Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Kesalah Pahaman


__ADS_3

Dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan, Alexa segera menemui dokter tersebut untuk menanyakan kabar kesehatan dari Nyonya Nancy. Untuk mengurangi rasa shock pada perempuan paruh baya itu, Thomas melarang putrinya untuk menemui mamanya Ravendra. Begitu melihat dokter keluar dari kamar tempat Nyonya Besar Nancy berbaring, ALexa langsung menghampirinya.


"Bagaimana keadaan mama saya Dokter.. apakah ada hal yang berat terjadi pada kesehatannya?" Alexa langsung bertanya pada dokter keluar papanya itu.


"Tidak perlu khawatir. Nyonya Besar Nancy tidak memiliki riwayat penyakit yang serius, perempuan itu hanya sedikit terkejut. Kesehatannya tidak mampu menerima stimulus yang dirasa terlalu besar dan melebihi kapasaitas otaknya. Beberapa saat lagi, Nyonya Besar akan segera siuman.. Kalian bisa kembali beristirahat dengan tenang." dokter menyampaikan hasil pemeriksaannya.


Ravendra memeluk istrinya dari belakang, tampak sekali fokus perhatian laki-laki itu hanya pada istrinya. Bahkan, mengetahui Mommy nya sakit, terlihat laki-laki itu seperti bersikap acuh tak acuh.


"Baik Dokter.., terima kasih informasinya.." sahut Alexa, Perempuan muda itu segera berjalan ke arah kamar tempat beristirahat Nyonya Besar Nancy, namun belum sampai Alexa masuk, Ravendra sudah memeganginya dari belakang, Laki-laki itu membelokkan arah Alexa, dan mengarahkan istrinya untuk masuk ke kamar mereka sendiri.


"Kak Ravend.. please deh.., jangan bersikap kekanak-kanakan seperti itu. Mommy sedang sakit, tidak bisakah kakak bersikap sedikit peduli pada Mommy. Jangan buat Lexa menjadi serba salah seperti ini kak.. please.." Alexa berbicara pada suaminya. Perempuan muda itu tidak ingin, suaminya menunjukkan sikap arogan di hadapan orang tuanya, entah bagaimanapun kesalahannya di masa lalu. Apalagi dengan dibesarkan dalam kultur budaya Indonesia, Alexa memahami bagaimana seorang anak harus bersikap kepada kedua orang tuanya, terlebih pada orang tua perempuan.


"Honey.. aku sudah pernah bicara kepadamu sebelumnya. Siapapun itu, aku tidak akan pernah mentolerir sikap dan perbuatannya, terlebih jika sampai melukai perasaanmu. Hari ini semuanya terbukti bukan.. kamu adalah milikku honey.. tidak akan ada yang bisa membuatmu rapuh." Ravendra kembali menegaskan sikapnya. Alexa terdiam, perempuan muda itu merasa lelah berbicara pada suaminya.


Tiba-tiba dari arah pintu masuk, terdengar ada suara Nyonya Sarah. Rupanya perempuan, mama Alexa itu sudah datang, begitu mendapat kabar dari suaminya tentang kedatangan kedua orang tua Alexa. Melihat suasana tegang di dalam kamar Ravendra, perempuan paruh baya itu penuh tanda tanya. Tanpa bertanya pada siapapun, Nyonya Sarah berjalan mendatangi Tuan Thomas suaminya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi pa.. dimana Alexa dan Ravendra. Apakah mereka baik-baik saja.." tidak berpikir hal lain, Nyonya Sarah langsung bertanya tentang keadaan putri dan menantunya.


"Mereka baik-baik saja, saat ini Lexa sedang dibawa Ravend ke kamar. Temui mereka, papa disini saja menunggu Tuan besar Abraham keluar dari kamar Nyonya Besar Nancy." sahut Thomas.


Mendengar perkataan suaminya, Nyonya Sarah segera mencari kamar Alexa. Karena pintu kamar dibuka dan tidak terkunci, perempuan itu segera masuk ke dalam, dan berjalan menghampiri Alexa yang sedang duduk di atas sofa dengan Ravendra duduk di sebelahnya.


"Lexa.. Ravend.. bagaimana kabar kalian, baik-baik saja bukan.." Nyonya Sarah langsung menyapa pada putri dan menantunya itu.


"Mama.." Alexa langsung memeluk tubuh Nyonya Sarah, dan Ravendra menyalami tangan perempuan paruh baya itu. Nyonya Sarah kemudian duduk di samping Alexa.


"Tidak ada apa-apa Mam.. hanya kesalah pahaman saja. Mungkin Mommy terkejut, karena tidak menyangka, jika putranya yang sudah lama hilang, tiba-tiba muncul di hadapannya. Apalagi putranya tiba-tiba sudah memiliki seorang istri, dalam keadaan hamil lagi. Mungkin hal itulah Mam.. yang membuat Mommy menjadi shock, dan akhirnya jatuh pingsan.." Alexa menjelaskan. Ravendra hanya diam mendengarkannya.


Nyonya Sarah terdiam, perempuan paruh baya itu berpikir jika tidak akan baik, jika terlalu banyak bertanya pada putrinya. Apalagi usia kehamilan Alexa sudah hampir sembilan bulan, dan tidak lama lagi, bisa jadi putrinya sudah akan memasuki masa HPL.


"Sudahlah tenangkan hatimu Lexa.. Ada suamimu Ravendra, ada mama, ada papa yang akan selalu sigap untuk membawamu jika terjadi sesuatu. Mungkin Nyonya Besar Nancy hanya shock saja, keinginan untuk mendekap putranya Ravendra, ternyata harus berbagi dengan putri Mama. Hal itu biasa terjadi pada seorang perempuan paruh baya.." Nyonya Sarah menenangkan putrinya. Untuk menjaga kesehatan janin dalam kandungannya, perasaan Alexa memang harus dijaga kestabilannya.

__ADS_1


"Apakah kalian sudah makan malam.. ayo kita ke ruang makan. Mama membawakan oseng ikan telang asin dari Banjarmasin kesukaanmu.. Kamu harus segera makan, tidak boleh terlambat. Ingat janin yang sedang kamu kandung.." Nyonya Sarah mengajak Alexa dan Ravendra keluar dari dalam kamar.


Ravendra membantu istrinya berdiri, kemudian mereka bertiga melangkah menuju ke ruang makan. Ketika mereka berada di luar kamar, terlihat Tuan Besar Abraham sudah berjalan keluar dari dalam kamar tempat perawatan Nyonya Nancy. Melihat hal itu, Alexa langsung mendekati papa mertuanya.


"Papa.. bagaimana kabar Mommy..?" Alexa langsung menanyakan kkeadaan mama mertuanya.


"Tenanglah Lexa.. Mommy tidak apa-apa hanya shock saja. Saat ini Mommy sedang tidur, tadi barusan minta ijin sama papa. Jangan terlalu banyak berpikir.." Tuan Abraham menepuk pundak ALexa tiga kali.


Ravendra tetap seperti biasanya, laki-laki itu segera mengarahkan istrinya ke kursi di ruang makan. Terlihat Lili sedang menyiapkan oseng ikan asin telang ke dalam piring saji. Aroma asin bercampur bumbu goreng menyeruak masuk ke hidung Alexa, dan disambut dengan signal lapar dari dalam perutnya.


"Nona muda menunggu saja di tempat duduk. Sebentar lagi, Lili akan siapkan makanan kesukaan nona muda.." seperti mengetahui niat Alexa, Lili meminta putri majikannya itu untuk bersiap dan duduk. Alexa tersenyum, dan menuruti nasehat dari perempuan itu. Tidak lama kemudian, makanan ALexa sudah siap, dan perlahan gadis itu mulai memasukkan sendok ke mulutnya, kemudian menyuapi suaminya.


"Kak.. sejak tadi sepertinya Lexa belum melihat kehadiran Raveena. Kemana anak itu, apakah Veena melarikan diri, begitu mendengar kabar kedatangan Mommy ke kota ini." tiba-tiba Alexa teringat dengan adik semata wayang Ravendra.


"Iya.. sampai aku terlupakan. Mungkin masih di dalam kamarnya, belum berani untuk keluar. Kalau pergi sepertinya tidak mungkin, Johan merupakan laki-laki yang bertanggung jawab, tidak akan mungkin membiarkan Veena pergi dari kota ini, hanya karena kedatangan Mommy dan papa." Ravendra membela Johan. Bekerja puluhan tahun dengan laki-laki itu, Ravendra sangat mengenal sikap baik dari Johan asisten pribadinya.

__ADS_1


*********


__ADS_2