Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa

Cinta Tulus Dan Pengorbanan Alexa
Berusaha Menerima


__ADS_3

Seperti yang sudah diucapkan di atas balkon, Nyonya Sarah melihat Alexa yang sedang menyuapkan makanan ke bibir mungilnya. Perempuan paruh baya itu menunggu putrinya menyelesaikan dulu sarapan paginya, baru akan mengajaknya bicara kemudian.


"Sambal udangnya nambah Lexa...,. enak lho sambal udang buatan Susan." Nyonya Sarah mengambil sambal udang dengan menggunakan sendok kemudian menaruhnya di piring Alexa.


"Sudah mam.., jangan banyak-banyak. Alexa sudah kenyang.." ucap Alexa sambil menjauhkan piring. Nyonya Sarah tersenyum sambil melihat pada putrinya.


Dari pintu ruang makan, Susan tersenyum melihat interaksi kaku Nyonya Sarah dan Alexa. Perempuan itu sampai menunda keinginannya untuk masuk ke ruang makan. Susan sengaja memberi waktu kedua perempuan itu untuk bicara.


Setelah beberapa saat, Alexa sudah selesai makan lagi. Ketika gadis itu akan berdiri meninggalkan Nyonya Sarah, tiba-tiba..


"Lexa... duduklah sebentar. Ada yang akan mama bicarakan denganmu." Nyonya Sarah berbicara untuk menahan Alexa.


Tanpa bicara, Alexa kembali mendudukkan pantatnya di atas kursi.


"Apakah kamu tidak ingin tahu, dan tidak bertanya pada mama?? Alasan apa yang membuat mama mengajakmu ke kota ini." dengan suara lirih, Nyonya Sarah berbicara lagi pada putrinya.


Di luar dugaan, Alexa menggelengkan kepala dengan lesu. Kening Nyonya Sarah sampai berkerut tidak mempercayainya apa yang dia lihat dari reaksi putrinya.


"Lexa hanya menjalankan peran sebagai seorang anak yang belum terikat. Selama belum ada ikatan dari seorang pria yang membawa putri mama pergi dari rumah, kewajiban utama Alexa adalah menurut pada apa yang mama inginkan." Alexa menanggapi ucapan Nyonya Sarah, dan perkataan darat itu ternyata menampar perempuan paruh baya itu. Perlahan Nyonya Sarah berdiri, kemudian mendatangi Alexa di kursinya.


"Maafkan mama Lexa.., semua demi keselamatan dan keamananmu. Banyak orang yang menginginkan dirimu putriku.., aku harus memastikan mu aman. Itulah yang menjadi sebab, kenapa sejak mama hamil selalu membawamu berpindah pulau dan bahkan negara." sambil menangis, Nyonya Sarah memeluk erat tubuh Alexa. Beberapa saat Alexa mendiamkan mamanya memeluk tubuhnya dengan erat.

__ADS_1


"Selamat.., aman..., dari apa ma..?? Apakah itu bukan hanya pikiran dan keyakinan mama sendiri saja. Sebelum mama menceritakan ada apa sebenarnya di balik ini semua, maaf ma..., Alexa sulit untuk mempercayai mama." Alexa balik bertanya pada Nyonya Sarah.


Nyonya Sarah, terdiam kemudian melepaskan pelukannya. Kedua tangan Nyonya Sarah di letakkan di pipi kanan dan kiri Alexa.


"Mama melindungi putri mama dari keluarganya papamu anakku. Bahkan sampai saat ini, keluarga papamu dan juga papamu belum tahu jika kamu ada di Dunia ini." ucap Nyontek Sarah lirih. Air mata mulai menetes di pipi perempuan paruh baya itu.


"Ma..., jika mama tidak sanggup untuk menceritakannya. Jangan paksa dan lakukan,.." akhirnya melihat kondisi mamanya, Alexa melarang Nyonya Sarah untuk melanjutkannya ceritanya.


"Begini Lexa.. yang sebenarnya." akhirnya dengan terpaksa dan lelehan air mata, Nyonya Sarah menceritakan masa lalunya. Alexa yang baru pertama kali ini mendengarkan cerita itu, tidak mampu berkata-kata sedikitpun. Setelah beberapa saat,..


"Terima kasih ma..., atas rahasia besar yang mama simpan selama ini. Dan juga terima kasih telah berjuang untuk melahirkan Alexa dan membesarkannya sampai sekarang." Alexa merasa terharu mendengar perjuangan Nyonya Sarah dalam mempertahankan kehamilannya. Berkali-kali Alexa memeluk dan mencium pipi Nyonya Sarah.


******


"Bip..., bip.., bip..." tiba-tiba ponsel Alexa berdering. Setelah sejenak melihat pada screen, ternyata Aniss yang melakukan panggilan, Alexa dengan cepat menekan tombol terima...


"Ya Ann..," sapa Alexa seperti tidak terjadi apapun dengan dirinya.


"Kamu kemana saja Lexa.., sampai jam segini tumbenan kamu belum sampai kantor. Apakah tidak ada transportasi, biar Ronny sama Irwan jemput kamu sekarang." dengan penuh perhatian, Aniss mengupayakan transportasi untuk Alexa...


"Ann..., bantuin aku dong. Kasih tahu sama Boss Ridwan, kemungkinan aku resign saja. Jika perusahaan masih mau terima aku, belum tahu juga kapan aku akan kembali." tidak mau menjadi bahan pertanyaan, Alexa Jujur memberi tahu keadaannya pada Aniss.

__ADS_1


"Wait..., jangan gegabah Lexa. Kamu ada dimana, jam istirahat aku samperin kamu." Aniss langsung memotong perkataan Alexa


"Aku tidak ada di rumah Lexa... Saat ini aku sudah berada jauh di perbatasannya luar pulau. Complicated ceritaku.., tidak mungkin aku share via chat disini. Jika ada waktu kita bersua, aku akan ceritakan semua padamu." Alexa langsung menghilangkan rasa penasaran pada Aniss.


"Begitukah Lexa.., pertemanan kita ternyata hanya segini saja. Tanpa ada angin, tanpa ada hujan... tiba-tiba kamu sudah berada jauh dari kita. Tapi ya sudahlah., semua privasi mu bersama keluargamu. Kita hanya doakan, selalu yang terbaik untukmu dimanapun berada." terdengar getaran dalam suara Aniss, begitupun Alexa. Gadis itu juga tidak bisa menahan air mata yang membanjiri di kelopak matanya.


"Terima kasih Aniss.., salam ya untuk teman-teman yang lain. Bye... see you next time." Alexa segera mengakhiri panggilan masuk yang dilakukan oleh Aniss. Gadis itu berpikir jika sudah saatnya, dia harus mengakhiri semuanya. Dalam waktu yang tidak lama, jika semua sudah terkendali, gadis itu bertekad untuk mencari dan menemukan keluarga papanya.


"Tok .., tok..., tok..." tiba-tiba pintu kamar Alexa diketuk dari luar.


"Ya . masuk! Pintu tidak dikunci.." jawab Alexa. Gadis itu segera membersihkan air mata dari pipi dan kelopak matanya.


"Non...,. ada yang cari Non Alexa sekarang. Tante tidak mengira, ternyata Non Alexa sangat cepat mendapatkan kenalan di pulau ini. Padahal baru saja tadi malam Non dan Nyonya sampai di Sekupang." Susan masuk ke dalam kamar, dan memberi tahu Alexa jika ada tamu yang mencarinya.


"Tamu...?? Siapa Tante.., Alexa juga tidak merasa punya kenalan disini. Mungkin salah orang Tante.." Alexa merasa bingung.


"Sepertinya tidak ada yang keliru Non.. Non Alexa keluarlah sebentar, dan temui dia.Siapa tahu, memang kalian saling kenal. Jika ternyata, Nona tidak mengenalnya, gampang Non... disuruh langsung pulang saja mereka." Susan memaksa Alexa untuk keluar menemui orang yang mencarinya.


Perlahan dengan rasa malas karena Mager, Alexa menuruni pinggir ranjang. Dengan langkah gontai, Alexa segera berjalan menuju pintu dan keluar dari dalam kamar.


Sesampainya di ruang tamu, tatapan Alexa melihat sebuah punggung laki-laki karena tamunya duduk membelakanginya. Perlahan Alexa berhenti, kemudian...

__ADS_1


"Apakah anda mencari saya?? Dan apakah kita sudah saling mengenal sebelumnya?" ucap Alexa pelan pada laki-laki itu.


********


__ADS_2