
Alexa dan teman-temannya segera keluar dari dalam hotel. Sesuai dengan rencananya tadi, mereka ingin mengambil foto di perkebunan teh yang tampak luas yang ada di seberang jalan. Berbekal kamera dari ponsel mereka masing-masing, semua mengambil gaya di areal perkebunan itu.
"Hutan itu sepertinya sangat lebat ya Ir..?" Aniss menunjuk hutan yang terlihat tidak jauh dari situ. Pohon yang mendominasi tumbuh di tempat itu adalah pohon Pinus.
"Iya sih, tapi seger lihatnya. Itu termasuk kawasan hutan lindung yang dilindungi pemerintah, jadi pastilah kelebatannya bisa terjaga." sahut Alana sambil mengawasi barisan Pinus yang terlihat berjejer rapi.
"Jangan salah guys..., besok pagi kita harus bangun pagi banget. Miss Kathleen adakan acara dadakan, kita akan diajak outbound di hotel itu. Yang gila nih, masak acara diadakan pukul lima pagi. Mana dingin lagi, ga mikir apa yah dia jika kabut turun." protes Ronny yang terlihat sangat malas. Laki-laki itu sudah membayangkan bagaimana udara dingin dan kabut pekat akan menghadang mereka.
"Sudahlah kita ikut aja. Ga ada gunanya juga kan kita protes." sahut Alexa. Gadis itu kemudian berjalan ke depan sambil merentangkan kedua tangannya ke kanan dan ke kiri. Hidungnya menghirup nafas dalam, kemudian mengeluarkannya perlahan.
"Hai Alexa cantik.., kenapa tidak mengajakku jalan-jalan ke sini? Padahal tujuan kita sama kan, lagian kita juga satu lantai kamarnya." tanpa diduga tiba-tiba Boss Ridwan sudah berada tidak jauh dari tempatnya berdiri. Rasa sebal dan malas mendadak menghampiri gadis itu. Alexa menoleh ke belakang, celakanya ternyata rekan-rekannya mengambil jalan yang lain. Dia sudah agak jauh mendahului langkah teman-temannya.
"Kok sendirian saja boss..., kalo saya ngajak Boss Ridwan.. yah ga level dong. Minimal untuk kelas Boss Ridwan bisa jalan sama dengan Miss Kathleen atau rekan yang lain yang levelnya sama." berbasa-basi, Alexa pura-pura bersikap ramah dan menanggapi laki-laki itu. Padahal dalam hatinya, Alexa ingin jauh-jauh dari Boss Ridwan. Tetapi memperhatikan adab dan kesopanan dengan senior dan juga atasan, Alexa tetap berusaha menghormati laki-laki itu.
"Ambil spot foto disana Lexa.., bagus lho. Jejeran Pinus di kejauhan terlihat jadi background saat kita ambil gambar. Ayo.. aku temani." tanpa ijin, Boss Ridwan memegang pergelangan tangan Alexa dan menggandengnya. Alexa melotot melihat sikap tidak sopan laki-laki itu, jika bukan Boss nya, mungkin Alexa akan memberi laki-laki itu tamparan.
"Boss.., lepaskan tangan saya!! Saya tidak terbiasa kontak fisik dengan laki-laki. Adab keluarga saya tidak memperbolehkan." merasa tidak nyaman dan jengkel, Alexa memberanikan diri mengingatkan bossnya itu. Boss Ridwan tersenyum, karena melihat muka jelek gadis itu, akhirnya laki-laki itu melepaskan pegangan tangannya.
__ADS_1
"Sepertinya Alexa mau balik saja deh Boss, sebentar lagi malam akan datang. Lagian tadi saya kesini, bareng-bareng dengan teman yang lain. Alexa mau mencari mereka." begitu tangannya di lepaskan, Alexa langsung membalikkan badan dan meninggalkan laki-laki itu.
"Lexa... tunggulah. Ayo aku akan menemanimu mencari rekan-rekanmu yang lain." melihat Alexa berbalik arah meninggalkannya, Boss Ridwan dengan cepat mengikutinya dari belakang.Gadis itu membiarkan laki-laki itu mengikutinya, daripada dia harus bepergian berdua dengan bossnya. Selain menghindari omongan gosip, dia juga tidak menyukai sikap laki-laki itu.
Alexa berjalan cepat, dan melihat teman-temannya berada sedikit lebih jauh dengannya. Gadis itu semakin mempercepat langkahnya, dan ketika sampai di pertigaan jalan setapak, Alexa hampir menabrak seseorang.
"Maaf.." ucap lirih Alexa. Saat gadis itu menengadahkan wajahnya, terlihat Ravendra yang menatapnya dengan tatapan kesal.
"Darimana kamu..?? Oh jalan-jalan dengan atasan ya." Ravendra bertanya dengan nada sarkasme. Tatapan laki-laki itu seperti memindai wajah Alexa, dari atas sampai ke bawah. Alexa terdiam, tapi bagaimanapun gadis itu merasa bersyukur karena bertemu orang lain selain Boss Ridwan di tempat itu.
"Terserah apa yang kamu pikirkan." sahut Alexa kesal.
Ravendra mengalihkan pandangan ke laki-laki di belakang Alexa. Tatapan dingin tiba-tiba terasa menghujam di sekujur tubuh Boss Ridwan. Melihat kedua laki-laki itu tampak bersitegang, Alexa melepaskan diri dari pelukan Ravendra, kemudian bergegas berlari meninggalkan mereka.
*********
Kembali ketukan terdengar di pintu kamar Alexa, dengan malas gadis itu berjalan menuju pintu. Sebenarnya gadis itu juga tengah bersiap-siap untuk makan malam dengan gerombolannya, sehingga Alexa sudah rapi dan berganti pakaian. Tanpa berprasangka, Alexa membuka pintu, dan terlihat di depannya seorang pelayan hotel berdiri di luar pintu kamarnya. Pelayan itu langsung membungkukkan badannya memberi salam pada Alexa.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu?" Alexa menanyakan pada pelayan hotel tersebut.
"Saya diperintahkan oleh manajer saya untuk menjemput Miss Alexa, dan mengantarkan Miss menuju roof top." dengan sopan, pelayan hotel menyampaikan pesan dari manajernya. Kening Alexa berkerut, dia membatin setinggi apa jabatannya di perusahaan, sampai manajer memerintahkan pelayan itu untuk memanggilnya.
"Bentar ya.., coba dicek lagi. Apakah Miss Alexa yang anda maksud itu benar-benar saya, ataukah ada kekeliruan dengan tamu yang lain. Saya tidak memiliki posisi di perusahaan, jadi mustahil jika Alexa yang anda maksud adalah saya." Alexa berusaha mengingatkan pada pelayan hotel tersebut.
"Sudah kita cek semua Miss.., dan kebetulan di hari ini yang memiliki nama Alexa di hotel ini hanya satu, dengan lantai kamar serta tipe yang saat ini Miss Alexa tempati. Saya mohon Miss.., tolong jangan mempersulit pekerjaan saya." dengan pandangan menghiba, pelayan hotel meminta pada Alexa.
Gadis itu mengambil nafas sebentar, akhirnya dia berpikir jika tidak ada salahnya jika dia mengikuti pelayan hotel itu.
"Baiklah.., ayo tunjukkan tempatnya!" akhirnya Alexa mengikuti keinginan pelayan hotel tersebut.
"Mari Miss Alexa.., mohon ikuti saya..!" dengan perasaan senang, pelayan hotel berjalan di depan Alexa, dan langsung menuju ke pintu lift. Setelah mereka masuk ke dalam lift, pelayan hotel itu langsung menekan lantai atas sendiri yaitu tujuan ke roof top. Tanpa bicara, Alexa menyandarkan punggung ke dinding lift.
"Ting.." setelah beberapa saat, akhirnya lift sudah membawa mereka ke roof top. Tiba-tiba pelayan hotel itu berhenti, dan menunggu Alexa.
"Miss..., mohon dimaafkan. Saya hanya bisa mengantarkan Miss Alexa sampai disini saja. Nanti Miss tinggal lurus, kemudian belok ke kiri. DI sudut roof top, ada meja yang khusus disiapkan untuk Miss Alexa dinner malam ini." pelayan hotel itu menjelaskan posisi tempat yang disiapkan untuk Alexa.
__ADS_1
Sebenarnya, gadis itu akan marah karena merasa dipermainkan. Tetapi mengingat laki-laki di depannya hanya seorang pelayan, maka akhirnya Alexa menahan kemarahannya. Tidak menjawab, Alexa hanya mengangkat tangannya. Gadis itu kemudian menuju ke tempat yang sudah disiapkan untuknya. Sesaat Alexa terpukau dengan tempat yang sudah disiapkan untuknya. Meskipun dia berada di dataran dingin, apalagi berada di lantai tertinggi hotel itu, Alexa merasa hangat. Lampu temaram membuat tempat yang disediakan untuknya terlihat sangat romantis. Lampu-lampu di bawah hotel terlihat seperti bintang yang berkerlap-kerlip, Alexa betul-betul merasa terbuat dengan apa yang dia lihat di sekitar roof top tersebut. Tidak mau berpikir panjang, Alexa langsung mendatangi kursi yang sudah disiapkan untuknya, gadis itu langsung duduk dengan tetap melihat-lihat pemandangan di bawah,
**************