
Sesampainya di Pent House, Alexa langsung menyelonjorkan kaki di sofa. Baru saat ini, perempuan ini merasakan kelelahan Ketika berada di mall, dan ketika akan mengejar perampas tas jinjing Nancy, Alexa sedikitpun belum merasakan capai. Tetapi begitu memasuki kamar, muncul rasa lelah yang tak tertahankan.
"Tet... tet.. tet..." bel kamar berbunyi tiga kali.
"Masuk.." merasa memanggil room service untuk membawakan minuman teh seduh panas padanya, Alexa sudah menyangka jika mereka yang datang.
Tidak berapa lama, pintu dibuka dari luar, dan ternyata dugaan Alexa benar.
"Nona muda.. ini teh seduh panas sesuai pesanan nona muda. Juga sekalian kami buatkan roti pisang untuk teman menikmati teh." dengan sopan, petugas room service meletakkan minuman dan roti pisang di meja depan Alexa.
"Terima kasih, untuk nanti malam siapkan ikan gindara dibuat steak ya. Seperti biasa sajikan dengan wedges potato dan potongan sayuran." Alexa memesan menu makanan untuk makan malamnya.
"Baik nona muda.. akan kami siapkan.. Jika tidak ada lagi yang dipesan, saya ijin meninggalkan tempat ini." sahut pegawai hotel bagian room service itu.
"Ya.. lanjutkan tugas kalian.." sahut Alexa
Sepeninggalan pegawai hotel tersebut, Alexa menyesap teh panas beberapa teguk. Air hangat mengangkatmu ke tenggorokan gadis itu, dan terasa menyegarkan. Tidak berapa lama, Alexa mengambil roti pisang kegemarannya, dan mulai menikmatinya sebagai teman minum teh.
"Hmmmm .. sepertinya kak Ravend sebentar lagi akan segera pulang. Biasanya jika tidak ada pesan, kak Ravend akan pulang lebih awal. Aku harus mandi dulu, setelah selesai menikmati minuman ini." tiba-tiba Alexa menyadari jika suaminya akan segera pulang.
Setelah menghabiskan minuman dan beberapa potong kue pisang,. Alexa segera berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Alexa mengguyur kepalanya dengan shower, dan rasa hangat perlahan membasahi kepalanya. Beberapa saat waktu dihabiskan gadis itu dengan menikmati guyuran air hangat yang seperti memberi pijatan lembut pada tubuhnya. Aroma lembut sabun mandi dan shampo menenangkan perasaan Alexa.
__ADS_1
"Seperti aku harus cepat -cepat mengakhiri ritual mandiku. Kak Ravend sudah akan sampai di rumah, aku tidak mau kedahuluan olehnya." setelah mengingat jika suaminya akan segera datang, Alexa segera mengakhiri mandinya.
Dengan hati-hati, Alexa mengambilkan handuk kemudian mengeringkan rambut, dan menggunakan bathrobe, perlahan Alexa membuka pintu kamar mandi. Baru saja gadis itu akan melangkahkan menuju walk in closed, tiba-tiba ada tangan yang memberikan pakaian ganti untuknya.
"Kak Ravend... kakak sudah pulang. Kenapa tidak kasih kabar dulu..." Alexa kaget, ternyata suaminya sudah sampai di Pent House.
"Iya.. tidak perlu kamu pikirkan. Ayo aku bantu mengeringkan rambut, nanti honey keburu masuk angin." sambil tersenyum, Ravendra merangkul pundak istrinya kemudian membawa ke depan meja rias.
Dengan hati-hati, Ravendra mengambil hair dryer kemudian membantu istrinya mengeringkan rambut. Sebuah sisir juga dipegang laki-laki itu di tangan kanannya, terlihat sangat perhatian Ravendra memperlakukan istrinya.
"Rambutnya sudah mulai panjang honey.. ada rencana mau potong rambut tidak. Jika iya, nanti aku minta hair style datang kesini untuk merubah gaya rambutnya." Ravendra menawarkan untuk merubah gaya rambut istrinya.
"Masih sayang kak, nanti saja jika sudah dekat waktu melahirkan. Biar tidak mengganggu jika memberikan ASI untuk baby kita nantinya." sahut Alexa. Gadis itu tersenyum melihat sikap suaminya, yang sangat hati-hati seperti memperlakukan berlian ketika memegang rambutnya.
Alexa yang belum pernah sekalipun merasa dikenalkan atau diberi informasi tentang mommy dari suaminya, hanya diam sambil tersenyum.
"Bagaimana tanggapanmu honey.
apakah kamu tidak khawatir? Mommy termasuk orang yang suka pilih-pilih, jadi aku sedikit khawatir jika Mommy akan membuat ulah denganmu." dengan rasa khawatir, Ravendra menceritakan tentang mamanya.
"No problem kak... Mommy pasti kesepian, dua anaknya semua pergi meninggalkannya rumah dan memilih berada di kota ini. Jika itu aku, hal yang sama pasti akan aku lakukan." sambil tersenyum, Alexa menjawab pertanyaan suaminya.
Ravendra menoleh melihat ke wajah istrinya. Karena rambut Alexa sudah kering dan tertata rapi, Ravendra segera mengajak Alexa untuk berdiri. Tanpa protes, Alexa menuruti keinginan suamiku itu.
__ADS_1
"Mmmm..., honey melihatmu naked tanpa baju seperti ini, membuatku ngiler. Andai saja.., dalam perutmu ini, tidak ada rajaku.. sudah aku habisi di atas ranjang." Ravendra menatap tubuh istrinya dengan penuh minat.
"Ingat kak.. kali ini Lexa nyerah deh. Tubuhku capai, efek tadi jalan ke mall. Tunda dulu ya.. please." Alexa menatap suaminya dengan ekspresi puppy eyes. Gadis itu merasa tidak sanggup memberi pelayan pada suaminya saat ini.
"Ha. ha.. ha.. begitu takutnya istriku. Don.t worry honey... aku paham kondisimu." sahut Ravendra.
Dengan cepat, laki-laki itu memasangkan pakaian pada istrinya. Karena tidak memiliki rencana untuk bepergian, baju hamil yang santai dipasangkan pada istrinya, untuk memberikan rasa nyaman.
"Finished.. akhirnya.." Ravendra sudah selesai memasangkan pakaian istrinya.
"Kakak ada rencana apa hari ini? Lexa ikut saja, apapun rencananya. Bahkan jika kak Ravend ingin mengajak Lexa untuk menemui papa Abraham dan Mommy, juga tidak akan menjadi masalah." Alexa yang sudah duduk menatap wajah suaminya.
"Hush... apa yang kamu bicarakan. Aku tidak akan membawamu bertemu Mommy, bahkan jika perlu sekarang juga, aku akan membawamu pergi dari kota ini honey.." Alexa terkejut dengan respon suaminya.. Seorang anak laki-laki, biasanya akan dekat dengan orang tua perempuannya. Namun.. kali ini, hal berbeda terjadi pada suaminya.
"What happened kak.. Tidak perlu terlalu khawatir. Aku tidak masalah kak.., yang penting kak Ravend tidak akan meninggalkanku bukan jika ada penolakan dari Mommy." Alexa menenangkan suaminya.
"Honey.. jangan berbicara asal. Honey belum tahu bagaimanapun Mommy. Jika Mommy seperti seorang mama kebanyakan, maka kedua anaknya tidak akan pergi meninggalkannya sendiri. Bahkan honey juga tahu bukan.., papa juga sering bepergian dengan tidak mengajarkan Mommy.." Ravendra menyerobot perkataan Alexa.
Alexa terdiam, muncul keinginan dalam hatinya untuk meredakan kemarahan suaminya.
"Kak Ravend.. ingatlah tentang keberadaan surga. Mommy kita adalah surga kita. Dengan berdamai dengan diri sendiri, cobalah maafkan Mommy. Hal itu akan memberikan ketenangan untuk kita." Alexa mencoba mempengaruhi suaminya.
"Silence please honey... Surgaku hanya ada padamu.. tidak yang lain. Bahkan untuk membelamu honey... nerakapun akan aku seberangi. Itu yang harus selalu kamu ingat.." Alexa diam dan memandang wajah suaminya sambil tersenyum. Ternyata hati suaminya sudah terlanjur terluka dengan perlakuan dari mamanya. Pelan-pelan perempuan itu akan mencobanya untuk melunakkan nya.
__ADS_1
********