"Iya Lexa..., di unit kerja lainnya, persaingan antar karyawan sangat tinggi. Bahkan terkesan mereka menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan perhatian dari boss kita. Maklum boss kita kan duren sawit..., duda keren sarang duwit.." sahut Andhien dari belakang meja kerjanya.


"Terima kasih ya atas informasinya, dan penerimaan kalian padaku dengan hangat. Aku merasa seperti berada di perusahaan lamaku, kami bekerja dengan kohesiv dan saling support satu dengan yang lain." Alexa turut memberikan komentar atas penerimaan mereka.


"Iya tadi aku searching tentang perusahaan lamamu Lexa.. perusahaan Andromeda. Itu perusahaan besar, kelas kakap, kita tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan perusahaan itu. Sayang sekali Lexa.., kamu lebih memilih berada di perusahaan ini." Icha ikut menyahuti pembicaraan mereka.


"Ah bagiku kerja di manapun sama saja. Sama-sama menjadi karyawan. Yang bagaimana kontributor kita untuk perusahaan." Alexa merendah.


"Benar juga pendapatmu Miss Lexa.. Sudah yuk ceremony nya, kita lanjut kerja. Ayo kerja.., kerja..." sahut Bram yang langsung berjalan kembali masuk ke kubiknya. Rekan-rekan kerja yang lain segera mengikuti laki-laki itu.


Alexa juga tidak mau ketinggalan, gadis itu kemudian berjalan dan memasuki kubiknya. Perlahan tangan kanan Alexa menyalakan perangkat komputer yang ada di atas meja kerjanya. Meskipun tidak memiliki spec tinggi seperti komputernya saat berada di perusahaan sebelumnya, tetapi Alexa masih mengucapkan syukur atas fasilitas yang didapatkannya.


Sebelum memulai pekerjaan, Alexa mempelajari SOP perusahaan. Berkas yang ada di mejanya, yang juga merupakan tugas pertamanya di perusahaan itu dia lihat sekilas. Senyuman muncul di bibir gadis itu, karena tidak ragu dengan tugasnya itu. Hampir setiap hari, berkas seperti itu menjadi camilan pagi di perusahaan Andromega.

__ADS_1


******


__ADS_2