
Tidak mau berlama-lama, Alexa segera mengajak para pengawal dan maid untuk meninggalkan rumah nenek. Rasa penasaran yang timbul dengan adanya penampakan muka pucat di depan pintu masuk rumah nenek diabaikan, karena Alexa tidak mau mereka pulang sampai ke rumah dalam keadaan terlambat.
"Apakah kalian melihat penampakan di depan pintu rumah nenek?" di dalam mobil, Alexa bertanya pada maid dan pengawal yang satu mobil dengannya.
"Iya nona muda.. kami tadi juga sempat berbisik-bisik menanyakan siapa laki-laki muda itu. Tetapi kami sedikit curiga nona muda..., kenapa mereka membiarkan nenek mereka yang sudah renta berada di luar sendirian." maid yang duduk di kursi depan menanggapi perkataan Alexa.
"Jika kami boleh mengingatkan nona muda..., ada baiknya untuk ke depan nona muda lebih berhati-hati. Mungkin tidak perlu lagi, kita datang kesini nona muda. Apalagi jika tuan muda tahu kalau nona muda datang kesini." pengawal yang mengemudikan mobil turut berbicara.
"Tapi tidak bisa begitu juga. Apalagi tadi aku sudah berjanji sama nenek, jika aku akan mengunjungi tempat itu suatu saat nanti. Kita juga tidak tahu bagaimana keadaan yang sebenarnya, mungkin saja nenek itu betul-betul membutuhkan pertolongan." Alexa menyiratkan jika tidak menyetujui apa yang dikatakan oleh maid dan pengawal itu.
"Hum... tapi kita tetap harus hati-hati nona muda." maid yang duduk di samping Alexa ikut berbicara.
Semua yang ada di dalam mobil terdiam, karena malam memang mulai turun. Tidak ada sedikitpun penerangan di sepanjang jalan. Penerangan jalan hanya bersumber dari lampu mobil dan empat motor yang mengawal Alexa. Tiba-tiba driver menghentikan mobil yang dia bawa, begitu juga motor yang ada di depan.
"Ada apa ini, kenapa mobil berhenti?" Alexa bertanya.
"Sebentar nona muda..., sepertinya jalan yang kita ambil keliru. Saat ini kita tersesat." driver segera menjawab pertanyaan Alexa.
Laki-laki itu kemudian membuka pintu mobil, dan turun ke bawah. Para maid yang berada di dalam mobil terlihat siaga, mereka bersiap melindungi nona muda mereka. Terlihat driver berbicara dengan para pengawal yang ada di luar mobil... Tidak lama kemudian, driver kembali masuk ke dalam mobil.
"Nona muda mohon maaf.. kita mungkin akan sampai di rumah sedikit terlambat. Kita tersesat jauh, kita harus putar balik mobil kita untuk mencari jalan keluar." driver akhirnya memberi tahu Alexa.
__ADS_1
"No problem, tetap fokus dalam mengemudi. Semakin kalian panik, kalian tidak akan mendapatkan jalan keluar. Perhatikan baik-baik sekeliling." Alexa berpesan pada driver.
Mendengar nona muda mereka tidak marah, driver menjadi sedikit bernafas lega. Tiba-tiba beberapa kelebat bayangan terlihat berada di sekeliling mobil. Keempat motor trail yang mengawal mereka juga terkejut melihat bayangan itu.
"Apa itu, apakah kalian juga melihatnya?" maid yang berada di depan berteriak. Pengawal yang menjadi driver langsung waspada.
"Sepertinya ada beberapa manusia vampire mendatangi kita." ucap driver memberi tahu mereka.
Alexa terdiam, setelah lama berhubungan dengan manusia vampire, tidak ada ketakutan dalam dirinya. Gadis itu tetap terlihat tenang, sehingga para maid dan pengawal juga tidak bertambah panik.
"Keluar..., siapa kalian malam-malam berani datang ke tengah hutan seperti ini!" delapan orang pengawal yang mengendarai motor semuanya sudah turun dari atas motor mereka. Beberapa vampire telah mengurung delapan orang itu.
Saat ini dua orang manusia vampire mengetuk-ngetuk pintu mobil tempat Alexa duduk, meminta mereka untuk keluar.
"Iya nona muda.., mobil ini sudah dilengkapi teknologi terbaru, dimana manusia vampire biasa tidak akan mampu menembusnya." maid yang di depan turut berbicara.
Alexa terdiam tidak berkomentar apapun. Pandangan Alexa bertumpu pada ke delapan pengawal yang bertarung dengan para vampire itu diluar. Rupanya Ravendra tidak bermain-main dengan keselamatannya, terbukti ke delapan vampire itu tidak mudah untuk mengalahkan para pengawal itu.
"Kasihan para pengawal.., apakah kita tidak keluar untuk membantu mereka. Aku khawatir jika terus-terusan bertarung, mereka akan terdesak. Kita akan kalah.." tiba-tiba melihat satu pengawal yang terjatuh, Alexa mengajak pengawal untuk membukakan pintu.
"Abaikan saja nona muda.., yakinlah tidak akan terjadi apa-apa dengan mereka. Tuan muda Ravendra sudah membekali mereka dengan peralatan, dan bagaimana mereka harus bersikap juga sudah diajarkan pada mereka." pengawal tetap melarang mereka untuk keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
Hal itu berlangsung untuk beberapa saat, dan pertarungan di luar mobil terus berlangsung. Para pengawal sudah terlihat kelelahan, dan bahkan beberapa di antara mereka ada yang berdarah. Melihat darah menetes, manusia vampire menjadi terlihat kalap. Melihat hal itu, timbul kepanikan pada Alexa.
"Tarik masuk ke dalam mobil pengawal yang terluka itu. Jika tidak, laki-laki itu akan menjadi santapan dari para vampire." Alexa berteriak, melihat pengawal yang terus mengeluarkan darah, muncul keinginan untuk menolong.
"Baik nona muda tenanglah.. Saya sedang memikirkan cara untuk memberikan pertolongan." driver menyahuti perkataan Alexa.
"Bawa mobilmu mendekat pada pengawal yang terluka itu. Kemudian kita tarik ke dalam mobil secepatnya." Alexa memberi saran untuk menyelamatkan pengawal itu.
"Siap nona muda..." driver berteriak, kemudian laki-laki itu menginjak pedal gas, dan dengan cepat mobil mendekat ke arah pengawal yang terluka. Beberapa manusia vampire sudah terbang mendekat ke arah mereka.
Dengan sekuat tenaga, Alexa dibantu maid menarik tangan pengawal untuk membawanya ke dalam mobil. Namun rupanya, manusia vampire itu terlihat lebih cepat. Beberapa memegangi daun pintu, sehingga Alexa tidak dapat menutup pintu mobil.
"Nona muda lepaskan pengawal itu, saya akan menjalankan mobil untuk meninggalkan tempat ini." driver berteriak. Tetapi merasa jika keberadaan para pengawal disini karena untuk memberikan pengawalan kepadanya, Alexa bersikukuh untuk mempertahankan pengawal itu dalam pegangan tangannya.
"Nona muda... kita semua bisa menjadi korban kalau nona muda tetap bersikeras menahan pengawal itu." dari sebelahnya, maid ikut mengingatkan gadis itu.
Tiba-tiba terlihat beberapa bayangan meluncur ke tempat mereka. Nafas Alexa semakin berpacu, gadis itu mengira jika manusia vampire itu menambah kekuatan mereka. Tetapi tiba-tiba manusia vampire yang baru datang itu, menyerang pada manusia vampire yang mengerumuni mobil Alexa .
"Duk.., Duk... aaww..." terdengar teriakan kesakitan di tempat tersebut.
"Bawa nona muda menyingkir dari sini. Cepat..!" tiba-tiba Alexa merasa mendengar teriakan Johan meminta driver untuk menjalankan mobil.
__ADS_1
"Siap Tuan.." tanpa memperhatikan larangan Alexa mobil itu segera melesat meninggalkan tempat itu. Dengan cepat, pengawal yang tubuhnya penuh luka-luka segera menarik pintu mobil untuk menutupnya.
********