Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Jangan Buang Waktumu


__ADS_3

Alexa membuka matanya perlahan, tetapi tiba-tiba gadis itu merasa terkejut, karena bisa meluruskan kaki dan badannya. Gadis itu kemudian terduduk dan melihat ke sekitarnya, dan tampak kali ini dia berada di tempat yang tidak dia kenali.


"Kak Ravend..., Salsa.., Steven, Ronald.. ada dimana mereka..? Kenapa tiba-tiba saja aku bisa tidur di atas tempat tidur kayu seperti ini." melihat kamar yang betul-betul asing, Alexa terkejut. Seketikan kepanikan melanda perempuan itu, karena kali ini dia merasa tidak membawa apapun. Tidak ada bekal, tidak ada saluran komunikasi, bahkan semua identitas ada di dalam tas. Semuanya tersimpan di atas hammock.


"Aku tidak boleh panik. Don.t panic Alexa.., atau semua akan menjadi semakin buyar. Ketika panik, kamu tidak akan dapat mengendalikan dirimu dengan baik.." Alexa berusaha berbicara pada dirinya, menyemangati diri untuk menghilangkan kepanikan. Perlahan gadis itu mengambil nafas panjang, kemudian menghembuskan secara perlahan. Sekali lagi, gadis itu mengarahkan tatapan ke sekeliling bangunan yang terbuat dari kayu itu,


"Jika melihat bangunan seperti ini, akan sulit menemukan di dalam kota. Apakah aku masih berada di tengah hutan, kak Ravend kah yang membawaku kesini..?" kembali gadis itu bertanya pada dirinya sendiri,


Perlahan Alexa beranjak dari posisi tempat duduknya, gadis itu melangkahkan kaki untuk mengintip keadaan yang ada di luar bangunan kayu tersebut. Terlihat anak-anak sedang berlari-lari dan bermain, dan beberapa perempuan tampak sedang menjemur sesuatu. Terlihat merah seperti daging, tetapi tidak jelas dalam pandangan gadis itu.


Alexa berusaha menenangkan hatinya kembali, melihat bagaimana keadaan di luar seperti berada dalam sebuah perkampungan yang wajar, membuat gadis itu sedikit merasa lega.


Tiba-tiba Alexa melihat ada tiga orang laki-laki seperti sedang berjalan tergesa-gesa, menuju ke arah bangunan yang digunakan untuk dia beristirahat. Tidak mau menimbulkan kecurigaan, gadis itu kembali ke atas tempat tidur. Kemudian Alexa kembali berbaring dan memejamkan matanya, gadis itu tidak ingin menimbulkan kecurigaan tiga laki-laki tersebut.


Ternyata benar dugaan gadis itu, tiga laki-laki itu masuk ke dalam bangunan kayu tempatnya istirahat. Ketiganya terdiam, seperti mengamati keadaan Alexa. Gadis itu menahan nafasnya agar tidak terdengar jika dia sedang berpura-pura.

__ADS_1


"Harusnya ramuan penidur itu sudah habis masa berlakunya, tetapi kenapa perempuan itu belum juga bangun. Bagaimana.., apakah akan kita bangunkan dan kita tanya-tanya, atau menunggu perempuan itu bangun dengan sendirinya?" salah satu dari laki-laki itu tampak sedang mengajak bicara kedua teman laki-lakinya.


"Iya.., ataukah gadis itu masih tidur.., atau malah pura-pura tidur.." ternyata satu dari mereka, menaruh kecurigaan pada Alexa. Jantung Alexa merasa berdebar keras, gadis itu sama sekali tidak berani membuat gerakan apapun.


"Panggil perempuan yang sedang menjemur daging di depan.. Minta dia untuk membangunkan perempuan ini, dan bawa ke balai pertemuan. Kita harus betul-betul melihat apa maksudnya berada di tengah hutan, apakah ingin mengintai kita ataukah ada tujuan yang lain.." salah satu laki-laki memerintah temannya yang lain.


"Baik Kepala..,. aku akan memanggil istriku untuk membangunkan perempuan ini. Ayo... kita tunggu saja gadis ini di balai pertemuan.." salah satu laki-laki itu mengajak kedua teman laki-lakinya untuk meninggalkan bangunan. Tidak lama, terdengar langkah kaki berjalan meninggalkan bangunan kayu tempat beristirahat Alexa.


"Syukurlah.., mereka tidak mencurigaiku. Tetapi aku harus tetap bersikap tenang, aku akan mencoba untuk bekerja sama dengan mereka. Sepertinya mereka tidak memiliki niat buruk padaku, hanya keadaan yang memaksa mereka bertindak demikian." Alexa mengusap dadanya, terasa kelegaan datang menghampirinya.


Alexa tersenyum dan menaruh hormat pada seorang ibu-ibu tua yang membangunkannya. Perempuan itu dengan penuh senyum menatapnya, kemudian memberikan minuman hangat dan beberapa potong kue untuk mengisi perut. Rupanya perempuan tua itu menyadari, jika gadis di depannya itu sedang merasakan lapar.


"Minum dan nikmatilah makanan ini dulu gadis.. Tetua dan beberapa orang yang dituakan dalam village ini akan bertanya-tanua padamu. Bekerja samalah dengan mereka, dan perlu kamu ingat gadis. Kita tidak akan pernah menyakiti orang asing, kecuali mereka datang ke sini untuk sebuah tujuan yang tidak baik.." perempuan tua itu mengajak bicara Allexa.


"Namaku Alexa... ibu bisa memanggilku dengan sebutan Lexa.. Keberadaanku di tengah hutan, tidak terjadi secara kebetulan ibu. Kami mengendarai pesawat, dan ternyata dalam perjalanan di udara, pesawat kami meledak. Untung kami bisa turun ke bawah dengan menggunakan parasut, dan akhirnya parasut itulah yang mengantarkan kami ke tengah hutan ini." ALexa berusaha menjelaskan keadaan dirinya pada perempuan itu.

__ADS_1


"Jelaskan nanti semua yang kamu katakan padaku saat ini, pada para tetua yang sudah menunggumu di balai pertemuan. Aku hanya diminta untuk membangunkanmu, dan memintamu untuk datang ke balai pertemuan." perempuan itu menghindari untuk masuk pada masalah Alexa. Gadis itu hanya tersenyum masam.


"Siapa nama ibu...? Apakah akau bisa diberi tahu, dimana aku bisa mendapatkan air. Aku ingin menggunakan kamar mandi.." melihat sikap pasif perempuan itu, Alexa menanyakan keberadaan kamar mandi.


"Jika kamu sudah selesai minum dan makan kue itu, aku akan mengantarmu untuk menuju ke kamar mandi. Tetapi aku akan menunggumu di luar, jadi jangan terlalu buang-buang waktu di dalam kamar mandi." perempuan tua itu menanggapi permintaan Alexa.


Mendengar hal tersebut, Alexa tidak mau membuang waktu. Karena merasa jika dia membutuhkan tenaga, gadis itu segera meneguk habis minuman teh hangat di dalam gelas yang disajikan untuknya. Tiga potong kue yang disediakan untuknya, juga secara sekaligus dimasukkan ke dalam mulutnya. Tidak lama kemudian, perempuan tua itu berjalan keluar. Alexa mengikuti perempuan itu melewati samping bangunan kayu yang digunakannya.


"Itu tempat kami untuk membersihkan diri. Ingat apa yang tadi aku katakan kepadamu.., jangan terlalu lama menghabiskan waktumu berada di dalam kamar mandi. Atau aku akan memanggil orang untuk menyeretmu keluar." perempuan tua yang di awal tadi terlihat ramah, tiba-tiba saat ini berubah menjadi sadis. Tanpa menjawab, Alexa segera berlari masuk ke dalam kamar mandi yang tidak memiliki penutup di atasnya.


Melihat bak yang terbuat dari marmer berada di dalam kamar mandi tersebut, menimbulkan keheranan dalam diri Alexa. Tetapi kembali mengingat pesan perempuan tua tadi, gadis itu tidak membuang waktu. Alexa langsung mencuci muka, dan kakinya. Melihat di balik pintu kamar mandi, ada sikat gigi dan pasta gigi yang masih tersegel, Alexa segera mengambil dan memanfaatkannya.


Beberapa saat kemudian, Alexa sudah menyelesaikan urusan kamar mandi. Gadis itu segera keluar dari dalam kamar mandi, kemudian berjalan menghampiri perempuan yang masih menunggunya di luar kamar mandi.


**********

__ADS_1


__ADS_2