
Baru saja Alexa tertidur dalam perjalanan menuju Dubai, tiba-tiba terdengar guncangan keras dalam perjalanan mereka. Alexa terbangun kemudian duduk dan mengintip keluar melalui kaca kecil jendela private jet. Melihat tetesan air di luar kaca, Alexa sudah bisa menyimpulkan jika sedang terjadi hujan di luar.
"Pletak duarrr..." tiba-tiba terlihat seperti sambaran petir menyambar pesawat. Lampu di dalam pesawat tiba-tiba mati, dan Alexa merasakan guncangan seperti pesawat terjun bebas ke bawah.
"Aaawww... kak Ravend..." Alexa merasa panik dan berteriak.
Sebuah dekapan rasa hangat terasa di belakang punggungnya, gadis itu menolehkan wajah ke belakang. Tampak Ravendra melindunginya dengan memeluknya.
"Don.t panic honey ., close your eyes.." bisik lembut Ravendra menenangkan Alexa.
Alexa melihat barang-barang dalam pesawat mulai berjatuhan, seperti ada turbulensi udara. Pramugari dari ruang cock-pit berlari sambil berpegangan tangan pada connecting door.
"Tuan muda..., sepertinya kita akan terjun bebas. Tiba-tiba mesin pesawat mati terkena sambaran petir. Sepertinya ada yang mencoba untuk memblokade kita, sehingga kita terpojok seperti ini." dengan gugup, pramugari mengatakan keadaan pesawat pada Ravendra.
Kondisi perempuan itu juga tidak jauh lebih baik. Darah menetes dari pelipisnya, seperti terkena benda tajam.
"Apakah pilot sudah berusaha...?" seperti mendapat firasat jika pesawat akan meledak, Ravendra bertanya dengan berteriak kepada pramugari.
"Sudah tidak ada jalan keluar tuan muda.." pramugari menjawab sambil menangis.
"Hentikan tangisanmu,.. segera kenakan parasut. Beri tahu kedua pilot untuk bersiap turun dari pesawat." sambil berusaha menjaga keseimbangan Alexa, Ravendra berteriak memberi instruksi pada pramugari.
"Baik tuan muda..." pramugari itu segera meraih parasut dan melemparkan ke arah Ravendra, dan kemudian menyiapkan untuk dirinya.
__ADS_1
Setelah merasa sudah memasang parasut dengan benar, pramugari kembali tertatih berjalan ke depan. Setelah memperkirakan ketiga orang lain di dalam pesawat itu sudah mengenakan parasut, Ravendra berjalan mendekati pintu emergency.
"Honey... jangan lepaskan peganganmu. Peluk dan pegang erat diriku, agar kamu tidak terpisah dariku." teriak Ravendra.
Dengan gugup, Alexa menganggukkan kepala, dan tidak diduga otot-otot berwarna biru di tubuh Ravendra muncul dan terlihat jelas di mata Alexa. Mata Ravendra sudah mulai memerah, dan..
"Bruakkk .." pintu emergency langsung jebol terkena tendangan kaki Ravendra yang sudah berubah bentuk menjadi manusia vampire.
Angin kencang menyerbu masuk,. dan beberapa barang di dalam pesawat, langsung terbang menghambur keluar. Terkena angin yang menerjang dengan deras, tubuh Alexa terlepas dan terbawa angin keluar dari dalam pesawat.
"Honey..." tanpa menghiraukan sekitar, Ravendra berteriak kencang memanggil Alexa yang tubuhnya sudah melayang di angkasa. Untungnya parasut mengembang sempurna,. dan tubuh Alexa terlihat melayang dengan bebas tetapi tertata.
"Dukk.., brakkk.." kembali Ravendra menendang kepala private jet, dan terlihat ketiga tubuh terlontar keluar. Setelah memastikan semua penumpang bisa terlempar keluar dan mengenakan parasut, Ravendra segera meluncur deras terbang ke bawah. Laki-laki itu mengamati kemana parasut menerbangkan istrinya Alexa. Begitu menemukannya, laki-laki itu langsung terbang mendatangi parasut tersebut.
"Aaaaaww.... kak Ravend..." terdengar teriakan keras Alexa ketika.tubuhnya melayang ke kanan kiri mengikuti arah angin. Hujan yang deras mengguyur tubuhnya, dan gadis itu menggigil kedinginan.
*********
Ravendra duduk di atas batu, menatap empat orang tubuh yang tergolek pingsan di dekatnya. Laki-laki itu masih teringat kejadian tadi malam. Melihat istrinya pingsan, tanpa pikir panjang Ravendra langsung membawa Alexa turun ke bawah. Menggunakan parasut untuk alas tubuh istrinya di atas batu datar, laki-laki itu kembali terbang ke atas. Kondisi hujan deras dengan petir yang memiliki sedikit menyulitkannya tadi malam. Tetapi panggilan hati untuk menyelamatkan semua orang, semua rintangan dihadapinya tanpa rasa takut.
Matahari perlahan mulai menampakkan sinar paginya, dan sinar itu menerobos melewati daun-daun menyorot wajah Alexa. Perlahan perempuan itu mengerjap-ngerjapkan matanya, dan beberapa saat kemudian mulai membuka. Melihat pergerakan Alexa, Ravendra langsung mendatangi istrinya itu.
"Ada dimana aku..?" seperti orang linglung, Alexa mengeluarkan suara.
__ADS_1
'Honey... kamu sudah sadar sayang..?" Ravendra mengangkat kepala Alexa, kemudian meletakkan di atas lengannya. Tatapan kedua orang itu bertemu.
"Kak Ravend.... ada dimana kita sekarang? Alexa merasa mendengar ada gemericik air terjun di dekat sini." melihat ada Ravendra, Alexa langsung bertanya pada laki-laki itu.
"Iya Honey..., panjang ceritanya." Ravendra langsung menundukkan wajahnya ke bawah. Laki-laki itu langsung mencium bibir Lexa, tanpa mempedulikan saat ini mereka sedang berada di mana. Pagutan demi pagutan diberikan laki-laki itu, dan lidahnya sudah bereksplorasi di dalam mulut Alexa.
Beberapa saat kemudian Alexa mendorong tubuh laki-laki itu dengan meletakkan kedua telapak tangannya, di dada Ravendra. Karena jika Alexa ikut terlena di tempat itu, perempuan itu sudah berpikir jika suaminya akan memakannya disitu juga.
"Kak.., Alexa lapar.." ucap Alexa pelan.
Ravendra terkejut, dan seketika laki-laki itu menyadari. Manusia vampire dan manusia murni memiliki perbedaan untuk ketahanan stamina. Asupan makanan sangat dibutuhkan oleh manusia untuk mempertahankan kehidupannya.
"Okay... Ayuk kita turun ke sungai. Honey bisa mandi untuk menyegarkan tubuh, aku akan mencari ikan untuk kita buat ikan bakar." Ravendra mengusulkan untuk turun ke sungai.
"Tapi kak .. baju gantinya?" teringat jika mereka turun dari pesawat yang jatuh, Alexa teringat jika mereka sudah tidak memiliki apa-apa.
"Sudah... mandi saja dulu. Aku akan menyiapkan perlengkapan sekalian untukmu." untuk menenangkan Alexa, Ravendra akan menyimpan semuanya.
Perlahan Ravendra berdiri kemudian menuntun istrinya untuk menuruni sungai. Batu-batuan besar banyak terdapat di dalam sungai yang ada di depan mereka. Air yang tidak begitu dalam, tampak jernih terlihat dari atas. Beberapa ekor ikan tampak berenang di dalam air yang jernih itu.
"Kita agak mendekat kesana saja. Honey bisa mandi di bawah air terjun.." bisik lembut Ravendra di belakang telinga perempuan itu.
Telinga Alexa merasa berdesir mendapatkan perlakuan itu, dan Ravendra tersenyum smirk. Tanpa permisi,. Ravendra mengangkat tubuh Alexa kemudian membawanya terbang dan menuju ke bawah air terjun. Kulit Ravendra terasa hangat menimpa kulit Alexa, seakan menyapu rasa dingin yang menerpa tubuhnya.
__ADS_1
"Byurr..." air dingin tiba-tiba dengan deras mengalir di atas kepala Alexa Perempuan itu memeluk erat tubuh Ravendra, dan terlihat dengan jelas dua tubuh manusia saling menyatu di bawah guyuran air terjun. Kehangatan alami mengalir keluar dari tubuh kedua orang itu, ketika mereka saling mendekap.
********